Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 122


__ADS_3

"Apa maksud kamu Enjel." ucap Heri.


"Bukan kah mbak Jesica sudah bisa menjadi pengganti ku? Bukan kah kamu sudah tidak mau bekerja dengan ku lagi? Bukan kah dengan Jesica jauh lebih nyaman?" ucap Enjel..


"Enjel!" ucap Heri marah. Tiba-tiba Jesica masuk.


"Kamu keluar dulu." ucap Heri kepada Jesica.


"Aku tidak paham dengan mau kamu apa Enjel! Aku sama sekali tidak paham." ucap Heri.


"Aku tidak mau apa-apa, aku hanya mau berhenti karena aku sudah tidak di harapkan lagi dia sini." ucap Enjel.


Heri menghela nafas panjang. "Aku masih menginginkan kamu bekerja menjadi sekretaris sementara ku di sini. Aku mohon." ucap Heri.


"Aku tidak bisa."


"Alasan nya apa? aku sudah tidak menggangu kamu lagi, aku sudah membatasi diri agar tidak menggangu dan tidak membuat kamu nyaman. Bahkan aku sudah pindah." ucap Heri.


Enjel menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak tau ada apa dengan ku, aku tidak tau apa yang sedang aku rasakan. Aku marah kepada diri ku sendiri." ucap Enjel.


Heri diam. "Aku sudah sangat jahat sama kamu, aku sudah mengatakan hal yang membuat kamu sakit hati dan berbuat sesuka hati ku." ucap Enjel.


"Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan."


"Aku tidak bisa melihat kamu bersama mbak Jesica, aku cemburu. Aku tidak bisa kalau tidak ada kamu di apartemen. Aku kesepian." ucap Enjel menatap mata Heri.


Heri terdiam. Tertegun dengan kata-kata Enjel.


"Aku sudah terbiasa dengan perhatian kamu, kebaikan dan kelembutan kamu. Kejahilan kamu. Dan aku tidak bisa kamu cuekin seperti ini, kamu tinggalkan. Dan aku sedih ketika kamu meninggikan nada suara kamu." ucap Enjel.


"Aku minta maaf.."


Enjel menghapus air mata nya.


"Kenapa kamu minta maaf? Aku yang harus minta maaf kepada kamu." ucap Enjel.


"Aku tidak bisa menghargai kamu. Semua yang kamu lakukan salah di mata ku, sekarang aku menyesali nya." ucap Enjel.


Heri menggeleng kan kepala nya. "Tidak seperti itu, jangan berfikir seperti itu."


"Kamu pasti sangat membenci ku, itu sebabnya kamu memilih pindah." ucap Enjel.


Heri menggeleng kan kepala nya. Enjel mau pergi namun langsung di tahan oleh Heri. "Kamu mau kemana? Aku tidak akan mengijinkan kamu pergi." ucap Heri.

__ADS_1


"Lepaskan aku!" ucap Enjel. Heri menghapus air mata Enjel. "Jangan menangis.. Aku tidak suka kamu menangis seperti ini." ucap Heri.


"Aku tidak pernah membenci kamu, aku pindah karena memikirkan kenyamanan kamu. Aku tidak ingin jadi pengganggu di apartemen kamu." ucap Heri.


Enjel menatap wajah Heri.


"Aku tidak nyaman di apartemen sendiri. Aku sudah terbiasa dengan kamu. Aku kesepian aku sedih." ucap Enjel.


Heri memeluk Enjel. Mendekap nya untuk pertama kalinya..


"Cup.. cup.. sudah jangan menangis. Aku minta maaf sudah membuat kamu sedih." ucap Heri.


Enjel melepaskan pelukannya dari Heri. "Aku tetap saja mau mengundurkan diri. Aku ..."


"Tidak bisa! Kamu tidak bisa mengundurkan diri karena aku membutuhkan kamu di kehidupan pribadi ku. ataupun di kehidupan kerja ku." ucap Heri.


"Terserah kamu mau bilang kalau aku memanfaatkan kamu, nyata nya memang seperti itu.. Kalau bukan dengan kamu aku tidak bisa berfikir dengan baik. Kalau tidak dengan kamu aku tidak bisa tenang. Kamu pikir hanya kamu saja yang kesepian, aku juga kesepian." ucap Heri.


