Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 85


__ADS_3

"Ya sudah kalau begitu, tidak perlu berbicara dengan ku." ucap Abel. Radit menghela nafas panjang. Dia tidak tau harus melakukan apa menghadapi istri nya itu.


Dari pada mereka berdua ribut, Radit memilih tidur saja.. Melihat Radit mengabaikan dia, Abel tambah kesal.


Kedua nya berusaha untuk tidur, Abel tidak bisa tidur karena kefikiran, sementara Radit tidak bisa tidur karena tidak memeluk istrinya.


Mau memeluk nya namun takut istri nya menolak.


Setelah beberapa menit akhir nya Radit memberanikan diri untuk memeluk Istrinya.


Abel awal nya menolak namun Radit memaksa Abel.


"Saya minta maaf kalau membuat kamu kesal, lupakan hal itu, saya hanya mencintai kamu." ucap Radit sambil mencium kepala Abel.


Tidak beberapa lama akhirnya Abel tenang dia sudah luluh lagi.


Abel Menatap wajah suami nya. "Aku harap mencintai Pria untuk kedua kalinya tidak salah, aku sangat takut." ucap Abel.


Radit menggeleng kan kepala nya. "Tidak mungkin saya mendua, saya akan setia." ucap Radit.


"Janji?"


Radit mencium kening Abel.


"Saya akan berjanji dan saya akan membuktikan nya." ucap Radit.


Abel tersenyum. "Kita sudah baikan kan? Apa saya boleh meminta sesuatu?" tanya Radit.


"Meminta apa?" tanya Abel. Radit merabah tubuh Abel. "Huff kita baru saja berbaikan." ucap Abel.


"Apa kamu tidak ingin melakukan nya lagi? Saya sangat merindukan kamu." ucap Radit.


Abel mendorong Radit dari tubuh nya.


"Bisakah kita menunda nya? Aku masih sangat takut." ucap Abel.


Radit menggeleng kan kepala nya. "Tidak bisa lagi." ucap Radit membuka baju Abel Deng secara paksa.


"Kak aku mohon satu malam ini saja." ucap Abel. Radit tidak mendengar kan Abel dia terus melakukan aksinya.


"Kamu jangan berisik, Farel Akan terbangun." ucap Radit karena Abel mencoba melepaskan diri.


"Biarkan saja dia bangun, agar dia melihat kelakuan Kakak." ucap Abel. Radit tersenyum melihat wajah Abel.


"Saya akan membiarkan nya melihat ini." ucap Radit. Abel tetap saja tidak bisa mengelak akhirnya dia pun membiarkan Radit.


Perlahan Radit mulai membuat Abel terhanyut dengan belaian nya. Abel tidak bisa menahan lagi. Ketahanan yang di bangun sudah runtuh, sekarang dia jauh lebih agresif dari pada suami nya.


Radit sangat senang ketika Abel seperti itu.

__ADS_1


Dan sudah bisa di tebak kalau Radit tidak akan melakukan nya sekali saja, dia Akan melakukan nya berulang kali sampai Abel benar-benar lemas.


Pagi-pagi Farel bangun, Suara tangisan nya membuat Abel dan Radit bangun.


Radit melihat Abel. Dia tersenyum namun Abel memukul dada nya.


"Aaa!! Apa yang kamu lakukan sayang?" tanya Radit merasa kesakitan.


"Good morning Suami ku." ucap Abel mencium pipi Radit.


"Morning sayang." Radit tersenyum.


Farel sudah menangis mau keluar dari tempat tidur nya. Radit membawa Farel ke tempat tidur dan duduk di tengah-tengah mereka berdua yang masih berbaring.


Karena masih ada waktu untuk berolahraga Radit berolahraga pagi di depan rumah. Sudah lama dia tidak lari pagi.


"Aku tidak tau tenaga apa yang ada di badan nya. Setelah semalaman gak tidur bisa-bisa nya dia lari pagi." ucap Abel.


Dia di halaman sambil menyuapi Farel.


Tidak beberapa lama akhirnya Radit selesai. Seluruh badan nya basah oleh keringat.


"Sayang..." Radit mau memeluk Abel namun Abel menolak nya.


"Jangan sentuh aku, kakak bau keringat." ucap Abel.


