
Radit berangkat ke kantor. Abel keluar dari kamar nya.
"Non.. Apa yang non lakukan? Kenapa Non bekerja padahal masih sakit." ucap Bibik kepada Abel yang di ruang tamu sambil membuka laptop nya.
"Aku gak kerja bik, aku sudah mengundurkan diri dari perusahaan kak Radit. Sekarang aku mau mencari lowongan pekerjaan." ucap Abel.
"Bukan kah lebih baik non di rumah saja tidak perlu kerja." ucap Bibik. Abel menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak bisa kalau tidak kerja Bik." ucap Abel. Bibik menghela nafas panjang.
"Non harus lebih fokus kepada rumah tangga Non dengan Tuan. Kalau hubungan kalian sudah lebih baik baru non bisa bekerja." ucap Bibik.
Abel terdiam sejenak. "Mau sampai kapan Non dengan tuan seperti ini?" tanya Bibik.
Abel terdiam sejenak. "Ya udah kalau begitu non Bibik ke dapur dulu yah." ucap Bibik. Abel menghela nafas panjang.
"Aku sendiri tidak tau aku harus berbuat apa sekarang." ucap Abel.
Di kantor Radit lewat dengan Novi. Semua orang hanya bisa menunduk kan kepala nya.
Semua nya sudah ketakutan karena Radit sudah menegur mereka semua yang sudah mencavi istri nya. Mereka lupa kalau perempuan itu adalah istri dari direktur nya sendiri.
Tidak banyak Berbicara Radit memecat yang ketahuan mencaci. semua nya jadi ketakutan dan mereka semua meminta maaf kepada Abel.
Namun Abel masih belum bisa membuka Handphone nya, dia takut karena tidak siap menerima cacian dari teman-teman kantor nya.
Seharian Abel di kamar karena badan nya masih sangat lemah. Orang tua nya sampai datang membantu Mila merawat Abel.
"Mamah sama Papah tidak perlu repot-repot datang ke sini. Aku sebentar lagi pasti sembuh kok." ucap Abel.
"Iyah Mamah tau kamu pasti sembuh, Mamah datang ke sini karena khawatir. Tidak biasanya kamu sakit seperti ini. coba bilang sama mamah kamu sakit karena apa."
"Mahh sakit bisa saja karena kecapekan, Hanya karena hal kecil saja bisa sakit." ucap Abel.
"Jangan-jangan kamu hamil nak." ucap mamah nya. Abel menggeleng kan kepala nya.
"Mana mungkin aku hamil mah." batin Abel.
"Kamu telat gak? Apa kamu ingat terakhir kali dapat kapan?" tanya mamah nya.
"Aku baru saja dapat mah." ucap Abel.
Wajah mamah dan papah nya langsung berubah.
"Kakak sudah lama menikah namun kenapa sampai sekarang belum hamil sih? aku juga ingin cepat punya keponakan." ucap Mila.
"Belum rejeki nak, kita harus banyak berdoa." ucap mamah Nya Abel. Mila tersenyum.
Sampai malam orang tua Abel di sana.
__ADS_1
Radit baru saja pulang.
"Loh orang tua Abel datang?" ucap Radit melihat mobil Mereka.
"Tuan Sudah pulang?" Bibik menyambut Radit.
"Orang tua Abel di sini Bik?" tanya Radit.
"Iyah Tuan. Non Mila memberi tau mereka kalau non Abel sakit." ucap Bibik.
"Bagus deh bik, biar saja Orang tua nya tau agar Abel cepat sembuh." ucap Radit.
"Tuan.. Bibik dengar kalau Non Abel sudah berhenti kerja yah?" tanya Bibik. Radit mengangguk.
"Saya mau Tuan jangan mengijinkan Non Abel bekerja dengan tempat lain lagi." ucap Bibik.
Radit mengerti apa maksud Bibik.
"Biar kan saja bik, lagian dia sangat keras kepala tidak bisa di larang." ucap Radit.
"Iyah sih Tuan, tapi kalau seperti ini non Abel akan semakin jauh dari Tuan, Padahal baru saja Non Abel perduli dan baik kepada tuan." ucap Bibik.
