Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 110


__ADS_3

"Baiklah." Mereka keluar dari dalam mobil. Radit menjulurkan tangan nya.. Abel tersenyum dia langsung Memegang tangan suami nya. Mereka bergandengan masuk ke dalam.


"Wahh itu kan kak Radit.. Ternyata dia benar-benar sudah menikah dengan tunangannya."


"Istri nya sangat cantik yah. Mereka sangat cocok."


"Oh iya aku dengar istri nya lagi hamil.. Penerus keluarga Pak Radit Akan segera lahir."


Kata-kata yang tidak berhenti di katakan oleh orang yang mengenal mereka di toko buah itu.


"Wahhh..." Melihat Mangga Saliva Abel tidak berhenti keluar, dia ingin langsung memakan nya namun Radit melarang karena belum di cuci.


Mereka menyudahi belanja dan sekalian minta di bersihkan. Abel duduk di luar membiarkan Radit membeli yang kurang.


Dari jauh Radit tersenyum melihat istrinya makan buah mangga sangat lahap tanpa merasa keasaman sama sekali.. Karena sangat lucu dia mengambil gambar diam-diam.


"Sudah selesai?" tanya Abel setelah melihat suami nya di samping. Radit mengangguk dia duduk di depan Abel.


"Kenapa? mau?" tanya nya kepada suami nya karena memerhatikan di memakan Mangga itu. Radit menggeleng kan kepala nya.


"Apa tidak asam? Bagaimana kalau perut kamu tiba-tiba sakit karena memakan buah mentah." ucap Radit.


"Maka nya coba dulu, ini enak, tidak asam sama sekali." ucap Abel.


Radit melihat bentuk nya saja to percaya, namun melihat Abel makan nya sangat lahap membuat dia juga ingin merasakan nya.


"Coba satu saja, kakak pasti ketagihan setelah ini." ucap Abel. Dia menyuapi suami nya.


Dan betapa terkejutnya Radit setelah mengunyah, sangat asam sampai dia menutup mata dan memasang wajah aneh.


Radit menatap istrinya yang tertawa melihat dia. "Kamu membohongi saya, berani-beraninya kamu membohongi saya." ucap Radit.


Abel tertawa. "Apa kamu membawa minum, Abel menggeleng kan kepala nya. Radit menghela nafas panjang.


"Apa kakak yakin tidak mau lagi?" tanya Abel. Radit dengan cepat langsung menggeleng kan kepala nya.


"Ini sangat enak, kakak sangat pemilih. Kakak pasti masih nya Mangga yang sangat mahal." ucap Abel. "Terserah kamu saja. apa kamu sudah selesai ayo kita pulang." ucap Radit.


Abel menggeleng kan kepala nya.


"Aku bosan di rumah saja, aku masih mau di luar." ucap Abel.


"Kamu mau kemana lagi?" tanya Radit.


"Humm kemana aja yang penting sama kamu." ucap Abel.


"Humm kamu bisa saja." ucap Radit. "Apa kamu mau menemani saya olahraga? Ini waktu saya olahraga." ucap Radit.


"Di rumah saja? aku bosan di rumah." ucap Abel.

__ADS_1


Radit menggeleng kan kepala nya.


"Baiklah kalau di luar aku mau." ucap Abel.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai.


"Loh kok aku juga pakai sih? Aku gak usah pakai." ucap Abel.


"Kata Tante kamu harus rajin olahraga. Ayo sekalian saya bantu." ucap Radit.


"Humm sebaiknya aku olahraga deh, itung-itung mengurangi pembengkakan badan ku nanti kalau sudah hamil besar." batin Abel.


Dia masuk ke ruangan Gym.


"Wahh ternyata banyak juga yah orang di sini." batin Abel.


"Apa yang kamu lihat? Kita di sebelah sini." ucap Abel.


"Kenapa tidak bergabung ke sana aja? Kan seru bisa bergabung dengan orang-orang." ucap Abel.


Radit melihat semua nya laki-laki. hanya istri nya perempuan.


"Kamu sudah menjadi istri saya dan juga kamu bahkan sudah mau menjadi seorang ibu tetap saja ganjen melihat laki-laki." ucap Radit.


