Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 64


__ADS_3

"Ya udah deh Mamah percaya." ucap mamah nya karena wajah Abel ceria-ceria aja.


"Ya udah mah kalau begitu aku ke kamar dulu." ucap Abel.


Di kamar Abel membaringkan tubuh nya. Sepanjang malam dia tidak bisa tidur karena memikirkan Kalau dia hari Tampa Radit.


"Gak! Gak! aku tidak boleh memikirkan dia, aku harus buktikan aku bisa." ucap Abel.


Dia menepis pikiran nya dari Radit.


Dia tidur pagi agar tidak terlalu memikirkan Radit.


Sementara di tempat lain Radit sudah sampai di kantor nya.


Sebelum masuk seperti biasa dia melihat ke ruangan tempat Abel biasanya, namun kali ini ruangan itu sudah berbeda.


Abel sudah tidak bekerja di sana lagi. "Pak Direktur." panggil Enjel.


."Iyah kenapa?" tanya Radit.


"Hanya mau menanyakan Keadaan Abel sekarang bagaimana yah Pak?" tanya Enjel.


"Keadaan Abel baik-baik saja. Kamu tidak perlu khawatir." ucap Radit.


"Apa Abel yang membuat keputusan sendiri keluar dari perusahaan?" tanya Enjel. Radit mengangguk.


"Apa saya boleh bertemu dengan Abel Pak?" tanya Enjel.


"Sebaiknya dua hari lagi kamu baru bisa datang ke rumah, sekarang dia tidak di rumah." ucap Radit.


"Oohh begitu yah pak, baiklah." ucap Enjel. Dia membiarkan Radit ke ruangan nya.


"Permisi pak..." Novi datang ke ruangan Radit. "Iyah." jawab Radit.


Novi duduk di depan Radit.


"Apa Bapak sudah sarapan?" tanya Novi.


"Saya sudah sarapan dari rumah." ucap Radit.


"Oohh bagus deh. Apa Bapak mau kopi?" tanya Novi. Radit menggeleng kan kepala nya.


"Tidak, saya sudah minum. Kamu lanjut kan lah pekerjaan mu." ucap Radit.


Novi di tolak seperti tidak biasanya.


"Apa hari ini bapak dengan Abel berantem lagi?" tanya Novi.


"Sebaiknya kamu lanjut bekerja Novi." ucap Radit. Novi mengangguk dia pun langsung keluar dari ruangan Radit.


Radit juga lanjut bekerja agar tidak bosan di dalam ruangan nya itu.


Sudah sore Radit baru saja pulang dari kantor.

__ADS_1


"Tuan akhirnya pulang. Dari tadi Tidak ada non Abel di rumah, Bibik juga menghubungi nya tidak bisa." ucap Bibik.


"Bibik tidak perlu khawatir. Sekarang Abel berada di Rumah Orang tua nya. Dia akan di sana selama dua hari." ucap Radit.


"Loh kenapa tuan? Apa tuan berantem lagi dengan non Abel?" tanya Bibik.


Radit menggeleng kan kepala nya. "Enggak kok bik, dia hanya ingin tidur di rumah nya." ucap Radit.


"Oohh begitu Yah Tuan." ucap Bibik.. Radit mengangguk.


"Ya sudah kalau begitu saya ke kamar dulu yah bik." ucap Radit.


"Tuan mau makan malam apa?" tanya Bibik.


"Tidak perlu bik, saya masih kenyang." ucap Radit. "Oohh ya sudah kalau begitu Tuan." ucap Bibik.


Radit masuk ke dalam kamar nya. "Arrhhh!!! Seperti nya aku salah membuat perjanjian seperti ini." ucap Radit.


Dia mengambil handphone nya mau menelpon Abel namun tidak jadi.


"Huff aku sudah hampir gila tidak mendengar suara nya sekarang. Sekarang dia lagi apa aku tidak tau, apa dia sudah makan atau tidak aku tidak tau." ucap Radit.


Dia jadi pusing sendiri sehingga tidak tenang. Tidak ingin juga mau melakukan apa-apa.


