Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
episode 70


__ADS_3

.


Tidak beberapa lama Radit benar-benar tidur dengan sangat nyenyak dan kelihatan wajah nya sudah sangat mengantuk sekali.


Abel menatap wajah suami nya sampai dia juga ketiduran.


Di pagi hari yang cerah Abel bangun lebih awal.


Dia membuka mata nya dan melihat Radit di depan nya.


"Seperti mimpi kehidupan yang aku jalani sekarang. Aku mendapatkan suami yang tampan, kaya dan sangat baik." batin Abel.


"Apa kamu sedang mengagumi ketampanan saya?" tanya Radit tiba-tiba bangun. Abel langsung mengalihkan pandangannya.


"Enggak." ucap nya. Radit tersenyum dia membuka mata nya dan melihat Abel mengalihkan pandangannya.


Abel langsung turun dari tempat tidur.


"Ini sudah kesiangan sebaiknya kakak segera mandi agar tidak telat berangkat ke kantor." ucap Abel.


Radit menarik tangan Abel kembali ke kasur lagi. Abel kaget.


"Kak Radit apa yang kakak lakukan?" ucap Abel.


"Biasanya seorang pasangan di pagi hari akan mengucapkan kata-kata romantis setidaknya kiss morning, kenapa kamu tidak melakukan nya?" ucap Radit.


Abel langsung mencium pipi Radit.


"Morning Kakak." ucap Abel dan langsung pergi. Radit tersenyum Tersipu malu sambil memegang pipi nya. Abel juga begitu dia langsung masuk ke kamar mandi karena malu.


Tidak beberapa lama Abel keluar dari kamar mandi dia sangat kaget suami nya berdiri di depan pintu.


"Kak Radit berhenti membuat aku terkejut." ucap Abel sambil memukul dada Radit dia sudah bertelanjang dada.


Radit tersenyum nakal.


"Abel." panggil Radit.


"Iyah."


"Hari ini Tante dan Om saya akan datang."


"Ke sini? Apa kakak akan di sini juga? Aku tidak kenal mereka, aku harus bagaimana kepada mereka." ucap Abel.


Radit tertawa melihat wajah cemas Abel yang belum bisa mengakrabkan diri kepada keluarga nya.


"Tidak apa-apa, mereka hanya datang untuk singgah sebelum mereka kembali ke kota nya." ucap Radit.


"Oohh ya udah deh kak." ucap Abel.


Radit berangkat bekerja Abel langsung membereskan kamar dia juga langsung mandi karena om dan Tante Radit sudah dekat.

__ADS_1


"Silahkan duduk Om, Tante..." Ucap Abel menyambut mereka dengan baik.


"Abel.. Sudah lama kita tidak bertemu semenjak hari itu. Kamu semakin cantik saja." ucap Tante nya.


"Terimakasih banyak Tante." ucap Abel.


"Tapi kamu tau sendiri kan kalau cantik saja tidak cukup untuk menjadi menantu idaman di keluarga pak Malvin. Harus bisa memberikan keturunan." ucap Tante nya.


Abel berusaha untuk tersenyum walaupun sebenarnya dia sedikit tidak nyaman.


Cukup lama dia dengan keluarga Radit di sana.


Bibik melihat Abel berusaha untuk tersenyum walaupun sudah tidak nyaman karena tidak terbiasa.


Bibik mengirimkan foto kepada Radit.


Radit melihat wajah tegang istri nya.


"Sangat lucu." ucap Radit sambil tersenyum.


"Apa yang lucu pak?" tanya Staf yang bekerja di depan nya.


Radit menggeleng kan kepala nya. "Tidak ada, kamu lanjut saja bekerja." ucap Radit.


"Novi..." Panggil Radit.


"Iyah Pak."


"Apa perlu saya dampingi Pak?" tanya Novi.


"Tidak perlu, pekerjaan kamu di kantor masih banyak." ucap Radit.


Novi yang merasa Radit sudah banyak menjaga jarak dengan nya membuat dia kesal.


