
Dong Fei melirik tajam ke bawa, dia bisa melihat kota besar manusia sangat ramai, kemungkinan sedang terjadi sesuatu di kota manusia ini. Dong Fei menatap ke arah Noa, bersamaan dengan itu, Noa juga melirik ke arahnya.
"Tetua Noa, apakah di sini?" tanya Dong Fei pelan, dengan raut wajah sedikit khawatir.
Noa terdiam sejenak, dia menyebarkan energi spiritnya agar bisa merasakan keberadaan Ratunya. Setelah cukup beberapa menit, Noa kembali menarik energi spiritnya.
"Jenderal Dong Fei, keberadaan Ratu kami memang ada di sini, tapi aku tidak bisa merasakan adanya keberadaan Raja ke dua kalian. Apa benar Raja kalian ada di sini?"
Setelah menyebarkan energi spiritnya, butuh beberapa menit Noa baru bisa menemukan keberadaan Ratunya. Bersamaan dengan itu, dia juga menyebarkan energi spiritnya mencari keberadaan Raja ke dua Pheonix, tapi Noa tidak bisa merasakan di mana pun keberadaan Raja ke dua Pheonix. Noa jadi berpikir, kemungkinan Dong Fei salah mendeteksi lokasi akan keberadaan Raja mereka.
"Pagoda Pheonix Agung tidak pernah salah," sahut Mie La dengan nada datar.
Noa mengalihkan pandangannya pada wanita 20 tahunan, bermata hitam pekat, berwajah cantik. Tidak salah ras Pheonix dikatakan sebagai ras burung cantik serta anggun, dan memang kenyataannya mereka para ras Pheonix memiliki paras rupawan. Noa sedikit mengerutkan keningnya, gadis itu sedikit tampak familiar di matanya, hanya saja dia lupa, kapan dan di mana dia bertemu dengan gadis itu.
"Nona siapa kau? Mungkinkah kita pernah bertemu, tapi aku lupa kapan dan di mana," balas Noa pelan, terkesan tidak ingin mencari masalah walau pun gadis itu tadi berbicara kurang baik padanya.
Noa baru sadar, gadis ini sejak pertemuan dia dan Dong Fei beberapa menit yang lalu, gadis itu tidak pernah berbicara sedikit pun. Bahkan raut wajahnya tampak begitu tidak peduli akan kedatangan Noa dan Suxiao.
Jika diingat lagi, Noa tidak yakin apa dia pernah mengenal gadis dingin seperti itu atau tidak?
"Kita memang tidak pernah bertemu dan tidak pernah saling mengenal," balas Mie La datar.
Noa semakin mengerutkan keningnya, kemudian dia beralih menatap ke arah Dong Fei. Berharap pria itu bisa menjelaskan padanya, siapa gadis berwajah datar itu.
"Jenderal Dong Fei," panggil Noa pelan dengan senyuman khas.
"Dia, Mie La. Tangan kanan kepercayaan sekaligus murid dari Raja ke dua," jawab Dong Fei sambil tersenyum canggung.
Noa segera beralih menatap Mie La, sedikit terkejut akan jabatan Mie La. Noa tahu, di antara 3 Raja yang memimpin kerajaan Phoenix Agung, Raja ke dua lah Raja yang paling tertutup pada orang sekitar. Bahkan banyak Kultivator dunia Surgawi beranggapan Raja ke dua Pheonix tidak pernah ada, karena sosok Raja ke dua sangat jarang menampakkan dirinya.
Mendengar Mie La gadis berwajah dingin itu adalah orang terdekat Raja ke dua, Noa hampir tidak percaya akan ucapan Dong Fei.
"Murid Raja ke dua Pheonix? Aku merasa terhormat bisa bertemu dengan murid terdekat Raja ke dua Pheonix," ucap Noa sambil tersenyum tipis ke arah Mie La, berharap gadis itu tidak perlu bersikap dingin terhadapnya. Karena sikap gadis itu bisa saja membuat Suxiao tidak senang padanya.
Mie La memalingkan wajahnya, tampak sekali dia tidak tertarik akan pembicaraan saat ini.
"Kita tidak perlu buang waktu lagi, lebih baik kita segera pergi ke sana," balas Mie La datar, kemudian dia langsung terbang ke arah timur, tepat pada bangunan luas yang tidak jauh dari mereka.
Melihat Mie La sudah melesat pergi, Dong Fei menatap le arah Noa lalu menundukkan sedikit kepalanya, seakan mengatakan -- aku peri dulu. Setelah menundukkan kepalanya, Dong Fei langsung mengejar Mie La bersama 100 prajuritnya.
Noa menghela nafas pelan, di belakangnya Suxiao bergerak maju, sampai Suxiao berdiri tepat di samping Noa. Kemudian Suxiao bersuara.
