
"Untuk Abel." ucap Enjel. "Dia ngidam makanan yang aku masak tapi harus bubur." ucap Enjel.
"Pantesan saja kamu masak bubur kacang ijo seperti ini. Ternyata untuk Abel." ucap Heri.
"Jadi kamu akan mengantar nya ke sana?" tanya Heri.
Enjel mengangguk.
"Tidak perlu kamu yang pergi, biar taksi saja." ucap Heri.
"Kenapa?" tanya Enjel.
"Kamu lupa hari ini hari apa?"
"Hari Minggu, apa yang salah dengan itu?"
"Pakaian kotor mu Pasti sangat banyak, pakaian ku juga. Aku butuh bantuan kamu untuk mencuci nya."
"Aku sudah mengantarkan pakaian ku ke laundry. Kamu juga sebaik nya bawa saja ke Laundry aku sangat lelah."
"Kamu tau sendiri pakaian ku tidak pernah di laundry."
"Kalau begitu cuci saja sendiri."
"Ya sudah gak apa-apa, tapi aku numpang nyuci di balkon kamar kamu." ucap Heri. Enjel mengangguk.
"Terserah kamu saja, yang penting jangan mengganggu ku." ucap Enjel.
Heri membawa semua pakaian kotor nya ke balkon kamar Enjel.
Enjel hanya diam saja sambil membuka laptop nya.
Sementara Bubur yang dia kirim baru saja sampai.
"Kamu makan apa sayang?" tanya Radit baru saja turun dan melihat istrinya sedang sarapan di ruang tamu.
"Ini kak aku makan bubur kiriman Enjel.".
"Dia ke sini? apa Heri ikut?" tanya Radit..Abel menggeleng kan kepala nya. "Enggak kak, dia mengirimkan ini karena dia tidak bisa ke sini." ucap Abel.
"Oohh." ucap Radit.
"Oh iya kak, hari ini kakak sibuk gak?" tanya Abel.
"Enggak! Emangnya kenapa?"
"Orang tua kakak meminta kita datang ke sana." ucap Abel.."Oohh baiklah." ucap Radit. Abel tersenyum.
"Kakak mau sebagian bubur nya? enak banget loh." ucap Abel.
__ADS_1
Radit melihat nya berselera dia pun sarapan dengan bubur Buatan Enjel.
Setelah selesai mereka segera siap-siap mau berkunjung ke rumah orang tua Radit.
"Jangan memakai baju yang terlalu pendek seperti itu, kalau Mamah melihat dia bisa marah." ucap Radit.
"aku sudah lama tidak memakai ini, aku mau memakai ini karena nyaman, kamu jangan melarang aku!" ucap Abel.. Radit menghela nafas panjang.
"Baiklah terserah kamu saja." ucap Radit.. mereka pun berangkat.
"Sayang jangan menggunakan Seatbelt seperti itu, Baby blus tidak bisa bernafas." ucap Radit. Abel menghela nafas panjang. Dia harus sabar menghadapi suami nya yang sangat posesif atas keselamatan anak yang di dalam kandungan nya.
Di apartemen Enjel baru saja pulang belanja dari supermarket terdekat. "Loh kenapa kamu berdiri di depan pintu? apa cucian kamu sudah selesai?" tanya Enjel.
"Kamu dari mana saja? kenapa kamu pergi sangat lama dan tidak bilang sama aku?" tanya Heri.
Enjel menoleh ke arah keranjang belanja an nya.
"Aku belanja untuk stok masak di rumah." ucap Enjel.
"Kenapa kamu tidak bilang sama aku? Kenapa kamu tidak mengajak aku dan meninggalkan aku sendiri di rumah?" ucap Heri.
Enjel menghela nafas panjang.
"Jangan seperti anak kecil deh, aku hanya berbelanja di depan. Sudah aku mau masak makan siang." ucap Enjel.
"Tapi tetap saja kamu harus ijin sama aku." ucap Heri.
Heri terdiam. "Kamu hanya bos ku, bukan keluarga, pacar ataupun suami. Jadi aku tidak di wajibkan untuk ijin sama kamu. Paham kan?" ucap Enjel dengan sangat jelas.
