Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 185


__ADS_3

"Kenapa mamah dan papah tidak bilang dari awal kepada ku? Kenapa?" ucap Abel.


"Ini kesalahan kami nak, kami minta maaf."


"Aku sangat bodoh.. Aku sangat jahat merebut suami orang lain." ucap Abel sambil menangis.


"Jangan menyalah kan diri seperti ini nak, kamu tidak seperti itu." ucap Mamah nya berusaha menenangkan Abel.


Abel menangis, dia tidak bisa menahan diri.


Tidak Beberapa lama akhirnya Radit masuk ke kamar.


"Kenapa mah?" tanya Radit. Abel menatap Radit.


Dia turun dari kasur dan mendorong Radit sekuat mungkin.


Radit bingung. "Kakak sangat jahat! Kakak benar-benar jahat! Kakak membohongi aku selama satu tahun ini! Aku sangat membenci kakak."


"Abel.. aku mohon berhenti membahas ini, aku hanya mencintai kamu, aku dengan Tania sudah menjadi masa lalu." ucap Radit.


"Masa lalu? Setelah tujuh tahun bersama? Setelah bertahun-tahun bersama seperti ini respon kakak. lalu bagaimana dengan ku? kita menikah hanya karena paksaan dan apa setelah rasa kakak hilang kakak akan memperlakukan ku seperti Tania?" tanya Abel.


"Tidak Abel, kamu tidak bisa membandingkan itu." ucap Radit.


"Aku sudah memutuskan semua nya kak, aku tidak akan berubah pikiran. Aku akan mengurus surat perceraian kita setelah anak ini lahir." ucap Abel.


"Jangan emosi nak. Pikir kan baik-baik. Anak kalian butuh orang tua yang lengkap." ucap Mamah mertua nya.


"Setelah anak ini lahir kalian bisa membawa nya pergi dan jangan pernah mencari ku." ucap Abel. Radit menggeleng kan kepala nya.


"Aku minta maaf Abel.. aku tau aku salah. Aku sudah membohongi kamu."


"Bukan hanya membohongi aku, namun kakak membuat aku menjadi perempuan yang sangat jahat merebut kebahagiaan orang lain. Membuat aku salah paham, menyalah kan orang lain." ucap Abel.


Orang tua Radit merasa dia tidak bisa ikut campur akhirnya dia pun pergi keluar.


"Lepaskan aku." ucap Abel.


"Katakan apa yang harus aku lakukan agar kamu memaafkan aku Abel." ucap Radit.


"Pergi dari kehidupan ku." ucap Abel. Radit menggeleng kan kepala nya.


"Tidak mungkin Abel." ucap Radit.

__ADS_1


"Kalau begitu aku yang akan pergi." ucap Abel.


Radit langsung memeluk Abel. "Jangan katakan itu, aku mohon." ucap Radit. Abel sama sekali tidak mau di peluk oleh Radit dia berusaha untuk berontak dari pelukan Radit.


Radit tidak berhenti membujuk istri nya, dia tidak ingin kehilangan Abel, dia tidak akan pernah berhenti untuk membujuk istri nya dan berusaha untuk minta maaf.


Namun Abel seperti nya sangat enggan untuk berbicara dengan dia, bahkan Abel mengusir nya dari kamar.


"Lepaskan aku! aku tidak mau di sentuh oleh Pria seperti kakak." ucap Abel. "Sudah kak, mungkin kak Abel ingin istirahat." ucap Mila.. Radit mengangguk dia pun melepaskan Abel dan membiarkan nya istirahat.


Abel tidur dengan Mila sementara Radit tidur di kamar lain.


Keesokan harinya sebelum berangkat bekerja Radit dan Abel duduk bersama keluarga nya. Mereka meminta Abel dan Juga Radit untuk berdamai.


Semua nya sudah di jelaskan kalau ini terjadi bukan seperti yang di pikirkan oleh Abel.


Dan mereka juga sudah sepakat untuk segera mengurus surat perceraian Radit dan juga Tania.


Abel hanya diam Saja, dia masih belum bisa berfikir dengan baik sekarang.