"Tetua Noa, jujur aku tidak suka akan sifat gadis bernama Mie La itu. Dia sangat tidak sopan, seandainya jika kita tidak menghormati perdamaian, sudah pasti akan kucabuti semua bulu sayapnya itu."
"Suxiao, kau tenanglah sedikit. Dia hanya seorang gadis, tidak mungkinkan kau melawan lawan yang tidak sebanding? Ras kita sangat menjunjung keadilan ... seharusnya kau tahu itu. Lagi pun, sekarang kita berada di zaman perdamaian. Jangan sampai kita berbuat suatu hal yang bisa memicu kembalinya peperangan."
***
Cukup beberapa detik saja, rombongan bersayap itu tiba di tempat tujuan. Jauh di atas sebuah stadion besar, di atas awan tertinggi. Mie La memandang ke bawah dengan pandangan datar.
__ADS_1
"Aura Raja ke dua semakin kuat. Tidak hanya itu, aku juga merasakan adanya aura keberadaan Raja pertama," ucap Mie La sambil mengerutkan keningnya.
Dong Fei menatap sedikit terkejut ke arah Mie La, "Petinggi Mie La, apakah anda tidak salah? Aura Raja pertama juga ada di sini? Bagaimana mungkin, apa ini memang hanya sebuah kebetulan? Raja pertama dan Raja ke dua telah muncul di dunia manusia."
Mie La memicingkan matanya ke bawah, berusaha mencari keberadaan aura dari 2 Rajanya. Apa yang dia rasakan pastilah benar, Mie La termasuk petinggi paling dekat dengan 3 Raja sekaligus, tidak hanya itu, bahkan Mie La sendiri sudah seperti dianggap adik sendiri dari Raja ke Tiga. Tidak mungkin Mie La salah merasakan aura dari Rajanya.
Beberapa lama Mie La memandang ke bawah, dia tidak menemukan adanya sosok Rajanya di bawah sana. Yang dia lihat hanyalah sekumpulan manusia tengah bersorak sorai menonton pertandingan. Bersamaan dengan itu, muncul Noa dan Suxiao.
Noa menatap ke arah Mie La, lalu ikut juga menatap ke bawah. Pandangan Mie La sangat fokus ke bawah membuat Noa penasaran, apa yang gadis itu lihat di bawah sana. Ketika Noa melihat ke bawah, pandangannya langsung tertuju pada seorang gadis di tengah arena lingkaran sedang menatap ke arahnya. Tidak hanya ke arahnya saja, tapi ke arah mereka semua. Tatapan gadis itu, sangat tajam, membuat bulu kuduk Noa berdiri.
Noa semakin mempertajam pandangannya pada gadis itu, wajah gadis itu sudah tidak asing lagi di matanya, seperti gadis di dalam ....
Noa membulatkan matanya, "Ratu! Ratu kita ada di sana, Suxiao!" ucap Noa sedikit keras, membuat orang di sekitarnya langsung menatap ke arahnya.
Suxiao mendengar ucapan Noa langsung mengedarkan pandangannya ke bawah, tepat pada manusia yang Noa tunjuk. Suxiao mengerutkan keningnya, "Tetua Noa, apa kau yakin manusia itu adalah Ratu kita? Dia ... benar-benar lemah."
Suxiao sendiri tidak yakin, kalau manusia yang Noa tunjuk adalah Ratu mereka. Lihat manusia itu bahkan masih kalah lemah dari prajurit di kerajaan Peri Suci. Namun melihat manusia itu tengah menatap ke arah mereka semua, Suxiao sedikit terkejut sebab manusia itu bisa merasakan kehadirannya dengan jarak sejauh ini. Padahal mereka semua telah menyembunyikan aura keberadaan mereka.
"Suxiao! Apa kau menghina Ratu kita? Dia adalah Ratu kita, aku tidak akan salah mengenalnya! Walau pun Ratu mengalami sedikit perbedaan, tapi aku sangat mengenal wajahnya itu. Tidak salah lagi dia, Ratu Peri Suci," balas Noa sedikit keras.
Mendengar ucapan Noa, Mie La langsung mengalihkan pandangannya pada Noa. Sedikit terkejut akan ucapan Noa barusan.
"Tetua Noa, kau bilang manusia itu adalah Ratu kalian?" sahut Mie La membuat semua pandangan tertuju padanya.
"Benar Nona, Mie La. Ada apa?" balas Noa sambil memasang wajah penasaran, sedikit penasaran kenapa Mie La mempertanyakan hal itu.
Mie La memalingkan wajahnya, menatap tajam ke arah gadis di bawah, "Manusia itu. Dia memiliki aura Raja ke dua dan Raja pertama kami. Aku yakin, manusia itu telah menyegel roh Raja kami, di dalam ruang batinnya."