"Aku minta maaf." ucap Heri.
Enjel menghela nafas kasar dan langsung masuk ke dalam Dapur meninggalkan Heri.
Enjel lanjut masak karena perut nya sudah sangat lapar. Setelah selesai dia melihat ke arah kamar nya.
"Apa Heri belum selesai nyuci?" ucap Enjel berjalan ke arah kamar. Dia kaget melihat Heri malah tidur di tempat tidur nya.
"Ya Allah Malah tidur." ucap Enjel. Dia berfikir Cucian nya belum selesai namun ternyata sudah selesai, seperti nya baru saja.
Abel dan Radit baru saja sampai di rumah orang tua nya. Cukup lama mereka di sana.
"Bu kalau lagi hamil seperti ini kenapa yah aku merasa makan ku berkurang?" tanya Abel.
"Itu hal biasa. Kalau lagi hamil muda memang seperti itu, namun kalau nanti sudah tua pasti makan nya sangat banyak.. Badan kamu yang langsing seperti ini pasti bisa jadi sangat gemuk."
"Tapi mah aku tidak mau gendut, nanti kalau akan gendut kak Radit ninggalin aku." ucap Abel. Orang tua nya tertawa.
"Kamu ada-ada saja. Tidak mungkin." ucap Radit.
__ADS_1
"Huff kakak diam saja, kakak pasti akan melirik cewek lain yang mempunyai body bagus." ucap Abel.
Radit menghela nafas panjang, dia sangat malu karena ada orang tua nya.
"Enggak lah, tidak mungkin. Kalau Radit selingkuh mamah sama papah akan menghukum dia." ucap Mertua nya.
"Dengar tuh kak, awas saja nanti kakak selingkuh atau melirik cewek lain." ucap Abel. Mereka tertawa dengan tingkah Abel.
"Papah sama tidak sabar menjadi seorang Opa dan eyang." ucap mertua nya.
"Iyah mah, mamah banyak berdoa yah untuk kesehatan janin ku." ucap Abel.
"Aminn..."
"Assalamualaikum...." Tiba-tiba ada perempuan datang. Mereka menoleh ke arah Pintu depan.
"Walaikumsalam..." Ucap mereka.
"Loh Radit kamu di sini juga?" tanya Perempuan itu melihat Radit.. Radit berdiri dia langsung menyalim tangan perempuan itu.
"Iyah." ucap Radit.
"Tania apa kabar kamu nak? Kenapa kamu sudah mau Sampai?" tanya mamah Radit.
"Gak apa-apa kok Tante, tadi nya mau buat kejutan eh malah di kasih kejutan terlebih dahulu melihat Radit di sini, sudah lama kita tidak bertemu." ucap Tania.
Abel melihat perempuan tinggi cantik, putih dan seperti perempuan blasteran sangat cantik dan manis.
"Oh iya Tania kenalin ini istri nya Radit namanya Abel."
"Haii kenalin nama aku Tania. Panggil nama saja. Kamu sangat cantik sekali." ucap Tania.
"Nama ku Abel, senang bertemu dengan kamu." ucap Abel.
"Ayo silahkan duduk."
"Apa kabar dengan kamu Radit?" tanya Tania.
"Alhamdulillah baik, kamu sendiri bagian? Bisnis kamu bagaimana."
"Semua nya berjalan lancar, terimakasih sudah membantu aku. Oh iya aku datang ke sini membawa oleh-oleh dari Jepang." ucap Tania.
"Ini untuk Tante dan Om. Dan ini untuk kamu." ucap Tania memberikan sepatu.
"Coba lah, aku takut kurang pas, terakhir kamu beli sepatu ukuran nya masih sama kan?" ucap Tania. Abel sangat heran dengan Tania..Dia juga heran melihat gerak-gerik suami nya yang gugup dan tidak banyak bicara.
Tania terlihat sangat akrab dan banyak tau tentang Radit.
"Oh iya aku dengar istri kamu hamil." ucap Tania.
__ADS_1
"Iyah, sedang mengandung usia satu bulan lebih." ucap Radit.