
"Ada apa dengan kamu?" tanya Enjel karena melihat raut wajah Heri yang terlihat kesal.
Heri menggeleng kan kepala nya.
"Tidak apa-apa, lupakan saja, apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Heri.
"Aku mau memberikan ini." ucap Enjel. Heri memeriksa nya.
"Enjel kamu malam ini tidak ada janji kan?" tanya Heri di tengah-tengah pembahasan mereka.
"Humm gak ada, kalau pun ada kamu tidak akan mengijinkan aku pergi." ucap Enjel. Heri tersenyum.
"Ada apa?" tanya Enjel."Aku ingin mengajak Kamu makan malam di luar." ucap Heri.
"Makan malam di luar? Tidak biasanya." ucap Enjel.
"Agar berbeda, aku juga belum pernah membawa kamu makan malam di luar setelah menjadi pacar." ucap Heri.
"Humm ya udah kalau begitu." ucap Enjel, Heri tersenyum.
Di malam hari nya...
Heri dan Enjel tengah di perjalanan sedang menuju ke restoran yang sudah di pilih oleh Heri.
"Apa kamu yakin restoran yang kamu pilih itu enak?" tanya Enjel.
"Kamu selalu saja bertanya seperti ini, kalau aku tanya kamu di mana kamu selalu bilang terserah." ucap Heri.
Enjel tersenyum. "Iya iya maaf." ucap Enjel.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai. Enjel melihat Restoran yang sangat sepi.
"Huff restoran ini sangat sepi, aku yakin pasti tidak enak." ucap Enjel.
Heri menghela nafas panjang.
"Aku sudah bilang kita bisa makan di restoran tempat kita berdua makan biasanya." ucap Enjel.
"Kita sudah sampai di sini Enjel, kenapa kamu harus bilang seperti itu lagi sih?" ucap Heri.
"Melihat keadaan restoran yang sangat sepi dan gelap seperti ini membuat aku tidak percaya kalau makanan nya enak." ucap Enjel.
Heri menghela nafas panjang lagi. Dia bahkan tidak bisa menjawab apa-apa kata Enjel.
"Huff sudah lah sebaik nya kita masuk saja, lagian sudah di sini, enak atau enggak harus di makan." ucap Enjel dengan bete.
"Kalau tau seperti ini sebaiknya aku tanya dulu kemana kita akan makan." batin Heri. Dia mengikuti Enjel.
__ADS_1
"lihat lah bahkan restoran ini hanya menyediakan makanan biasa saja, tidak ada yang enak."
"Ayo masuk dulu." ucap Heri. Enjel terus mengikuti Heri ke lantai atas.
"Restoran nya di bawah kenapa kamu malam mengajak ku ke atas? di bawah saja terlihat sangat sepi Apa lagi di atas." ucap Enjel.
"Aku sudah bilang kan kalau aku tidak mau Makan di tempat lain. Apa susah nya sih menuruti kata-kata ku?" ucap Enjel.
Dia terus mengoceh sampai lantai atas namun setelah sampai di atas dia kaget dan terdiam melihat dekorasi yang sangat cantik di lantai atas.
Enjel berjalan mendekati meja makan, tempat yang sangat romantis dan hanya ada satu meja makan dan juga dua kursi.
Enjel melihat ke sekeliling tempat itu.
"Heri ini..".
Heri mengangguk.
"Aku sudah menyiapkan ini cukup lama, namun baru bisa terlaksana sekarang karena restoran ini selalu ramai." ucap Heri.
"Ramai? apa itu arti nya kamu menyewa restoran ini hanya untuk kita?" tanya Enjel. Heri mengangguk.
"Kamu yakin? Pasti sangat mahal." ucap Enjel.
"Aku tau kamu tidak suka makan di keramaian kan? Kamu makan di restoran sebelum nya karena enak itu sebab nya kamu mau di keramaian." ucap Heri.
Enjel mendekati Heri.
