
"Sudah kamu diam saja." ucap Abel.
Radit dan Abel sudah duduk di sana.
"Ternyata kalian berdua Makan di sini juga." ucap Novi.
"Iyah Bu." ucap Enjel.
Mereka memesan makanan. Novi juga memilih makanan untuk Radit.
Abel melirik ke arah Radit dan Novi. Novi sangat perhatian dan mengerti kepada Radit.
"Percuma saja Abel dengan pak direktur menikah seperti ini. Aku harus bersaksi, aku tidak boleh tinggal diam saja." ucap Enjel dalam hati.
Tidak beberapa lama akhirnya selesai Makan, mereka kembali ke kantor.
Radit sama sekali tidak menegur Abel. Begitu juga dengan sebaliknya.
Kalau seperti itu orang lain tidak akan curiga sama sekali dengan mereka berdua.
Sepulang dari sana mereka langsung ke kantor masing-masing.
"Ada apa sih dengan kamu ini Abel? Aku tidak habis pikir deh sama kamu!" ucap Enjel. Abel menoleh ke arah Enjel.
"Dulu aku berfikir kalau pak direktur yang akan menindas kamu, namun ternyata pak direktur ternyata tidak seperti itu." ucap Enjel.
"Huff kamu belum merasakan di posisi ku seperti apa Enjel, itu sebabnya kamu berbicara seperti itu." ucap Abel.
"Kamu tau banyak perempuan yang ingin di posisi kamu sekarang ini, banyak perempuan yang ingin bersama dengan Pak direktur walaupun hanya menjadi pelacur nya." ucap Enjel.
"Kalau begitu dia menikah saja dengan perempuan yang mau kepada nya." ucap Abel.
"Awas saja suatu saat nanti kamu menangis dan mengadu kepada ku Kalau pak direktur selingkuh." ucap Enjel.
Abel menggeleng kan kepala nya. "Tidak akan pernah." ucap Abel.
Pulang ke kantor. Abel berjalan ke arah Parkiran, dia melihat Radit di antar oleh Novi pulang ke rumah.
"Seperti nya Sekretaris Novi akan kembali ke pekerjaan nya yang dulu menjadi asisten pribadi Pak direktur." ucap Enjel.
Abel hanya diam saja.
"Aku pulang duluan yah." Enjel pun pergi meninggalkan Abel.
Tidak beberapa lama Abel sampai di rumah. Dia melihat Novi masih duduk di ruang tamu. Tidak mengatakan apapun dia hanya menunduk kan kepala nya dan masuk ke dalam kamar nya.
"Sebaiknya saya pulang yah pak, saya tidak enak." ucap Novi.
"Baiklah, saya berterimakasih kepada kamu sudah mengantar kan saya pulang." ucap Radit.
__ADS_1
Novi pergi Radit masih duduk di ruang tamu sambil memangku laptop nya.
"Aku sudah berfikir semua nya akan seperti ini dari awal." ucap Novi.
Hari semakin malam Abel baru saja selesai masak, dia menata makanan di atas meja.
"Kak Radit ke mana yah? Kok dia gak kelihatan dari tadi." ucap Abel.
Namun pintu tiba-tiba terbuka. Abel melihat Radit, begitu juga dengan Radit.
"Kamu tidak perlu susah-susah masak, saya sudah makan dari luar." ucap Radit dan berlalu masuk ke dalam kamar nya.
Abel terdiam sejenak dia melihat makanan yang dia masak. Hampir dua jam dia memasak semua nya namun Radit makan di luar.
"Oke baiklah, Kalau begitu. Aku akan menghabiskan semua nya ini Tampa menyisakan sedikit pun untuk kakak." ucap Abel.
Dia makan sangat lahap, namun dia sama sekali tidak sanggup menghabis kan lauk itu.
"Aarrhh!!! Nyebelin banget sih! Awas saja kakak yah." ucap Abel.
Keesokan harinya...
Di pagi hari seperti biasa Abel memasak sarapan. Dia melihat Radit keluar dari kamar nya.
