Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 80


__ADS_3

"Mamah ... papah ke sini? Kok gak ngomong sih, aku jadi gak tau." ucap Abel.


"Kejutan.. mamah sama papah Rindu sama kamu. Sekalian mau lihat keponakan Radit." ucap mamah nya.


"Huff mamah sebenarnya merindukan aku atau Farel." ucap Abel. "Dua-duanya." ucap orang tua nya.


Farel sudah sering Video cal dengan orang tua Abel jadi sudah kenal.


Abel melihat papah dan Mamah nya sangat asik bermain dengan Farel.


Mereka sangat bahagia.


"Ternyata aku selama ini sangat egois tidak menuruti permintaan orang tua ku." batin Abel.


"Aku dan kak Radit adalah satu-satunya harapan mereka memberikan cucu kandung." ucap Abel dalam hati.


Di malam sore hari nya Abel baru saja selesai mandi. Dia tidak lupa untuk bersih-bersih dengan benar kali ini.


"Malam ini Farel bobo yang cepat yah sayang." ucap Abel. Farel hanya bisa tersenyum.


Abel sudah memberikan Farel makan, tidak lupa juga susu agar Farel tidak rewel dan cepat tidur.


"Ini sudah jam berapa kok kak Radit belum juga pulang?" ucap Abel sambil terus melihat ke arah jam.


"Ah sudahlah sebaiknya aku tidur juga." ucap Abel seakan melupakan perjanjian mereka tadi.


Di tempat lain Radit sudah sangat gelisah melihat jam sudah hampir di angka delapan.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai, dia sangat bersemangat pulang ke rumah.


"Tuan..." Ucap Bibik menyapa Radit yang baru saja pulang.


"Ehh Bibik." ucap Radit. Bibik tersenyum.


"Abel dengan Farel di mana Bik?" tanya Farel.


"Sudah tidur seperti nya Tuan." ucap Bibik.


"Oohh ya udah kalau begitu Saya ke atas dulu yah bik, Bibik juga istirahat saja."


Radit membuka pintu kamar perlahan, dia berharap istri nya masih menunggu dia namun ternyata Abel sudah tidur sehingga tidak mendengar lagi ketika Radit memanggil nya.


"Abel..." Panggil Radit lagi, tidak ada respon sama sekali malah Farel yang terganggu. Radit menggeleng kan kepala nya.


"Seperti nya dia baru saja tidur, biar kan saja." ucap Radit. dia langsung masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih.


"Humm kok aku sampai di rumah jadi canggung gini sih? Padahal Abel yang menawarkan nya. Apa Abel hanya berbohong?" ucap Radit.


Setelah selesai mandi dia langsung keluar. "Abel sama sekali tidak melakukan Persiapan nya, seperti nya dia hanya bercanda." batin Radit.


Karena itu seketika dia menjadi sangat lelah, dia tidak bersemangat lagi.

__ADS_1


Naik ke tempat tidur dan langsung membelakangi istri nya.


Abel bangun karena pengen ke kan mandi tengah malam, dia melihat Radit di samping nya.


"Loh kak Radit sudah pulang? kenapa dia tidak membangun kan aku?" ucap Abel dalam hati.


Tidak beberapa lama keluar dari kamar mandi dia naik ke tempat tidur.


"Kak.. Kak.." panggil Abel. Namun Radit sangat nyenyak.


Besok nya di pagi hari...


"Kenapa kakak tidak membangun kan aku tadi malam?" tanya Abel kepada Radit yang masih tidur di samping nya.


Radit menoleh ke arah Abel. "Tidak apa-apa, kamu terlihat sangat nyenyak sampai saya tidak tega membangun kan kamu." ucap Radit.


"Tapi..."


"Sudah jangan membahas itu lagi, kamu tidak perlu mengatakan hal seperti itu kalau kamu tidak menginginkan nya dan belum siap." ucap Radit.


"Bukan seperti itu kak, aku hanya ketiduran." ucap Abel.


Radit menghela nafas panjang.


