Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 100


__ADS_3

Keesokan harinya..


"Kak aku ke rumah mamah yah." ucap Abel.


"Ngapain?" tanya Radit.


"Aku rindu mereka." ucap Abel. Radit menggeleng kan kepala nya. "Mamah sama papah Akan marah kalau tau kamu keluar rumah." ucap Radit.


"Di tambah lagi saya belum bisa mengantarkan kamu ke sana." ucap Radit.


"Tapi..."


"Tidak bisa saya bilang! Jangan keras kepala. Kalau kamu tidak Hamil mau kemana saja terserah, namun sekarang kamu hamil." ucap Radit.


"Sama Bibik. Aku janji deh gak kemana-mana hanya ke rumah mamah saja "


Radit tetap saja tidak setuju.


"Kak aku mohon, aku bosan di rumah saja."


"Biasa nya kamu di rumah saja tidak mengeluh, kamu tidak boleh membantah, sekarang di rumah. Jaga kesehatan kamu jangan terlalu lelah." ucap Radit.


"Yahhh..." Radit tidak perduli dengan wajah sedih yang sudah di pasang oleh Abel.


Abel mengikuti Radit sampai keluar, membujuk berharap mendapat kan ijin.


"Kak aku mohon. Aku janji akan cepat pulang." ucap Abel. Radit menggeleng kan kepala nya. "Tidak ada keluar rumah hari ini kalau bukan sama saya." ucap Radit.


"Aku bosan di rumah saja, Kalau aku stres di rumah tetap saja berefek kepada anak kakak." ucap Abel.


Radit menghela nafas panjang. Dia menatap wajah istri nya. "Tapi tetap saja tidak ada ijin dari saya untuk keluar hari ini. Tunggu saya di rumah." ucap Radit.


"Aku tetap akan pergi." ucap Abel. "Kalau kamu pergi saya akan memberikan hukuman kepada kamu." ucap Radit.


"Kalau begitu aku juga tidak akan memberi kan jatah kepada kakak." ucap Abel. Seketika Radit terdiam.


Abel tertawa kecil. "Bagaimana?"' tanya Abel.


"Apa kakak siap tidak memiliki jatah setiap malam nya? bahkan aku juga tidak mau tidur bareng kakak."


"Aaa... Sudah lah Terserah kamu saja." ucap Radit. "Nah gitu dong jadi suami yang baik, memberikan ijin kepada istri nya." ucap Abel.


"Saya tidak mengatakan kamu boleh pergi."


"Sayang aku boleh pergi kan? Tenang saja sampai di sana aku akan bilang sama orang tua ku kalau aku yang ngotot pengen ke sana..Kakak tidak akan kena marah." ucap Abel.


"Bukan masalah itu, saya takut terjadi apa-apa dengan kamu."


"Tidak perlu khawatir kak, aku dari SMP sudah mandiri, apa-apa sendiri. Tidak perlu khawatir karena aku juga mantan pesilat." ucap Abel.


Radit menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Katakan saja kamu kenapa mau ke rumah orang tua kamu?" tanya Radit.


"Hanya berkunjung saja."


"Jangan berbohong."


"Huff aku mau ketemu teman-teman ku." ucap Abel. Radit memegang kepala nya. "Sudah saya duga dari tadi."


"Aku tidak akan mau mendengar kan kalau kamu melarang ku pergi." ucap Abel.


"Tapi fisik kamu sangat lemah, belum lagi kamu harus membawa Farel." ucap Radit.


"Tidak masalah besar bagi ku." ucap Abel.


"Tidak! saya tidak akan mengijinkan nya." ucap Radit langsung pergi.


"Kak Radit......." ucap Abel mengejar keluar. Radit langsung pergi.


"Tutup gerbang jangan biarkan istri saya pergi dari rumah ini." ucap Radit.


"Aaaaaaa!!!! Nyebelin banget sih!" ucap Abel dengan kesal.


"Yang di katakan oleh tuan muda benar non, setelah non membaik baru bisa non keluar." ucap Bibik.


