
Akhirnya sepanjang malam mereka bergadang.. Radit sudah meminta istri nya untuk istirahat dan tidur namun Abel tidak bisa tidur.
Abel memangku dan memeluk Farel sambil bersandar ke sandaran kasur. Sementara Radit Mengompres badan Farel.
Hari sudah menunjukkan pukul tiga pagi, mereka baru bisa tertidur. Itu hanya tiga jam saja alarm handphone sudah membangun kan mereka.
Farel juga terbangun namun tidak menangis dia hanya diam saja.
"Kak seperti nya Farel rindu sama orang tua nya." ucap Abel.
"Saya sudah mencoba menghubungi mereka, namun mereka sangat sibuk sehingga tidak bisa datang ke sini." ucap Radit.
"Kalau begitu aku yang akan mengunjungi mereka." ucap Abel.
Radit terdiam sejenak.
"Aku bisa kok kak, kasihan Farel kalau panas nya tak kunjung turun." ucap Abel.
"Kalau begitu saya akan mengosongkan jadwal saya hari ini." ucap Radit.
"Jangan kak." ucap Abel.
"Tapi..."
"Sekarang hari Senin, pasti banyak pekerjaan yang sangat penting." ucap Abel.
"Tapi lebih penting keluarga saya." ucap Radit.
"Gak apa-apa kak, aku bisa menangani ini ko." ucap Abel.
"Kamu yakin?" tanya Radit. Abel mengangguk.
"Baiklah kalau begitu." ucap Radit. "Tapi saya akan meminta pengawal saya mengantar kan kalian." ucap Radit.
Abel sama sekali tidak mempermasalahkan itu, namun setelah Pengawal datang Abel benar-benar menghela nafas panjang. Tidak berfikir kalau begitu banyak seperti orang mau berperang saja.
Namun demi Farel dia tetap harus pergi sekarang juga.
"sabar yah nak, kita ketemu mamah sama papah kamu." ucap Abel.
Beberapa jam di perjalanan akhirnya sampai juga. Tidak lupa juga Abel mengabari suami nya.
"Farel..." Mamah nya langsung menyambut Farel di depan.
"Ya ampun nak, maafin mamah tidak bisa menjemput kamu." ucap Mamah nya. Farrel juga sangat bahagia sudah bertemu dengan Mamah nya yang sangat dia rindukan.
"Ayo masuk dulu Abel." ucap Tante nya.
"Iyah Tante." ucap Abel masuk ke dalam.
Dia masuk ke dalam.. Masih canggung karena pertama kali nya.
"Sangat berantakan di rumah Tante. Maklum lah banyak anak-anak." ucap Tante nya.
"Gak apa-apa kok Tante.. Di rumah juga sama hanya Farel saja namun sangat berantakan." ucap Abel.
"Anak-anak kenalin nih Tante Abel, istri nya dari om Radit."
Semua anak Tante nya keluar. Dan benar saja ternyata anak Tante nya banyak.
__ADS_1
Namun semua nya cantik dan ganteng sama seperti Tante dan om nya.
"Buat diri kamu lebih nyaman yah." ucap Tante nya.
"Sebaiknya Farel di bawa istirahat dulu Tante. Mungkin dia ingin berduaan dengan Mamah nya." ucap Abel.
"Biar aku yang melihat mereka." ucap Abel.. Tante nya mengangguk.
"Maaf yah jadi merepotkan kamu seperti ini." ucap Tante nya.
"Gak kok Tante." ucap Abel.
Tante nya membawa Farel ke dalam.
"Semoga Farel cepat sembuh." ucap Abel.
"Tante aku mau main ini, tapi rusak." ucap Anak Tante nya.
"Sini Tante bantuin." ucap Abel. Anak perempuan itu tersenyum dan duduk di samping Abel.
"Tante kata mamah lagi hamil yah?" tanya anak perempuan Tante nya.
"Iyah, kamu mau pegang?" tanya Abel.
Anak itu menganggap.
"Nanti kalau anak Tante lahir pasti sangat ganteng."
"Loh kok ganteng? Bagaimana kalau perempuan?" tanya Abel.
