Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 65


__ADS_3

"Mah hari ini aku pulang telat yah, jangan menunggu ku." ucap Abel.


"Loh kenapa nak? Suami kamu sudah datang menjemput kamu." ucap Mamah nya.


"Suruh pulang saja mah, aku akan kembali ke rumah besok." ucap Abel.


"Tapi mereka sudah jauh-jauh datang menjemput kamu." ucap mamah nya.


"Tidak apa-apa mah, suruh saja pulang." ucap Abel.


"Ya udah deh kalau begitu, kamu jangan terlalu larut pulang nya." ucap Mamah nya.


Tidak beberapa lama akhirnya telpon mati.


"Abel Akan pulang lambat nak Radit. Dia juga bilang kalau dia tidak perlu di tunggu, dia akan kembali Besok." ucap Mamah nya.


"Oohh begitu yah Bu, gak apa-apa Kami akan pulang." ucap Radit.


Radit akhirnya pulang dengan Mila.


"Kak Radit kenapa yah? Kok seperti nya berbeda dari kemarin." batin Mila memerhatikan Radit.


"Humm kakak dengan kak Abel tidak saling berkomunikasi yah?" tanya Mila.


Radit menoleh ke arah Mila yang duduk di belakang.


Radit menggeleng kan kepala nya.


Mila tidak banyak bertanya dia cukup tau saja dan diam.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah. Radit langsung ke kamar nya Tampa mengatakan apapun.


"Loh Non Abel mana non?" tanya Bibik kepada Mila.


"Kak Abel akan kembali Besok bik." ucap Mila.


"Oohh gitu yah." ucap Bibik.


"Iyah bik, aku ke kamar dulu yah bik." ucap Mila.


Keesokan harinya..


Radit bangun sedikit telat karena dia tidur larut malam seperti kemarin juga.


Radit turun ke bawah setelah rapi dia sangat lemas seperti tidak memiliki tulang-tulang.


"Selamat pagi Tuan." sapa Bibik. "Pagi.." Jawab Radit.


"Silahkan di minum kopi nya." ucap Abel. Radit langsung menaik kan kepala nya yang dari tadi menunduk.


Dia melihat Abel yang berdiri di dekat meja makan.


"Kenapa kakak kaget seperti itu? Bukan kah sudah aku bilang kalau aku pulang hari ini?" ucap Abel.


Radit Tampa gengsi Tampa malu dia mendekati Abel dan memeluk nya sangat erat sekali.


"Kak Radit! apa yang kakak lakukan? Di sini ada Bibik sama Mila." ucap Abel. Radit menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


"Saya tidak perduli Abel.. Saya sangat merindukan kamu. Saya tidak akan membuat perjanjian konyol seperti itu lagi." ucap Radit.


Abel tersenyum mendengar itu.


"Saya tidak bisa jauh-jauh dari kamu." ucap Radit tampa malu.


"Humm salah siapa coba yang memulai duluan.". batin Abel.


"Sudah-sudah lepas kan pelukan kakak, malu di lihat Bibik sama Mila." ucap Abel. Radit tidak mau melepaskan pelukannya. Namun dia harus melepaskan nya.


Radit duduk untuk sarapan dan juga minum.


Dia tidak berhenti memandangi istri nya yang sangat dia rindukan sekali.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai sarapan.. Radit berangkat ke kantor.


"Ingin rasanya tidak berangkat ke kantor." batin Radit. Namun dia tetap harus pergi karena ada pekerjaan yang harus dia selesaikan.


Abel mengantar kan ke depan.


"Tunggu saya di rumah. Saya berangkat dulu." ucap Radit mendekati Abel mencium kening nya dan pergi.


Abel cukup terkejut namun dia berusaha untuk biasa saja.


Setelah waktu berjalan begitu lambat menurut Abel dan Radit tiba lah waktu nya Radit pulang.


"Assalamualaikum Bik " ucap Radit melihat Bibik di ruang tamu.


"Walaikumsalam Tuan. Tuan baru pulang?" tanya Bibik menghampiri Radit.


"Mereka gak ngomong kalau mereka pergi nonton karena ada film baru." ucap Bibik.


Radit menggeleng kan kepala nya.


