Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 193


__ADS_3

Keesokan harinya. Tania bangun karena mendengar suara kicauan burung di luar. Dia membuka mata nya dan melihat Zaki tidur meringkuk karena kedinginan.


Tania baru sadar kalau selimut hanya satu, dia menyelimuti Zaki. Dia melihat ke arah jendela. Berjalan ke arah jendela dan membuka nya.


Dia sangat terkejut ternyata pemandangan yang sangat indah dari sana.


Sawah, gunung dan juga banyak yang lain nya. Terlihat sangat sejuk dan indah. Di tambah lagi orang-orang yang Sibuk dengan aktifitas nya di pagi hari.


Tiba-tiba handphone nya ada pesan masuk dia membaca nya ternyata pesan dari Radit.


Dia membuka nya.


"Kamu baik-baik saja kan Deng Zaki?" tanya Radit.


"Loh bagaimana dia tau aku bersama Zaki." batin Tania.


Dia langsung menghubungi Radit.


Radit menjelaskan semua nya kalau Zaki mencintai Tania sudah cukup lama. Zaki tidak berani mengungkapkan nya karena takut persahabatan mereka rusak.


Cukup lama mereka berbicara lewat telepon. Tiba-tiba saja Zaki bangun.


"Apa kamu berbicara dengan Radit?" tanya Zaki. Tania menoleh ke arah Zaki.


"Aku sudah bilang tidak perlu menjawab telpon atau menelpon nya lagi, apa kamu tidak mengerti dengan kata-kata ku?" tanya Zaki marah.


Tania mematikan handphone nya. Dia duduk di kursi sambil minum air putih.


"Percuma saja aku membawa kamu jauh seperti ini kalau kamu masih menghubungi dia." ucap Zaki.


"Kenapa kamu harus marah?" tanya Tania.


"Itu.. Aku karena perduli kepada mu!" ucap Zaki.


"Perduli?" tanya Tania. Zaki mengangguk.


"Kamu sudah tau kan kalau aku mau berteman dengan kamu karena kamu adalah orang yang jujur." ucap Tania.


Zaki bingung dia tidak mengerti.


"Selamat pagi Dokter Zaki.." panggil Warga dari depan.


Zaki membuka pintu dia melihat ternyata sudah ada beberapa warga di depan.


"Selamat pagi Semua nya, ada apa ini kenapa rame-rame dan depan sini?" tanya Zaki. Semua nya menoleh ke arah pintu.


"Humm kami mau mengajak Teman pak Dokter untuk masak-masak bersama di lapangan. Namun seperti nya dia belum bangun." ucap ibu-ibu.


"Acara apa Bu?" tanya Zaki.


"Acara penyambutan Dokter dan juga teman nya." ucap Warga.

__ADS_1


"Tapi..."


"Saya ikut Bu. Pak." ucap Tania langsung.


Zaki menoleh ke arah Tania.


"Kamu yakin?" tanya Zaki.


"Humm kamu pasti mau nyicipin Masakan aku kan?" tanya Tania. Zaki mengangguk.


"Ya sudah kalau begitu saya mandi dulu yah Bu, saya akan datang bersama Pak dokter ke sana.' ucap Tania.


Sepanjang hari Zaki dan Tania bersama warga. Tania juga baru menyadari kalau sifat Zaki kepada nya bukan sekedar sahabat saja namun ada tujuan lain.


Dia baru membuka hati nya sehingga sadar akan hal itu.


Sepulang dari sana dia dan Dokter Zaki mau mandi.


"Huff kalau tau di sini harus ke sumur dulu mau mandi sebaiknya aku tidak mau ikut ke sini." ucap Tania.


"Aku sudah bilang agar kamu menunggu di penginapan saja, aku akan mengangkat air untuk mandi kamu." ucap Zaki.


"Sudah lah, tidak perlu. Aku tau dari sini ke sana sangat lelah." ucap Tania.


Sampai di sumur. "Kamu tunggu saja di situ, aku mau mandi dan jangan ngintip." ucap Tania.


Selesai mandi Zaki membawa kan cemilan yang di beri warga kepada mereka berdua.


"nih makan dulu, masih hangat jadi enak untuk di makan." ucap Zaki. Tania mengangguk.


"Huff tadi pagi di sini jaringan sangat bagus, sekarang sudah tidak ada lagi." ucap Tania. Zaki tersenyum.