Tidak menyapa nya sama sekali Radit langsung keluar dari rumah.
"Ck. apa-apaan ini! Dia mengabaikan ku?" ucap Abel.
Dua hari sudah Abel dengan Radit tidak saling menyapa satu sama lain.
"Huff kok aku jadi merasa kesepian seperti ini sih? biasanya ada saja yang membuat aku kesal, ada saja yang membuat kehidupan ku bergairah namun sekarang..."
Dia sedang duduk di teras rumah.
"Kamu tidak berangkat ke Kantor?" tanya Radit yang baru saja keluar dari rumah mau berangkat ke kantor.
Abel menoleh ke arah Radit dia berdiri..
"Aku tidak ke kantor, aku akan bekerja dari rumah. Kakak mau kemana?" tanya Abel melihat Radit membawa koper kecil.
"Saya ada bisnis di kota Orang tua saya, untuk beberapa hari saya akan menginap di sana." ucap Radit.
"Menginap di sana?" tanya Abel.
Radit mengangguk. "Tapi kak."
"Saya permisi dulu. Untuk beberapa hari ini kamu bebas, saya tidak akan merepotkan kamu, dan seterusnya saya juga tidak akan merepotkan kamu. Saya minta maaf sudah beberapa kali membuat kamu menderita." ucap Radit dan pergi.
Abel menghela nafas panjang. "Huff sudah ku duga, kak Radit pasti tidak akan tahan di sini seperti yang di katakan Enjel, dia pasti pergi." ucap Abel.
__ADS_1
Satu harian Abel bermalas-malasan di kasur, dia sama sekali tidak melakukan apapun selain membuka laptop dan handphone nya.. Bahkan dia tidak makan sama sekali.
"Aaarrggg!!! Hilangkan ingatan itu dari pikiran ku, aku tidak mau membayangkan suami seperti itu." ucap Abel.
Dia selesai bekerja langsung tidur sampai besok.
Ke kantor dia sama sekali tidak bersemangat. Dia tidak berhenti memikirkan Radit.
"Seperti nya aku sudah terbiasa ada dia, sekarang rasanya seperti tidak hidup." batin Abel.
"Hayooo kamu galau yah? lagi memikirkan siapa?" tanya Enjel.
"Tidak ada." ucap Abel.
"Jangan berbohong." ucap Enjel. Abel melihat sekretaris Novi.
"Bu tunggu dulu." Abel menahan Novi.
"Ada apa?"
"Saya mau bertanya sesuatu bole?" tanya Abel.
"Boleh, ikut ke ruangan saya." Abel mengikuti Novi.
"Sudah satu hari kak Radit tidak pulang, apa ibu tau di mana kak Radit?" tanya Abel.
"Bukan nya Pak direktur sudah ijin kepada kamu?" tanya Novi.
"Sudah Bu, dia bilang ke rumah mertua saya, namun saya menelpon mertua saya dia tidak ada di sana, saya rasa dia membohongi saya." ucap Abel.
"Pak direktur tidak mengijinkan saya memberi tau di mana posisi nya sekarang." ucap Novi.
"Apakah dia baik-baik saja? apakah kak Radit minum obat nya rutin?" tanya Abel.
"Kamu tidak perlu khawatir, saya pastikan pak direktur teratur minum obat." ucap Novi.
Abel menghela nafas panjang. "Huff seharusnya saya tidak seperti ini. kak Radit jadi tidak nyaman di rumah nya sendiri." ucap Abel dalam hati.
"Ada yang perlu di tanyakan lagi?"
"Tidak ada Bu."
"Kalau begitu saya akan lanjut bekerja."
"Terimakasih, saya permisi Dulu." ucap Abel.
Novi bekerja beberapa jam, tidak beberapa lama meninggal kan Kantor menyusul Ke tempat Radit.
"Apa istri saya bertanya tentang saya?" tanya Radit.
__ADS_1
"Bapak pasti sudah tau, bapak tidak Perlu bertanya lagi, saya datang ke sini mau memberikan ini." ucap Novi.