
"Apa kakak tidak makan?"
"Saya sudah makan ." ucap Radit.
"Aku belum melihat kakak makan." ucap Abel.
"Novi membawa kan nya ke ruangan saya." ucap Radit.
"Huff Novi lagi." batin Abel.
"Aku tidak berselera makan." ucap Abel meninggal ruang tamu.
"Non! non." panggil Bibik.
"Sudah bik biarkan saja, sebaik nya Bibik istirahat yah, saya akan membujuk nya untuk makan."
"Tuan tolong di pastikan non Abel makan yah, kasihan sekali kalau non Abel sakit hanya karena tidak berselera makan." ucap Bibik.
Radit mengangguk. Radit menyusul Abel ke kamar nya.
"Kenapa kamu tidak mau makan?" tanya Radit kepada Abel yang duduk di pinggir kasur.
"Aku tidak lapar, aku juga sudah capek mau istirahat." ucap Abel.
Radit mendekati Abel. "Apa perlu saya membawa makan tersebut ke kamar?" tanya Radit.
"Aku sudah bilang aku tidak lapar," ucap Abel.
"Tidak perlu berbohong." ucap Radit.
"Aku mau istirahat, sebaiknya kakak juga istirahat." ucap Abel.
Radit keluar dari kamar. Tidak beberapa lama kembali membawa nasi dan lauk semua nya lengkap dan meletakkan di atas meja.
Abel melihat itu dia hanya diam saja. "Makan lah, apa perlu saya menyuapi kamu?" tanya Radit.
"Beberapa hari tinggal dengan Novi tangan kak Radit sekarang sudah lebih baik." batin Abel.
"Kenapa bengong Abel? Ayo buruan makan sebelum dingin lagi, saya sudah menghangatkan nya." ucap Radit.
Abel duduk. Dia akhirnya makan.
"Huff tadi perasaan tidak lapar, kok sekarang aku ingin menghabiskan semua makanan ini?" ucap Abel dalam hati.
Tidak beberapa lama akhirnya selesai makan. Radit sudah keluar dari tadi. Abel menyimpan nya ke bawah.
Karena perut nya sudah kenyang dia memilih untuk langsung istirahat saja.
Namun beberapa Jam berusaha untuk menutup mata nya tetap tidak bisa karena Dada nya sangat sakit sekali.
"Kak Radit sudah tidur apa belum yah? Dada ku tak kunjung sembuh." batin Abel.
Dia keluar dari kamar nya. Abel melihat pintu kamar Radit sudah tertutup.
Ragu-ragu dia mengetuk pintu kamar Radit.
Tidak ada jawaban dari dalam. Abel membuka pintu perlahan dan ternyata Radit sudah tidur.
__ADS_1
Radit sadar ada seseorang yang masuk dia bergeliat perlahan membuka mata nya.
"Kenapa kamu belum tidur juga?" tanya Radit.
"Aku tidak bisa tidur karena dada ku sangat sakit." ucap Abel.
Radit bisa melihat dari wajah Abel dari tadi menahan sakit, namun dia tidak tau Kalau dada Abel sakit.
"Kemarilah." ucap Radit merentangkan tangan nya. Abel mendekati Radit dia naik ke kasur dan berbaring di lengan Radit.
Radit tampa segan-segan memeluk Abel.
"Saya tidak ingin kamu sakit seperti ini, hanya saja saya ingin memeluk kamu seperti ini." ucap Radit dalam hati.
Abel mulai nyaman. Hangat dan membuat dada nya lega. Perlahan dia mengantuk.
"Aku sudah ngantuk, sebaiknya aku kembali ke kamar ku." ucap Abel.
Radit menahan pinggang Abel. "Tidur lah di sini." ucap Radit. Abel menggeleng kan kepala nya.
"Bukan kah kamu berjanji akan menjadi istri yang baik?" tanya Radit.
Abel terdiam sejenak.
"Tidur lah di sini sampai dada mu benar-benar sembuh." ucap Radit.
"Aku sangat merindukan tidur bersama kak Radit, aku pikir aku tidak akan pernah di peluk seperti ini lagi." batin Abel.
Akhirnya mereka berdua tertidur begitu Pulas sekali.