Zaki memerhatikan Kalau seperti nya Tania lelah. Dia membantu memijit-mijit kaki Tania.


"Aku minta maaf yah membawa kamu ke tempat seperti ini, seharusnya aku tidak membawa kamu ke sini..Kamu pasti sangat lelah." ucap Zaki.


Tania memerhatikan Zaki.


"Kenapa aku baru sadar kalau Zaki lah yang selalu ada untuk ku? Dia yang selalu mengerti dan perduli kepada ku?" ucap Tania.


"Zaki apa kamu sudah punya Pacar?" tanya Tania.


Zaki menggeleng kan kepala nya.


"Aku sudah bilang kalau aku tidak akan mau pacaran." ucap Zaki.


"Kamu yakin tidak mau pacaran?" tanya Tania. Zaki mengangguk.


"Bagaimana kalau dengan ku?" tanya Tania.


"Maksud kamu apa?" tanya Zaki.

__ADS_1


"Aku sudah tau kalau kamu menyukai ku cukup lama, aku juga baru sadar kalau kamu lah yang selalu ada dan mengerti kepada ku." ucap Tania.


"Maksud kamu?"


"Aku ingin kita pacaran." ucap Tania. Zaki langsung menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak ingin berpacaran dengan kamu, aku tau kamu hanya pusing itu sebabnya kamu mengatakan itu. Aku memang mencintai kamu, tapi aku mohon jangan jadikan aku pelampiasan." ucap Zaki.


Tania memegang tangan Zaki. "Aku belum tau perasaan ku ini hanya sekadar terimakasih atas semua nya atau cinta. Hanya saja aku nyaman bersama kamu." ucap Tania.


"Aku mohon jangan katakan itu Tania." Tiba-tiba Tania mendekati Zaki.


Zaki sampai bersandar di sandaran kasur.


"Apa kamu tidak percaya dengan ku? Aku sudah bilang kalau aku ingin membuka hati ku untuk mu." ucap Tania.


Zaki menatap Tania.


"Bagaimana kalau kamu tidak juga bisa mencintai aku?"


"Kata siapa aku tidak bisa mencintai kamu? Sekarang aku tidak memiliki siapapun, aku hanya percaya kepada mu dan kalau kamu menolak ku aku akan memutuskan menutup hati ku untuk selama-lamanya." ucap Tania.


"Jangan-jangan!" ucap Zaki. Tania tersenyum.


"Jadi kamu mau berpacaran dengan ku?" tanya Tania. Zaki diam.


"Aku tau aku adalah Janda dan tidak perawan, sementara kamu dokter terkenal terpandang dan masih lajang. Kita memang tidak cocok." ucap Tania kesal namun tiba-tiba Zaki menahan pinggang nya.


Tania cukup kaget, dia jadi gugup.


"Kenapa? Kok kamu gugup? Bukan nya dari tadi kamu yang menggoda ku?" tanya Zaki.


"Aku tidak bermaksud seperti itu."


"Jangan berbicara seperti itu, apapun keadaan kamu sekarang, aku menerima nya. Aku hanya takut kamu membuat keputusan yang salah, aku takut kamu tidak bahagia bersama ku." ucap Zaki.


"Baiklah kalau kamu tidak mau bersama ku." Tiba-tiba Zaki mencium bibir Tania. Tania cukup kaget. Namun Tania tidak bisa menolak dia membalas ciuman Zaki.


Baru saja terlena namun tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu. Kedua nya langsung melepaskan tubuh masing-masing dan menjaga jarak sama-sama gugup.


"Aku akan membuka pintu." ucap Zaki dengan nada yang gugup.


"Maafin kami mengganggu waktu nya Dokter Zaki, kami hanya mau memberikan obat nyamuk." ucap Warga. Zaki mengucapkan terimakasih.


Dia masuk ke dalam namun sudah mendapati Tania sudah tidur. Dia tersenyum namun dia tidak segan-segan langsung naik ke tempat tidur dan memeluk Tania.


"Apa yang kamu lakukan? Bagaimana kalau warga tau?"


"Tidak ada salahnya kan? kamu adalah calon istri ku. Dan di sini cukup dingin."


"Calon istri?"

__ADS_1


"Setelah pulang dari sini aku ingin menikahi mu!" ucap Zaki.


"Secepat itu?" Zaki mengangguk.


__ADS_2