"Terimakasih yah." ucap Enjel. "Hanya terima kasih saja?" tanya Heri.
Enjel Menatap nya dengan bingung.
"Apa yang kamu inginkan?" tanya Enjel.
"Kamu pasti nya sudah tau apa yang aku inginkan." ucap Heri. Enjel menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak tau." ucap Enjel.
Heri menghela nafas panjang sambil menunjuk kan ke arah Enjel.
"Kamu mau cium?" tanya Enjel.
Heri mengangguk. Enjel tersenyum dia mendekati Heri.
Enjel menatap mata Heri.
"Aku sangat suka hal romantis, namun kalau Selalu meminta imbalan seperti ini aku tidak akan mau lagi kamu melakukan hal seperti ini." ucap Enjel dengan pelan.
__ADS_1
Heri langsung menjauh dari Enjel.
"Baiklah-baiklah kalau begitu. Sekarang ayo Duduk di Sini." ucap Heri menarik tangan Enjel ke meja makan.
Enjel duduk setelah Heri menarik kursi untuk Enjel.
"Apa kamu tau kalau menemukan ide untuk semua ini sangat lah sulit." ucap Heri.
Enjel menatap bingung.
"Aku harus mencari tau warna kesukaan kamu, bunga kesukaan kamu, model nama kesukaan kamu. Dan makanan kesukaan. aku juga harus memaksa mereka Memasak makanan yang enak tidak pedas dan sedikit asin karena pacar ku sedikit pengasin." ucap Heri.
Enjel Memegang tangan Heri, dia tersenyum menatap wajah Heri.
"Terimakasih yah, aku sangat suka. Seumur hidup ku ini pertama kali di lakukan hal yang sangat romantis seperti ini." ucap Enjel.
Heri tersenyum. "Semoga kamu tidak pernah bosan dengan ku." ucap Heri.
"Humm bisa jadi aku bosan." ucap Enjel. Heri langsung memasang wajah datar. Enjel tersenyum.
"Tapi walaupun bosan aku tidak akan pernah meninggalkan kamu." ucap Enjel.
"Kamu janji?" tanya Heri, Enjel mengangguk.
"Apa kamu mencintaiku?" tanya Enjel. Heri mengangguk terlihat sekali wajah nya sangat tulus sekali membuat Enjel Baper namun dia mencoba untuk biasa saja.
"Aku mencintai kamu lebih dari yang kamu tau. Aku tidak lagi akan pernah tertarik kepada perempuan lain selain kamu." ucap Heri.
"Hufff bagus deh."
"Kamu tidak percaya?" tanya Heri. Enjel mengangguk.
"Aku percaya sayang. Sekarang aku lapar ayo kita makan, kalau mendengar kan kamu terus aku akan kelaparan." ucap Enjel.
"Baiklah-baiklah." ucap Heri. Mereka makan hidangan yang sangat enak sekali. Enjel makan dengan sangat lahap karena dia benar-benar sangat lapar sekali.
"Humm aku menarik semua kata-kata ku tentang restoran ini, makanan nya benar-benar enak sekali. Ini sangat enak sekali." ucap Enjel.
Heri tersenyum. "Aku senang kalau kamu suka." ucap Heri. Enjel tersenyum.
Cukup lam mereka di sana, mereka tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu yang tidak akan pernah terulang lagi mereka mengambil momentum bersama, mengambil video dan foto bersama. Mendengar kan musik, menikmati cemilan dan juga melihat pemandangan dari atas sana.
Heri merangkul Enjel yang sedang melihat ke arah langit. Langit yang penuh dengan bintang.
"Aku sangat menyukai kehidupan ku yang sekarang, aku tidak ingin semua nya berubah." ucap Enjel.
"Apa kamu ingin bertemu orang tua kamu?" tanya Heri. Enjel menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
"Aku hanya ingin mengunjungi Nenek ku, namun aku belum memiliki waktu untuk bertemu dengan dia." ucap Enjel.