
Abel mengangguk. "Baiklah kalau begitu malam ini kamu akan menjadi istri saya seutuhnya." ucap Radit mencium kening Abel.
"Tapi aku mohon lakukan dengan Pelan." ucap Abel.
Radit tertawa melihat wajah Abel yang sangat khawatir.
"Kamu tenang saja hanya sakit sebentar saja." ucap Radit. Dia dengan sekali tarik piyama Abel langsung terbuka.
"Kak Radit jangan melihat ku seperti itu." ucap Abel karena Radit seperti terdiam kagum melihat bentuk badan Abel.
"Kamu sangat cantik sekali sayang." ucap Radit.
Abel tersipu. Radit mulai meraba badan istri nya yang sudah lama ingin dia dia lakukan.
Abel Masih sangat kaku, terkadang juga kaget namun berusaha untuk menyesuaikan diri.
Baru saja Radit mau melakukan aksi nya namun Farel sudah merengek.
Kedua nya menoleh ke arah Farel. Tidak beberapa lama Farel kembali tidur.
"Jangan berisik." ucap Abel. Radit mengangguk sambil tersenyum. "Kamu sudah siap kan?" tanya Radit.
"Jangan tanya lagi kak." ucap Abel malu.
Radit membuka semua baju nya dia sudah tidak tahan lagi. Tangan nya meraih untuk mematikan lampu.
Ruangan menjadi redup hanya ada lampu tidur yang menerangi kamar itu.
"Ini akan sedikit sakit." ucap Radit.
"Aahhh!!!" Abel menjerit kesakitan karena sekarang Radit sudah mendapatkan yang dia inginkan.
Abel berusaha menahan nya. Radit seakan tidak ingat itu adalah pertama kalinya Abel dia melakukan nya dengan cukup kasar.
"Kamu tau ini adalah yang saya inginkan selama ini, saya sudah menahan nya begitu lama dan pada akhirnya lepas juga, terimakasih sayang..." Ucap Radit.
Di pagi hari...
Farel menangis. Radit terbangun dia melihat Farel sudah menangis sambil berdiri di dalam box nya.
Dia melihat istrinya masih tidur dengan sangat nyenyak di lengan nya.
Perlahan Radit menarik tangan nya, dia tidak mau mengganggu Abel.
Radit turun dan langsung menggendong Farel tidak lupa membuat kan susu terlebih dahulu.
Radit melihat Abel masih sangat nyenyak dia tersenyum.
"Dia pasti sangat lelah. Maaf yah sayang." ucap Radit.
__ADS_1
mengingat kebrutalan nya tadi malam dia jadi merasa bersalah.
Radit membuka Balkon kamar dia mengajak Farel bermain di balkon menunggu Abel bangun.
Radit tidak memakai baju, hanya memakai celana panjang.
Dia meminta Bibik membuat kopi agar lebih segar.
"Ini pagi yang cerah sekali, menyegarkan." ucap Radit.
Badan dan wajah nya terlihat lebih cerah pagi itu.
Abel mendengar suara Farel yang tertawa. Perlahan dia membuka mata nya dia melihat Farel sedang berdiri menggendong Farel melihat pemandangan keluar.
"Auhh!!!" Abel menjerit kesakitan ketika mau turun dari tempat tidur.
Radit menoleh ke arah Abel. Farel juga langsung berlari ke arah Abel.
"Kamu sudah bangun?" tanya Radit duduk di samping Abel.
"Ini sudah jam berapa?" tanya Abel.
"Hampir jam sepuluh." ucap Radit.
"Kakak gak pergi kerja? Maaf yah aku bangun kesiangan jadi kakak harus menemani Farel." ucap Abel.
Radit menggeleng kan kepala nya.
"Sekarang seluruh badan ku terasa sangat sakit sekali, kakak benar-benar sangat kasar." ucap Abel. Radit tersenyum mendengar itu.
Itu seperti sesuatu kebanggaan bagi nya.
"Saya sudah lama tidak melakukan nya." ucap Radit.
Abel menghela nafas panjang.
Abel melihat dia memakai daster. "Kakak yang memasang kan ini?" tanya Abel. Radit mengangguk.