Abel menatap Bibik. "Bibik sama saja seperti kak Radit, kalian tidak memperdulikan kebahagiaan ku sama sekali." ucap Abel langsung naik ke atas.


Farel juga bingung melihat Abel.


Abel di balkon lantai atas dia melihat semua pagar dijaga oleh pengawal.


"Bagaimana cara nya agar aku bisa keluar?" ucap Abel mencari Cara.


Tiba-tiba handphone nya berdering.


"Halo beb kamu di mana? Jadi kan kita ngumpul nanti siang? Kami sudah tidak sabar mau mendengar berita tentang kamu." ucap teman nya.


"Iyah jadi kok." ucap Abel.


"Bagus deh kalau begitu, di tempat biasa yah, restoran yang tidak jauh dari rumah orang tua kamu." ucap Teman nya.


Panggilan pun di tutup. Abel berfikir keras tidak beberapa lama akhirnya dia mendapatkan ide yang bagus.


Dia segera siap-siap. "Eist tunggu dulu, tidak mungkin aku seperti ini keluar, aku harus menutupi ini dengan jubah mandi.


Abel turun ke bawah. "Non ayo Makan buah nya dulu."


"Makasih bik, enak nih kelihatan nya.


"Loh Non baru selesai mandi?" tanya Bibik.. Abel mengangguk.


"Biasa lah bik, tadi malam Melakukan olahraga yang cukup mengeluarkan keringat yang banyak." ucap Abel.

__ADS_1


"Saran dari saya sih Non sebaiknya non dan tuan jangan sering melakukan nya di saat usia kandungan masih sangat muda. Masih rentan." ucap Bibik.


"Iyah bik, aku tau kok. Hanya saja kak Radit kasihan." ucap Abel..Bibik tersenyum.


Tiba-tiba handphone Abel berbunyi.


"Iyah Pak tunggu di depan yah, saya akan ke depan." ucap Abel.


"Siapa non?" ."Ini loh bik, tadi aku pesan makanan. Aku tiba-tiba pengen makanan yang aneh." ucap Abel.


"Oohh begitu non. Saya saja yang ngambil ke depan." ucap Bibik.


"Gak apa-apa Bik, suapin Farel saja, biar aku yang ngambil, lagian belum aku bayar juga." ucap Abel.


Bibik tampa Curiga sama sekali dia pun membiarkan Abel keluar.


"Non mau kemana?" tanya security.


"Itu saya mau mengambil makanan yang saya pesan tadi." ucap Abel di luar gerbang.


"Biar saya saja pak." ucap Abel. Security tidak bisa menahan Abel. Karena tukang antar makanan sudah menunggu di luar.


Abel mendekati Motor tersebut. Di saat security atau penjaga yang lain lengah dia langsung naik ke atas motor.


"Ayo berangkat pak." ucap Abel.


Security terkejut ketika Abel sudah pergi dengan motor itu.


Mereka berusaha mengejar nya namun tidak dapat. Mereka langsung menghubungi Radit.


Radit yang tidak memegang handphone tidak tau kalau handphone nya bunyi.


"Hore!!! Akhirnya aku lolos. Dia membayar Ojek dan juga makanan nya di kasih ke bapak.


Setelah itu dia memesan taksi online.


"Akhirnya aku selamat juga." Dia membuka semua penyamaran nya, tidak Lupa dandan juga.


"Cantik deh." ucap nya sambil berkaca di depan cermin mobil.


Namun ada yang aneh dengan bau parfum di mobil itu.


"Loh kok parfum nya sama sih seperti milik kak Radit." batin Abel.


Dia melihat jalanan kok aneh. "Loh kok kita ke sini pak?" tanya Abel.


"Ini jalan potong nya mbak." Abel tidak asing dengan nama itu dia menarik topi supir dan ternyata itu adalah suami nya yang menyamar menjadi supir taksi...


Abel terkejut. Radit berhenti di pinggir. Abel seketika menjadi sangat lemas.


"Aduhhhh... Gagal sudah.." batin Abel.

__ADS_1


"Kak Radit kenapa bisa di sini?" tanya Abel marah.


__ADS_2