Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 139


__ADS_3

"CK Setelah dia yang menelpon ku, dia juga yang meminta aku istirahat." ucap Enjel dengan kesal.


Dia berbaring di tempat tidur.


"Humm apa malam ini dia akan tidur di kamar ku? aku harus melihat keadaan kamar ku." ucap Enjel langsung menelpon Video Heri.


Heri melihat Enjel menelpon lagi dia sangat senang.


"Aku sudah tau kamu akan menelpon ku lagi, aku sudah tau kalau kamu juga merindukan aku sama seperti aku merindukan aku." ucap Heri.


"Huff jangan kepedean deh. Aku hanya mau memastikan keadaan kamar ku seperti apa setelah dua malam kamu tempati. Kamu masih di kantor?" tanya Enjel karena melihat belakang Heri.


"Iyahh." jawab Heri.


"Tidak biasanya jam segini kamu masih di kantor? Pekerjaan kamu masih banyak?" tanya Enjel.


"Aku tidak tau ngapain harus cepat pulang.. Biasa nya aku cepat pulang karena ingin bertemu dengan kamu " ucap Heri. Seketika Enjel memasang wajah datar.


"Aku menyesal menanyakan nya." batin Enjel.


"Jujur saja pekerjaan ku hari ini sangat banyak, aku kurang istirahat. Seperti nya malam ini aku akan menginap di perusahaan." ucap Heri.


"Terserah." ucap Enjel.


"Kamu sudah makan?"


"Belum." ucap Enjel.


"Kenapa tidak Makan? Apa kamu mau aku memesan kan makanan untuk kamu?" tanya Heri.


"Tidak perlu, aku bisa melakukan nya sendiri."


Namun tiba-tiba Heri sudah menunjukkan Bukti kalau dia mengirimkan makanan ke penginapan Enjel.


"Makan yang banyak yah, jangan sampai kamu kurus Ketika pulang nanti." ucap Heri.


"Baiklah, terimakasih." ucap Enjel.. Heri tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu aku mau lanjut bekerja dulu."


"Kamu sudah makan?" tanya Enjel.


Heri mengangguk.


"Sudah." jawab Heri.


"Bagus deh kalau begitu." ucap Enjel. Panggilan telepon pun langsung mati.


Tidak terasa sudah Satu Minggu Enjel di luar kota.


Semua pekerjaan nya sudah selesai dia hari ini sudah beres-beres untuk pulang ke kota nya.


"Sudah Dua hari Heri tidak menghubungi ku." ucap Enjel. Dia mengingat dua hari yang lalu kalau dia kesal kepada Heri yang tidak berhenti menghubungi nya.


Setelah di marahin Heri benar-benar tidak menggangu Enjel seperti biasa tidak mengirim pesan sama sekali. Enjel bisa lebih fokus dan menyelesaikan pekerjaan nya dengan sangat cepat.


"Kak Radit.." Panggil Abel sebelum Suami nya berangkat bekerja.

__ADS_1


"Iyah kenapa?" tanya Radit.


"Humm boleh gak aku minta sesuatu?" tanya Abel.


"katakan saja, kalau saya sanggup saya akan memberikan nya." ucap Radit.


Enjel menunjuk kan Foto Paris kepada Suami nya.


"Kenapa dengan ini?"


"Aku ingin jalan-jalan ke sana. Aku ingin menikmati pemandangan di sana, aku juga ingin Makan makanan yang ada di sana."


"Tapi kamu tau sendiri kan kalau saya sangat Sibuk. Bagaimana kalau saya tidak bisa meninggalkan pekerjaan saya?"


"Hanya satu Minggu saja kak."


Radit mengelus rambut istri nya.


"Mungkin saya tidak bisa ikut, namun saya akan mengijinkan kamu pergi ke sana."


"Kakak tidak ikut?"


"Saya tidak bisa ikut."


"Tapi kak."


"Tidak apa-apa demi Kamu dan anak kita." ucap Radit.


"Humm baiklah. Aku setuju. Kalau begitu aku boleh Ajak Mamah sama papah kan?"


"Orang tua saya?" tanya Radit. Abel mengangguk.


"Kalau Kamu tidak bisa pergi Mamah akan menemani istri kamu pergi. Mamah juga sudah lama tidak jalan-jalan."


