Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 164


__ADS_3

Tania langsung siap-siap.


"Kamu tunggu sebentar yah, aku mau mandi dulu sebentar." ucap Tania. Radit masuk ke dalam apartemen Tania dia melihat meja makan sangat berantakan, banyak piring pecah.


Tiba-tiba dia mengingat mimpi yang membuat Abel terbangun tadi malam.


Tidak beberapa lama akhirnya Tania selesai mandi.


"Kamu sangat cepat sekali." ucap Radit kepada Tania.


Tania tersenyumlah. "Aku tidak sabar sarapan bersama, kau juga tidak ingin membuat kamu lama menunggu.. Biasanya kamu selalu marah-marah karena gak sabar menunggu aku untuk berdandan." ucap Tania.


"Sudah jangan membahas itu lagi." ucap Radit.


"Dan piring ini kenapa semua nya pecah dan kamu tidak membersihkan?"


"Sudah biarkan saja, lagian percuma saja aku bersihkan. Ayo kita sarapan bersama." ucap Tania.


Mereka berangkat meninggalkan Apartemen Tania.. Wajah Tania sangat bersemangat dia sangat senang sekali.


Di perjalanan Tania tidak berhenti memasang wajah senang nya.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga di tempat sarapan.


"Kenapa kamu tidak langsung turun?" tanya Tania kepada Radit.


"Aku jawab telpon dulu, kamu bisa pergi duluan." ucap Radit.


Tania mengangguk. Radit melihat Tania masuk ke dalam.


"Apapun yang terjadi ini semua kesalahanku. Sekarang aku benar-benar bingung apa yang harus aku lakukan agar Nanti tidak ada kesalah pahaman." batin Radit.


Di Kantor... Suasana kantor masih tetap sama saja namun Enjel dan Heri sedang berada di ruangan Heri.


"Aku tidak bisa memastikan kalau aku akan ikut kamu ke kota kamu kalau kontrak kerja di sini sudah selesai." ucap Enjel.


"Kenapa begitu? Bukan Kah sebelum nya kamu setuju kalau kamu akan menjadi sekretaris di perusahaan ku?" ucap Heri.


"Tidak semudah itu Heri. Aku bekerja dengan Pak Radit dan aku juga harus menghargai yang lain, aku tiyvusa bertindak sesuka hati ku di sini." ucap Enjel.


Heri menghela nafas panjang. Dia memegang tangan Enjel.


"Aku akan membicarakan nya dengan Radit. Kamu akan ikut dengan ku." ucap Heri. Enjel melepaskan tangan nya.

__ADS_1


"Gak bisa Heri. Aku tidak mau pindah dari sini." ucap Enjel. Heri langsung diam ketika Enjel bilang tidak ingin pindah dari sana.


Sebenarnya Heri ingin sekali tinggal di sana bersama Enjel, namun tidak mungkin karena dia harus bekerja dan mengurus kembali perusahaan nya.


Heri menunduk dia mencoba untuk menenangkan pikiran nya.


"Tok!! Tok!! Tok!!" Tiba-tiba Staf masuk membuat Heri dan Enjel kaget.


"Kalau begitu aku permisi dulu." ucap Enjel. Enjel pergi meninggalkan ruangan Heri begitu saja.


Di sore hari nya setelah pulang dari kantor Novi dan Enjel singgah ke rumah Abel.


"Tidak biasanya kalian berdua datang ke sini bersamaan, ada apa?" tanya Abel sambil membawa minuman ke meja ruang tamu.


"Kami merindukan kamu." ucap Novi. Abel tersenyum. "Lalu dengan kamu ada apa Enjel? Kenapa terlihat sangat murung seperti itu?" tanya Abel.


"Pekerjaan Heri di sini semua nya hampir selesai. Kerja sama dengan perusahaan juga sudah hampir selesai sudah waktunya Heri kembali ke Kota nya." ucap Enjel.


"Lalu? Kamu sedih karena mau berpisah?" tanya Abel.. Enjel mengangguk.