"Tidak biasanya pak Radit tidak mengajak ku bertemu dengan klien, aku yakin ini pasti karena istri nya yang meminta untuk menjauhi aku." ucap Novi.


"Hari ini tidak perlu antar Bekal ke kantor, saya akan makan siang di luar." ucap Radit kepada Abel Melalui pesan.


"Huff bagus deh kalau begitu..Makan siang dengan orang lain lebih enak dari pada masakan istri nya sendiri." batin Abel.


Radit melihat pesan nya hanya di baca. Dia langsung menelpon istri nya.


"Apa kamu sedang kesal kepada saya?" tanya Radit.


"Hah? Bagaimana bisa dia tau? Apa kutukan ini juga bisa bikin dia tau kalau aku marah?" ucap Abel.


"Enggak kok.. Kenapa aku kesel?" ucap Abel.


"Kenapa kamu tidak membalas pesan saya?" tanya Radit.


Abel menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Maafin aku." ucap Abel.


"Tunggu saya di rumah. Saya tidak akan pulang telat hari ini." ucap Radit.


Telpon pun langsung mati.


"Arrghh!! Bisa gak sih ganti suami saja." ucap Abel Deng kesal karena dia belum selesai bicara langsung di matikan.


"Tapi jangan deh, aku move on dari orang sangat susah, aku sudah kehilangan berat badan ku cukup banyak karena Gaga." ucap Abel.


Abel membuka laptop nya agar tidak bosan, dia saling berbalas pesan dengan teman-teman nya yang sudah mencari nya.


Hari semakin malam Abel menunggu Radit di kamar nya.


"Kata nya tidak akan pulang terlambat kenapa sampai malam seperti ini dia belum pulang?" ucap Abel.


"Ceklekk!!!" Suara pintu terbuka. Abel yang dari tadi berdiri di depan jendela menoleh ke arah pintu ternyata itu adalah suami nya.


Radit melihat Abel dari atas sampai ke bawah. Dia langsung menutup pintu.


"Ini pakaian saya kan?" tanya Radit. Abel mengangguk.


"Kakak yang meminta nya agar aku memakai nya. Walaupun sangat besar ini cukup nyaman." ucap Abel.


"Tapi kamu tidak malu memakai nya?" tanya Radit. Abel menggeleng kan kepala.


"Kenapa aku harus malu?" ucap Abel.


Radit melihat Abel hanya memakai celana pendek dan kemeja hitam Radit.


Radit benar-benar tidak bisa mengontrol diri nya dari badan Abel yang sangat bagus dan juga Abel terlihat sangat cantik dan seksi.


"Kenapa kakak sangat lama pulang nya? Kakak bilang akan pulang cepat." ucap Abel. "Apa kamu menunggu saya?" tanya Radit.


Abel mengangguk. "Saya minta maaf karena ada pekerjaan yang harus di selesaikan, belum lagi saya tidak bisa meninggalkan klien saya begitu saja..Kamu tau sendiri kalau sudah ada janji di luar harus banyak basa-basi." ucap Radit.


Abel Memasang wajah datar. Radit memegang dagu Abel. Dia mendekati nya dan mencium bibir Abel perlahan.


Mereka berdua sudah hanyut dalam ciuman, Radit perlahan membaringkan tubuh Abel di tempat tidur.


"Tidak-tidak. Radit kamu tidak boleh melakukan nya." ucap Radit.


"Maaf." dia tiba-tiba melepaskan kan ciuman nya dan masuk ke kamar mandi meninggalkan Abel.


Abel menatap Radit. Dia hanya bisa diam tanpa mengatakan apapun kepada Radit.


Radit keluar dari kamar mandi dia melihat Abel sudah berbaring membelakangi Nya. Radit mau memeluk nya namun dia tidak bisa karena dia merasa canggung.


"Huff seharusnya aku bisa menahan diri, jadi canggung seperti ini." ucap Radit.


Sementara Abel dari pada pusing menahan rasa kesalnya dia memilih untuk tidur saja.

__ADS_1


Kali ini Radit yang tidak bisa tidur. Berusaha untuk tidur agar besok bisa bekerja lebih awal.


__ADS_2