"Aku minta maaf kalau membuat kakak marah." ucap Abel.


Radit tidak mengatakan apapun dia langsung turun dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi. Abel menghela nafas panjang.


"Seharusnya aku tidak tidur tadi malam." ucap Abel dalam hati.


Radit pulang di sore hari. Abel menyambut seperti biasa namun Radit tetap memasang wajah datar.


"Papah... Papah..." Farel memeluk Radit.


Radit bermain dengan Farel mengabaikan istri nya.


Abel menghela nafas panjang.


"Kakak mau mandi? Aku akan menyiapkan air mandi " ucap Abel.


"Tidak perlu." ucap Radit. Abel terdiam karena langsung di tolak oleh suami nya itu.


"Ya udah kalau begitu aku buatin teh dulu yah."


"Tidak perlu!"


Abel tidak tau harus membujuk suami nya.


Malam hari Abel baru saja selesai menidur kan Farel.


Abel melihat Radit yang sedang membaca majalah di tempat tidur. Dia naik ke tempat tidur.

__ADS_1


"Jangan mengganggu saya." ucap Radit karena Abel mau di peluk oleh Radit.


"Kakak kenapa sih? Seharian kakak marah dan mengabaikan aku." ucap Abel. "Tidak ada, saya hanya tidak ingin di ganggu." ucap Radit.


Abel Menatap Radit.


"Kakak marah hanya karena aku ketiduran?" tanya Abel.


"Kamu pikir saja sendiri." ucap Radit.


"Kita masih bisa melakukan nya sekarang kak." ucap Abel. "Tidak perlu! Kalau kamu terpaksa tidak perlu." ucap Radit.


"Hanya masalah ketiduran saja kakak marah seperti ini kepada ku? Seharusnya aku yang marah karena kakak pulang lambat. Aku menunggu kakak, aku sudah mempersiapkan diri namun kakak tak kunjung pulang." ucap Abel.


"Ya sudah kalau kakak tidak mau berbicara dengan ku, tidak mau aku ganggu aku akan tidur di kamar ku." ucap Abel namun Radit langsung menahan tangan Abel dan mendorong nya ke tempat tidur.


"Tidak bisa! Saya sudah bilang kamu tidak boleh pindah ke kamar itu lagi." ucap Radit.


"Lagian kakak kalau seperti ini tidak membuat aku nyaman, aku juga butuh mempersiapkan diri. aku sudah tidak nyaman seharian karena itu namun kakak marah." ucap Abel.


"Kamu benar-benar sudah siap? Saya tidak ingin memaksa kamu." ucap Radit.


"Kalau Kakak masih nanya aku akan berubah pikiran." ucap Abel.


"Jangan.. Saya mohon jangan." ucap Radit. Abel menatap Radit.


"Jantung ku tidak berhenti berdetak, aku tidak nyaman melakukan apapun." ucap Abel.


Radit mencium bibir Abel Dengan sangat ganas sampai kedua nya susah bernafas.


Abel melepaskan nya.


"Aku takut kalau itu sakit." ucap Abel. Radit tersenyum.


"Apa kamu mengijinkan saya melakukan nya?" tanya Radit.


Abel mengangguk. "Baiklah kalau begitu malam ini kamu akan menjadi istri saya seutuhnya." ucap Radit mencium kening Abel.


"Tapi aku mohon lakukan dengan Pelan." ucap Abel.


Radit tertawa melihat wajah Abel yang sangat khawatir.


"Kamu tenang saja hanya sakit sebentar saja." ucap Radit. Dia dengan sekali tarik piyama Abel langsung terbuka.


"Kak Radit jangan melihat ku seperti itu." ucap Abel karena Radit seperti terdiam kagum melihat bentuk badan Abel.


"Kamu sangat cantik sekali sayang." ucap Radit.


Abel tersipu. Radit mulai meraba badan istri nya yang sudah lama ingin dia dia lakukan.


Abel Masih sangat kaku, terkadang juga kaget namun berusaha untuk menyesuaikan diri.

__ADS_1


__ADS_2