
Enjel mengangguk. "Saya permisi dulu." dokter pun keluar dari sana.
Enjel membawa Air ke dalam kamar untuk mengompres badan Heri yang panas.
Enjel Menatap wajah Heri. Perlahan di membuka baju Heri untuk mengompres bagian dada, tangan dan juga leher Heri.
Heri masih tidur dengan nyenyak. Setelah selesai Enjel meletakkan kain di kening Heri agar bisa menyerap panas.
Mengompres badan saja tidak cukup akhirnya dia mencari alat penurun panas dan menempel kan ke dahi Heri.
"Pantesan saja aku tidak bisa berhenti memikirkan dia dari kemarin." batin Enjel.
Karena kelelahan Enjel juga ketiduran sambil duduk menunggu Heri bangun.
"Heri bergeliat dia menggerakkan kepala nya dan membuka mata nya.
Dia melihat Enjel tidur di samping nya.
Heri menyentuh kepala Enjel tiba-tiba Enjel bangun dia melihat Heri.
"Kamu sudah bangun? Apa masih ada yang sakit?" tanya Enjel.
Heri mengangguk. "Badan ku terasa tidak bisa di gerakkan." ucap Heri.
"Kamu masih lemas jadi jangan banyak bergerak dulu, tidur saja aku akan mengambil minum."
Enjel memaksa Heri untuk minum air putih banyak. Enjel tidak bisa istirahat ke kamar nya karena menjaga Heri.
Di malam hari nya Badan Heri sudah tidak terlalu panas Enjel akhirnya bisa lega.
"Enjel..." panggil Heri di tengah-tengah tidur nya. Enjel menatap wajah Heri yang Masih tidur.
"Iyah?"
Heri memegang tangan Enjel.
Sangat erat tidak mengijinkan Enjel pergi.
Enjel Menenangkan Heri terlebih dahulu.. Setelah nyenyak dia pindah ke kamar nya.
"Enjel..." Panggil Heri saat Enjel sudah mau keluar dari kamar. Enjel berhenti dia menoleh ke arah Enjel.
"Loh kenapa kamu bangun? aku membuat kamu bangun?" tanya Enjel.
Heri mengangguk.
"Iyahh."
"Kok bisa? Aku tidak menimbulkan suara." ucap Enjel.
Heri duduk sambil memasang wajah Cemberut.
Enjel meminta Heri untuk tidur lagi namun Heri menggeleng kan kepala nya.
"Kamu harus istirahat agar cepat sembuh." ucap Enjel.
"Aku mau kamu Nemanin aku di sini." ucap Heri.
"Baiklah." ucap Enjel mendekati Heri.
__ADS_1
"Tidur lah di atas." ucap Heri sambil menepuk tempat tidur di samping nya.
"Aku di sini saja."
"Bagaimana bisa aku tidur Kalau melihat kamu tidur sambil duduk seperti ini." ucap Heri.
"Tapi..."
"Aku sedang sakit, mana mungkin aku melakukan sesuatu sama kamu." ucap Heri.
Enjel Menatap Heri.
"Humm sebaik nya kamu tidur saja, aku akan tidur di kamar ku."
"Enjel... aku ingin kamu tidur di sini bersama ku, aku sangat merindukan kamu. Apa kamu tidak merindukan aku?" tanya Heri.
Enjel berhenti. "Huff aku juga sangat rindu sama Heri, tapi gak harus tidur bersama juga." batin Enjel.
Heri berdiri dia mendekati Enjel dan memeluk nya dari belakang membuat Enjel kaget namun dia diam saja.
"Saya tidak pernah bisa tenang. Saya tidak bisa tidak memikirkan kamu." ucap Heri.
Enjel mau melepaskan tangan Heri dari pinggang nya namun Heri menahan nya.
"Enjel.." ucap Heri dengan lirih di telinga Enjel.
"Bagaimana aku bisa berjalan ke tempat tidur kalau di peluk seperti ini?" tanya Enjel.
Heri tersenyum dia langsung melepaskan pelukan nya dan merapikan tempat tidur.
"Jangan banyak gerak Heri." ucap Enjel karena Heri sibuk membersihkan tempat tidur untuk Enjel.
