
Dia jadi pusing sendiri.
Sudah Sore Abel baru saja selesai menyetrika pakaian nya dengan suami nya.
"Hufftt sekarang aku harus mengerjakan semua pekerjaan rumah agar aku tidak bosan hanya tidur-tiduran saja." ucap Abel sambil memegang pinggang nya yang terasa sangat sakit sekali.
Dia menoleh ke arah jam.
"Sudah jam Lima sore sebaiknya aku mandi dulu sebelum kak Radit pulang, aku harus terlihat cantik." ucap Abel.
Mengambil handuk dan membawa nya ke kamar mandi. Setelah beberapa menit di kamar mandi dia keluar dan memilih pakaian yang bagus.
Namun sudah hampir sepuluh menit dia berdiri di depan lemari nya.
"Pakaian ku sudah tidak ada yang bagus, semua nya yang lama, aku bosan." ucap Abel.
Abel mendengar suara mobil masuk ke halaman rumah. "Kak Radit sangat cepat pulang hari ini." batin Abel. Dia mengambil pakaian nya sembarangan dan Memakai nya.
Dia mau keluar namun ternyata suami nya sudah di depan pintu kamar. Radit menatap nya dan melihat handuk masih di kepala Abel.
"Aku minta maaf tidak menyambut kakak di bawah, aku baru saja selesai mandi." ucap Abel karena dia tau kalau Radit akan protes.
Radit menggeleng kan kepala nya. "Tidak apa-apa." ucap Radit.
Abel mengambil tas dan juga jas Radit.
"Apa kakak mau langsung mandi?" tanya Abel. Radit mengangguk.
Radit Mengambil handuk langsung masuk ke kamar mandi.
"Arrhhh!! Kenapa aku harus terkejut seperti ini ketika melihat dia baru saja selesai mandi." ucap Radit setelah sudah di kamar mandi. Dia melihat tampilan wajah nya di cermin.
Abel memakai pakaian yang menampilkan bagian dada nya. Dia menggulung rambut di handuk membuat leher jenjang cantik milik nya terlihat sangat jelas karena tidak di tutupi rambut.
"Tidak Radit, kamu harus bisa mengontrol diri. Jangan membuat Abel tidak nyaman dengan mu." ucap Radit kepada diri nya sendiri.
Satu jam dia di kamar mandi akhirnya badan nya sudah segar karena berendam dan setelah itu keluar.
Dia tidak mendapati istrinya di kamar. Radit segera memakai baju nya. "Tok!! tok!! tok!!" Radit membuka pintu kamar ternyata itu adalah Mila untung saja di sudah memakai pakaian nya.
"Kak Abel mengajak untuk makan malam." ucap Mila.
"Oohh baiklah." ucap Radit. Mereka turun ke bawah bersama.
__ADS_1
Radit di sambut dengan senyuman manis Abel yang menunggu di meja makan bersama Bibik.
"Kondisi kan diri mu Radit." ucap nya berusaha menyadarkan diri nya.
Abel dan Mila serta Bibik berbincang-bincang di meja makan. Mereka berbicara sangat akrab dan asyik.
Radit merasa di abaikan dia hanya diam saja sambil mendengarkan mereka semua berbicara.
"Saya sudah lelah, saya ke kamar dulu yah." ucap Radit. Abel mengangguk. Mereka bertiga lanjut untuk berbicara.
Tidak terasa hari semakin malam Masing-masing mereka sudah mengantuk dan masuk ke kamar masing-masing.
Abel berdiri di depan pintu kamar nya dia mau membuka pintu namun sedikit takut.
"Huff kok aku merasa malu seperti ini sih?" ucap Abel.
Dia memberanikan diri membuka pintu berharap Radit sudah tidur namun Radit masih bangun dan sedang membaca buku di kasur.
Radit melihat Abel masuk. "Loh kakak belum tidur?" tanya Abel. Radit menggeleng kan kepala nya.
Radit menutup buku nya dia meminta Abel tidur di samping nya.
