Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 141


__ADS_3

"Kamu sudah bangun dari tadi?" tanya Enjel.. Heri mengangguk sambil tersenyum.


"Good morning.." ucap Heri. Enjel tersenyum.


"Ini sudah jam berapa?" tanya Enjel. Heri menunjuk kan layar handphone nya.


"Masih jam enam." ucap Heri. "Huff syukur deh, aku pikir aku sudah sangat telat. hari ini aku harus ke kantor karena banyak pekerjaan. Kalau kamu belum sembuh tidak perlu datang." ucap Enjel.


"Saya harus datang ke kantor hari ini, karena saya tidak ingin pacar saya kecapean menyelesaikan pekerjaan saya." ucap Heri.


Enjel menghela nafas panjang.


"Aku boleh minta sesuatu gak?"


"Boleh, katakan saja." ucap Heri.


"Aku ingin kita merahasiakan Hubungan kita untuk sementara waktu boleh kan? Aku tidak ingin orang-orang beranggapan aneh." ucap Enjel.


"Baiklah, aku mengerti kok." ucap Heri.


"Tapi aku tidak bisa berjanji bisa menyembunyikan rahasia ini lebih lama." ucap Heri.


Enjel memukul lengan Heri.


"Kamu akan mendapatkan hukuman kalau orang lain tau." ucap Enjel.


"Baiklah-baiklah aku akan merahasiakan nya di kantor." ucap Heri. Enjel tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu kamu mandi sana!" ucap Enjel kepada Heri. Heri mengangguk.


Mereka berangkat ke kantor...


"Selamat pagi pak." sapa Enjel kepada Radit.


"Pagi.." ucap Radit.


"Humm wajah mu terlihat sangat murung, ada apa?" tanya Heri kepada Radit.


"Hayoo pasti kamu merindukan istri mu kan?" tanya Heri. Radit diam saja.


"Loh emang nya Abel kemana?" tanya Enjel.


"Abel berangkat ke Paris dengan orang tua Radit. Jalan-jalan saja." ucap Heri.


"Oohh. Kenapa bapak tidak ikut?"'


Radit menggeleng kan kepala nya. "Pekerjaan saya sangat banyak sehingga tidak bisa di tinggal."


"Oohh."


"Bagaimana pekerjaan kamu Enjel?" tanya Radit.


"Semua nya berjalan dengan baik pak, ini juga bantuan bapak, terimakasih banyak." ucap Enjel tersenyum kepada Radit.


"Apa-apaan ini? Kenapa Enjel tersenyum lebar kepada Radit seperti ini?" ucap Heri dalam hati.


"Sebaik nya kita masuk ke dalam." ucap Heri.


Radit juga masuk ke ruangan nya.


Mereka melewati Novi yang sudah di kantor.


"Ada apa lagi ini?" batin Novi.


"Wajah pak Heri terlihat sangat berseri tidak seperti biasanya, sekarang wajah pak Radit sangat murung sekali." batin Novi.


"Enjel ayo berbicara di luar." ajak Novi.

__ADS_1


Enjel mengangguk dia mengikuti Novi keluar.


"bagaimana kabar kamu? apa pekerjaan kamu di sana lancar?"


"Semua nya lancar dan semua nya hampir selesai."


"Oohh bagus deh, aku ikut senang mendengar nya."


"Ada apa mbak memanggil saya?"


"Ada apa dengan pak Radit? kenapa pak Radit terlihat sangat murung?"


"Loh bukannya kamu tau kalau Abel berangkat ke Paris jalan-jalan?"


"Iyah aku tau, tapi apa hubungannya."


Enjel menghela nafas panjang.


"Huff itu sebabnya kamu segera memiliki kekasih agar kamu tau rasanya merindukan seseorang yang kita cintai." ucap Enjel.


Novi mengangguk paham. "Oohh pak Radit seperti ini karena merindukan Abel gitu." ucap Novi..


Enjel mengangguk.


"Oh iya aku mau membahas kata-kata kamu tadi, kamu bilang segera punya pacar agar bisa tau rasanya merindukan seseorang, emang nya kamu sudah punya pacar?" ucap Novi.


"Aduh aku salah ngomong." batin Enjel.


"Humm aku hanya mengatakan kata-kata agar kamu mengerti saja."


"Huff."


"Kamu saja tidak punya pacar kenapa kamu menyindir saya." ucap Novi.


