Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 43


__ADS_3

"Bukan nya kita sudah suami istri?"


Abel menghela nafas panjang.


"Tapi ini berbeda kak, ini di pakai hanya untuk yang saling mencintai." ucap Abel.


Radit ingin tertawa melihat Abel yang mencoba menjelaskan itu kepada nya. Namun dia tetap berpura-pura lugu.


Lanjut lagi ke kado selanjutnya. Ada gelas nama Radit dan juga Abel.


"Sangat cantik sekali." ucap Abel. Radit menoleh ke arah Abel. Ternyata dia membuka kado yang isinya dress yang sangat cantik.


Abel langsung mencoba nya ke kamar mandi tidak beberapa lama keluar.


"Cantik kan?" tanya Abel. "Humm Iyah kamu sangat cantik." ucap Radit Menatap Abel.


"Kakak lihat nya kemana sih? Aku nanya baju nya." ucap Abel.


"Iyah cantik kok." ucap Starla. Abel tersenyum.


lanjut lagi membuka kado sampai tidak terasa sudah tengah malam.


"Sudah waktunya istirahat, saya juga sudah mengantuk." ucap Radit menoleh ke arah Abel namun ternyata Abel sudah tidur terlebih dahulu.


Radit menghela nafas panjang. Dia berfikir meluruskan pinggang nya.


"Aarrhh ternyata sangat pegal." Dia naik ke kasur karena sudah sangat mengantuk.


Tidak sanggup dia kembali ke tempat tidur nya lagi.


Namun baru saja tidur satu jam dia terbangun karena Abel mendekati nya.


"Sangat dingin." ucap Abel. Seakan meminta pelukan Radit.


Radit tersenyum. Dia sengaja membuat AC sangat dingin agar Abel mendekati nya. Radit memeluk nya cukup erat agar Abel nyaman.


Keesokan harinya...


Abel terbangun membuka mata nya karena merasa ada yang menyentuh rambut nya.


Cukup kaget karena Radit hadapan nya sambil tersenyum dan menatap nya. "Good morning istri ku." ucap Radit. Abel langsung duduk.


"Apa-apaan sih!" ucap Abel. Radit tersenyum dia ikut duduk.


"Kenapa wajah kamu tiba-tiba sangat marah seperti itu? tadi malam kamu yang memeluk ku sangat erat dan sepanjang malam kamu tidur di pelukan saya." ucap Radit.


"Tidak mungkin, kakak pasti mengambil kesempatan di saat aku tidur kan? Kenapa kakak bisa tidur di sini?" tanya Abel.


"Ini semua karena kamu, kamu yang membuat saya sampai ketiduran di sini." ucap Radit.


Abel Menatap dengan sinis. "Loh kok malah nyalahin aku sih?" ucap Abel.

__ADS_1


"Sudah-sudah jangan ribut lagi, sekarang sudah jam sepuluh sebaiknya kamu merapikan ini semua." ucap Radit.


Abel melihat kekacauan yang di kamar nya. Penuh dengan sampah dan barang-barang yang berserakan.


"Huff kenapa sih harus aku yang merapikan nya? Kita membuat nya sama-sama jadi harus merapikan nya bersama." ucap Abel.


Radit turun dari tempat tidur. "Baiklah saya akan merapikan nya. Bukan kah suami istri itu harus saling membantu?" ucap Radit.


Abel menatap dengan kesal.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga.


"Jangan lupa hari ini kita harus ke rumah sakit setelah itu ke klinik kecantikan!" ucap Abel mengingat Radit.


"Baiklah." ucap Radit. "Aku serius kak," ucap Abel. "Saya juga serius Abel..." ucap Radit.


"Nah gitu dong."


Mereka berdua siap-siap setelah merapikan kamar.


"Tunggu-tunggu dulu deh, kakak yakin mau ke rumah sakit seperti ini?" tanya Abel melihat penampilan Radit.


"Yakin lah, memang nya kenapa?" tanya Radit. Abel menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak mau kakak keluar seperti ini. Kita mau ke rumah sakit bukan mau ke kantor. Penampilan formal seperti ini akan membuat orang yang bertemu dengan kakak sangat takut dan canggung." ucap Abel.