Abel mengikuti nya saja walaupun sedikit canggung.
"Apa yang salah dengan pakaian ku kak?" tanya Abel.
"Ini terlalu terbuka, bagaimana kalau kamu masuk angin?" ucap Radit.
"Ada apa dengan kak Radit? Bahkan biasa nya aku memakai baju tanpa lengan saja dia tidak protes." batin Abel.
"Apa kakak tau pakaian ku sudah tidak ada yang bagus. Aku memilih ini karena aku merasa ini yang bagus." ucap Abel.
Radit melihat lemari besar baru yang ada di kamar nya.
"Lemari besar itu isi nya baju kamu semua, bagaimana bisa kamu bilang tidak ada yang bagus?" ucap Radit.
Abel menghela nafas panjang. "Tetap saja aku tidak suka, aku sudah bosan." ucap Abel.
"Kalau kamu bosan pergi lah beli yang baru." ucap Radit. Abel menggeleng kan kepala nya.
"Tidak! Itu hanya menghabiskan uang saja. Sekarang aku sudah tidak bekerja. Aku harus bisa mengatur keuangan ku." ucap Abel.
Radit tertawa kecil mendengar istri nya itu.
__ADS_1
"Apa kamu lupa memiliki Seorang suami miliarder? Saya bekerja untuk kamu." ucap Radit.
Abel menggeleng kan kepala nya. "Tanggungan kakak bukan hanya aku. Aku tidak boleh berfoya-foya untuk sesuatu yang tidak penting." ucap Abel.
Radit menghela nafas panjang. "Apa kamu ingin membuat saya merasa tidak bertanggung jawab?" ucap Radit.
"Bukan seperti itu kak, aku merasa tidak pantas menggunakan Uang kakak. Uang kakak sudah banyak yang aku gunakan. Belum lagi beberapa hari Mila di sini kakak memberikan nya uang yang banyak." ucap Abel.
Radit mengelus kepala istri nya. "Baiklah saya tidak akan memaksa. Tapi kalau kamu membutuhkan sesuatu katakan lah." ucap Radit. Abel tersenyum.
"Oh iya kalau kamu bosan dengan pakaian kamu, kamu bisa memakai pakaian saya." ucap Radit sambil menunjuk ke arah lemari nya.
Abel tertawa mendengar itu. "Pakaian kakak akan menelan ku." ucap Abel. Radit tertawa. Abel sadar kalau badan nya sangat kecil sekali sementara baju Radit semua nya besar.
"Sudah-sudah jangan membahas itu lagi, sebaik nya kita tidur." ucap Radit.
"Jangan tidur dulu kak, aku belum ngantuk. Seharian aku hanya tidur." ucap Abel.
Abel menatap wajah suami nya. "Bagaimana pekerjaan kakak hari ini?" tanya Abel.
"Humm seperti biasa." ucap Radit.
"Apa kakak sangat lelah?" tanya Abel. Radit mengangguk.
"Apa kakak mau kopi atau yang lain nya?" tanya Abel.
"Tidak perlu Sayang.. Kamu di sini menemani saya sudah cukup menjadi obat penat saya." ucap Radit.
"Oohh begitu yah, ya udah." ucap Abel dia pun kembali tidur di lengan suami nya.
Tidak beberapa lama Radit benar-benar tidur dengan sangat nyenyak dan kelihatan wajah nya sudah sangat mengantuk sekali.
Abel menatap wajah suami nya sampai dia juga ketiduran.
Di pagi hari yang cerah Abel bangun lebih awal.
Dia membuka mata nya dan melihat Radit di depan nya.
"Seperti mimpi kehidupan yang aku jalani sekarang. Aku mendapatkan suami yang tampan, kaya dan sangat baik." batin Abel.
"Apa kamu sedang mengagumi ketampanan saya?" tanya Radit tiba-tiba bangun. Abel langsung mengalihkan pandangannya.
"Enggak." ucap nya. Radit tersenyum dia membuka mata nya dan melihat Abel mengalihkan pandangannya.
__ADS_1