"Kamu yakin tidak mau menyentuh saya?" tanya Radit dengan tatapan nakal.


"Kamu terpesona kepada saya?"


"Enggak! Aku hanya tidak habis pikir kepada kakak." ucap Abel.


"Kenapa?" tanya Radit.


"Setelah berolahraga sepanjang malam, kakak masih melakukan olahraga di pagi hari." ucap Abel.


Radit tersenyum. "Kamu tau kalau olahraga malam itu berbeda dengan olahraga pagi. Saya harus tetap menjaga postur tubuh saya agar kamu tidak berpaling kepada pria lain." ucap Radit.


"Saya akan mandi dan siap-siap ke kantor." ucap Radit.


Abel mengangguk. Sementara di tempat lain Bibik sedang mengambil momen Radit dengan Abel di halaman yang sangat romantis bagi Bibik.


"Bikk apa yang Bibik lakukan di sana?" tanya Abel melihat Bibik di Taman.


"Enggak kok non, saya hanya menyiram tanaman saja." ucap Bibik.


"Saya tidak sabar mendengar suara tangisan bayi di rumah ini." ucap Bibik sambil senyum-senyum sendiri.


Radit sudah sampai di kantor dia bertemu dengan Novi.

__ADS_1


"Novi kamu bisa ijin hari ini mempersiapkan hari ulang tahun Papah kamu." ucap Radit.


"Tidak apa-apa kok pak. Sudah banyak yang menangani di rumah." ucap Novi. "Oohh ya sudah kalau begitu." ucap Radit.


Novi keluar dari ruangan Radit. Tidak beberapa lama Enjel masuk ke ruangan bos nya.


"Ada apa Enjel?" tanya Radit. "Bagaimana keadaan Abel pak?" tanya Enjel.


"Apa kamu ke sini hanya mau menanyakan tentang dia?" tanya Radit. Enjel menyengir sambil mengangguk-anggukkan.


"Kenapa kamu tidak datang saja ke rumah?" tanya Radit.


"Apa boleh saya berulang kali datang ke sana pak? Saya tidak enak." ucap Enjel.


"Tidak apa-apa kalau itu kamu, saya tau kalau kamu cukup dekat dengan Abel." ucap Radit.


"Tapi saya tidak memiliki waktu selain malam Pak. itu sebabnya saya jarang datang." ucap Enjel.


"Keadaan Abel baik-baik saja, kalau kamu mau datang, datang saja." ucap Radit. Enjel tersenyum.


"Terimakasih banyak pak, kalau begitu saya permisi." ucap Enjel.


"Eh tunggu dulu Enjel." ucap Radit.


"Iyah Pak." ucap Enjel.


"Apa kamu sekarang sendiri?" tanya Radit.


"maksudnya apa pak? apa bapak mau menembak saya? Saya tidak mau pak, saya tidak mau menghianati teman saya sendiri." ucap Enjel.


"Saya belum selesai bicara Enjel!" ucap Radit. Enjel langsung terdiam.


"Kalau kamu tidak memiliki pasangan apa kamu mau saya kenalkan dengan seseorang." tanya Radit.


"Siapa Pak?" tanya Enjel.


"Teman saya." ucap Radit. "Teman bapak? Saya tidak mau pak, pasti teman bapak semua nya orang kaya, orang terpandang saya hanya karyawan biasa." ucap Enjel.


"Kamu yakin tidak mau?" tanya Radit.


"Tapi pak, apa bapak tidak marah saya berhubungan dengan pria?" tanya Enjel.


Radit menggeleng kan kepala nya.


"Saya ingin kamu mempunyai pacar agar Kamu tidak menggangu istri saya terus dan tiap hari menanyakan istri saya kepada saya." ucap Radit.


Seketika Enjel menghela nafas panjang. "Abel teman saya pak, tidak ada salahnya menanyakan kabar teman." ucap Enjel langsung.


Radit menghela nafas.."Saya akan terus bertanya walaupun saya sudah memiliki pacar, karena saya belum yakin dengan Bapak." ucap Enjel langsung pergi..

__ADS_1


"Berani-beraninya dia lancang kepada Saya." ucap Radit.


__ADS_2