Abel menghela nafas panjang. "Iyah deh Iyah." ucap Abel..Dia mengikuti suami nya.


Radit menunjuk bagian Abel. Dia sangat kesal karena Radit memberikan alat-alat yang sangat kecil, seperti untuk anak kecil.


"Kamu berolahraga dengan itu, kalau yang ini kami bisa keguguran." ucap Radit.


Abel menghela nafas panjang.


Abel ngambek akhirnya dia pun melakukan apa yang di suruh suami nya.


Kelihatan nya saja seperti milik anak kecil, namun cukup berat dan juga sangat capek.


Karena lelah dia duduk dia melihat suami nya olahraga.


"Pantesan saja setiap malam kak Radit tidak ada lelah nya. Badan ku yang sangat mungil ini minta ampun." batin Abel.


Tidak beberapa lama akhirnya Radit selesai olahraga..Dia duduk di samping istri nya.


"Apa yang kakak lakukan?" tanya Abel karena Radit mau menguncir rambut Abel yang sudah keringatan.


"Jangan kak."


"Kenapa?" tanya Radit.


Setelah di kuncir Radit baru sadar kalau leher Abel ada bekas merah atas kelakuan Nya.. Radit tersenyum melihat itu.

__ADS_1


"oohh pantesan saja dari tadi kamu tidak mengikat rambut kamu." ucap Radit.


"Itu semua karena kakak! Kebiasaan setiap malam, untung saja bisa di tutupi rambut." ucap Abel.


"Abis nya leher kamu sangat manis dan sangat wangi." ucap Radit.


"Ssttt!!! Jangan kuat-kuat kak. Nanti kalau ada yang dengar bagaimana?" ucap Abel.


Radit tersenyum. "Tidak apa-apa, biar saja mereka dengar agar mereka tau kalau kamu istri saya." ucap Radit.


"Dasar mesum!" ucap Abel.


Radit tersenyum.


Heri dan Enjel baru saja pulang ke apartemen.


"Aaarrggghhh!!! Sangat lelah sekali." ucap Heri tiba-tiba masuk mendahului Enjel ke kamar Enjel.


Enjel saja kaget sekali melihat Heri sudah berbaring terlentang di Tempat tidur nya.


Heri menatap Enjel. "Upss maaf-maaf saya lupa kalau ini kamar kamu." ucap Heri.


"Keluar sekarang! Aku tidak memiliki tenaga untuk marah-marah sebaik nya kamu keluar!" ucap Enjel dengan nada kesal.


Heri tersenyum dia menutup mata nya.


"Aku sangat lelah sekali. Seharian penuh bekerja, aku mengerjakan semua nya pekerjaan kamu agar kamu tidak kelelahan aku mohon jangan ganggu aku..Aku mau istirahat." ucap Heri.


"Istirahat lah di kamar kamu." ucap Enjel. Heri menggeleng kan kepala nya.


"Kamar kamu sangat nyaman, sprei dan juga bantal nya sangat wangi. Wanginya sama seperti kamu." ucap Heri... Enjel menghela nafas panjang.


Mau mencari Heri namun ternyata Heri sudah tidur.


Enjel diam dia menatap wajah Heri yang sangat letih.


"Sebaik nya aku mandi dulu." ucap Enjel karena sudah jam tujuh dia pun masuk ke tempat tidur.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai dia keluar dengan kaos oblong warna putih dan celana pendek warna pink.


"Huff aku sangat ngantuk sekali.. Sebaiknya aku tidur dulu." ucap Enjel naik ke tempat tidur.


Dia tidak mengingat kalau Heri masih tidur di tempat tidur nya.


Tengah malam Heri gelisah karena gerah tidak nyaman. Dia membuka sepatu, jas, dasi dan juga kemeja.


Tidak lupa juga melepaskan ikat pinggang dan membuka celana panjang meninggalkan boxer saja.


Setelah itu dia tidur memeluk Enjel yang dia pikir bantal guling.

__ADS_1


"Sangat wangi sekali." ucap nya mencium rambut Enjel.


__ADS_2