
"Ck! Tidak ada pilihan lain, akan kugunakan teknik terakhirku."
Shua Xie mengalirkan semua QI-nya ke pandangannya. Perlahan pedang itu mulai terselimuti bongkahan tanah dan semakin lama pedang itu semakin besar dari ukuran sebelumnya.
"Aakkhh!!" Shua Xie memegang dadanya yang sakit, mulutnya juga mengelurkan sedikit darah. Akibat efek dari pertarungan sebelumya dan sekarang memaksakan dirinya menggunakan semua sisa-sisa tenaganya, membuat seluruh tubuhnya terasa sakit.
Shua Xie membela dinding yang menghalanginya dengan sekali tebasan. Sekali tebasan, tembok itu langsung hancur menjadi tanah biasa. Semua Kultivator yang mengurungnya sebelumnya terkejut hebat melihat Shua Xie mampu keluar dari jurus mereka.
"Bahaya! Ternyata dia sudah membangkitkan tato aura!" teriak salah satu dari pasukan.
"Segera serang!"
Shua Xie mengangkat pedangnya lalu mengayunnya di udara dengan kuat. Seketika dari udara hampa keluar ribuan tanah berbentuk runcing membunuh hampir semua Kultivator yang hendak menyerangnya.
"Aarggg!!!"
Shua Xie mulai menggigit bibir bawahnya berusaha menahan rasa sakit yang semakin memakan seluruh tubuhnya.
Shua Xie terus meluncurkan serangannya tanpa henti, tidak peduli tubuhnya telah mengalami luka parah dia tetap melancarkan serangannya.
'Jurus terakhirku!'
"Teknik Pedang Tanah - Tanah Pengoyak!"
Ssrraaasshh ....
Dalam beberapa kibasan pedangnya, dia mampu membunuh 6 sampai 7 orang. Shua Xie tidak menghentikan dia menyerang 5 orang terakhir sekaligus pria yang memegang kota merah.
Ke 5 pria itu hendak melarikan diri namun mereka tidak bisa menghindar setelah Shua Xie meluncurkan serangan pada mereka. Dalam sekejap serangan itu membelah dua tubuh mereka. Ke 5 pria itu langsung terjatuh dengan tubuh terbelah dua. Organ dan darah mereka semua berceceran di tanah meninggalkan bau amis yang begitu pekat.
Shua Xie menetralkan kembali pedangnya seperti semula. Lalu dia berjalan sempoyongan menuju kotak merah tergeletak. Saat Shua Xie ingin mengambil kotak itu, dia langsung jatuh terbaring di tanah di hadapan kotak merah.
"Aakkhh!!! Seluruh tubuhku mati rasa. Bahkan aku tidak bisa menggerakan tanganku. Phoe, sisanya kau yang urus." Setelah berucap, mata Shua Xie langsung tertutup.
'Baik, terimakasih telah berjuang dengan keras. Kau beristirahatlah sejenak, sisanya biar aku yang urus,' balas Phoe dari dalam sana.
***
Tang Shan dan Nara Qin semakin terpojok, ternyata pasukan penyerang lebih banyak dari mereka duga. Walau pun mereka telah berhasil membantai sebagian, namun jumlah mereka terus bertambah setelah mereka berhasil membantai yang lainnya.
Fuqin Zhu melompat mundur mendekati Tang Shan dan Nara Qin. Hanya mereka bertiga yang tersisa dari 10 pendekar muda, 7 teman mereka telah mati terbunuh.
Tang Shan merapatkan rahangnya kesal, dia menatap puluhan musuh sedang mengepung mereka bertiga.
__ADS_1
"Sial! Kita kalah jumlah!" umpat Tang Shan.
Nara Qin terus waspada, dia menatap satu persatu musuhnya dengan tajam. Senjata di tangannya tidak pernah turun sejak dia menarik pedangnya itu dari sarungnya.
"Bagaimana ini?" tanya Nara Qin pelan.
"Lawan saja!" balas Fuqin Zhu langsung.
"Berbahaya, kita bisa mati melawan mereka langsung!" balas Nara Qin keras. Dia tidak setuju dengan ide Fuqin Zhu.
"Lalu apa kau punya ide?"
"Tidak."
"Bagus!" Fuqin Zhu tersenyum meledek, dia meledek Nara Qin yang menurutnya terlalu berpikiran dangkal.
Sedangkan Tang Shan sendiri, dia sejak tadi diam sambil memikirkan cara untuk lolos dari kepungan musuh. Menurutnya paling tidak Nara Qin berhasil kabur dengan selamat.
"Kalian pergilah! Biar aku yang halang mereka," ucap Tang Shan pelan.
Terkejut Nara Qin dan Fuqin Zhu bersamaan, mereka berdua langsung menoleh ke arah Tang Shan dan menjawab bersamaan, "Tidak akan!"
Tang Shan terkejut mendengarnya, "Kenapa? Kalian selamatkan saja penduduk desa yang belum sempat mengungsikan diri! Biar aku yang hadapi musuh-musuh ini!"
"Apa kau gila?! Melawan mereka sendirian sama saja cari mati!" balas Nara Qin keras.
Terdengar Fuqin Zhu berdecak kesal, "Apa kau pikir aku mau menurutimu? Aku ini anak Walikota, tidak mungkin aku mundur begitu saja sedangkan kalian menghadapinya!"