"Ya sudah kalau begitu kamu kembali saja bekerja, terimakasih infonya." ucap Novi.


Enjel Masuk lagi meninggal Novi.


"Enggak. Enggak ada kok..Kamu salah dengar saja." ucap Enjel.


"Oohh begitu." ucap Rio.


"Kata kamu pak Radit sedang sakit, bagaimana keadaan nya sekarang?"


"Sudah sehat kok " ucap Enjel.


"Oohh Bagus deh." ucap Rio.


"Permisi Mbak Abel.. Mbak di panggil ke ruangan pak Heri.. Seperti nya pak Heri marah." ucap seseorang di depan nya.


"Kamu melakukan kesalahan apa Enjel?" tanya Rio.


"Mungkin aku melakukan kesalahan yang tidak aku sadari, kalau begitu aku akan menemui pak Heri dulu.


"TOk!! Tok!! Tok!!"


"Masuk!" ucap Heri dari dalam.


Enjel . masuk dia melihat Heri duduk di sofa sambil mengangkat kaki nya tidak lupa memasang wajah datar.


"Apa bapak memanggil saya?" tanya Enjel.


"Saya Hanya merindukan kamu " ucap Heri..


Enjel menghela nafas panjang.


"Ya ampun pak, seharusnya bapak tidak perlu serius seperti ini, aku berfikir kalau aku melakukan kesalahan." ucap Enjel.

__ADS_1


Heri menepuk tempat duduk di samping nya.


Enjel duduk di sana. Heri Berbaring di paha Enjel.


"Biarkan saya istirahat sejenak, saya sangat lelah." ucap Heri.


Enjel tersenyum. Dia mengelus rambut Heri.


"Kamu harus mencari bantal untuk istirahat. Aku tidak bisa lama-lama di sini. Orang-orang akan curiga."


Heri menggeleng kan kepala nya.


"Huff seandainya saja semua orang tau kalau bos nya sangat manja seperti ini." ucap Enjel.


Heri tersenyum. Sudah pulang kantor.


Enjel kembali ke apartemen terlebih dahulu sementara Heri masih ada kerjaan dengan Radit.


"Enjel... Aku sangat merindukan kamu." ucap Abel yang sedang berlibur.


"Aku juga merindukan kamu, Tapi kamu sangat jahat karena tidak mengajak ku jalan-jalan."


"Hehehe aku minta maaf, aku tidak mungkin mengganggu kamu kerja.. sebenarnya aku juga ingin kamu ikut agar lebih ramai."


"Kamu sedang apa?"


"Ini lagi melihat Mamah masak untuk ku." ucap Abel sambil mengarahkan kamera nya ke arah mamah mertua nya.


"Ibu apa kabar?" ucap Enjel.


"Baik, kamu sendiri bagaimana??"


"Baik juga Bu."


"Bagaimana hubungan kamu dengan Nak Heri? Dia tidak macam-macam sama kamu kan?"


Enjel tersenyum.


"Baik kok Bu."


"Oh iya Enjel, kamu sedang apa? Kok kamu lagi di dapur sih?"


"Aku mau masak."


"Masak untuk Heri yah?"


Enjel tersenyum.


"Heri mana?"


"Masih di kantor dengan pak Radit. Mereka sangat Sibuk."


"Huff pantesan saja kak Radit belum membalas pesan ku." ucap Abel.


"Assalamualaikum sayang..." Heri baru saja datang dan langsung ke dapur tidak sabar langsung memeluk Enjel dari belakang tampa sadar kalau ternyata Enjel sedang berbicara dengan Abel.


"Cieee.... Kalian sudah seperti pasangan suami istri saja." ucap Abel.


Heri kaget mendengar suara Abel, dia langsung melepaskan tangan nya dari Enjel.


"Eh Abel."


"Heri kamu jangan macem-macem yah kepada Enjel, kamu jangan mencoba menyakiti dia!" ucap Abel.


"Tidak mungkin aku menyakiti perempuan yang aku cintai." ucap Heri. Abel tersenyum.


"Awas saja kamu. Untung saja aku jauh. Aku akan menjewer kamu kalau melakukan hal yang menyakiti Enjel." ucap Abel.

__ADS_1


"Huff semenjak hamil kamu terlihat sangat galak sekali." ucap Heri. Abel tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu kalian lanjut saja, kak Radit baru saja menelpon ku." ucap Abel.


__ADS_2