
Karena Heri canggung setelah apa yang dia lakukan sementara Enjel malu.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai berbincang-bincang sebentar setelah itu Enjel pamit pulang karena Heri menunggu di dalam mobil.
Di masuk ke dalam mobil dan ternyata Heri Malah ketiduran.
"Tuh kan sudah aku bilang kamu di rumah saja, namun sangat keras kepala." ucap Enjel. Heri mendengar suara Enjel dia langsung bangun.
"Sudah datang, ayo kita pulang." ucap Heri. Enjel mengangguk. Walaupun sangat ngantuk dia pun langsung meninggalkan rumah Radit.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah. Heri langsung membaringkan tubuh nya di sofa.
"Kamu mandi dulu. Tidak mungkin kamu tidur dengan pakaian seperti ini." ucap Enjel.
Heri mengangguk dia berjalan ke kamar. Tidak beberapa lama akhirnya. Setelah selesai dia mendengar Pintu kamar nya di ketuk oleh Enjel.
"Makan dulu sebelum tidur." ucap Enjel sambil menunjuk kan mie ramen yang dia buat.
Heri menggeleng kan kepala nya. "Aku sudah sangat ngantuk."
"Tapi kamu belum makan." ucap Enjel.
Akhirnya Heri makan sambil menahan ngantuk nya.
Setelah habis setengah akhirnya dia pun langsung tidur.
"Terimakasih mie nya, aku sangat suka." ucap nya dan kembali tidur.
Sementara di Rumah Radit baru saja pulang dia melihat Abel sudah tidur di tempat tidur.
"Abel..." panggil Radit. Abel seperti nya sudah sangat nyenyak akhirnya dia pun tidak membangun kan istri nya.
Keesokan harinya pagi-pagi Abel bangun dia melihat suami nya tidur di samping nya. Dia mendekati mengelus rambut mencium pipi suami nya.
"Kamu sudah bangun?" tanya Radit.
"Humm." jawab Abel sambil tersenyum. Radit membuka mata nya.
"Aku membangun kan kakak yah?" tanya Abel. Radit menggeleng kan kepala nya.
"Enggak kok." ucap Radit.
"Maaf yah tadi malam kakak pulang aku tidak tau, aku sudah sangat ngantuk dan akhirnya tertidur." ucap Abel.
"Iyah gak apa-apa." ucap Radit sambil mengelus pipi Abel.
Namun tiba-tiba Abel mual dia langsung turun dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi.
Radit mengikuti nya.
Setelah selesai Radit membantu membawa ke tempat tidur.
Radit mengelus perut Abel.
"Sudah enakan?" tanya Radit.
Abel mengangguk. "Kamu istirahat saja yah, jangan melakukan hal yang membuatku kamu lelah." ucap Radit. Abel mengangguk.
Radit masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi.
__ADS_1
"Kak Radit harus sarapan dulu sebelum berangkat ke kantor. Sebaiknya aku masak sarapan dulu." ucap Abel.
Dia tidak lupa menyiapkan Pakaian Radit setelah itu dia keluar.
Beberapa jam kemudian.
"Abel... Saya sudah sudah meminta kamu untuk istirahat, kenapa kamu masih keluar dari kamar?"
"Aku harus menyiapkan Sarapan untuk kakak, sebaiknya kakak Duduk sarapan dulu." ucap Abel.
Radit duduk di depan istri nya.
"Oh iya hari ini kakak jangan makan siang di luar! Aku akan membawa kan makan siang." ucap Abel. Radit tersenyum.
Setelah selesai sarapan Radit berangkat bekerja. Abel juga langsung mandi agar Segar tidak bau keringat.
Dia melihat pantulan Tubuh nya di cermin. "Perut ku sudah sedikit kelihatan." batin Abel.
Radit sampai di kantor bertemu dengan Heri. Langsung berbicara soal pekerjaan dan juga yang lain nya.
Enjel sedang enak duduk sambil bekerja namun dia melihat Tania baru saja datang.
"Tunggu-tunggu itu kan Sepupu pak Radit. Tidak biasanya dia datang ke perusahaan?" batin Enjel.
"Permisi Mbak, ada yang bisa kami bantu?" tanya Enjel dan Novi datang.
