Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 165


__ADS_3

"Enjel dan Novi baru saja pulang dia langsung bisa mandi dan istirahat.


"Kamu tidak mandi dulu?" tanya Tania kepada Radit yang masih duduk di ruang tamu.


Radit menoleh ke arah Tania. "Aku tidak membawa baju ganti.


"Tenang saja baju kamu masih ada kok di sini." ucap Tania. Radit langsung diam. Tania mengambil kan nya dan langsung mandi.


Tidak beberapa lama akhirnya dia selesai mandi dia melihat Tania sedang Masak di dapur.


"Ayo makan dulu." ucap Tania. Radit terdiam sejenak dia melihat Tania yang sudah sangat berubah.


"Apa ini benar Tania? Seperti nya bukan." batin Radit.


Sambil terus memerhatikan Tania.


"Ayo makan malam dulu. Aku sudah masak." ucap Tania. Radit mendekati meja makan. Dia melihat makanan semua yang ada di atas meja adalah makanan kesukaan nya.


"Maafin aku yang dulu yah, dulu aku sama sekali tidak pernah memenuhi kemauan kamu, makanan kesukaan kamu tidak pernah aku masakin, sekarang aku akan membayar semua nya, kamu mau apa katakan saja." ucap Tania.


Radit diam saja dia duduk dan makan. Namun handphone nya berdering pesan masuk dari istri nya, dia langsung tersenyum dan membalas pesan nya.


"Makan dulu, nanti aja main handphone nya." ucap Tania. Radit diam dia meletakkan handphone nya dan lanjut makan.


Namun baru beberapa suap dia sudah berhenti makan.


"Kok kamu Makan sedikit sih? Aku masak banyak loh." ucap Tania.


"Aku sudah kenyang." ucap Radit. "Kalau begitu kamu cobain puding nya aja deh." ucap Tania. "Apa kamu mau teh atau jus aku akan membuat nya.


"Teh saja." ucap Radit. Tania mengangguk sambil tersenyum.


Dia berjalan ke dapur. "Halo kak." Abel menelpon suami nya.


"Iyah Halo." ucap Radit. "Kakak sudah makan kan? Aku kefikiran kakak terus." ucap Abel.


"Udah kok, baru saja selesai. Kamu istirahat lah ini sudah malam." ucap Radit.


"Aku tidak bisa tidur kak. kakak di sana baik-baik saja kan?" tanya Abel.


"Baik kok," ucap Radit.

__ADS_1


"Aku tidak tau kenapa aku selalu kefikiran kakak, aku mengkhawatirkan kakak." ucap Abel.


"Mungkin itu bawaan bayi nya saja, tidak biasanya berpisah." ucap Radit. Abel menghela nafas panjang.


"Lain kali aku tidak akan mengijinkan kakak lebih mengutamakan pekerjaan." ucap Abel. Radit tersenyum.


"Maafin saya yah, kalau begitu kamu lanjut istirahat yah, saya juga mau istirahat." ucap Radit. Tania datang telpon langsung mati.


"Komunikasi kamu dengan Abel sangat baik yah, aku sangat iri pada nya." ucap Tania.


"Kalau waktu bisa di ulang aku tidak akan pernah melakukan hal bodoh yang pernah aku lakukan dulu."


"Kamu sadar apa yang kamu lakukan dulu?" tanya Radit. Tania mengangguk. "Aku menyesalinya dan sekarang aku akan mencoba berusaha berubah untuk kamu karena aku sadar kalau aku masih sangat mencintai kamu." ucap Tania.


"Aku tidak ingin membahas itu dan aku tidak perduli dengan tentang itu." ucap Radit.


"Baiklah-baiklah, kamu minum saja teh kamu, aku mau bersih-bersih kamar." ucap Tania.


"Apartemen ini hanya satu kamar, di mana aku akan tidur?"


"Di kamar kita lah, kamu lupa kalau ini masih milik kita bersama. Dan kita masih suami istri." ucap Tania.


"Sebaik nya aku tidur di sofa." ucap Radit. Tania tidak mengatakan apapun dia langsung pergi ke kamar.