"Saya sudah terbiasa dengan seperti ini, sudah sangat nyaman." ucap Radit.


Radit menggeleng kan kepala nya. Abel menghela nafas panjang.


"Terserah kakak saja, jangan harap kakak bisa berjalan di samping ku." ucap Abel. Radit tidak menghiraukan nya dia masuk saja ke dalam mobil.


Abel mengendarai mobil menuju ke Rumah sakit.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai.


"Ini pertama kali nya saya di antar ke rumah sakit oleh orang lain." ucap Radit. "Tidak perlu berlebihan, bukan nya selama ini kakak selalu di kelilingi oleh perempuan-perempuan cantik? Bukan kah dulu sekretaris Novi selalu mendampingi kakak?" ucap Abel.


Radit terdiam. Mereka masuk ke dalam.


"Selamat Pagi Pak Radit. Silahkan duduk ada yang bisa kami bantu?" tanya Dokter.


"Dokter saya ingin dokter memeriksa tangan Pak Radit. Saya takut terjadi sesuatu yang membahayakan tangan nya. Karena sudah sangat lama namun belum sembuh." ucap Abel.


"Baiklah saya akan memeriksa nya." ucap dokter. Mereka masuk ke ruangan pemeriksaan. Tangan Radit di ronsen.


Dan ternyata ada pergeseran tulang karena Radit terlalu memaksakan tangan nya di gerakkan.


Abel kaget. Ternyata tangan Radit semakin parah.


"Pak Radit ganti Asisten? perasaan yang datang mengantarkan bapak terakhir kali bukan mbak ini." ucap dokter.

__ADS_1


"Bukan Dokter. Ini is..."


Abel menginjak kaki Radit.


"Saya hanya karyawan pak Radit yang mendampingi dia dokter." ucap Abel.


"Oohh. Ternyata pak Radit mencari karyawan cantik-cantik yah." ucap dokter.


Abel hanya bisa tersenyum saya mendengar itu.


"Ya udah kalau begitu kami permisi dulu ya dokter." ucap Radit.


Abel mengambil obat nya dan setelah itu pergi meninggalkan rumah sakit.


Radit melihat wajah Abel yang bad mood, dia sudah tau kenapa itu sebabnya dia tidak bertanya.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di klinik kecantikan tempat Abel biasanya Perawatan.


"Ayo masuk." ajak Abel. "Kamu saja, saya akan menunggu di luar."


"Jangan membuat aku semakin marah kak, ayo buruan masuk." ucap Abel.


Radit masuk mereka langsung di sambut.


"Kak saya dengan bos saya mau perawatan. Semua paket perawatan nya saya borong." ucap Abel.


"Sa-saya ikut?" ucap Radit.


"Sudah jangan banyak Tanya, ayo buruan ganti baju." ucap Abel.


Mereka sudah bertukar pakaian dan berbaring di tempat tidur yang sudah di sediakan.


"Ini sudah menjadi klinik langganan ku, kakak tenang saja di sini tidak terlalu mahal kok." ucap Abel.


Radit menoleh ke arah Abel.


"Saya tidak suka tubuh saya di sentuh oleh orang lain termasuk wajah saya." ucap Radit. Abel menoleh ke arah Radit.


"Kakak harus terbiasa, agar kakak semakin tampan, semua perempuan di luar sana pasti terpikat kalau wajah kakak bersih." ucap Abel.


"Saya tidak ingin. Saya sudah Tampan Tampa perawatan." ucap Radit.


"Ck sangat percaya diri sekali." ucap Abel.


"Saya ingin kamu yang membersihkan wajah saya." ucap Radit. Abel kaget dia melihat ke arah mbak-mbak yang sedang di ruangan itu.


"Humm mbak bisa keluar dulu kan? saya mau berbicara dengan bos saya." ucap Abel. Mereka keluar dari sana.


"Kakak bisa gak sih lihat situasi kalau mau bercanda?" ucap Abel.


"Saya serius, tidak bercanda." ucap Radit.

__ADS_1


__ADS_2