
"Jangan berbicara seperti Mila kakak bisa marah." ucap Abel. Mila langsung tersenyum.
"Ya Maaf, abisnya kakak sih kenapa nikah dan ninggalin kita di sini." ucap Mila.
Abel menghela nafas panjang.
"Sudah-sudah, adik kamu memang suka seperti itu, ayo makan." ucap Mamah nya.
Mila akan selalu cemburu kepada kakak karena sudah bebas sekarang dari orang tua nya, sementara dia kemana-mana dan apapun yang dia lakukan harus melapor dulu dan selalu di larang Melakukan apapun yang dia suka.
Setelah selesai makan mamah nya menghampiri Abel yang duduk sendirian sambil main handphone nya.
"Nih di minum dulu, mamah buat jus mangga." ucap Mamah nya.
"Loh untuk aku gak ada?" tanya Mila yang baru saja turun.
"Huff kamu selalu saja mempermasalahkan hal sepele, pergi mandi sana." ucap mamah nya.
"Iyah mah ini mau mandi." ucap Mila. Setelah Mila pergi mamah nya memegang tangan Abel.
"Ada apa nak? Kenapa wajah kamu terlihat sangat murung dan sangat sedih seperti nya?" tanya Mamah nya.
"Enggak kok mah, aku gak sedih." ucap Abel.
"Kamu tidak bisa bohong. Coba ceritakan ada apa?" tanya mamah nya.
Abel diam. karena tidak mungkin dia cerita.
"Kalau memikirkan satu hal yang berlebihan sedang hamil itu hal wajar nak, tapi mamah mau kamu memikirkan kesehatan kamu." ucap mamah nya.
"Iyah mah."
"Mamah mau keluar ke rumah Tante kamu, kamu mau ikut gak?" tanya mamah nya.
"Ngapain mah?"
"Ini loh mamah mau nganterin barang titipan dia."
"Enggak mah, aku di rumah saja." ucap Abel.
"Oohh ya udah kalau begitu Mamah pergi sama Mila saja, lagian mamah gak Lama kok." ucap mamah nya.
"Assalamualaikum Mah..." Radit datang ke rumah orang tua nya setelah pulang bekerja.
"Walaikumsalam." ucap mamah nya dari dalam.
"Loh kamu ke Sini?" tanya Tania yang ternyata ada di sana juga. Radit kaget melihat Tania di sana.
__ADS_1
"Tania di sini, itu artinya Abel bertemu dengan dia." batin Radit.
"Kok kamu gak bilang mau ke sini nak?" tanya mamah nya.
"Aku ke sini mau menjemput istri ku mah." ucap Radit.
"Istri? Maksud kamu Tania?" tanya mamah nya. Radit menggeleng kan kepala nya.
"Abel mah."
"Abel? Abel tidak ada di sini." ucap Mamah.
"Loh dia tadi di bilang mau ke sini, itu sebabnya aku datang menjemput dia." ucap Radit.
"Hari ini memang mamah meminta dia datang, namun dia tidak datang karena dia bilang mau ke rumah orang tua nya."
Radit terdiam. "Kebetulan sekali kamu sudah di sini, ayo masuk dulu makan bersama. Mamah sama Tania baru saja selesai masak." ucap mamah nya.
"Gak usah mah, aku mau langsung pulang saja." ucap Radit. "Gak baik seperti itu nak, kamu sudah sangat jarang ke sini, giliran sekali datang hanya sebentar saja." ucap mamah nya.
Radit melihat jam. "Aku juga istri kamu Radit, hanya makan bersama saja tidak memakan banyak waktu." ucap Tania. Radit menghela nafas panjang.
Akhirnya di mau masuk. Tania menyiapkan semua makanan untuk Radit. Bahkan mertua nya juga sangat Heran melihat sifat Tania yang sudah sangat berubah dari yang dulu.
Mereka makan bersama. "Ini pasti masakan mamah, rasanya sangat enak." ucap Radit.
Radit langsung menyudahi makan nya.
"Aku sudah kenyang mah, sebaik nya aku pulang." ucap Radit.
"Kenapa langsung pulang nak. Baru saja selesai Makan ayo duduk dulu." ucap mamah nya.
Tania langsung membuat teh untuk Suami nya itu.
setelah beberapa lama akhirnya Radit mau pulang namun Tania menahan nya.
"Radit aku boleh numpang sama kamu balik ke apartemen kan?" tanya Tania.
"Tidak bisa aku terburu-buru."
"Oohh begitu, ya udah gak apa-apa. Aku bisa naik Taksi."
"Mobil kamu Kemana? Kenapa tidak minta di anterin oleh supir papah?"
"Mobil ku di pakai oleh asisten ku, dan aku juga tidak enak sama Papah dan mamah.".
Radit menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Buruan naik." ucap Radit.. Tania langsung masuk.
"Kamu masih Marah Tah tentang tadi Malam?" Radit diam.
"Aku minta maaf yah, aku melakukan itu hanya karena sangat merindukan kamu, aku ingin kita kembali seperti dulu lagi." ucap Tania.
"Tidak mungkin Tania, apa kamu tidak sadar dengan kondisi yang sekarang?"
"Aku tidak mempermasalahkan kamu memiliki istri kedua atau anak, namun aku ingin kamu menganggap aku lagi, aku akan memberikan semua nya apa yang kamu mau." ucap Tania.
"Aku juga bisa memberikan kamu Anak, aku sudah berubah. Aku mohon." ucap Tania. Radit menghela nafas panjang dia berhenti di pinggir jalan dan menatap Tania.
"Semua itu sudah aku dapat kan dari Abel. Dia sangat sempurna dia sangat mengerti dan perduli kepada ku. Yang dulu nya aku seperti pengemis meminta itu dari kamu sekarang aku sangat bahagia bersama Abel." ucap Radit.
Mendengar itu Tania benar-benar seperti terbakar dia benar-benar sangat cemburu mendengar itu.
"Kalau kamu benar-benar mencintai aku, biarkan aku bahagia dan jangan ganggu kehidupan ku dengan Abel." ucap Radit.
Tiba-tiba ada mobil yang berhenti di depan mobil nya.
"Turun dari mobil ku sekarang." ucap Radit.
"Aku pulang bagaimana kalau kamu turun kan aku?"
"Itu adalah mobil yang aku pesan, kamu bisa pulang dengan itu!" ucap Radit. Tania Menatap Radit.
"Radit aku tau kalau kamu belum bisa move on dari aku, aku juga masih sangat mencintai kamu, aku tidak akan berhenti mendapatkan kamu." ucap Tania mencium Radit di bagian bibir dan langsung Keluar dari mobil.
Radit terdiam sejenak dia memegang bibir nya dan lagi-lagi membayang kan wajah Abel dan senyuman nya.
"Radit kenapa kamu sangat bodoh? Kenapa kamu tidak menolak nya?" ucap nya kepada diri nya sendiri.
Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di rumah, wajah nya terlihat sangat lemas dan murung.
"Tuan sudah pulang?" ucap Bibik.
"Apakah Abel ada?" tanya Radit. Bibik menggeleng kan kepala nya.
"Non belum pulang dari rumah orang tua nya tuan. Mungkin sebentar lagi." ucap Bibik.
Yang di katakan Bibik benar saja, mobil Abel memasuki Pekarangan rumah dan berhenti di depan Radit.
"Kakak baru pulang?" tanya Abel langsung menyalim tangan suami nya.
Radit mengangguk.
"Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu tidak jadi ke rumah orang tua saya dan kamu juga terlihat sangat bilang kalau kamu ke rumah orang tua kamu." ucap Radit.
__ADS_1