Abel melihat Radit yang masih tidur di samping nya.
Perlahan-lahan dia mengangkat Kepalanya agar tidak membangun kan suami nya.
"Ya ampun ini sudah jam delapan saja." batin Abel.
Karena sangat nyenyak dia tidak sadar kalau sudah jam Delapan.
Tampa membangun kan Radit dia siap-siap ke kantor.
"Selamat pagi Tuan..." Sapa Bibik melihat Radit baru saja turun, seperti nya baru bangun karena masih menggunakan piyama.
"Abel kemana bik? Saya tidak melihat nya di kamar nya." ucap Radit.
"Oohh Non Abel sudah berangkat ke kantor Tuan, non Abel seperti nya telat dia sangat terburu-buru sehingga tidak sarapan lagi." ucap Bibik.
"Dia kebiasaan sekali tidak sarapan." ucap Radit..
"Oh iya bik tolong Buat bekal untuk Abel, saya akan mandi." ucap Radit. Bibik mengangguk.
"Tuan Radit sangat perhatian kepada Non Abel, bagus deh kalau seperti ini." ucap Bibik ikut senang.
Radit sampai di kantor...
"Selamat pagi Pak." Sapa Novi.
"Pagi.." ucap Radit.
__ADS_1
"Oh iya Pak tadi malam bapak tidak kembali ke penginapan?" tanya Novi.
"Saya Dengan Abel sudah berbaikan, mungkin saya tidak akan tidur di penginapan lagi." ucap Radit.
Novi terdiam sejenak.
"Satu lagi tidak perlu membuat pekerjaan Abel banyak." ucap Radit.
"Pak direktur yakin sudah berbaikan dengan Abel?" tanya Novi.
"Saya harap kedepannya hubungan kami semakin membaik, saya adalah kepala rumah tangga, apapun itu saya harus bisa menghadapi nya." ucap Radit.
Novi tersenyum terpaksa.
Dari lantai atas Enjel dan Abel sedang duduk di pinggir jendela.
"Ck pagi-pagi saja mereka sudah berbicara panjang lebar." ucap Abel dalam hati. Enjel mengikuti pandangan Abel dari tadi.
"Kamu cemburu yah?" tanya Enjel. Abel menggeleng kan kepala nya.
"Ngapain aku cemburu, aku tidak mungkin cemburu sama orang yang tidak aku sayang." ucap Abel.
Enjel tersenyum.
"Huff bohong Abel! Kamu berbohong sudah jelas-jelas kamu cemburu." batin nya.
"Nih!!" Tiba-tiba Radit sudah sampai saja di lantai atas. Dia memberikan Abel bekal yang sudah di siapkan oleh Bibik.
"Apa ini pak?"
"Bibik bilang kamu tidak sarapan dari rumah, Bibik menyiapkan ini untuk kamu." ucap Radit.
"Seharusnya Kamu sebagai istri saya yang menyiapkan bekal kepada saya." ucap Radit.
Abel menghela nafas panjang.
"Kakak bisa gak sih jangan membicarakan itu di sini?" ucap Abel.
Radit melihat di sekitar mereka tidak ada orang lain, hanya mereka berdua saja di sana termasuk dirinya sendiri.
"Tidak mungkin Enjel tidak tau kamu istri saya." ucap Radit. Abel menghela nafas panjang. Dia mengambil bekal itu.
"Baiklah aku akan makan, sebaiknya kakak kembali saja ke ruangan kakak." ucap Abel.
Radit mengangguk. Dia pun pergi dari sana.
"Apa kamu tidak lihat kebaikan Pak Radit seperti apa kepada mu? Kamu benar-benar sangat buta Hanya karena Gaga." ucap Enjel.
Abel diam. "Pak direktur sangat Tampan, kata raya, dan juga baik, cooll pokoknya sempurna deh " ucap Enjel.
Sudah pulang kerja...
Abel duduk di ruang tamu bersama Bibik.
"Kok hari ini Non gak pulang barengan sama tuan sih?" tanya Bibik.
"Hari ini pekerjaan saya tidak terlalu banyak Bik, sementara Kak Radit kalau tidak salah ada janji sore ini." ucap Abel.
__ADS_1