Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 192


__ADS_3

Mereka berbincang-bincang sangat bahagia. Keadaan kembali normal. Radit sangat lega dia bahagia.


Setelah orang tua Abel pulang Abel mandi agar bisa istirahat.


"Ayo Makan dulu." ajak Radit.


"Aku tidak berselera Makan." ucap Abel. Radit paham dengan istri nya dia langsung menyuapi nya. Awal nya Abel menolak namun akhirnya dia makan bahkan sangat lahap sekali.


"Kamu sok jual mahal banget, padahal aslinya lapar dan hanya mau di suapin aja." ucap Radit.


"Sudah dua Minggu aku tidak bersikap manja." ucap Abel.


"Huff saya lebih suka kamu manja dan menyusahkan saya seperti ini dari pada kamu mengabaikan saya. Saya tersiksa." ucap Radit.


Abel tersenyum tipis. "Itu pelajaran kepada kakak agar suatu saat nanti tidak berbohong lagi." ucap Abel.


Radit menggeleng kan kepala nya. "Saya tidak akan melakukan nya lagi, saya minta maaf." ucap Radit terlihat sangat takut.


"Ya sudah kalau begitu sekarang kita berdamai." ucap Abel.. Radit mengangguk sambil tersenyum.


Selesai makan. Abel menghampiri Radit ke kamar sebelah.


"Mulai malam ini kakak sudah bisa tidur di kamar kita." ucap Abel. Radit yang baru saja mau tidur mendengar itu langsung beranjak dari tempat tidur nya dan berlari ke kamar mereka.


Abel mengikuti nya. Dia tersenyum melihat Radit sangat bersemangat sekali di suruh tidur di kamar mereka.


"Saya sudah sangat merindukan kamar ini." ucap Radit.


"Kakak hanya merindukan kamar ini saja?" tanya Abel. Radit tersenyum dia meminta Abel naik ke kasur.


"Saya jauh lebih merindukan kamu. Saya satu rumah dengan kamu namun tetap saja saya sangat merindukan kamu." ucap Radit.


Radit memeluk istrinya dan Abel berbaring di lengan Radit.


Radit mengelus perut Abel.


"Besok sudah jadwal kamu USG kan?" ucap Radit.


"Seperti nya Besok gak bisa deh kak. Karena kakak ada kerjaan di luar kota kan?" tanya Abel.


"Kamu tau dari mana?"


"Dari Novi." ucap Abel.


"Kalau begitu kita akan mengundur dia hari lagi bagaimana?" tanya Radit. Abel mengangguk.


"Aku tidak sabar melihat perkembangan bayi nya kak." ucap Abel. Radit tersenyum.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu ayo tidur. Ini sudah malam." ucap Radit.


"Anak Papah tidur yang nyenyak yah, kamu tidak kedinginan lagi, papah akan memeluk kalian sepanjang malam." ucap Radit.


Abel tersenyum. "Jangan terlalu kuat, aku susah bergerak." ucap Abel. Radit tersenyum. mereka sangat bahagia.


Sementara Zaki dan Tania baru sampai di sore hari tadi di sebuah pedesaan


"Tania bangun, kita sudah sampai." ucap Zaki membangun kan Tania yang ketiduran karena sudah sangat lelah menangis.


Tania membuka mata nya dia baru sadar kalau Kursi nya sudah miring pantesan saja dia sangat nyenyak.


Dia melihat sudah sore. "Loh kita ada di mana ini?" tanya Tania kaget melihat ke sekeliling nya sangat sepi.


"Bukan kah kamu bilang kamu ingin ke tempat yang jauh dari kenangan Radit?" tanya Zaki.


"Iyah, tapi kamu jangan membawa ku ke tempat seperti ini juga, aku takut." ucap Tania.


"Huff kau lupa kalau kamu anak kota." ucap Zaki.


"Kita pulang saja yah, cari tempat yang lain." ucap Tania.


Zaki menggeleng kan kepala nya. "Tidak bisa! Kita sudah sampai di sini " ucap Zaki.


"Tapi aku takut, aku tidak terbiasa dengan tempat seperti ini." ucap Tania.


"Udah buruan ayo keluar." ucap Zaki.


