Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 23


__ADS_3

"Seandainya saja pada hari itu aku hati-hati aku pasti tidak akan membuat tangan kakak seperti ini." ucap Abel.


"Hikss... Hikss... kalau Orang tua kakak tau tentang itu, mereka pasti akan sangat marah kepada ku." ucap Abel.


Radit tampa sadar dia mengangkat tangan kanan nya dan menghapus air mata Abel.


Abel kaget karena melihat tangan Radit menghapus air mata nya.


"Kak..." ucap nya kaget sambil menatap tangan Radit. Begitu juga dengan Radit yang kaget tangan nya bisa di angkat walaupun sepenuhnya tidak bisa di gerakkan.


Namun tangan itu berhasil menghapus air mata penyesalan yang tulus dari Abel.


Abel memegang tangan Radit sambil tersenyum bahagia.


"Aku tidak salah lihat kan? Tangan kakak bisa bergerak?" ucap Abel sangat senang sekali.


Dia langsung memeluk Radit.


"Aku yakin sebentar lagi pasti sembuh." ucap Abel. Radit tersenyum karena melihat wajah Abel yang terlihat sangat bahagia sekali.


"Terimakasih ya Allah, semoga saja secepat nya tangan kak Radit bisa sembuh. Amin...."


Tidak berselang lama Radit kecarian Abel karena dia baru saja bangun tepat jam tiga Sore.


Rumah sangat sepi dia tidak melihat Abel di sana. "Kemana dia? apa dia sudah pulang?" tanya Radit.


"Abel...." panggil Radit namun yang datang adalah Bibik.


"Non Abel baru saja pulang Tuan. Orang tua nya meminta pulang karena harus siap-siap untuk acara besok." ucap Bibik.


"Kenapa tidak bilang kepada saya Bik?" tanya Radit.


"Tadi Tuan sangat nyenyak sekali, tidak enak jika membangun kan Tuan." ucap Bibik.


Radit menghela nafas panjang. "Kelihatan nya Tuan muda sudah sembuh, bintik-bintik di badan Tuan juga sudah mulai memudar." ucap Bibik.


Radit mengangguk. "Bagaimana keadaan di rumah Papah sama mamah bik?" Tanya Radit.


"Semua nya sudah selesai Tuan muda, hanya tinggal melangsungkan acara saja." ucap Bibik.


"Oohh bagus deh bik. Kalau begitu saya ke kamar dulu mau mandi." ucap Radit.


"Ehh tunggu dulu Tuan. Saya periksa suhu badan tuan dulu." ucap Bibik mau meletakkan tangan di dahi Radit namun Radit langsung menghindar.


"Saya sudah sembuh kok bik, Bibik tidak perlu khawatir." ucap Radit.


Bibik tersenyum.."Baiklah kalau begitu Tuan. Saya akan memasak untuk makan malam."


Di malam hari nya Radit berusaha menelpon nomor Abel namun tidak aktif. dia memutuskan menelpon calon Papah mertua nya.


"Halo assalamualaikum Om."' ucap Radit.

__ADS_1


"Walaikumsalam." Jawab pak Handoko.


"Apakah Abel ada di sana Om? Saya menelpon nomor nya tidak aktif." ucap Radit.


"Abel baru saja keluar nak, dia ada Janji dengan teman-teman nya." ucap Pak Handoko.


"Oohh gitu yah om, kalau boleh tau Abel bilang dia mau kemana?" tanya Radit.


"Kamu pasti tau lah tempat dia nongkrong sama teman-teman nya." ucap pak Handoko.


"Terimakasih banyak Om, ya sudah kalau begitu saya tutup telpon nya Dulu. Assalamualaikum."


"Walaikumsalam."


Entah mengapa Radit sangat ingin bertemu dengan Abel malam itu.. akhirnya dia memutuskan mencari Abel.


Dia diam-diam keluar agar tidak di lihat oleh Bibik.


Dia meminta supir mengantarkan nya. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di Cafe tempat biasa Abel dan teman nya.


Namun mobil Abel tidak ada di parkiran, dia memeriksa ke dalam juga tidak ada.


"Kemana sih Abel?"


Dia mencoba menelpon Enjel siapa tau bersama Enjel dan ternyata benar bersama Enjel di Cafe lain.


