Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 157


__ADS_3

Di dalam mobil. "Aku hanya ingin kamu Radit, kamu tau sendiri kalau aku sangat merindukan kamu. Aku tidak menginginkan yang lain, aku hanya menginginkan waktu kamu." ucap Tania.


"Kenapa sekarang kamu baru bersifat seperti ini Tania? dulu kamu Kemana? dulu kamu yang tidak memiliki waktu sama sekali dengan ku." ucap Radit.


"Kamu sudah berjanji tidak mau membahas itu, aku tidak mau membahas itu."


"Kalau begitu lupakan semua nya, sekarang aku sudah memiliki Abel aku mohon jangan ganggu hubungan kami. bukan kah kita sudah membuat perjanjian?"


"Aku sudah memenuhi semua permintaan dan persyaratan kamu, bahkan aku sudah memberikan uang yang cukup banyak kepada kamu,"


"Aku tidak butuh itu Radit."


"Kenapa? Bukan kah dulu kamu hanya menginginkan uang dan Karir saja?" tanya Radit langsung memotong perkataan Tania dengan tatapan tajam, marah dan kesal.


"Radit...." ucap Tania.


"Stop! Aku mohon berhenti Tania. kita memang masih suami istri namun aku sekarang sudah memiliki Abel." ucap Radit.


"Tapi."


"Tidak ada tapi-tapian Tania, kamu yang menginginkan ini kan? kamu membuat aku menikah lagi karena kamu sendiri yang tidak mau punya anak dan meminta aku untuk menikah lagi."


Tania diam. "Kamu hanya memikirkan diri sendiri, kamu tidak mau mempunyai anak karena takut badan mu tidak akan bagus dan kamu tidak memiliki waktu untuk bekerja dan bermain di luar sana bebas." ucap Radit.


"Itu dulu Radit. sekarang aku sudah berubah, aku ingin memiliki anak dengan kamu." ucap Tania. Radit menatap Tania.


"Kamu nya apa sih Tania? Kamu jangan membuat masalah semakin rumit. Jangan sampai istri ku tau tentang ini." ucap Radit.


Tania diam. "Kalau kamu tetap seperti ini aku tidak segan-segan untuk menggugat cerai." ucap Radit. Tania menggeleng kan kepala nya.


"Tidak! Aku tidak mau." ucap Tania.


"Ini resiko yang sangat tinggi yang harus aku tanggung kalau pada akhirnya Abel tau Tania. Aku mohon pengertian kamu." ucap Radit.


"Aku hanya menginginkan waktu kamu, Mari kita perbaiki lagi semua nya." ucap Tania.. Radit tertawa kecil.

__ADS_1


"Apa yang harus di perbaiki? aku tidak mencintai kamu lagi, aku menerima kamu di sini sekarang karena kamu masih berstatus istri ku," ucap Radit.


Tania terdiam. "Sekarang pergi dari sini, jangan kembali datang ke sini, kalau mau bertemu buat janji terlebih dahulu. Status kita secara negara memang suami istri namun pada kenyataannya tidak. karena aku tidak mencintai kamu lagi." ucap Radit.


"Apa perempuan itu sudah berhasil mengambil hati kamu? kita sudah tujuh tahun bersama dan saling kenal. kita sangat saling mencintai." ucap Tania.


"Abel sudah di jodohkan dari awal kepada ku, namun karena aku mencintai kamu aku melanggar semua nya sehingga musibah yang terjadi aku tanggung sendiri, namun pembalasan mu sangat mengecewakan." ucap Radit.


"Sekarang aku sudah berubah Radit, aku akan tulus mengurus rumah tangga kita dan kita akan program hamil." ucap Tania.


"Aku sudah memiliki anak dari Abel, tidak perlu lagi tanya, aku mohon pergi lah sebelum banyak hal yang menyakiti hati kamu " ucap Radit.


"Aku sudah bilang berapa kali sama kamu, aku tidak akan pulang, aku akan tinggal di sini bersama kamu karena aku sangat ingin terus bersama kamu." ucap Tania.


