
"Aku hanya ikut saja, aku ingin melihat nya karena sebelumnya aku tidak pernah melihat sidang perceraian. Dan aku juga ingin mendengar penjelasan kakak di sana."
"Kalau kamu mau mendengar penjelasan nya, saya akan mengatakan nya di sini." ucap Radit.
"Aku tidak mau mendengar nya, aku ingin mendengar nya di pengadilan." ucap Abel.
Sidang terus berjalan sampai sidang terakhir. Abel duduk di belakang mendengar perceraian mereka sudah sah.
Mereka keluar dari sana. Tidak sengaja Abel melihat Tania menangis di pelukan Zaki.
Radit melihat nya. Namun Radit memilih diam saja.
"Kak." ucap Abel. Radit baru sadar kalau istri nya di belakang nya.
Radit tersenyum menatap wajah Abel.
"Sekarang kamu satu-satunya perempuan yang ada di dalam hidup saya." ucap Radit.
Radit menatap wajah Abel. "Saya tau kesalahan saya cukup susah untuk di maafkan. Namun sekarang saya sudah membuktikannya Kalau saya berbohong hanya karena takut kehilangan kamu." ucap Radit.
Radit memeluk Abel. "Tetap lah bersama saya, tetap di sini bersama saya dan membesarkan anak kita bersama kelak." ucap Radit.
Tania melihat Radit dan Abel. Namun Zaki langsung menarik tangan Tania dari sana.
"Ayo kita pulang aku sangat lapar sekali." ucap Zaki.
"Sebentar aku ingin berbicara dengan Radit." ucap Tania.
"Radit." ucap Tania. Radit melepaskan pelukan nya dari Tania.
Radit menoleh ke arah Tania.
"Aku minta maaf kepada kamu. Sekarang kita sudah resmi bercerai aku berharap kamu dengan Abel bahagia." ucap Tania.
Radit mengangguk sambil tersenyum.
"Terimakasih Tania. Aku juga minta maaf sama kamu." ucap Radit.
Tania tersenyum. "Aku mohon semua kesalahanku di masa lalu bisa kamu maafkan." ucap Tania. Radit mengangguk sambil tersenyum.
Tania menyatukan tangan Abel dan juga Radit.
"Aku ingin melihat kalian bahagia. Aku mohon padamu Abel untuk memaafkan Radit." ucap Tania.
Abel mengangguk. "Aku juga berdoa yang terbaik kepada mu Tania, aku yakin kamu akan mendapatkan pria yang lebih baik." ucap Abel.
Tania tersenyum. Radit melihat ke arah Zaki.
"Zaki cukup baik dari pada aku Tania. Sebaiknya kalian segera berbicara satu sama lain." ucap Radit.
Tania menoleh ke arah Zaki.
"Kamu jangan berbicara seperti itu Radit, kamu tau sendiri kita sudah bersahabat sejak lama." ucap Tania.
__ADS_1
"Kamu harus membuka mata kamu Tania."
"Selamat yah atas perceraian kalian. Aku harap kamu bahagia dengan Abel dan juga Tania bahagia. Sebaik nya kita pulang Tania." ucap Zaki sebelum Radit mengatakan hal yang aneh-aneh.
"Kalau begitu kami pamit dulu yah." ucap Tania.
"Tania." ucap Abel langsung memeluk Tania.
"Terimakasih yah Tania." ucap Abel.
Tania membalas pelukan Abel.
"Berbahagialah." ucap Tania. Abel tersenyum.
"Apa aku boleh menyentuh nya?" tanya Tania memaksudkan perut Abel.
Abel mengangguk.
"Cepat lahir yah nak, kamu harus tau kalau papah mu adalah Radit dan juga mamah mu Abel." ucap Tania.
Radit dan Abel tersenyum mendengar Tania.
"Ya sudah kalau begitu kami pamit dulu yah." ucap Tania. Tiba-tiba Radit memeluk Tania karena isyarat dari istri nya.
Tania cukup terkejut namun dia Ujung-ujungnya menangis di pelukan Radit.
Zaki melihat itu cukup cemburu, namun itu hanya pelukan terakhir bagi mereka.