"Tuh kak, aku sudah bilang. Kamu sangat keras kepala..Ayo berbaring." ucap Enjel. Heri berbaring. Enjel naik ke tempat tidur dan duduk di samping Heri.
Heri memegang tangan Enjel.
"Aku tidak akan pernah memaksa kamu untuk menjadi pacar ku, tapi aku ingin selalu kamu di samping ku." ucap Heri.
"Apa kamu yakin tidak ingin menjadi pacar ku?" tanya Enjel.
Heri menatap wajah Enjel.
"Maksud nya?"
"Tidak ada, aku mau istirahat, kamu juga tidur saja.
"Jangan tidur dulu Enjel, jelas kan apa maksud mu tadi."
"Tidak ada lupakan saja."
"Enjel aku serius." Enjel berbalik di Menatap Heri yang berbaring di samping nya.
"Apakah kamu sungguh-sungguh mencintai aku?" tanya Enjel. "Katakan dengan jujur, kalau kamu tidak menyukai aku tidak apa-apa, aku bisa menahan nya untuk beberapa bulan ini dan setelah itu kita akan berpisah." ucap Enjel.
Tiba-tiba Heri mencium Bibir Enjel.
Enjel terdiam. Mata nya melotot kaget.
"Aku sangat mencintai kamu, aku tidak akan pernah membiarkan kamu pergi." ucap Heri.
__ADS_1
"Aku ingin menjadi pacar kamu." ucap Heri.
"Oohh ya udah."
"Ya udah apa Enjel?" tanya Heri kaget.
"Jadi pacar kan?"
"Maksud nya kita sekarang pacaran?" tanya Heri. Enjel mengangguk.
Enjel terdiam. Menahan ekspresi dan setelah itu Berbalik dan menutupi wajah malu nya.
Heri senyum-senyum sendiri, sekarang rasa sakit yang ada di badan nya hilang begitu saja.
Heri mengawas kan bantal di tengah-tengah mereka mendekati Enjel.
"Sekarang kamu sudah menjadi pacar ku?"
"Humm!! jangan tanyakan itu lagi, aku sangat malu." ucap Enjel. Heri tersenyum.
"Aku hanya memastikan saja." ucap Heri.
Heri memeluk Enjel dari belakang.
Sementara Di rumah Radit. Dia tidur sendiri karena istri nya sudah pergi berangkat menuju Paris seperti yang di rencanakan sebelumnya.
"Huff sudah waktunya tidur. Ini sudah jam sepuluh." ucap Radit.
Namun baru saja mau tidur handphone nya berdering telpon dari Tania. Namun Radit mengabaikan nya. Dia mematikan handphone nya.
"Hufff seharusnya aku tidak mengijinkan Abel pergi, sekarang aku merasa kesepian, sangat-sangat sepi. Aku sudah sangat merindukan dia." batin Radit.
"Mungkin selama aku pergi keluar kota ini yang dia rasakan. "Aku benar-benar sangat jahat sekali." batin Radit.
Dia akhirnya memaksa mata nya untuk tidur.
Keesokan harinya..
Enjel baru saja bangun. Dia membuka mata nya namun yang dia lihat pertama kali nya adalah Wajah Heri yang menatap nya sambil tersenyum.
"Kamu sudah bangun dari tadi?" tanya Enjel.. Heri mengangguk sambil tersenyum.
"Good morning.." ucap Heri. Enjel tersenyum.
"Ini sudah jam berapa?" tanya Enjel. Heri menunjuk kan layar handphone nya.
"Masih jam enam." ucap Heri. "Huff syukur deh, aku pikir aku sudah sangat telat. hari ini aku harus ke kantor karena banyak pekerjaan. Kalau kamu belum sembuh tidak perlu datang." ucap Enjel.
"Saya harus datang ke kantor hari ini, karena saya tidak ingin pacar saya kecapean menyelesaikan pekerjaan saya." ucap Heri.
Enjel menghela nafas panjang.
"Aku boleh minta sesuatu gak?"
"Boleh, katakan saja." ucap Heri.
"Aku ingin kita merahasiakan Hubungan kita untuk sementara waktu boleh kan? Aku tidak ingin orang-orang beranggapan aneh." ucap Enjel.
"Baiklah, aku mengerti kok." ucap Heri.
__ADS_1