Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 55


__ADS_3

"Kak pulsa saja, aku bisa sendiri kok pulang nya." ucap Mila kepada Abel.


Abel menggeleng kan kepala nya. "Tidak apa-apa." ucap Abel.


Dia tidak bisa meninggalkan Adik nya bersama teman-teman Mila yang laki-laki. hanya Mila sendiri perempuan di Sana.


Tidak terasa hari semakin malam, Radit baru saja pulang.


"Arghh!! Hari ini cukup melelahkan sekali." ucap Radit dia membuka jas nya langsung duduk di sofa.


Bibik datang membawa kan air minum.


"Abel mana Bik?" tanya Radit.


"Non Abel belum pulang tuan." ucap Bibik.


"Belum pulang?" ucap Radit kaget dan langsung mengambil handphone nya.


"Halo kak.."


"Mila! Kenapa kamu yang jawab telpon kakak mu?" tanya Radit.


"Kak Abel lagi ke toilet kak, emang nya ada apa?" tanya Mila.


"Kamu dengan Bela kenapa jam segini belum pulang?" tanya Radit.


"Siapa Mil?" tanya Abel yang baru saja datang.


"Ini kak Radit." ucap Mila sambil memberikan handphone nya.


"Halo Kak." ucap Abel. "Sekarang kamu pulang! Ini sudah jam berapa." ucap Radit dari balik telepon.


"Iyah kak, tapi tunggu Mila selesai mengerjakan tugas nya dulu." ucap Abel.


"Kenapa harus di luar mengerjakan tugas? Itu tugas Mila bukan kamu, sekarang kamu pulang." ucap Radit.


"Ya udah deh Iyah." ucap Abel langsung mematikan handphone nya.


"Apa-apaan ini! Berani sekali dia mematikan handphone nya." ucap Radit.


Dia menelpon balik. "Kamu kenapa mematikan handphone nya? Saya belum selesai berbicara!" ucap Radit.


"Iyah kak, aku pulang. Nih sudah mau pulang." ucap Abel.


"Beri tau di mana sekarang kalian, saya akan ke sana." ucap Radit.


Abel memberikan nya, tidak beberapa lama Radit datang.


Abel dan Mila melihat Radit berjalan masuk.


"Sudah malam, waktu nya pulang." ucap Radit karena melihat Mila masih asik belajar.


"Tapi kak ini sedikit lagi." ucap Abel.


"Tidak bisa! Jangan karena kamu tinggal dengan saya kamu merasa bebas." ucap Radit.


Abel hanya diam saja, dia juga sangat mengantuk sekali.

__ADS_1


Abel pun pamitan pada teman-teman nya.


Radit dan Abel sampai di rumah. "Kakak baru pulang juga yah?" tanya Abel setelah sudah di kamar karena Radit masih memakai pakaian yang sama.


Radit yang dari tadi menunggu Abel berbicara langsung menoleh ke arah Abel.


"Iyah." jawab Radit. "Oohh ya udah aku mandi dulu." ucap Abel.


"Apa! hanya itu saja yang dia tanyakan kepada ku setelah seharian tidak bertemu?" ucap Radit merasa jengkel.


Radit baru saja selesai mandi, dia keluar dari kamar mandi namun sudah mendapati istrinya tidur di kasur.


Radit mendekati Abel dia naik ke kasur.


"Ada apa dengan nya? Kenapa Abel terlihat lebih banyak diam hari ini?" ucap Radit.


Dia mengelus rambut Abel. Merapikan nya.


Abel bergeliat. "Jangan sentuh aku, aku benci sama kakak." ucap Abel. Radit kaget dan bingung.


"Kenapa kamu membenci saya?"


"Kakak bilang mencintai aku, namun kakak tetap saja dekat dengan perempuan lain." ucap Abel.


"Perempuan lain? Siapa?" tanya Radit. Abel tidak menjawab nya.


"Kamu cemburu?" tanya Radit. Abel Tidak menjawab juga.


"Abel... Apa kamu cemburu melihat saya dengan perempuan lain?" tanya Radit sambil mengelus pipi Abel.


Abel mengangguk. Radit seketika langsung tersenyum.


