
"Aku tidak pernah berfikir seperti itu, aku tidak perduli dia dengan siapapun karena aku tidak menyukai dia."
"Jangan membohongi perasaan kamu sendiri. Jangan sampai kamu telat dan semua nya hangus. Kamu akan menjadi seperti itu hanya penonton yang tidak berani mengutarakan perasaan dan pada akhirnya sendiri memendam semua nya." ucap Novi.
Novi berdiri. "Aku pergi dulu." ucap Novi.
Enjel menghela nafas panjang dia tidak berselera melanjutkan makan. Dia bersandar ke kursi nya dan menutup mata nya.
"Apa iya aku sudah menyukai Heri? Itu tidak lah mungkin. Aku tidak akan menyukai pria mana pun kalau mereka tidak pernah serius dan tidak pernah cukup dengan satu perempuan." batin Enjel.
"Tapi aku benar-benar tidak bisa melihat Heri bersama Jesica, aku selalu berfikir yang tidak-tidak dan cemas berlebihan." ucap Enjel.
Di sore hari nya Enjel Memilih ke rumah Abel kalau dia pulang akan membuat diri nya semakin sedih.
Namun tidak sengaja Heri melihat Enjel naik bus lain, bukan bus ke apartemen nya.
"Mau kemana dia?"
"Pak Heri.." panggil Jesica.
"Eh kamu sudah selesai?" tanya Heri.
"Udah kok,"
"Ya udah kalau begitu kita pulang bareng aja yah." ucap Heri.
"Loh bapak gak nganterin Enjel pulang dulu?" tanya Jesica. Heri menggeleng kan kepala nya.
"Ya udah deh."
Tempat mereka berdekatan dan bisa pulang bareng.
"Loh sejak kapan Non Enjel di sini? Kok tidak langsung masuk?" tanya Bibik kepada Enjel yang dari tadi duduk di luar.
"Saya pikir tadi tidak ada orang bik." ucap Enjel.
"Iyah non. Non Abel sedang di rumah Orang tua nya, sementara Tuan Radit sedang mengantar kan keponakan nya ke luar kota." ucap Bibik.
"Oohh."
"Kamu mencari aku yah?" tanya Abel yang baru saja datang. Enjel melihat Abel datang dia sangat senang sekali.
"Enjel kenapa kamu datang ke sini gak bilang-bilang? Untung saja aku pulang Sore ini, kalau tidak kamu akan sia-sia datang ke sini." ucap Abel.
Enjel tersenyum. "Ya udah kalau begitu ayo kita masuk ke dalam." ajak Abel.
__ADS_1
"Kamu ke sini sendirian saja? Heri mana?" tanya Abel.
"Dia sedang sibuk dengan perempuan lain." ucap Enjel.
"Huff Heri sama sekali tidak ada berubah nya Heran deh." ucap Abel.
"Sekarang aku dengan Heri tidak tinggal satu apartemen lagi." ucap Enjel.
"Loh kenapa?" tanya Abel.
"Heri sudah menemukan tempat yang tepat..Dan tidak jauh juga dari tempat Jesica." ucap Enjel.
"Bagus dong kalau begitu, dia tidak akan menggangu kamu lagi. Kamu juga kembali memiliki privasi." ucap Abel. Enjel terdiam.
"Apa yang kamu pikirkan? Kenapa kamu terlihat sedih dan cemberut seperti ini sih?" tanya Abel.
"Aku juga tidak tau. Aku tidak ingin Heri pindah dari apartemen ku. Aku juga tidak suka dia bergaul dengan Jesica berlebihan." ucap Enjel.
"Tunggu, tunggu. Jangan bilang kalau kamu cemburu kepada Heri?" ucap Abel. Enjel menggeleng kan kepala nya.
"Tidak mungkin." ucap Enjel.
"Kamu tidak mau Heri keluar dari apartemen kamu, kamu juga tidak suka Heri bergaul dengan Jesica. Apa itu kurang membuktikan kalau kamu cemburu kepada Heri?" ucap Abel.
"Aku merasa tidak seperti itu."
Enjel menggeleng kan kepala nya. "Gak mungkin! Gak mungkin." ucap Enjel.
"Percaya atau tidak itu adalah salah satu tanda-tanda." ucap Abel.
