Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 181


__ADS_3

"Ini salah Mah, ini benar-benar tidak seperti itu." ucap Radit, dia sangat Bingung menjelaskan semua nya bagaimana.


"Sudah lah nak, sebaiknya kamu pulang dari sini, Abel butuh sendiri jangan mengganggu nya."


"Saya mohon biarkan saya bertemu dengan Abel, saya akan menjelaskan semua nya, saya tau Papah dan Mamah sangat kecewa kepada saya."


"Bukan hanya kecewa Radit! Kami sangat Marah. Kalau kamu benar-benar tidak ingin bersama anak kami kembalikan dia, jangan pernah menyakiti nya seperti ini." ucap papah nya.


Radit tidak bisa mengatakan apapun akhirnya dia pulang.


Di dalam mobil dia sangat emosi. Dia mengingatkanku di saat bangun tadi dia membuka handphone nya namun sudah ada di pesan Tania dan letak ponsel berubah.


Dia yakin itu pasti yang membuat Abel tau.


"Tadi kak Radit datang." ucap Mila kepada Abel setelah dia bangun.


Abel Duduk dia minum. "Aku ingin kakak berpisah saja dengan kak Radit." ucap Mila. Abel meminta adik nya duduk di samping nya.


"Kamu masih kecil Mila, kamu belum begitu paham. kamu fokus saja pada kuliah kamu dan kehidupan kamu yah, jangan sampai kamu mengatakan hal yang buruk karena masalah kakak ." ucap Abel.


"Tapi kak, aku tidak terima kak Radit memperlakukan kakak seperti ini." ucap Mila. Abel tersenyum.


"Sudah-sudah kamu pergi istirahat yah. Kakak mau mau bicara sama mamah." ucap Abel karena melihat Mamah nya Datang.


Mila mengangguk. "Mila Mamah gak suka kamu berbicara seperti itu terhadap orang yang lebih tua dari kamu." ucap mamah nya.


"Mah aku tidak terima dengan perbuatan kak Radit, aku sangat kecewa karena selama ini dia berpura-pura baik."


"Mamah tidak tidak pernah mengajari kamu seperti itu, kamu harus memikirkan apa yang sudah kamu katakan tadi." ucap mamah nya.


"Iyah mah, aku minta maaf." ucap Mila. Mila pun keluar dari kamar Abel.


"Bagaimana dengan kamu? apa kamu sudah makan? setidaknya makan sedikit saja." ucap mamah nya.


Abel tersenyum. "Iyah mah aku akan makan nanti." ucap Abel. "Kamu pasti sudah tau suami mu dari sini bukan?" ucap mamah nya.


"Sudah mah, Mila yang bilang."


"Kamu sudah tau mau mencari jalan keluar dari masalah ini seperti apa?" tanya mamah nya.


"Mah aku masih ingin menenangkan diri di sini, aku belum mau bertemu dengan dia."


Mamah nya tersenyum. "Papah mu meminta agar kamu pulang dulu bicarakan semua nya baik-baik karena Kalian belum membicarakan ini."


"Iyah mah, tapi tidak sekarang." ucap Abel.

__ADS_1


"Mamah paham kok, ya sudah kalau begitu kamu ikut mamah makan, kasihan cucu mamah tidak makan." ucap mamah nya.


Radit baru saja sampai di kantor, dia terlihat sangat marah bahkan semua orang yang melihat nya heran sekali.


"Ada apa dengan Pak Radit?" ucap Novi dan Enjel.


Tidak beberapa lama Tania datang. "Loh Tania? Ngapain dia?" tanya Novi.


"Maaf mbak, mbak tidak bisa masuk karena mood pak Radit kurang baik."


"Radit yang meminta saya datang ke sini! Jangan menghalangi saya!" ucap Tania.


"Sudah biarkan saja." ucap Enjel kepada Novi.


"Kenapa kamu meminta aku datang ke sini? Bukan kah kamu yang melarang aku datang? apa kamu sangat merindukan aku?" tanya Tania.


Radit berbalik dia menoleh ke arah Tania.


"Sekarang Abel sudah tau kalau kita ada hubungan." ucap Radit.


