Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 114


__ADS_3

"Wahh kamu sudah menyelesaikan nya. Sedikit lagi." ucap Heri. Enjel hanya diam saja tidak menjawab.


"Kok cepat sekali yah, apa kamu dari tadi belum ada istirahat?" tanya Heri. Enjel mengangguk.


"Apa?" Heri heran.


"Aku harus menyelesaikan ini sebelum jam satu siang karena harus langsung di kirim kan ke pusat." ucap Enjel.


Heri melihat beberapa menit lagi. Dia melihat Enjel sudah Hampir menyiapkan nya.


"Akhirnya selesai juga." Batin Enjel sambil meregangkan otot-otot nya. Dia melihat ke sekitar nya tidak ada bos nya.


"Loh kemana dia?"


"Kamu mencari aku?" tanya Heri baru saja datang.


Enjel menghela nafas panjang.


"Ambil lah ini dan makan siang, selanjutnya biar aku kerjakan." ucap Heri. Enjel mengangguk dia mengambil makanan dan langsung memakan nya begitu lahap sekali.


Heri melihat Enjel makan sangat lahap sekali. "Apa sudah selesai?" tanya Enjel sambil berdiri di samping Heri.


"Sebentar lagi." jawab Heri.


Setelah beberapa lama akhirnya selesai juga.


"Akhirnya selesai juga." ucap Heri sambil menoleh ke arah Enjel.


Wajah Enjel sangat dekat dengan wajah nya sehingga mata mereka bertatapan satu sama lain.


"Apa yang kamu lihat?" tanya Enjel. Heri langsung mengalihkan pandangannya.


"Tidak ada, kenapa kamu begitu dekat dengan ku?" ucap Heri.


"Apa salah nya? Aku hanya mau melihat hasil nya." ucap Enjel.


"Kamu sengaja kan agar bisa dekat-dekat dengan ku?" ucap Heri. Enjel langsung berdiri jauh dari Heri.


"Jangan berfikir yang aneh-aneh deh!" ucap Enjel.


"Semua pekerjaan hari ini sudah selesai, waktu nya aku istirahat. Aku tidak ada istirahat dari tadi jadi aku akan pulang terlebih dahulu." ucap Enjel.


"Apa kamu akan meninggalkan aku di sini?" tanya Heri.


"Loh bukannya kamu ada janji dengan Mbak Jesica hari ini?" tanya Enjel. Heri melihat jam.


"Nanti jam Tiga, bukan sekarang. Ini masih jam satu siang." ucap Heri.


"Kalau begitu aku akan kembali ke ruangan ku." ucap Enjel. Heri menahan nya namun Enjel cepat-cepat keluar dari sana.


"Sudah tidak apa-apa lah." ucap Heri.


Enjel masuk ke ruangan nya.

__ADS_1


"Tumben banget kamu balik ke sini? Apa di ruangan pak Heri tidak nyaman?" tanya teman nya.


Enjel tidak menjawab nya.


"Pasti lagi marahan sama Pak Heri kan?" ucap Teman nya. "Kamu bisa diam tidak? Tidak perlu membahas itu.. Tidak ada yang salah ini meja kerja ku apa salah nya aku di sini." ucap Enjel.


"Sayang kamu mau kemana?" tanya Radit menahan tangan Abel yang mau pergi dari samping nya.


"Aku mau ke ruangan Heri melihat Enjel." ucap Abel.


"Loh kenapa? Enjel sedang bekerja dia tidak bisa di ganggu." ucap Radit.


"Aku bosan di sini, aku berbicara dengan dia sebentar setelah itu aku akan pergi pulang.". ucap Abel.


"Ya sudah kalau begitu." ucap Radit.


Abel tersenyum dia mencium pipi suami nya.


"Ya udah kalau begitu aku pergi dulu yah." ucap Abel. Dia keluar dari ruangan suami nya.


Saat dia keluar dia melihat Novi yang juga melihat ke arah nya dengan tatapan sinis. Abel kembali menatap dengan tatapan sinis.


"Hai Enjel...." ucap Starla baru saja datang ke ruangan Heri. Namun yang dia lihat hanya Heri.


"Loh kata nya Enjel di sini, kok dia gak ada di sini sih?" tanya Abel.