"Saya tidak ingin mata Farel ternodai oleh badan kamu yang sangat menggoda ini." ucap Radit.
"Berhenti menggoda ku kak." ucap Abel.
"Iyah-iyah maaf sayang." ucap Radit sambil mencium bibir Abel.
"Jangan kak, aku belum gosok gigi." ucap Abel karena Radit mau ciuman. "Tidak apa-apa."
"Ada Farel malu.." ucap Abel.
Radit menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Ya udah deh kalau begitu kamu mau ke kamar mandi? Saya akan menggendong kamu, saya yakin kamu tidak akan bisa berjalan untuk beberapa hari karena Radit kecil sangat ganas tadi malam." ucap Radit.
Abel menghela nafas panjang. "Hanya nyeri saja, aku bisa berjalan. Sebaik nya kakak pakai baju sana." ucap Abel.
"Kenapa? apa kamu takut bernafsu melih badan suami mu yang begitu bagus?" tanya Radit. Abel memasang wajah meledek.
Abel mau turun namun dia kesakitan, Radit langsung menggendong ala bridal style.
"Kamu benar-benar sangat keras kepala." ucap Radit. Abel hanya diam. Ternyata farel mengikuti mereka ke kantin mandi.
"Apakah kami boleh ikut mandi?" tanya Radit. Abel menggeleng kan kepala nya.
"Kamu tidak perlu malu, saya sudah melihat semua nya, saya bahkan sudah menyentuh semua satu titik pun tidak tersisa." ucap Radit.
Abel lagi-lagi malu. "Terserah saja deh, aku keras kepala, kakak jauh lebih keras kepala." ucap Abel.
Mereka mandi bersama sekalian Farel juga. Farel sangat senang karena berendam di bathtub.
Tidak beberapa lama akhirnya selesai Radit harus mengganti kan peran Abel hari ini. Abel hanya bisa duduk di sofa melihat Radit yang membersihkan kamar, memakai kan baju Farel.
"Sprei ini akan saya cuci sendiri." ucap Radit. "Loh kenapa?" tanya Abel.
Radit menunjuk kan warna merah. Abel terdiam.
"Kamu tidak perlu malu, justru saya berterima kasih kepada kamu sudah menjaga nya dengan baik dan membuat saya seperti pria yang berharga. Terimakasih." Radit mencium kening istrinya.
Tidak beberapa lama akhirnya selesai. Radit keluar kamar Bibik sudah menyambut mereka.
"Ya ampun Tuan dan Non sangat Cocok memiliki anak, apa lagi Tuan sudah sangat cocok menggendong anak." ucap Bibik.
Abel dan Radit tersenyum. "Bibik bisa saja." ucap Radit.
"Ayo sarapan dulu, Bibik sudah masak." ucap Bibik.
"Maaf yah Bik, aku bangun kesiangan jadi nya tidak bisa masak sarapan sama-sama." ucap Abel.
"Tidak apa-apa non, pasti non tidak bisa tidur karena Farel pasti rewel. Orang tua nya juga bilang kalau Farel rewel kalau malam." ucap Bibik.
Abel tersenyum. Bibik melihat Abel sangat berbeda hari ini. Namun Bibik tidak terlalu memikirkan nya.
"Hari ini Tuan tidak bekerja?" tanya Bibik.
"Tidak bik, Abel seperti nya kecapean jadi saya akan menjaga Farel." ucap Radit.
"Oohh begitu yah Tuan. Tapi saya juga bisa menjaga Farel." ucap Bibik.
"Tidak bikk.. Bibik sudah tua, menjaga anak kecil butuh tenaga yang banyak, nanti Bibik bisa sakit menghadapi Farel yang sangat aktif." ucap Radit.
Bibik tersenyum. dia sangat bersyukur mendapatkan majikan yang baik. Sama seperti majikan perempuannya.
__ADS_1
Mereka benar-benar sangat Cocok, tidak sombong dan juga jahat.
Setelah selesai sarapan Abel bantu Bibik di dapur. Radit duduk di ruang bersama Farel.. Radit bekerja sementara farel Sibuk dengan mainan nya.