"Kamu abis nelpon sama siapa?" tanya Abel kepada Enjel.


Enjel tidak ingin memberi tau karena suruhan Radit.


"Sebenarnya kamu kenapa sih mendadak mengajak aku bertemu di sini? Biasanya kamu kumpul sama teman-teman kamu yang lain." ucap Enjel.


"Aku mau bilang sama kamu sesuatu, tapi kamu harus janji jangan memberi tau kepada orang lain." ucap Abel..


Abel memberi tau kalau dia mau menikah dengan tunangannya, awalnya Enjel mengucap kan selamat namun setelah dia tau siapa tunangan nya dia hampir saja pingsan.


Dia setengah mati mencari tau siapa calon istri Pak direktur nya ternyata adalah teman nya sendiri.


Saat sedang asik berbincang-bincang tiba-tiba Gaga datang.


"Abel." panggil Gaga. Abel kaget melihat Gaga.


"Kamu ngapain di sini?" tanya Abel.


"Kita perlu bicara." ucap Gaga.


"Tidak ada yang perlu di bicarakan lagi Gaga, sebaik nya kamu pergi saja dari kehidupan ku, jangan ganggu aku lagi." ucap Abel.


"Aku bisa menjelaskan semua nya sama kamu, aku mohon dengar kan aku." ucap Gaga. "Aku tidak butuh penjelasan kamu, sebaik nya kamu pergi dengan selingkuhan kamu." ucap Abel menepis tangan Gaga.


"Abel kenapa kamu berbicara seperti itu? aku masih mencintai kamu." ucap Gaga.

__ADS_1


Radit datang. Abel kaget melihat Radit di sana.


"Kak Radit kenapa keluar? kakak belum sembuh total." ucap Abel.


"Dia siapa?" tanya Gaga.


Abel langsung menarik Gaga keluar dari Cafe itu.


Radit dan Enjel kebingungan.


"Kenapa kamu Menatap saya seperti itu?" tanya Radit kepada Enjel.


Enjel menarik kursi dan mempersilahkan Radit duduk.


"Saya mendengar kalau bapak sakit. Kenapa bapak keluar di malam hari?" tanya Enjel.


"Ada hal penting yang harus saya bicara kan dengan Abel." ucap Radit.


"Tentang pernikahan yah pak?" tanya Enjel..


"Maksud kamu?"


"Saya sudah tau kalau calon istri bapak adalah Abel." ucap Enjel. Radit terdiam.


Di luar Abel menatap Gaga.


"Aku mohon Gaga kamu jangan ganggu aku lagi, biar kan aku bahagia dengan hidupku yang sekarang, aku juga tidak akan menggangu kamu lagi." ucap Abel.


Radit menggeleng kan kepala nya.."Setelah bertahun-tahun kita bersama kenapa kamu mau menyudahi seperti ini Abel?" tanya Gaga.


"Ini semua salah kamu Gaga, kamu yang membuat semua nya seperti ini." ucap Abel.


"Kamu sudah memiliki orang lain kan? Kamu sudah mendapatkan pengganti ku kan?" tanya Gaga.


"Aku sudah mau menikah, aku harap kamu bisa melepaskan aku." ucap Abel..Gaga tertawa kecil dia menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak percaya, kamu hanya membuat aku takut kan?" ucap Gaga. Abel membuka tas nya dan memberikan undangan kepada Gaga yang seharusnya untuk Enjel.


Gaga seketika sangat lemas melihat undangan itu. Foto Abel dengan Radit.


"Jadi laki-laki itu calon suami kamu?" tanya Gaga..Abel mengangguk.


Gaga mau masuk namun di tahan oleh Abel.


"Jangan membuat keributan di sini, kamu sebaik nya pergi."


Namun Gaga tidak mau dia masuk ke dalam dan mau menghajar Radit, untuk saja Abel menahan Gaga sampai security datang.


Radit dan Enjel kaget dan juga bingung.


Enjel berusaha melindungi mesin uang nya itu karena kalau tidak ada Radit mana mungkin dia memiliki uang.

__ADS_1


Gaga di paksa bawa keluar dari sana.


"Saya minta maaf semua nya mengganggu kenyamanan nya." ucap Abel kepada pengunjung Cafe.


__ADS_2