"Bibik gak ikut?" tanya Radit.


"Bibik gak terlalu suka nonton film di bioskop, lebih baik seperti di TV nonton Sinetron." ucap Bibik.


Radit tersenyum.


"Ya udah bik kalau begitu saya ke kamar dulu yah." ucap Radit.


Bibik mengangguk. Di kamar Radit menghela nafas panjang.


"Saya mengusahakan Cepat pulang agar bisa bertemu dengan Abel. Namun Abel malah pergi." ucap Radit.


Dia membaringkan tubuh nya di kasur karena sangat lelah. Tidak beberapa lama akhirnya dia ketiduran.


"Assalamualaikum Bibik..." Mila dan Abel baru pulang.


"Walaikumsalam Non. Pas banget non sudah pulang. Tuan juga baru pulang, sebaiknya non pergi Melihat tuan." ucap Bibik.


"Iyah bik." Abel menginyakan.


"Lihat bik kami bawa apa untuk Bibik." ucap Mila.


Mereka berdua di ruang tamu sementara Abel naik ke kamar.

__ADS_1


"Kak.." Abel membuka pintu namun ternyata Radit tidur.


Abel melihat Radit tidur masih dengan pakaian Kerja nya.


"Kak Radit! Kenapa kakak tidur masih memakai sepatu seperti itu?" tanya Abel. Radit menggeleng kan kepalanya antara sadar dan tidak sadar.


"Saya sangat merindukan kamu Abel. Kenapa kamu tidak merindukan saya juga? Kenapa kamu tidak datang menemui saya?" ucap Radit namun masih menutup matanya.


Tidak terasa air mata nya keluar.


Abel duduk di pinggir kasur memandangi wajah Radit.


Abel mengingat perjuangan nya untuk tidak memikirkan Radit. Sudah berusaha banyak hal dia bahkan sudah mengendarai Mobil nya ke depan rumah mereka namun dia kembali lagi ke rumah orang tua nya karena gengsi.


"Aku tidak bisa menahan nya lagi kak." ucap Abel dia mendekati Radit dan mencium bibir Radit yang terkena sedikit Air mata.


Abel mencium Radit cukup lama mengobati rindu nya.


Radit membalas ciuman Abel.


Radit perlahan membuka mata nya dia melihat istri nya.


Dia pikir itu adalah mimpi saja.


Dia menghentikan nya.


"Kenapa kak? Kenapa kakak menghentikan nya? Apa kakak tidak merindukan ku? Apa kakak tidak merindukan Ku seperti aku merindukan kakak?" tanya Abel.


Radit terdiam sejenak mendengar kan itu.


"Abel..." ucap Radit.


Abel tersenyum menatap wajah Radit.


"Asal kakak tau aku mencintai kakak, aku menyadarinya hal itu sejak lama namun aku terlalu berpikir banyak sehingga tidak jujur." ucap Abel.


Radit mendengar Abel. "Kamu sekarang sudah sadar dengan perasaan kamu sendiri?" tanya Radit. Abel mengangguk.


"Aku mencintai kakak, aku sangat mencintai kakak." ucap Abel. Radit tersenyum dia menghapus air mata Abel.


"Saya juga sangat mencintai kamu, saya sangat tersiksa ketika tidak melihat kamu satu jam saja." ucap Radit. Abel tersenyum mendengar itu.


"Maafin aku sudah membuat kakak lama menunggu, maafin aku." ucap Abel langsung memeluk Radit yang masih berbaring.


Radit membalas pelukan Abel. "Ini tidak mimpi kan? Aku tidak mimpi." ucap Radit setelah melepas kan pelukan nya.


Abel memegang tangan Radit.


"Kakak gak mimpi kok." ucap Abel sambil memegang tangan Radit dan mencium pipi nya.


"Sekarang kita sudah berbaikan lagi?" tanya Radit. Abel mengangguk.


"Kita sudah resmi menjadi suami istri?" tanya Radit. Abel mengangguk.


Radit tersenyum dia tidak berhenti memeluk istrinya.


"Saya sangat mencintai kamu Abel, jangan pernah meninggalkan saya lagi." ucap Radit.

__ADS_1


__ADS_2