"Kenapa kamu tidak ikut saja kepada Heri? Bukan kah kamu memiliki peluang untuk menjadi sekretaris Heri?" ucap Abel.


"Tidak mungkin Aku meninggal kan perusahaan, Kota dan semua keluarga ku." ucap Enjel. Abel dan Novi menghela nafas panjang.


"Tapi aku masih sangat berat."


"Itu tergantung pada kamu sendiri Enjel, jangan terlalu di ambil pusing." ucap Abel.


"Tumben-tumbenan banget nih rame-rame." ucap Mila yang baru saja datang dan duduk di samping kakak nya.


"Kamu yang tumben-tumbenan bisa di sin? Emangnya di bolehkan sama Orang tua kamu?" tanya Enjel.


"Tentu di ijinkan dong, ya selagi gak kemana-mana hanya di rumah kak Abel saja." ucap Mila. Mereka tertawa mendengar nya.


Radit baru saja mau pulang bekerja namun dia tidak sengaja bertemu dengan Heri dan berbicara sebentar tentang kerjasama mereka.


Setelah selesai mereka pulang.. Radit dan Heri berjalan bersama ke parkiran namun mereka kaget melihat Tania duduk di luar sendiri.


"Apa yang kamu lakukan di sini Tania?" tanya Radit.. Tania langsung berdiri dia tersenyum kepada Radit.


"Akhirnya kamu keluar juga, aku menunggu kamu." ucap Tania.


"Kamu kenapa di sini?" tanya Radit.

__ADS_1


"Aku baru saja pulang dari rumah sakit, aku ingin menunggu kamu karena aku ingin bertemu dengan kamu. Aku tidak ingin mengganggu itu sebab nya aku menunggu di sini." ucap Tania.


Radit menghela nafas panjang. Dia menoleh ke arah Heri.


"Kalau begitu gua pulang dulu." Heri pergi meninggalkan mereka berdua.


Radit dan Tania masuk ke dalam mobil.


"Ada apa? Apa yang kamu inginkan lagi?" tanya Radit. Tania Menatap wajah Radit.


"Aku ingin malam ini kamu tidur di apartemen aku yah." ucap Tania. Radit langsung menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak bisa karena Abel menunggu ku." ucap Radit.


"Abel lagi, Abel lagi! Aku juga istri kamu Radit. Aku masih istri kamu!" ucap Tania.


"Kalau kamu tidak makan menginap di apartemen ku, Aku akan mengatakan semua nya kepada Abel." ucap Tania.


"Jangan melakukan hal konyol Tania!" ucap Radit. "Kalau begitu kamu harus mengikuti permintaan ku, aku mohon." ucap Tania.


Radit diam. Tania terus memohon sampai Radit mau.


Akhirnya Radit terpaksa mau dari pada semua nya hancur dan berantakan.


Dia mengirimkan pesan kepada istri nya kalau dia tidak pulang malam ini. Dia akan menginap di rumah orang tua nya karena ada urusan penting dengan Orang tua nya.


Abel yang menerima pesan itu Terdiam sejenak memikirkan hal itu.


"Tidak biasanya. Apa sebaiknya aku menghubungi Mamah sama Papah?" ucap Enjel.


"Huff sebaik nya jangan deh, aku terlalu berlebihan, aku harus percaya sama suami ku sendiri." ucap Abel dalam hati.


"Enjel dan Novi baru saja pulang dia langsung bisa mandi dan istirahat.


"Kamu tidak mandi dulu?" tanya Tania kepada Radit yang masih duduk di ruang tamu.


Radit menoleh ke arah Tania. "Aku tidak membawa baju ganti.


"Tenang saja baju kamu masih ada kok di sini." ucap Tania. Radit langsung diam. Tania mengambil kan nya dan langsung mandi.


Tidak beberapa lama akhirnya dia selesai mandi dia melihat Tania sedang Masak di dapur.


"Ayo makan dulu." ucap Tania. Radit terdiam sejenak dia melihat Tania yang sudah sangat berubah.

__ADS_1


"Apa ini benar Tania? Seperti nya bukan." batin Radit.


__ADS_2