"Saya mau bertemu dengan Radit."
"Oohh Pak Radit lagi ada meeting di dalam. Belum bisa di ganggu." ucap Novi.
"Tapi saya mau bertemu Sekarang, ini sangat penting!" ucap Tania.
"Tetap saja tidak bisa mbak, kalau sangat penting beri tau saya. Saya akan menyambut nya." Tania terdiam sejenak.
Satu jam lebih akhirnya Heri dan Radit sudah selesai.
"Pak di luar ada mbak Tania mencari bapak." ucap Novi.
"Tania? Ngapain dia ke sini?' tanya Heri.
"Kalian lanjut saja bekerja, saya akan ke depan." ucap Radit.
Novi mengikuti Radit keluar tinggal hanya Heri dan Enjel.
"Apa kamu lihat-lihat?" tanya Enjel karena Heri Menatap nya dengan tatapan aneh.
"Kamu sangat cantik." ucap Heri. Enjel menghela nafas panjang.
"Ambil ini." ucap Enjel memberikan satu kertas dan pena.
"Apa ini?" tanya Heri.
"Surat untuk kunjungan proyek baru." ucap Enjel.
"Aku masih ada kerjaan di Sini, aku belum bisa meninggalkan nya dan mengunjungi proyek." ucap Heri.
"Apa kamu tidak melihat nama aku tercantum di sana?"
Heri Langsung menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
"Aku tidak akan membiarkan kamu pergi sendiri." ucap Heri.
"Aku tidak sendiri, aku di temanin Rio."
"Rio? Tidak bisa!" ucap Heri.
"Terserah kamu saja, kalau tidak ada kunjungan Proyek tidak akan jadi dan Klien akan kecewa karena sudah di janjikan besok." ucap Enjel.
Heri menghela nafas panjang.
"Berapa lama kamu akan di sana?" tanya Heri.
"Sekitar Tiga hari."
"Satu jam saja tidak melihat kamu sudah membuat aku gila, bagaimana dengan tiga hari dan dengan pria lain!" ucap Heri.
"Ini pekerjaan. Kamu jangan membawa masalah pribadi kedalam urusan pekerjaan." ucap Enjel.
"Saya tidak bisa jauh-jauh dari kamu." ucap Heri.
"Terserah, kalau kamu menginginkan proyek sia-sia sebaiknya tidak perlu tanda tangan." ucap Enjel.
"Baiklah-baiklah aku akan tanda tangan, tapi kamu janji tidak akan macemnya dengan Rio kan?" ucap Heri. Enjel menghela nafas panjang.
"Aku percaya sama kamu." ucap Heri langsung menandatangani kertas itu.
"Kapan kamu akan berakhir?"
"Sore ini."
"Sore ini? kenapa tidak besok?"
"Jam sepuluh aku sudah harus Sampai di sana."
Heri menghela nafas panjang. Bingung dan tidak tau harus bagaimana.
"Aku pergi dulu yah " ucap Enjel. Heri menahan tangan Enjel.
"Saya ikut pulang." ucap Heri.
"Ngapain?"
"Aku ingin menghabiskan waktu yang sisa dengan kamu agar aku tidak terlalu merindukan kamu."
", sangat lebai." ucap Enjel.
Heri mengikuti Enjel keluar.
Sampai di apartemen Enjel masak dulu dan Heri tetap saja mengikuti nya.
Enjel melihat nya hanya bisa menghela nafas panjang.
"Kalau kamu pergi kalau malam saya lapar bagaimana? Bagaimana dengan rumah? Pasti akan sangat berantakan."
"Jangan berlebihan deh Heri, aku hanya pergi tiga hari."
Heri tiba-tiba memeluk Enjel dari belakang yang sedang Masak.
"Kamu tidak tau betapa khawatir nya aku ketika kamu mau meninggalkan aku seperti ini." ucap Heri.
__ADS_1
"Aku tau kamu tidak akan pernah merasakan hal seperti ini." ucap Heri sambil memasang wajah Sedih.
"Aku sedang masak lepas kan." ucap Enjel. Heri menggeleng kan kepala nya, namun Enjel melepaskan nya dengan kasar.