
Enjel mengelus kepala Heri.
"Pokoknya kamu percaya kalau kamu bisa, aku juga bisa. Kita sama-sama berjuang." ucap Enjel.
"Pokoknya selama kita LDR kamu tidak boleh menyelingkuhi aku, kamu tidak boleh berhubungan dengan pria lain atau merespon pria lain."
"Lalu bagaimana dengan pak Radit atau rekan kerja ku?"
"Itu bisa asalkan jangan Rio, aku tau dia pasti ada rasa suka sama kamu." ucap Heri.
"Baiklah-baiklah, kamu jangan berfikir negatif kepada ku. Kamu juga di sana harus setia. Aku tau di sana sangat banyak mantan kamu, di sana juga banyak perempuan yang sangat cantik-cantik."
"Kamu sudah mengalah kan mereka semua Enjel di mata saya. kamu adalah segalanya." ucap Heri. Enjel tersenyum dia Tersipu karena Heri. Sepanjang malam mereka tidak berhenti berbincang.
Keesokan harinya Enjel sedang Memasak untuk Heri.. Heri baru saja bangun.
"Ini sudah jam sepuluh kenapa kamu tidak membangun kan aku?" tanya Heri kepada Enjel.
Enjel menoleh ke arah Heri.
"Sepanjang malam kamu tidak tidur, aku yakin kamu pasti akan kelelahan." ucap Enjel.
"Aku sudah bilang aku ingin menghabiskan waktu bersama kamu, kamu sangat jahat sekali." ucap Heri.
Enjel menghela nafas panjang dia menatap Heri.
"Aku sedang masak, sebaik nya sekarang kamu mandi dan setelah masak keluar lah dan makan." ucap Enjel.
Heri menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak akan mandi, aku ingin bersama kamu." ucap Heri.
"Oke baiklah kalau begitu, kamu akan bau keringat sepanjang hari di pesawat dan seluruh penumpang terganggu termasuk pilot dan pilot nya tidak fokus dan pesawat pun...."
"sudah-sudah!aku akan mandi." ucap Heri. Enjel tersenyum. "Nah gitu dong."
Heri mendekati Enjel. Dia memegang tangan Enjel.
"Jangan ganggu aku sedang masak." ucap Enjel. Heri memeluk Enjel.
"Pergi mandi sekarang sebelum terlambat," ucap Enjel. Heri mengangguk.
15 menit kemudian Enjel belum selesai masak namun Heri sudah selesai Mandi dan sudah rapi.
"Cepat banget kamu mandi nya." ucap Enjel. Heri melihat jam tangan nya.
"Aku hanya memiliki waktu bersama kamu Dua jam 30 menit lagi. Aku akan menggunakan Wak itu sebaik mungkin." ucap Heri.
"Huff kamu terlalu lebay."
"Terserah kamu deh mau ngomong apa." ucap Enjel.
__ADS_1
"Kamu duduk lah di sana, aku akan menata makanan di meja makan setelah masak."
"Aku akan membantu kamu di sini."
Tidak beberapa lama akhirnya selesai masak, mereka duduk dan makan bersama.
"Aku tidak akan merasakan masakan kamu lagi untuk beberapa Minggu." ucap Heri.
"Aku akan mengirimkan Masakan ku ke sana.
"Tidak mungkin, itu pasti sudah basi." ucap Heri. Enjel tersenyum.
"Ini tidak akan lama, jangan terlalu di pikirkan." ucap Enjel.
Tidak beberapa lama selesai makan mereka siap-siap berangkat ke Bandara.
"Heri ambil lah ini." ucap Enjel memberikan kotak.
"Apa ini?" tanya Heri.
"Buka saja." ucap Enjel. Heri membuka nya ternyata isinya syal yang sangat tebal.
"Kamu tidak bisa kedinginan. Aku tau kalau di daerah sana cukup dingin di malam hari. Ingat juga jangan sering lembur jaga kesehatan." ucap Enjel.
Heri mengangguk sambil tersenyum.
Enjel tersenyum dia tiba-tiba memeluk Heri karena sangat terharu sedih.