"Humm aku mau nya laki-laki Tante, om Radit juga mau nya laki-laki." ucap anak perempuan itu.
"Tante ayo main."
Abel menggeleng kan kepala nya karena merasa lemas.
"Ayo Tante." ajak mereka.
Abel mencoba bergabung ternyata Mereka sangat suka kepada diri nya.
Tidak terasa hari semakin sore Abel pulang Tampa Farel, dia sebenarnya sangat sedih namun tidak mungkin memaksa membawa Farel pulang.
Suami nya sudah menunggu di rumah.
"Kenapa malam seperti ini baru pulang?" tanya Radit yang sudah sangat khawatir di rumah.
"Tadi aku cukup lama di rumah Tante kakak." ucap Abel.
"Lalu bagaimana keadaan Farel?" tanya Radit.
"Yahh seperti itu lah, masih kurang sehat namun sudah lebih baik kok, panas badan nya sudah turun." ucap Abel.
"Syukurlah kalau begitu." ucap Radit. Abel duduk di samping suami nya.
"Kamu kenapa?" tanya Radit. Abel menghela nafas panjang. Dia menatap suaminya.
"Rumah ini sangat sepi kalau tidak ada Farel, aku sangat sedih. Aku juga sudah Rindu dia." ucap Abel.
"Hanya sebentar saja, nanti kalau Farel sudah sehat dia pasti ke sini." ucap Radit.
__ADS_1
"Oh iya kak, kakak harus tau kalau di rumah Tante dan Om kakak ternyata sangat ramai anak-anak."
"Itu semua benar-benar anak kandung om kakak?" tanya Abel.
"Kalau kamu ingin tau sebenarnya tidak. Hanya ada empat saja anak kandung nya, yang dua lagi anak adopsi mereka." ucap Radit.
"Hah? seriusan kak? Kenapa bisa mirip?" tanya Abel.
"Karena dari bayi sudah tinggal dengan Om dan Tante." ucap Radit.
"Pantesan saja." ucap Abel.
"Oh iya kakak tau mereka bilang kalau anak yang di dalam perut aku nanti akan sangat ganteng." ucap Abel.
"Pasti sangat mirip kepada saya. Tampan." ucap Radit.
"Huff tidak mungkin! Aku ingin anak perempuan mereka pasti mirip sama aku." ucap Abel.
Radit menggeleng kan kepala nya.
"Kalau saya lihat kamu mengandung anak laki-laki." ucap Radit.
"Sok tau deh, pokoknya aku mau perempuan." ucap Abel. Radit menghela nafas panjang.
"Kamu tidak percaya kepada saya?" tanya Radit. Abel mengangguk.
"Aku adalah ibu nya, dia dalam di perut ku jadi aku tau." ucap Abel.
"Memang benar yah kalau perempuan tidak bisa kalah debat kalau sama laki-laki." ucap Radit.
"Males ah debat sama kakak, aku mau istirahat, aku sudah sangat lelah." ucap Abel naik ke atas.
Radit tersenyum melihat tingkah istri nya itu.
"Abel.. Abel.." ucap nya.
Setelah beberapa lama akhirnya Abel selesai mandi dia menelpon mamah Farel memastikan keadaan nya.
Namun Farel ternyata masih tidur.
Radit masuk ke kamar dia melihat istrinya sedang menelpon dengan Tante nya.
"Halo Tante apa kabar?" tanya Radit.
"Baik Radit..Kamu sendiri bagaimana?"
"Baik Tante." jawab Radit.
"Oh iya Tante mau bilang sama kamu jaga istri kamu baik-baik yah, jangan sampai buat dia sedih. Karena dia sangat sensitif di masa hamil nya."
"Iyah Tante." ucap Radit.
"Oh iya jangan lupa ajak istri mu sering olahraga, jalan-jalan." ucap Tante nya.
Radit terdiam karena dia belum pernah membawa istri nya jalan-jalan atau olahraga."
"Iyah Tante."
"Ya udah kalau begitu Tante tidur dulu yah, kalian juga istirahat lah." ucap Tante nya dan langsung mematikan sambungan telepon.
__ADS_1