"Abel... Apa kamu merasakan apa yang aku rasakan sekarang? Ini benar-benar sangat menyiksa ku." batin Radit.


Sementara di tempat lain Abel tertawa-tawa menonton film bersama mamah dan papah nya di ruang tamu.


"Ini sudah tengah malam waktu nya tidur nak." ucap Pak Handoko kepada Abel.


"Iyah Pah. Selamat malam yah." ucap Abel masuk ke kamar nya.


Abel membaringkan tubuh nya dia Kasur. "Huff akhirnya aku bisa tidur dengan nyenyak Tampa harus mengkhawatirkan seseorang akan melakukan hal yang aneh-aneh." ucap Abel.


Sebelum tidur dia Memasang musik terlebih dahulu dan tidak beberapa lama dia tidur.


Sementara di tempat lain.


Radit tidak bisa tidur. Dia tidak bisa menghilangkan Abel dari pikiran nya.


"Seperti nya aku tidak akan bisa tidur sebelum mendengar suara nya. Aku juga harus tau kabar nya seperti apa di sana." ucap Radit.


Dia menelpon nomor Abel namun ternyata tidak bisa karena sudah sepakat mereka memblokir nomor masing-masing.


Radit mengacak-acak rambut nya karena sangat kesal.


"Abel..... Kamu membuat saya gila. saya terjerat oleh ide saya sendiri." ucap Radit.


Sepanjang malam Radit tidak bisa tidur. Keesokan harinya.


"Kak Radit, ada apa dengan kakak?" tanya Mila kaget melihat mata Radit sayu dan juga Hitam.


Radit menggeleng kan kepala nya. "Nih ambil lah uang jajan mu." ucap Radit.

__ADS_1


Dia memberikan Uang kepada Mila.


Dua hari sudah Abel di rumah orang tua nya.


"Besok Abel sudah dua hari tidak berkomunikasi dengan ku." ucap Radit setelah sudah pulang kerja hari ini.


"Apa dia benar-benar tidak merasa kan apa yang aku rasakan?" tanya Radit.


Radit menghela nafas panjang. "Ternyata aku salah menilai perasaan Abel kepada ku." batin Radit.


Di rumah Abel...


"Pah itu siapa yang datang?" ucap mamah nya Abel kepada Suami nya karena melihat cahaya mobil.


"Papah, mamah." ucap Mila baru saja masuk.


"Oohh kamu nak, kamu datang sama siapa? Kok gak bilang-bilang?" tanya mamah nya.


"Maafin aku mah, aku juga mendadak datang nya. aku ke sini bersama kak Radit." ucap Mila.


"Mau menjemput Abel yah?" tanya mamah nya.


Mila mengangguk.


Radit masuk dia menyalim mertua nya.


"Kak Abel mana Mah? kok gak ada di kamar?" tanya Mila setelah turun dari kamar.


"Oohh kakak mu belum pulang, dia pergi sama teman-teman nya." ucap Mamah nya.


Radit menghela nafas panjang. Dia hanya memasang wajah lesu saja.


"Nak Radit baik-baik saja kan? apa nak Radit kurang enak badan?" tanya mertua nya.


"Tidak apa-apa Bu." ucap Radit. Tiba-tiba ada telpon masuk ke handphone mamah nya dari Abel.


"Mah hari ini aku pulang telat yah, jangan menunggu ku." ucap Abel.


"Loh kenapa nak? Suami kamu sudah datang menjemput kamu." ucap Mamah nya.


"Suruh pulang saja mah, aku akan kembali ke rumah besok." ucap Abel.


"Tapi mereka sudah jauh-jauh datang menjemput kamu." ucap mamah nya.


"Tidak apa-apa mah, suruh saja pulang." ucap Abel.


"Ya udah deh kalau begitu, kamu jangan terlalu larut pulang nya." ucap Mamah nya.


Tidak beberapa lama akhirnya telpon mati.


"Abel Akan pulang lambat nak Radit. Dia juga bilang kalau dia tidak perlu di tunggu, dia akan kembali Besok." ucap Mamah nya.


"Oohh begitu yah Bu, gak apa-apa Kami akan pulang." ucap Radit.

__ADS_1


__ADS_2