Dia hanya bisa mengiyakan karena menghargai orang tua dan juga mertua nya.


Setelah selesai berbicara. Mereka yakin kalau Radit dan Abel bisa menyelesaikan masalah mereka berdua Tampa orang tua nya hari ikut campur.


"kakak yakin baik-baik saja?" tanya Mila.


Abel mengangguk. "kamu jangan khawatir kan kakak, kakak baik-baik saja." ucap Abel.


Mila mengangguk tersenyum dia memeluk kakak nya.


"Ya sudah kalau begitu kamu pergi, kasihan mamah sama papah menunggu di luar." ucap Abel.


Mila mengangguk.


"Kak aku titip kak Abel yah." ucap Mila kepada Radit.


Radit mengangguk.


Radit mengantarkan mereka keluar termasuk orang tua nya.


"Terimakasih yah mah sudah mau mendengar kan permintaan ku." ucap Radit karena itu adalah permintaan Radit yang meminta orang tua dan mertua nya percaya kepada dia.


"Mamah percaya sama kamu nak, kamu harus bisa membuat Abel kembali percaya kepada kamu." ucap orang tua Radit.

__ADS_1


Radit mengangguk. Setelah mereka semua pergi Radit masuk dia melihat istri nya duduk di ruang tamu.


Radit duduk di samping Abel. Radit mau berbicara namun Abel langsung pergi.


Radit menghela nafas panjang. karena Radit harus berangkat ke kantor dia terpaksa meninggalkan istri nya dulu.


"Abel.. saya berangkat ke kantor, kamu gak apa-apa kan sendiri? Saya akan pulang cepat." ucap Radit.


Abel tidak menjawab nya dia hanya diam di dalam kamar.


Abel melihat suami nya pergi dia keluar melihat rumah yang sudah sangat sepi. Dia berbaring di sofa sambil mengelus perut nya.


"Kenapa? Kenapa harus seperti ini?" ucap Abel dalam hati.


Tiba-tiba bel berbunyi. "Huff baru saja aku mau istirahat kenapa sudah ada yang datang mengganggu ku?" ucap Abel.


"Saya sedang tidak mau di ganggu, sebaiknya kalian pergi saja." ucap Abel berfikir kalau itu Enjel atau Novi.


Namun ternyata itu adalah Tania.


"Maaf aku tidak tau kalau kamu baru saja istirahat. Aku ke sini mau membicarakan..."


"Aku sudah bilang kalau aku tidak mau di ganggu, aku juga tidak mau membicarakan Apa pun itu.. Kalau kamu mau mencari kak Radit dia sudah berangkat ke kantor." ucap Abel.


"Aku datang ke sini mencari kamu." ucap Tania.


"Sudah tidak ada mau di bicarakan, aku tidak mau bertemu dengan kamu. Jangan pernah memunculkan diri di depan ku." ucap Abel.


Abel langsung menutup pintu. Tania menghela nafas panjang.


"Loh kenapa kamu sangat cepat kembali?" tanya Zaki yang menunggu di dalam mobil.


Tania menggeleng kan kepala nya dia duduk dan menyandarkan kepala di sandaran kursi mobil.


Zaki menatap wajah Tania.


"Huff Abel masih belum mau bicara dengan kamu ?" tanya Zaki.


Tania mengangguk. "Ini salah ku, ini semua salah ku. Seharusnya aku tidak perlu mengejar Radit lagi dan menahan untuk tidak mengurus surat cerai, semua nya jadi seperti ini." ucap Tania.


"Tania berhenti menyalah kan diri sendiri. Kamu segera minta maaf kepada Tania dan bercerai dengan Radit. Sisa nya akan di atur oleh Radit seperti yang dia katakan." ucap Zaki karena Radit sebelum nya sudah menemui Tania.


Semua nya sudah di putus kan oleh Tania kalau dia akan berpisah dengan Radit. Dia akan mengakhiri semua nya demi kebahagiaan Radit.

__ADS_1


"Kamu belum bisa melepaskan Radit dengan ikhlas?" tanya Zaki kepada Tania.


__ADS_2