Radit tersenyum. "Bagaimana dengan papah?"


"Huff kalian sama saja, gila kerja sehingga lupa menyisihkan waktu untuk Keluarga sendiri!" ucap Mamah nya.


Radit menghela nafas panjang.


"Aku minta maaf mah."


"Sudah-sudah jangan membahas itu, Mamah minta kamu urus semua nya." ucap mamah nya.


"Baiklah." ucap Radit dia menelpon Novi untuk mengurus semua nya. Istri dan mamah nya tinggal terima bersih saja.


Di Sore hari nya Enjel sudah sampai di apartemen nya.


"Aku mau istirahat dulu yah Rio, kamu hati-hati pulang." ucap Enjel kepada Rio.


Rio mengangguk sambil tersenyum. Dia pun meninggalkan apartemen Enjel.


Enjel menarik kopernya naik ke atas.


"Seperti nya Heri masih di kantor..Huff sudah lah biar kan saja, aku mau istirahat." ucap Enjel.


Dia masuk ke apartemen nya dan sangat terkejut melihat apartemen nya berantakan dan bau yang tidak sedang.

__ADS_1


Tiba-tiba dia mendengar Barang jatuh dari balik sofa. Dia melihat ke sofa tambah terkejut lagi melihat Heri yang berbaring di sofa memakai Hoodie yang sangat tebal dan bertopi dan selimut yang sangat tebal.


Dia berusaha mengambil air minum.


"Heri.. Apa yang terjadi?" tanya Enjel. Heri melihat Enjel.


"Kamu sudah pulang?" tanya Heri berusaha untuk duduk.


"Apa yang terjadi jawab aku! Kenapa tempat ini sangat berantakan dan kotor. Semua nya berserakan dan kenapa kamu tidak bekerja?" tanya Enjel.


Heri menatap wajah Enjel. Dia menarik tangan Enjel untuk duduk di dekat nya.


"Aku sangat merindukan kamu." ucap Heri memeluk Enjel.


Enjel lagi-lagi kaget karena merasakan badan Heri yang sangat hangat.


"Kenapa badan kamu sangat panas? Kamu sakit?" Enjel sangat khawatir dia langsung memeriksa suhu badan Heri.


Dan benar saja kalau Heri demam tinggi.


"Kamu sakit! kenapa kamu tidak berobat?" tanya Enjel.


Heri menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak sakit, aku hanya merindukan kamu." ucap Heri.


"Kamu sakit, kamu harus minum obat. Sekarang kamu ke kamar." ucap Enjel karena tempat itu sangat tidak nyaman.


Heri sudah sangat pucat dia juga sangat lemah.


"Enjel.. jangan marah kepada ku, jangan membenci ku, aku sangat mencintai kamu." ucap Heri memegang tangan Enjel sangat erat.


"Kamu sakit karena aku marah?"


Heri diam saja.


Heri terlihat sangat kesakitan. Akhirnya Enjel memutuskan menghubungi dokter.


Setelah di periksa dokter Heri bisa tidur dengan tenang karena di berikan obat tidur.


"Dok kenapa dia bisa sakit?" tanya Enjel.


"seperti nya Pak Heri kurang tidur, selain kurang tidur beliau juga kecapean. Sering memaksakan diri.


Dan kelihatan nya pak Heri jarang makan. Magh nya kambuh juga." ucap dokter.


Enjel menghela nafas panjang.


"Kalau bisa pak Heri harus diperhatikan beberapa hari sampai sembuh." ucap dokter.


Enjel mengangguk. "Saya permisi dulu." dokter pun keluar dari sana.


Enjel membawa Air ke dalam kamar untuk mengompres badan Heri yang panas.


Enjel Menatap wajah Heri. Perlahan di membuka baju Heri untuk mengompres bagian dada, tangan dan juga leher Heri.


Heri masih tidur dengan nyenyak. Setelah selesai Enjel meletakkan kain di kening Heri agar bisa menyerap panas.

__ADS_1


Mengompres badan saja tidak cukup akhirnya dia mencari alat penurun panas dan menempel kan ke dahi Heri.


"Pantesan saja aku tidak bisa berhenti memikirkan dia dari kemarin." batin Enjel.


__ADS_2