Namun beberapa menit berusaha untuk tidur mata nya tidak mau terpejam.


"Kenapa kepala ku terasa pusing dan hawa di sini sangat panas?" ucap nya.


Melihat AC ternyata sudah sangat dingin. Namun tetap saja tidak terasa.


"Tok!! Tok!! Tok!!" Ketukan pintu kamar Tania.


Tania membuka pintu. Radit kaget melihat Tania memakai pakaian Seksi.


"Apa yang kamu lakukan? Kenapa apartemen kamu sangat panas?" ucap Radit. seketika Tania tersenyum.


"Kebetulan AC di luar belum di servis, kamu bisa tidur di sini, di Sini sudah sangat dingin." ucap Tania menarik tangan Radit ke dalam.


Radit tidak menolak sama sekali. Dia membuka baju nya karena tetap saja gerah. Namun sekarang mata nya tidak bisa lepas dari badan Istri pertama nya itu.


"Jangan Radit! Jangan! Kamu sudah memiliki Abel, kuat Radit." ucap nya. "Nih minum dulu." ucap Tania.

__ADS_1


Radit Menatap Tania.


"Kamu memasuk kan apa kepada minuman ku?" tanya Radit karena sudah tidak tahan lagi.


"Aku tidak mencampur kan apa-apa kok, aku hanya menambah sedikit obat agar kamu lebih bersemangat." ucap Tania.


"Gila kamu yah Tania! Kamu sangat licik!" ucap Radit.


"Aku sangat merindukan kamu Radit, aku tidak tahan melihat kamu bersama Abel, kamu hanya milik ku bukan milik orang lain." ucap Tania.


"Jangan gila kamu Tania, sekarang Buka pintu." ucap Radit. Tania menunjuk kan kunci dia sambil tersenyum memasuk kan ke dalam bra nya.


Radit mau marah namun dia tidak bisa mengendalikan diri. Sekarang wajah Tania sudah seperti wajah Abel, namun dia tetap berusaha untuk menyadarkan diri.


"Ayo sadar Radit, sadar!"


"Tidak perlu menahan nya Radit. Aku ingin kamu membuat aku hamil agar aku di sayang oleh kamu dan juga mertua ku. Aku juga ingin di sayang oleh keluarga kamu seperti mereka menyanyangi Abel." ucap Tania..


Radit nafas nya sudah sangat berat. Keringat nya sudah sangat basah. Tania mencium Bibir Radit.


"Abel...Abelll." ucap Radit membuat Tania berhenti.


Namun Radit langsung meniduri di kasur.


"Abel....." ucap Radit sambil menciumi badan Tania.


Namun dia langsung sadar dan langsung berlari ke kamar mandi.


Dia menghabiskan beberapa jam di kamar mandi sampai dia benar-benar normal kembali karena dosis yang di berikan oleh Tania cukup tinggi.


Tengah malam akhirnya dia keluar. Dia melihat Tania sudah tidur di tenda tidur. Dia juga sudah menukar pakaian nya.


Radit sudah sangat lelah dia tidak ada pilihan akhirnya tidur satu tempat tidur dengan Tania.


Dia menatap wajah Tania yang seperti nya baru saja selesai menangis.


"Radit kenapa kamu begitu bodoh Radit, bagaimana bisa kamu mengisi hati mu dengan dua wanita sekaligus." ucap Radit.


Radit sudah cukup lama bersama Tania, banyak kenangan, banyak cinta di antar mereka berdua itu sebabnya tidak mudah bagi nya untuk melupakan semua nya.


Di tempat lain Abel tidak bisa tidur. Dia menonton Drakor sampai shubuh dan sampai dia ketiduran dengan keadaan tab masih hidup.

__ADS_1


Keesokan harinya Radit bangun lebih awal untuk segera kembali ke rumah, namun melihat Tania yang masih tidur dia tidak tega meninggalkan nya begitu saja. Akhirnya dia menunggu sampai bangun terlebih dahulu.


__ADS_2