"Oh iya aku juga punya sesuatu untuk kamu." ucap Heri.
"Apa itu?" tanya Enjel.
Heri mengeluarkan kunci mobil dari Kantong celana nya dan memberikan kepada Enjel.
Enjel bingung dia menatap Heri dengan tatapan tanda tanya.
"Aku tau mobil yang kamu pakai adalah mobil Perusahaan dan mobil itu sudah cukup lama sudah sering rusak. Aku ingin kamu memiliki mobil ku." ucap Heri.
"Tapi mobil ini baru saja kamu beli setelah di sini, dan harganya juga cukup mahal."
"Jujur saja mobil ini adalah mobil impian ku karena aku belum memiliki nya di kota ku. Namun aku jauh lebih senang ketika bisa memberikan ini kepada kamu." ucap Heri.
"Kamu gak bercanda kan?"
"Aku ingin kamu jauh lebih nyaman, jauh lebih senang ketika bersama ku, aku akan sangat di repot kan kalau kamu sedih, tidak bahagia." ucap Heri.
Enjel tersenyum. Heri mendekati nya memegang wajah Enjel.
"Aku tidak tau kenapa aku bisa jatuh cinta kepada wanita yang sangat keras kepala seperti mu. Aku sangat mencintai kamu dari pada diri ku sendiri." ucap Heri.
__ADS_1
Enjel tersenyum.
"Mata bulat, hidung sedikit mancung, bibir merah tipis, wajah yang sangat bagus, putih badan yang pendek berhasil membuat seorang Heri Pratama terpukau." ucap Heri.
"Aku cantik, siapa yang tidak terpukau melihat ku." ucap Enjel menyombong diri.
Heri menghela nafas. "Kamu hanya milik ku, mereka hanya bisa mengagumi nya namun tidak bisa memiliki nya." ucap Heri.
Enjel tersenyum. "Begitu juga dengan kamu. Kamu adalah milik ku sekarang. Kamu tidak boleh berhubungan lagi dengan perempuan lain." ucap Enjel.
"Siap Sayang." ucap Heri sambil menghormat membuat Enjel tertawa.
Mereka berpelukan. Tiba-tiba handphone Enjel berbunyi.
"Enjel kamu kamu di mana? kamu bilang sebelum jam satu kamu sudah di bandara. Aku dan Kak Radit sudah di bandara."
Enjel melihat ke arah jam.
"Baiklah, kami sedang di perjalanan." ucap Enjel.
"Siapa?" tanya Heri.
"Pak Radit dan Abel sudah di bandara menunggu kita, ayo berangkat." ajak Enjel.
Mereka Membawa semua barang-barang ke dalam mobil Enjel.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga di sana.
"Kenapa kalian begitu lama?" tanya Radit.
Tidak bisa banyak basa-basi Heri sudah harus masuk. Berpamitan kepada semua orang karena tidak tau kapan lagi bisa bertemu dengan mereka.
"Aku sangat senang bisa bekerjasama dengan mu, terimakasih banyak. Aku menitip kekasih ku." ucap Heri. Radit mengangguk mereka berpelukan.
"Abel terimakasih banyak semua nya, aku minta maaf juga sudah banyak membuat kamu kesal. Aku menitipkan Abel kepada kamu." ucap Heri.
"Kamu berbicara seperti mau pergi jauh saja." ucap Abel. Heri tersenyum.
Sebenarnya bukan jarak yang membuat mereka sulit bertemu namun waktu yang sangat sulit karena Heri Sibuk dengan pekerjaan nya begitu juga dengan Enjel.
Enjel mengantarkan ke pintu masuk.
"Kamu hati-hati yah sayang, jangan lupa kabarin aku kalau sudah sampai." ucap Enjel.
"Huff baru berpisah seperti ini kamu memanggil ku dengan sebutan sayang. Namun aku sangat senang mendengar nya.. Sering-sering lah panggil aku dengan sebutan itu." ucap Heri.
Enjel tersenyum. Mereka berpelukan dan setelah itu Heri berangkat.
"Kamu tidak menangis." tanya Abel kepada Enjel karena sebelumnya terlihat sangat Sedih.
__ADS_1