"Bagaimana bisa? aku tidak mengatakan apapun kepada nya." ucap Tania tampak terlihat terkejut juga.


"Itu semua karena pesan yang kamu kirim kepada ku dan di baca oleh Abel." ucap Radit.


Radit menatap Tania.


"Sekarang kamu senang kan? kamu senang karena berhasil membuat aku dengan Abel berantakan seperti ini?" ucap Radit.


"Humm sebenarnya cukup baik sih, aku senang mendengar nya karena kamu hanya milik ku seorang." ucap Tania.


Radit berdiri dia menatap Tania.


"Aku sangat membenci mu!" ucap Radit dan pergi.


Tania terdiam. Dia melihat kekacauan di wajah Radit, ketakutan, kesedihan kemarahan.


"Untuk kedua kalinya aku melihat kamu seperti ini Radit, namun sekarang kamu jauh lebih kacau." ucap Tania.


"Aku tidak akan pernah membiarkan perempuan itu bahagia bersama kamu, karena kamu harus bahagia bersama Aku." ucap Tania.


"Pak Radit! Pak!" Novi mengejar Radit ke dalam mobil.


"Apakah jadwal hari ini bisa di tunda?" tanya Radit setelah sudah di dalam mobil kepada Novi.


"Tidak bisa pak, satu jam lagi Bapak harus bertemu dengan klien kita yang dari luar provinsi." ucap Novi.

__ADS_1


Radit menghela nafas panjang. "Sebaiknya kita minum sebentar untuk menenangkan pikiran Bapak." ucap Novi.


"Saya tidak bisa tenang Novi, sekarang Abel sudah pergi dari rumah." ucap Radit.


"Maksud nya pak?"


"Abel sudah tau hubungan saya dengan Tania." Novi langsung terdiam.


"Saya tidak tau harus bagaimana lagi Novi, dia tidak ingin bertemu dengan saya, saya tidak di berikan kesempatan untuk menjelaskan semua nya." ucap Radit.


"Saya menyesal tidak menjelaskan sebelum nya, dan pada akhirnya semua nya seperti ini." ucap Radit.


Novi menepuk pundak Radit. Tidak bisa mengatakan apapun karena dari awal semua nya sudah bisa ditebak akan jadi nya seperti ini.


Dua hari sudah Abel tidak di rumah.


Zaki dan Tania datang ke rumah Radit.


"Ada apa kalian datang ke sini?" tanya Radit.


"Aku minta maaf gak ngomong kalau mau ke sini." ucap Tania.


Radit diam. "Kalau begitu aku pulang dulu." ucap Zaki. Dia datang hanya mengantar kan Tania ke sana.


"Apa Abel sampai sekarang belum pulang?" tanya Tania.


"Kamu lihat ini!" ucap Radit menunjuk kan isi pesan dari Abel melalui handphone Mila.


"Dia ingin bercerai setelah anak kalian lahir? Justru bagus Dong, kamu ambil anak kamu dan kita urus bersama." ucap Tania.


Radit menatap Tania.


"Apa yang ada di pikiran kamu Tania? Kenapa kamu begitu jahat? kamu sangat senang melihat aku menderita." ucap Radit.


"Kita bisa bahagia seperti dulu lagi Radit, aku masih mencintai kamu, aku tidak rela kamu bersama Abel. Aku tidak kuat melihat nya di tambah lagi kalian akan memiliki anak." ucap Tania.


"Tania... kapan kamu akan sadar kalau aku sudah tidak lagi mencintai kamu, ini sudah sangat lama percuma kamu melakukan apapun tidak akan membuat hati ku kembali, aku akan semakin membenci mu." ucap Radit.


"Cepat atau lambat aku akan mengurus surat cerai kita." ucap Radit.


"Surat Cerai!?" ucap Tania yang mendengar kan percakapan mereka dari tadi. Tania dan Radit melihat Abel.


"Abel.. Kamu mendengar semua nya?" tanya Radit.


"Aku pikir selama ini kalian hanya pacaran di belakang ku, ternyata kalian sudah menikah." ucap Abel dengan suara yang gemetar.

__ADS_1


__ADS_2