"Sudah lah jangan membahas dia, aku tidak mau mengingat nya lagi. Aku sangat berharap pekerjaan ini cepat selesai dan dia kembali ke kota nya." ucap Enjel.
Abel tersenyum melihat wajah Enjel.
"Kamu jangan membohongi perasaan kamu sendiri, itu akan menyiksa kamu." ucap Abel.
"Aku tidak mungkin jatuh cinta kepada pria seperti Heri Abel. Kamu tau sendiri aku sangat benci dengan Pria seperti Heri." ucap Enjel.
"Abel... Aku tau kamu memiliki masa lalu yang sulit untuk di lupain dan menjadi trauma untuk kamu. Tapi Heri bersungguh-sungguh menyukai kamu. Apa kamu tidak lihat effort nya dia seperti apa kepada kamu?" ucap Abel.
"Pria seperti Heri hanya menginginkan tubuh perempuan, dia tidak pernah mencintai perempuan mana pun dengan sungguh-sungguh, dia hanya mencintai dirinya sendiri." ucap Enjel.
"Huff terserah kamu sih mau berfikir seperti apa. Tapi aku selalu berharap kamu jangan salah memilih pria dan juga jangan menyia-nyiakan yang ada." ucap Abel.
Enjel diam aja. Cukup lama Enjel di sana malam hari dia baru pulang ke apartemen nya.
__ADS_1
Namun dia tidak sengaja melihat mobil Heri parkir di sebuah Restoran. Dia berhenti di sana dan dia sangat terkejut melihat Heri dan Jesica berpegangan tangan.
Tatap-tatapan sangat romantis sekali. Entah mengapa Enjel tiba-tiba menangis dia langsung pergi dari sana.
"Loh itu bukan nya Enjel yah?" ucap Jesica melihat Jesica berlari.
Heri melihat Jesica.
"Bapak gak mau ngejar dia?" tanya Jesica. Heri menggeleng kan kepala nya. Namun wajah nya jadi sangat sedih.
Keesokan harinya di kantor Heri melihat Enjel Sudah ada di ruangan nya.
"Kenapa kamu di sini?" tanya Heri. Enjel mendekati Heri dan memberikan surat.
"Kalau formulir kemarin berikan saja kepada Jesica." ucap Heri.
"Itu surat pengunduran diri." Heri kaget dia langsung membuka nya ternyata surat pengunduran diri Enjel.
"Apa maksud nya ini?"
"Aku ingin mengundurkan diri." ucap Enjel. "Kenapa?" tanya Heri.
"Tidak ada alasan, aku hanya ingin mencari pekerjaan yang lain." ucap Enjel.
"Sungguh alasan yang tidak logis. aku menolak nya dan kalau Radit pulang kita akan membicarakan ini." ucap Heri.
"Kenapa? Kenapa kamu menolak nya?" tanya Enjel.
"Kamu sudah menjadi sekretaris ku dari awal. Sebelum proyek Ini selesai kamu tidak bisa mengundurkan diri seperti ini."
"Hanya karena proyek? hanya karena urusan pekerjaan?" ucap Enjel.
"Apa maksud kamu Enjel." ucap Heri.
"Bukan kah mbak Jesica sudah bisa menjadi pengganti ku? Bukan kah kamu sudah tidak mau bekerja dengan ku lagi? Bukan kah dengan Jesica jauh lebih nyaman?" ucap Enjel..
"Enjel!" ucap Heri marah. Tiba-tiba Jesica masuk.
"Kamu keluar dulu." ucap Heri kepada Jesica.
"Aku tidak paham dengan mau kamu apa Enjel! Aku sama sekali tidak paham." ucap Heri.
"Aku tidak mau apa-apa, aku hanya mau berhenti karena aku sudah tidak di harapkan lagi dia sini." ucap Enjel.
Heri menghela nafas panjang. "Aku masih menginginkan kamu bekerja menjadi sekretaris sementara ku di sini. Aku mohon." ucap Heri.
__ADS_1
"Aku tidak bisa."
"Alasan nya apa? aku sudah tidak menggangu kamu lagi, aku sudah membatasi diri agar tidak menggangu dan tidak membuat kamu nyaman. Bahkan aku sudah pindah." ucap Heri.