"Benar! Kalau mau melawan, kita lawan bersama-sama!" sahut Nara Qin keras.
"Kalian!" Tang Shan menatap Fuqin Zhu dan Nara Qin bergantian, dia melihat ke dua temannya ini tersenyum padanya membuatnya tertegun.
"Baiklah kita lawan bersama-sama. Mati atau hidup demi kota!" Lanjut Tang Shan lagi.
Pria berbaju merah bersenjatakan golok tertawa kecil mendengar ucapan Tang Shan.
"Bocah tekad kalian luar biasa. Sayang kalau generasi muda berbakat seperti kalian mati sia-sia. Tapi salah kota kalian menyembunyikan harta berharga!"
Semua musuh yang mengepung Tang Shan dan lainnya langsung menyerang bersamaan. Pertarungan pun terjadi, Tang Shan berusaha bertahan dari serangan pedang yang terus meluncur padanya. Tidak hanya dia, Nara Qin dan Fuqin Zhu pun sama.
Ssraassshhh ....
"Aakkhh!!" Nara Qin segera mundur sambil memegang lengan kanannya yang terluka. Darah segar langsung mengalir mengotori gaun putihnya.
__ADS_1
"Qin!!!" teriak Tang Shan ketika mendengar Nara Qin meringis keras. Tang Shan langsung menghampiri Nara Qin dan melihat ke lengan kanannya.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Tang Shan dengan raut wajah khawatir.
Nara Qin menggelengkan kepalanya pelan, "Tidak apa-apa. Aku masih bisa menahannya."
"Hei! Hei! Kalian sedang apa? Apa kalian berdua tidak lihat kita ini di mana? Tidak ada waktu untuk berpacaran saat ini!" Terdengar suara Fuqin Zhu berteriak.
Tang Shan melirik ke arah Nara Qin lalu menganggukkan kepalanya pelan, dia meminta Nara Qin untuk tidak bergerak lagi. Tapi Nara Qin menolak, sebab dia juga ingin bertarung. Tang Shan tidak bisa menahan sebab dia sadar dia tidak memiliki hak melarang Nara Qin.
Mereka bertiga kembali bertarung mati-matian membantai musuh mereka. Tak terasa waktu terus berlalu, semakin lama musuh mereka semakin banyak. Mereka bertiga semakin terpojok, tidak bisa melarikan diri.
"Aarrgg!!" Fuqin Zhu terpental mundur setelah mendapat pukul keras pada perutnya. Tidak lama disusul lagi oleh Nara Qin dan terakhir Tang Shan. Mereka bertiga terpukul mundur dengan luka dalam yang lumayan parah.
"Bagaimana ini? Kita terpojok!" Nara Qin panik sebab mereka bertiga tidak ada yang bisa bergerak lagi melawan musuh di depan. Sedangkan musuh di depan masih banyak.
"Mati kalian bocah sialan!!!"
Tang Shan langsung memeluk Nara Qin berusaha melindunginya dari serangan pedang musuh. Sedangkan Fuqin Zhu hanya bisa menutup matanya meratapi kematian yang tidak akan lama lagi menghampirinya.
Belum sempat senjata musuh mengenai mereka, tiba-tiba muncul akar pohon dari dalam tanah dan langsung menyerang puluhan Kultivator musuh. Mereka semua terkejut ketika melihat rekan-rekan mereka semua mati dalam sekejap karena akar pohon yang tiba-tiba saja muncul dan menyerang mereka.
"Lari!!! Ada monster!!!"
"Monster akar!!! Kabur cepat!!"
***
Di udara seorang gadis berbaju hitam terbang dengan anggun, sesekali gadis itu menatap ke bawah dengan pandangan datar. Gadis itu bisa melihat kota di bawahnya hampir hancur karena peperangan, apalagi penyerang berjumlah lebih banyak dari pada Kultivator kota yang diserang.
Gadis itu merentangkan tangan kanannya ke depan cukup lama, dia mengamati terlebih dahulu kota itu sebelum akhirnya dia berbicara pelan.
"Sudah lama aku tidak merasakan sensasi seperti ini? Sepuluh ribu? Tidak dua puluh ribu, ahh ... seratus lima puluh ribu tahun. Bagaimana mungkin aku bisa lupa! Dasar aku terlalu tua, tapi tetap saja aku cantik!"
"Baiklah, akan kuselesaikan secepatnya. Melihat serangga kecil ini begitu lama, membuatku muak. Apalagi sampai membuat Shua pingsan!"
"Teknik Kayu - Akar Kematian!"
Setelah gadis itu berucap, tiba-tiba tanah di bawah sana berguncang dan keluar banyak akar dari dalam tanah. Akar-akar itu mulai menyerang Kultivator jahat dan langsung menyerap habis nustri mereka hingga kering menjadi bangkai tulang.
Gadis itu sendiri tertawa kecil melihat akar-akar itu menglahap begitu banyak nyawa manusia dalam sekali serang.
"Ayo serap lagi, bunuh mereka semua! Biarkan aku merasakan bagaimana enaknya QI manusia jahat!"
__ADS_1
***
Dukungan kalian sangat berarti bagiku :)