"Dia baru saja kembali ke ruangan kerja nya." ucap Heri.


"Humm tunggu sebentar, apa kita bisa berbicara sebentar?" tanya Heri.


"Bisa, soal apa?" tanya Enjel.


"Soal Enjel." ucap Heri. Abel menghela nafas panjang. "Sudah ku duga." ucap Enjel.


"Ya sudah kalau begitu." ucap Enjel masuk dan duduk di sofa.


"Aku sangat menyukai Enjel, namun kenapa sangat susah membuat nya juga menyukai aku." ucap Heri.


"Huff kamu sadar gak sih kamu itu bukan tipe nya Enjel. Wajar saja kalau dia tidak mau sama kamu." ucap Abel.


"Huff sial! Kamu terlalu jujur sekali sehingga aku tidak bisa berkata-kata." ucap Heri.


Abel tertawa. "Enjel itu sangat susah jatuh cinta sama laki-laki. Kamu tau sendiri kalau dia tidak pernah pacaran sama sekali." ucap Abel.


"Kamu kasih saran atau bantu dong." ucap Heri.


"Aku harus melakukan apa? aku tidak tau harus melakukan apa." ucap Enjel.


"Bujuk saja dia menerima cinta ku, aku janji deh akan menjaga dia," ucap Heri.


"Huff menjalin hubungan dengan seseorang bukan hanya sekedar menjaga saja tapi harus membuat dia percaya, nyaman dan setia." ucap Abel.


"Aku akan melakukan itu." ucap Heri.

__ADS_1


Abel menghela nafas panjang melihat Heri.


"Ini yang membuat Enjel tidak setuju dan tidak menyukai kamu..Kamu sangat gampang menginyakan dan tidak pernah serius." ucap Abel.


"Aku sangat serius, aku kurang serius seperti apa lagi?" tanya Heri.


"Huff ya sudah deh terserah kamu saja, kalau sudah jodoh tidak akan kemana. Aku pergi dulu berbicara dengan kamu bisa membuat aku stres." ucap Abel langsung pergi.


Heri menghela nafas panjang.


"Enjel..." ucap Abel masuk ke ruangan kerja Enjel. Semua nya tiba-tiba berdiri kaget dan menundukkan badannya ketika Abel masuk.


Enjel dan Abel sama-sama kaget dengan mereka semua.


"Duduk saja, saya ke sini hanya mencari Enjel." ucap Abel. Semua nya seketika langsung diam.


"Abel kamu ngapain ke sini." tanya Enjel.


"Tadi aku hanya mengantar makan siang kak Radit, namun sekalian saja bertemu dengan kamu." ucap Abel.


"Kamu makin cantik saja." ucap Enjel melihat penampilan Abel. Abel tersenyum.


"Oh iya kamu sibuk gak? Kita ke Cafe bawah yok." ajak Abel.


Enjel kebetulan tidak sibuk, pekerjaan nya hari ini cepat selesai dia pun menginyakan ajakan Abel.


Mereka keluar dari sana.


"Berteman dengan istri bos itu kelihatan nya enak yah, mau keluar dari jam pekerjaan saja bebas." ucap Teman satu ruangan Enjel.


Abel dan Enjel berjalan keluar dari perusahaan.


Radit mengintai Cctv Kemana istri nya pergi.


"Biasa nya kalau perempuan hamil pasti malas kemana-mana, dia sangat bersemangat sekali keluar rumah." batin Radit.


Melihat istrinya berjalan sangat gembira membuat nya juga ikut senang.


"Selagi tidak melewati batas seharusnya aku tidak perlu melarang nya kemana-mana." batin Radit.


Akhirnya dia tidak memprotes Abel pergi dengan Enjel keluar kantor.


"Heri apa pekerjaan mu sudah selesai?" tanya Radit setelah sudah jam dua lewat.


"Sudah, ada apa? Ini aku lagi berkemas mau pulang."


"Mari makan malam bersama." ajak Radit.


"Huff aku bosan makan malam bersama Tomi dan yang lain nya." ucap Heri.


"Bukan dengan mereka namun dengan Enjel dan Abel." ucap Radit.


"Ayo! aku akan membatalkan janji ku sebelum nya." ucap Heri dengan sangat bersemangat.

__ADS_1


__ADS_2