"Kamu tau tempat ini dari mana sih? di sini sangat sepi dan juga ada hutan, aku sangat takut." ucap Tania.


"Selamat Sore Bu." ucap Zaki.


"Dokter Zaki. Dokter Zaki datang?" ucap ibu-ibu yang menyapu di depan rumah nya.


Satu persatu datang menyambut Dokter Zaki.


"Dokter Zaki ada kerjaan yah di sini?" tanya mereka.


"Tidak Bu, saya hanya datang jalan-jalan saja sambil mengenalkan teman saya. dia juga seorang dokter." ucap Zaki.


"Teman atau calon istri dok? Sangat cantik sekali." ucap mereka.


Tania masih malu-malu dan tidak nyaman. Dia justru sangat heran kenapa mereka semua sangat dekat dengan Zaki.


"Ini sudah sangat malam Dokter Zaki. Sebaiknya dokter Zaki istirahat dengan dokter Tania di penginapan seperti biasa." ucap Ibu-ibu itu.


"Penginapan? Apa di tempat seperti ini ada penginapan? aku yakin hanya Gubuk biasa. Sebaik nya kita pulang Zaki." ucap Tania.

__ADS_1


"Heh kamu jangan berbicara seperti itu, ikut saja." ucap Zaki.


Tania mengikuti Zaki sambil membawa barang-barang nya.


Tidak banyak hanya beberapa saja yang kebetulan ada di dalam mobil Zaki.


"Dokter Zaki dan Dokter Tania bisa tidur di sini." ucap ibu itu.


"Hanya satu Kamar saja Bu?" tanya Tania.


"Iyah Dok, karena penginapan ini khusus di bangun untuk dokter Zaki. namun tenang saja dok, di dalam ada tempat tidur dua."


"Ya sudah kalau begitu sampai berjumpa besok Bu, terimakasih banyak. Ini sudah gelap sebaiknya ibu istirahat." ucap Zaki.


"Kamu yakin kita akan tidur dia sini?"


"Iyah, apa yang salah? Di sini bersih, nyaman dan juga jauh dari tentang Radit." ucap Zaki.


"Nyaman bagaimana? Tidak ada lampu, tidak ada jaringan. dan juga tidak ada tetangga, sekeliling Gelap dan kita tinggal di rumah kayu seperti ini." ucap Tania.


"Sudah masuk saja." ucap Zaki. Mereka masuk. Melihat isi dalam Tania cukup lega karena bersih, nyaman dan juga rapi, di dalam juga ada lampu.


Tiba-tiba saja hujan turun.


"Kalau tau seperti ini sebaiknya aku memilih untuk pulang," ucap Tania. Zaki tertawa.


"Kenapa kamu ketawa? aku heran deh sama kamu." ucap Tania.


Zaki merapikan tempat tidur, kamu tidur di kasur aku akan tidur di lantai."


"Kenapa tidur di lantai? Ibu itu bilang kalau di sini ada dua tempat tidur."


"Aku menjadi kan nya jadi satu, aku takut kalau nanti kamu tidak nyaman kalau tempat tidur nya tipis." ucap Zaki.


Tania menghela nafas panjang. "Tempat ini cukup lebar, tidur lah di sini tidak perlu malu-malu. Sebelum kamu bertugas kamu jangan lupa kalau kita sering satu tempat tidur." ucap Tania.


Zaki tidak menolak, namun dia tetap merasa canggung sekali.


Setelah beberapa lama akhirnya mereka berdua tidur. Kelihatan Tania lelah begitu juga dengan Zaki.


Keesokan harinya. Tania bangun karena mendengar suara kicauan burung di luar. Dia membuka mata nya dan melihat Zaki tidur meringkuk karena kedinginan.


Tania baru sadar kalau selimut hanya satu, dia menyelimuti Zaki. Dia melihat ke arah jendela. Berjalan ke arah jendela dan membuka nya.


Dia sangat terkejut ternyata pemandangan yang sangat indah dari sana.


Sawah, gunung dan juga banyak yang lain nya. Terlihat sangat sejuk dan indah. Di tambah lagi orang-orang yang Sibuk dengan aktifitas nya di pagi hari.

__ADS_1


__ADS_2