"Aku sangat mencintai kamu, namun aku ingin melihat kamu bahagia Radit, aku minta maaf sudah berhianat dari kamu." ucap Tania.
"Setelah ini kita masih bisa Berteman kan?" tanya Tania.
"Tentu boleh." ucap Radit. Tania tersenyum. Dia pun pergi karena Zaki sudah menunggu.
"Apa kita langsung pulang?" tanya Zaki setelah sudah di dalam mobil.
"Ajak aku ke tempat yang tenang. Yang tidak ada tentang Radit." ucap Tania.
Sepanjang perjalanan Tania menangis. Zaki tidak bisa mengatakan apapun dia hanya bisa diam mengendari mobil ke tempat yang dia mau.
Dia yakin jauh dan tidak akan membuat Tania teringat kepada Radit.
Abel dan Radit baru saja pulang ke rumah. Abel duduk di ruang tamu sambil membaca Surat akte cerai.
"Sudah tidak perlu di lihat lagi." ucap Radit mengambil nya dari tangan Abel.
"Aku hanya ingin membaca nya." ucap Abel.
"Tidak perlu." ucap Radit. Abel menatap wajah Radit.
"Aku minta maaf." ucap Abel."
"Kenapa?" tanya Radit.
__ADS_1
Abel tidak menjawab dia langsung memeluk suaminya.
Radit tersenyum dia juga membalas pelukan istri nya.
"Ekhem-ekhem..." tiba-tiba Mila datang bersama orang tua nya.
Radit dan Abel kaget mereka langsung berdiri.
"Mamah dan papah di sini? Kenapa tidak ngomong kalau mau ke sini?" tanya Abel.
"Maafkan kami tidak ngomong sebelum nya. Seperti nya kami datang mengganggu." ucap mamah nya.
"Ih bukan seperti itu mah. Bagaimana kalau kamu masih di luar?" ucap Abel.
Orang tua nya tersenyum.
"Silahkan duduk Pah, mah." ucap Radit.
dia membawa kan teh untuk mertua nya karena Bibik berhenti karena masalah rumah tangga Radit membuat nya tidak nyaman.
"Mamah sama papah sudah dengar kalau Radit sudah resmi berpisah dengan Tania." ucap orang tua Abel.
"Iyah Mah." ucap Radit.
"Jadi sekarang kalian sudah berbaikan?"
Abel dan Radit mengangguk sambil malu-malu.
"Nah gitu dong, aku senang mendengar nya. Uang jajan ku tidak di potong kan kak? Aku minta maaf sebelumnya sudah marah kepada kakak." ucap Mila kepada Radit.
Radit menggeleng kan kepala nya.
"Kakak tidak akan memaafkan kamu." ucap Radit. Mila memasang wajah cemberut, yang lain nya tertawa.
"Mamah sama papah senang mendengar nya, dan untuk Abel kamu jangan coba-coba mengatakan berpisah lagi. Itu sangat pamali apa lagi kamu sedang hamil." ucap orang tua nya.
"Maafin aku mah."
"Kamu jangan minta maaf sama mamah dan papah, kamu harus minta maaf kepada suami mu yang sudah sabar menghadapi kamu." ucap Mamah nya.
"Jadi mamah membela kak Radit." ucap Abel.
"Kalian sama-sama salah, jadi mamah tidak membela salah satu dari kalian." ucap Mamah nya.
Mereka berbincang-bincang sangat bahagia. Keadaan kembali normal. Radit sangat lega dia bahagia.
Setelah orang tua Abel pulang Abel mandi agar bisa istirahat.
"Ayo Makan dulu." ajak Radit.
"Aku tidak berselera Makan." ucap Abel. Radit paham dengan istri nya dia langsung menyuapi nya. Awal nya Abel menolak namun akhirnya dia makan bahkan sangat lahap sekali.
"Kamu sok jual mahal banget, padahal aslinya lapar dan hanya mau di suapin aja." ucap Radit.
__ADS_1
"Sudah dua Minggu aku tidak bersikap manja." ucap Abel.
"Huff saya lebih suka kamu manja dan menyusahkan saya seperti ini dari pada kamu mengabaikan saya. Saya tersiksa." ucap Radit.