Radit tidak bisa mengatakan apapun, dia hanya bisa diam sampai pada akhirnya Tania Pergi.


Melihat Tania keluar dari mobil Novi dan Enjel diam saja,


"Heh apa yang sedang kalian lakukan di sini?" tanya Heri yang baru saja datang. Enjel melihat Heri.


"Tidak ada." ucap Enjel. Novi langsung pergi dari sana.


"Aku sudah bilang tidak ada, lepas kan tangan mu dari pinggang ku." ucap Enjel. Heri tersenyum dan melepaskan nya. Dia melihat Radit datang menyusul mereka.


"Ada apa lagi dengan wanita itu?" tanya Heri. Radit menggeleng kan kepala nya, wajah nya terlihat sangat prustasi.


"Kamu lanjut kerja saja, aku berbicara dengan Radit sebentar." ucap Heri mengikuti Radit ke ruangan.


"Aku sudah bilang sebelum nya untuk menceraikan wanita itu terlebih dahulu. sekarang semua nya membuat kamu pusing kan?" ucap Heri setelah di ruangan nya.


"Tidak semudah itu Heri, kamu pikir berpisah semudah itu?" ucap Radit.


"Lalu menikah dua kali itu mudah?" ucap Heri. Radit diam.


"Aku tau kamu mencintai Tania sebelum kamu bertemu dengan Tunangan kamu. Tapi kamu harus tau kalau kamu lah penghianat di kisah kalian." ucap Radit.

__ADS_1


Radit sedikit kesal dengan kata-kata Heri dia menatap Heri.


"Apa maksud kamu berbicara seperti itu? kamu tidak tau apa-apa!" ucap Radit.


"Aku sudah kenal kamu cukup lama Radit. Masalah hidup kamu tidak pernah selesai karena kamu bukan pria yang tegas." ucap Heri.


Radit kesal dia menarik baju Heri menatap nya dengan tatapan tajam. "Berhenti berbicara seperti itu!" ucap Radit.


"Kamu sudah jelas tau kalau kamu sudah di jodohkan dengan perempuan lain namun kamu masih menaruh hati kepada Tania dan kalian menikah tanpa ada yang tau, kalian menikah diam-diam. Dan sekarang kamu tidak menceraikan Tania namun malah menikah dengan Abel yang tidak tau apa-apa, kamu menyembunyikan semua nya." ucap Heri.


Radit Terdiam. Heri melepaskan tangan Radit dari tubuh nya.


"Abel sedang hamil, namun sekarang orang hanya berpura-pura baik kepada nya, betapa hancur nya nanti dia kalau tau ini semua." ucap Heri.


"Kamu sebaiknya keluar dari sini Heri, jangan sampai aku menghabisi kamu."


"Terserah Radit! Selama ini aku memberikan saran kepada kamu tidak pernah yang salah namun kamu selalu saja mengikuti keras kepala mu." ucap Heri.


Dia pun langsung keluar dari sana. ternyata Enjel menunggu nya di ruangan Heri.


"Ada apa dengan kamu?" tanya Enjel karena melihat raut wajah Heri yang terlihat kesal.


Heri menggeleng kan kepala nya.


"Tidak apa-apa, lupakan saja, apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Heri.


"Aku mau memberikan ini." ucap Enjel. Heri memeriksa nya.


"Enjel kamu malam ini tidak ada janji kan?" tanya Heri di tengah-tengah pembahasan mereka.


"Humm gak ada, kalau pun ada kamu tidak akan mengijinkan aku pergi." ucap Enjel. Heri tersenyum.


"Ada apa?" tanya Enjel."Aku ingin mengajak Kamu makan malam di luar." ucap Heri.


"Makan malam di luar? Tidak biasanya." ucap Enjel.

__ADS_1


"Agar berbeda, aku juga belum pernah membawa kamu makan malam di luar setelah menjadi pacar." ucap Heri.


"Humm ya udah kalau begitu." ucap Enjel, Heri tersenyum.


__ADS_2