Dong Fei terkejut mendengar ucapan Mie La. Aura Raja Pheonix ada di dalam tubuh manusia itu? Bagaimana mungkin! Itu mustahil. Tidak mungkin manusia itu bisa mengalahkan Raja Pheonix, pikir Dong Fei.
Dong Fei sendiri yakin, kekuatan Raja Pheonix sangatlah kuat. Seharusnya di dunia manusia, tidak ada seorang pun bisa menandingi kekuatan Raja Pheonix, tapi sekarang Dong Fei telah dihadapkan kenyataan, bahwa 2 Raja mereka telah disegel dalam tubuh manusia itu.
'Mungkinkah dia memiliki kekuatan yang melanggar hukum langit? Tidak mungkin seorang manusia memiliki kekuatan di atas ras Agung,' gumam Dong Fei dalam hatinya.
Noa menatap tajam ke arah Mie La, tidak suka akan perkataan gadis itu seakan telah menuduh Ratu mereka menyegel Raja Pheonix.
"Nona, mungkin aku bisa saja sabar akan perbuatanmu tadi. Tapi jika kau berani menuduh Ratu kami ... bahkan jika harus berperang lagi. Aku siap menerimanya," tukas Noa tajam dan dingin.
"Tidak ada waktu, kita buktikan saja pada manusia itu." Mie La langsung melesat ke bawah ingin membuktikan apakah perasaannya ini hanya kesalahan atau memang kenyataannya.
Jika memang benar, Mie La tidak akan terima. Ratu Peri Suci menyegel roh Raja Pheonix di dalam ruang batinnya, bukankah ini namanya penghinaan bagi ras Pheonix Agung?
Melihat Mie La sudah melesat ke bawah dengan cepat, Noa dan lainnya juga langsung ikut melesat ke bawah. Mereka juga sama, ingin membuktikan apakah benar Ratu Peri Suci menyegel roh Raja Pheonix atau tidak.
Namun saat mereka terbang ke bawah, mereka dikejutkan akan satu hal fenomena ajaib. Gadis manusia yang mereka akan hampiri ternyata kini juga terbang menghampiri mereka. Tapi bukan itu yang mengejutkan mereka, namun perubahan gadis itu dalam waktu cepat.
Memiliki sayap ras Peri Elf dan tahap kultivasi gadis itu juga meningkat. Hal itu bahkan dilakukan dalam beberapa detik saja, membuat para rombongan bersayap ini terkejut.
****
__ADS_1
Shua Xie menatap tajam ke arah pasukan bersayap di depannya. Walau pun pasukan itu berjumlah kecil, namun kekuatan mereka sudah cukup menghancurkan kota Yufeng dalam sehari. Shua Xie menjadi penasaran, hal apa yang membuat 2 ras ini pergi ke dunia manusia. Bukankah ras Peri Elf dan Pheonix tidak ingin mendatangi tanah Kultivator manusia?
Shua Xie memandang ke bawah sejenak, paling tidak jaraknya dari tanah lumayan cukup jauh. Sekitar 3000 kaki dari daratan. Kalau dia akan bertarung melawan 2 ras ini, jangan sampai dampak pertarungan mereka berimbas pada manusia yang tak bersalah.
"Kalian ras Peri Elf dan Pheonix, mau apa datang ke tanah manusia?" Shua Xie membuka pembicaraan setelah mereka semua hanya saling tatap dan tidak ada yang berbicara. Shua Xie berpikir mungkin harus dia yang lebih awal membuka pembicaraan.
Gadis bersayap bulu berwarna jingga, menatap tajam ke arah Shua Xie. Pandangan gadis bermata hitam pekat itu sungguh tidak bersahabat, terlebih lagi dia mengacungkan jari tangan kanannya ke arah Shua Xie.
"Kau manusia pendosa! Apa yang telah kau lakukan pada Raja pertama dan Raja ke dua kami?" tanya gadis bermata hitam pekat itu, yang tak lain ialah Mie La.
Mie La tidak akan berbasa-basi lagi, tujuannya pada gadis itu ialah membuktikan apa yang dia rasakan.
Shua Xie memiringkan sedikit kepalanya ke kiri, tidak paham apa maksud dari Mie La. Namun beberapa saat Shua Xie berpikir, gadis bermata hitam pekat itu berasal dari ras Phoenix, mungkin Raja yang gadis itu maksud adalah Kie Lie, Pemimpin pertama kerajaan Pheonix Agung?
Shua Xie tersenyum sinis, "Apa maksudmu Kie Lie Pheonix Es?" balas Shua Xie dengan wajah meledek. Shua Xie sedikit ingin memancing kemarahan mereka.