Enjel terdiam. "Aku marah sama kamu, aku ingin menenangkan diri agar aku tidak terlalu marah kepada kamu. Bukan maksud untuk meninggalkan kamu." ucap Heri.


"Bagaimana kamu bisa kesepian? Kamu memiliki Jesica perempuan yang baik,. lembut, dan pintar. Dia juga cantik dan menyukai kamu.. Kalian cukup dekat kamu pasti tidak akan kesepian."


"Dan pada kenyataannya aku sangat kesepian. Sepanjang malam aku tidak bisa tidur.


"Bohong! Malam itu aku melihat kamu makan malam berdua dengan Jesica.


"Yang kamu lihat pada waktu itu adalah aku dengan Jesica saja karena kekasih Jesica masuk ke toilet." ucap Heri.


"Mbak Jesica memiliki kekasih?" tanya Enjel.. Heri mengangguk.


"Aku tidak percaya." ucap Enjel.


"Aku tau kamu dengan Jesica memiliki hubungan yang sangat spesial."


Heri menggeleng kan kepala nya. "Kamu jangan berfikir yang aneh-aneh tentang aku dengan Jesica. Kamu tau urusan Jesica dengan ku hanya sekedar pekerjaan." ucap Heri.


Enjel terdiam. Heri mendekati Enjel.


"Kamu cemburu bukan karena aku mengabaikan kamu kan? Kamu cemburu karena mulai memiliki hati kepada ku kan?" tanya Heri.


Enjel mundur. Dia menggeleng kan kepala nya.


"Tidak! Aku tidak cemburu dengan hal seperti itu." ucap Enjel. Heri tersenyum. Badan Enjel sudah menempel di dinding.


Heri menghapus air mata Enjel yang belum kering dari pipi nya.

__ADS_1


"Katakan dengan jujur sebelum terlambat." ucap Heri.


"Tidak ada yang perlu di katakan, aku mau kamu menandatangani surat itu."


"Tidak akan! Kamu tidak akan berhenti bekerja di sini dengan ku." ucap Heri.


Enjel mendorong Dada Heri namun tangan nya langsung di tahan oleh Heri.


"Aku sudah menyukai kamu cukup lama. Sampai sekarang kamu tidak bisa membalas perasaan yang aku punya.. Tapi kamu sudah tau jelas bukan kalau aku bukan pria yang mudah menyerah." ucap Heri.


"Apa yang mau kamu lakukan?" tanya Enjel karena Heri mendekati wajah nya.


"Kalau kamu benar-benar tidak menyukai ku kamu akan menghindari ini." ucap Heri mencium bibir Enjel. "Tolak Enjel! tolak! Kenapa kamu Diam saja?" ucap Enjel kepada diri nya sendiri.


Heri mengecup bibir Enjel cukup lama.


Enjel tidak melakukan penolakan.. Namun tiba-tiba dia mendorong Heri.


"Huff aku mau keluar." ucap Enjel. Heri terdiam Enjel sudah berhasil lepas.


"Kamu akan menjadi milik ku Enjel."


Enjel merapikan pakaian nya.


"Enjel!" Heri menahan sebelum keluar dari ruangan nya.


"Aku akan pulang malam ini ke apartemen." ucap Heri.


"Aku tidak akan membukakan pintu." ucap Enjel langsung pergi.. Keluar dari ruangan Heri namun dia sangat kaget melihat beberapa orang yang sangat kepo apa ya terjadi di dalam.


"Enjel apa yang terjadi di dalam ruangan pak Heri? kenapa ribut-ribut? Aku mendengar kamu meninggikan suara." ucap teman nya.


"Apa kalian mendengar nya?"


"Iyah! Kamu mendengar nya, namun sayang nya tidak jelas Kamu mengatakan apapun." ucap teman-teman nya.


"Huff syukurlah." batin Enjel.


Tiba-tiba handphone nya berdering telepon dari Abel.


"Halo Enjel kamu masih di kantor?"


"Iyah Abel, kenapa?"


"Nanti sore ketemu di luar yok."

__ADS_1


"Tumben banget, suami kamu gak melarang nya?"


"Aku sangat bosan di rumah, kak Radit sampai sekarang belum pulang dan tidak bisa di hubungi." ucap Abel.


__ADS_2