Radit tersenyum. "Terimakasih yah bik sudah perduli sama ku, tapi Bibik jangan khawatir. Bibik berdoa saja yang terbaik untuk kamu berdua." ucap Radit.
"Bibik selalu mendoakan tuan dengan non Abel." ucap Bibik.
"Radit... Kamu baru pulang nak?" tanya Pak Handoko yang baru saja turun dari lantai atas.
"Iyah Pak." ucap Radit. "Bagaimana keadaan Abel Pak?" tanya Radit.
"Dia sedang istirahat. Nih bapak sama ibu mau pulang." ucap Pak Handoko.
"Kenapa sangat cepat pak? Kita makan malam dulu." ucap Radit.
"Tidak nak, kita pulang saja." ucap pak Handoko.
"Bik tolong siap kan makan malam yah bik." ucap Radit. Radit tidak membiarkan mereka pulang sebelum makan.
"Saya sudah masak banyak pak, ayo makan dulu." ucap Bibik. Akhirnya mereka makan sebelum pulang.
Abel juga ikut bergabung. Abel melihat keakraban Radit dengan Papah nya.
"Huff tidak ada laki-laki lain yang bisa tertawa dan berbicara seperti itu dengan Papah." batin Abel.
Setelah selesai makan mereka pamit pulang.
"Kamu harus banyak istirahat agar cepat sembuh." ucap mamah nya kepada Abel.
Abel hanya mengangguk.
__ADS_1
"Mila kamu gak ikut pulang?" tanya Papah nya.
"Aku belum selesai mengerjakan tugas ku." ucap Mila.
"Huff kamu selalu saja membuat alasan." ucap mamah nya. Mila tersenyum.
Setelah orang tua nya pergi, Mila pun ijin ke kamar nya karena Abel sudah di jaga oleh Radit.
Radit membantu Abel ke kamar.
Sampai di kamar Abel mengawas kan tangan Radit.
"Kamu kenapa?" tanya Radit.
"Kakak dari mana saja sih jam segini baru pulang? Setiap hari selalu malam pulang nya." ucap Abel.
"Kamu tau sendiri saya kerja." ucap Radit.
"Bekerja sampai jam segini setiap hari? Aku yakin kakak bekerja sampai malam dengan Novi karena kalian ada hubungan kan?" ucap Abel.
"Maksud kamu apa Abel?" tanya Radit.
"Loh kok aku berbicara seperti itu sih?" ucap Abel.
"Sudah lupakan saja, aku mau mandi." ucap Abel.. Radit menarik tangan Abel.
"Kamu belum bisa mandi." ucap Radit.
"Aku mau mandi." ucap Abel.
"Jangan keras kepala Abel.. Kalau kamu tetap mau mandi saya akan mencium kamu." ucap Radit.
"Aku tetap mau mandi, bukan nya kakak ingin aku sakit agar kakak bisa bebas dengan Novi!" ucap Abel.
"Kamu berbicara apa Abel? Saya dengan Novi tidak ada hubungan apapun." ucap Radit.
"Bohong! Banyak orang bilang kalau kakak dengan Novi memiliki hubungan." ucap Abel.
Radit menghela nafas panjang.
"Kamu Membaca pesan-pesan dari siapa lagi." tanya Radit.
"Tidak penting kakak tau, kakak jujur saja kalau kakak dengan Novi ada hubungan kan?" ucap Abel.
Radit menggeleng kan kepala nya. "Saya mencintai kamu, saya tidak memilih hubungan dengan Novi." ucap Radit.
"Aku tidak percaya. Bukti nya semalam kakak telponan di balkon agar tidak aku dengar dan waktu di penginapan kalian Setiap malam bertemu..Kakak sengaja di sana agar dekat dengan Novi." ucap Abel.
Radit menghela nafas panjang. Dia tidak tau harus mengatakan apa dia menutup mulut Abel.
__ADS_1
"Dengarkan saya Abel.."
"Saya dengan Novi hanya hubungan pekerjaan. Tidak ada yang lain..Asal kamu tau kamu lah yang saya cintai..Saya tidak pernah mencintai orang lain selain tunangan saya dan istri saya yang sekarang." ucap Radit.