Abel mendekati Radit dan mendekap pinggang Radit menenggelamkan wajahnya di dada bidang suami nya.


Radit sangat senang.


Sepanjang malam Radit memandangi wajah Abel yang sangat dia rindukan satu hari ini.


Pekerjaan yang sangat melelahkan membuat nya segera ingin kembali agar bisa melihat seseorang yang bisa menghilangkan rasa penat nya.


Tidak beberapa lama akhirnya dia ketiduran.


Abel terbangun karena mau ke kamar mandi.


Tampa sadar dia berpelukan dengan Radit.


Mau ke kamar mandi saja Radit tidak melepaskan pelukannya.


Abel tidak ingin Radit bangun dia perlahan melepaskan tangan Radit dari pinggang nya.


Tidak beberapa lama kembali lagi ke tempat tidur. Sengaja membuat jarak dari suami nya namun ternyata Radit mendekati nya lagi dan memeluk nya dari belakang.


Abel cukup kaget namun dia membiarkan saja.


Di pagi hari...


"Tok!! Tok!! Tok!!" Seperti biasa Mila mengetuk Pintu kamar. Kali ini Radit yang bangun dia membuka pintu.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Radit. Seketika Mila langsung menutup mata nya melihat Radit keluar bertelanjang Dada.


Radit kaget tidak ingat dan langsung mengambil baju nya.


"Ada apa kamu pagi-pagi sudah mengetuk pintu kamar?" tanya Radit.


"Uang jajan." ucap Mila. Radit menoleh ke arah Abel.


"Abel belum bangun." ucap Radit.


"Uang kakak saja." ucap Abel.


"Saya tidak yakin saya memiliki uang cash." ucap Radit.


Mila memasang wajah sedih.


Radit membangun kan Abel dengan sangat lembut.


"Ya ampun kak Radit lembut banget sih sama kak Abel. Humm jadi iri deh. Aku harus mengambil foto ini dan kirim ke mamah." ucap Mila.


"Kamu kebiasaan deh menggangu pagi-pagi Mila! Uang yang kakak kasih semalam sudah habis?" tanya Abel.


Mila mengangguk. "Nih ambil. Jangan pulang lambat." ucap Abel..Mila mengangguk.


Mila menyalim tangan kakak nya dan bergantian juga dengan tangan kakak ipar nya.


"Kira-kira kalau kita punya anak akan sama seperti ini." ucap Radit. Abel menoleh ke arah Radit.


"Setiap pagi dia akan menggedor pintu meminta uang untuk jajan dan juga menyalim tangan kita untuk berangkat ke sekolah." ucap Radit.


"Apa kakak yakin ingin memiliki anak? Memiliki anak itu harus banyak bersabar." ucap Abel.


"Maksudnya?"


"Anak-anak itu biasanya akan sangat nakal, mereka akan merengek meminta mainan yang tidak penting." ucap Abel.


"Saya akan membeli apa saja yang mereka mau. Saya bekerja keras sekarang untuk masa depan anak-anak saya nanti." ucap Radit.


"Huff memanjakan anak tidak lah baik. Mamah sama papah terlalu memanjakan aku sehingga aku tidak bisa melakukan apapun." ucap Abel lalu masuk ke dalam.


Radit mengikuti nya.


"Apa hari ini kakak akan ke kantor bersama Novi?" tanya Abel.


Radit menggeleng kan kepala nya.


"Pekerjaan saya dengan Novi belum selesai. Mungkin saya belum bisa ke kantor hari ini." ucap Radit.


"Oohh." ucap Abel. Radit mengangguk.


"Saya akan mandi, kamu bisa menyiapkan pakaian saya?" tanya Radit.


Abel mengangguk. Radit masuk ke kamar mandi Abel Mengambil pakaian Radit.


"Huff aku harus melakukan sesuatu agar perempuan-perempuan yang mau mendekati kak Radit minder." Dia mengambil parfum nya dan menyemprotkan ke baju Radit.


"Kalau mereka mencium aroma perempuan, mereka tidak akan jadi menggoda kak Radit."

__ADS_1


Tidak beberapa lama Radit keluar, dia melihat ke arah Abel yang langsung masuk ke kamar mandi.


__ADS_2