Kemudian Shua Xie beralih menatap 2 pria bersayap kuning gemerlap, sayap 2 pria itu berbeda dengan sayap gadis yang tadi. Sayap transparan sebagai khas utama ras Peri Elf, di tambah lagi 2 pria itu memiliki sepasang telinga runcing.
"Dan aku pikir ras Peri Elf, juga berpikir bahwa aku melakukan sesuatu pada Ratu kalian, Lia?" Lanjut Shua Xie lagi.
Mendengar nama Kie Lie sang Raja pertama disebut gadis manusia itu, Mie La mamasang wajah semakin marah. Manusia itu menyebut nama Raja pertama mereka hanya dengan namanya saja, manusia yang bahkan tidak seagung ras Pheonix beraninya berbicara seperti itu? Sangat tidak sopan.
Tidak hanya Mie La saja yang kaget, Dong Fei sendiri juga sama terkejutnya. Bahkan 100 prajuritnya ingin menyerang manusia itu sebab berani menyebut Raja mereka hanya dengan namanya saja. Tapi ada Dong Fei menahan para prajuritnya itu untuk tidak bertindak gegabah. Saat ini mereka berada di dunia manusia, tidak baik membuat kekacauan di dunia manusia.
Di sisi lain, Noa dan Suxiao menatap gadis bersayap putih kebiruan itu terkejut. Bagaimana mungkin manusia bisa mengetahui nama Ratu mereka, dan lebih buruknya lagi manusia itu menyebut nama Ratu mereka hanya dengan nama. Tidak ada kata seperti Yang Mulia atau Ratu.
"Kau! Dasar manusia! Kalian manusia memang mahluk rendah!" pekik Mie La keras, kemarahannya tidak bisa dia tahan lagi.
Berbeda dengan Noa, dia terbang mendekati Shua Xie, tapi tidak terlalu dekat sebab dia sendiri masih waspada terhadap Shua Xie.
"Nona, kau bisa tahu nama Ratu kami. Apa kau juga tahu siapa kau sebenarnya?" tanya Noa dengan hati-hati.
Shua Xie mendengus pelan sambil melipat tangannya di depan dadanya. Pertanyaan Noa, sungguh lucu di telinganya. Tentu dia tahu, siapa dia sebenarnya, dia adalah Ratu Dunia. Pemimpin dari 9 ras.
"Aku tidak akan sombong, tapi karena kau telah bertanya maka akan kujawab. Aku adalah Pemimpin kalian," balas Shua Xie dengan gaya angkuh.
"Nona! Apa maksudmu pemimpin kami? Apa kau bermaksud pemimpin kerajaan Peri Suci?" sahut Noa sambil mengerutkan keningnya. Noa yakin ucapan Shua Xie tadi seperti tengah mengatakan dirinya ialah pemimpin ras Peri Elf dan Pheonix.
"Dasar manusia serakah! Apa kau berpikir kau adalah Pemimpin dari ras Pheonix!?" Mie La ikut menambahkan. Perasaan marahnya semakin memuncak mendengar jawab ngawur dari mulut Shua Xie.
Shua Xie memutar bola matanya malas, dengusan dari mulutnya terdengar lagi.
"Haih ... kalian berani menghina manusia? Kalian harus tahu, Pemimpin kalian bahkan tunduk padaku. Harusnya kalian berlutut dan meminta maaf padaku ... berani menghina manusia, sama saja mencari kehancuran ras kalian."
__________
A/N: Gaes Shua Xie mengancam nih, apa nih yang bakal terjadi selanjutnya!?
Gaes besok saya gak up :( loh kenapa? karena hari ini saya berangkat jam 8 atau 9 pagi, kalau jadi 😂 aelah malas saya ngomong mau berangkat tapi gak jadi-jadi 😒 kan jadi kezel. Karena jarak kampung saya ke tempat tujuan memakan waktu 14 sampai 15 jam perjalanan, jadi saya gak punya waktu nulis di dalam mobil, saya mau membaca novel sama baca manga aja biar gak mabuk, jujur saya pemabuk naik mobil 😅 sekalian nonton anime, hehehe ...
__ADS_1
oh ya ... makasih juga nih atas dukungan kalian. Sumpah saya baca komenan kalian tuh bikin tawa sendiri kek orang gila 😂 baper saya mah, makasih buat kalian yang suka baca ceritaku dan terus mendukungnya, saya akan usahakan yang terbaik muis cerita ini ❤❤❤ jaga kesehatan kalian ya, jaga jarak, pakai masker dan sering cuci tangan ❤ di masa pendemi kita harus menjaga kesehatan ❤ intinya lope-lope dah buat kalian 👑❤
Ayo jangan lupa like ya ❤ vote juga 😆😙 10 vote saja gak masalah 🍀🍀