Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 142


__ADS_3

"Cieee.... Kalian sudah seperti pasangan suami istri saja." ucap Abel.


Heri kaget mendengar suara Abel, dia langsung melepaskan tangan nya dari Enjel.


"Eh Abel."


"Heri kamu jangan macem-macem yah kepada Enjel, kamu jangan mencoba menyakiti dia!" ucap Abel.


"Tidak mungkin aku menyakiti perempuan yang aku cintai." ucap Heri. Abel tersenyum.


"Awas saja kamu. Untung saja aku jauh. Aku akan menjewer kamu kalau melakukan hal yang menyakiti Enjel." ucap Abel.


"Huff semenjak hamil kamu terlihat sangat galak sekali." ucap Heri. Abel tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu kalian lanjut saja, kak Radit baru saja menelpon ku." ucap Abel.


Telpon pun mati. Enjel Menatap Heri yang berdiri tidak jauh dari nya.


"Aku minta maaf, aku tidak tau kalau kamu sedang telponan dengan Abel. Lagian itu hanya Abel. Tidak mungkin dia tidak tau kalau kita sudah pacaran." ucap Heri.


"Kamu tetap saja harus menjaga nya di depan Abel atau siapapun." ucap Enjel.


"Baiklah, aku minta maaf. Sekarang aku sudah boleh memeluk kamu kan?" tanya Heri. Enjel menggeleng kan kepala nya.


"Tidak boleh. Aku sedang masak, kamu juga belum mandi. Pergi lah." ucap Enjel.


"Ijin kan aku memeluk kamu sebentar saja, saya sangat lelah saya ingin memeluk dan mencium kamu agar saya kembali sehat." ucap Heri.


Enjel menggeleng kan kepala nya. "Pergi lah mandi sebelum aku marah.


"Baiklah sayang." ucap Heri mencium bibir Enjel dengan singkat dan berlari masuk ke kamar nya.


"Halo kak." ucap Abel.


"Halo Abel, saya minta maaf karena baru menghubungi kamu, saya benar-benar sangat sibuk sehingga tidak mengakses pesan kamu. Saya tidak menghukum kamu karena saya takut mengganggu kamu." ucap Radit.


Abel tersenyum.


"Iyah gak apa-apa kok." ucap Abel.


"Kamu sedang apa? keadaan kamu baik-baik saja kan?" tanya Radit kepada Abel.


"Aku baik-baik saja kok." ucap Abel.


"Saya lega mendengar nya. Di mana Mamah?"


"Ada di dapur sedang masak."


"Sayang sekali kakak tidak ikut ke sini, pemandangan di sini sangat indah sekali. Sangat cantik." ucap Abel.

__ADS_1


"Kamu bahagia kan?" Abel mengangguk.


"Terimakasih yah, tapi sayang nya kakak tidak ikut.. Berdua saja dengan mamah sangat sepi karena penginapan kami sangat luas." ucap Abel.


"Novi yang memesan nya." ucap Radit.. Abel tersenyum.


"Wajah kakak terlihat sangat letih sekali, kakak istirahat lah." ucap Abel karena Radit masih di perusahaan.


"Saya masih merindukan kamu." ucap Radit.


"Ini sudah malam kak, seharusnya kakak sudah istirahat. Di mana Novi kenapa dia tidak membantu kakak?"


"Novi sudah pulang."


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.


"Sebentar, ada yang mengetuk pintu." ucap Radit.


Radit meletakkan handphone berdiri di atas meja, tampa sengaja tertekan kamera belakang.


Radit berjalan ke pintu dan membuka nya.


"Radit.. Kenapa kamu tidak bisa di hubungi? aku sangat merindukan kamu." ucap Tania langsung memeluk Radit.


Abel sangat kaget melihat itu. Dia terdiam.


"Apa yang kamu lakukan Tania?" tanya Radit langsung mendorong Tania.


"Kak Radit." ucap Abel. Tania dan Radit menoleh ke arah handphone.


"Saya akan menghubungi kamu nanti." ucap Radit langsung mematikan handphone.


Abel terdiam, dia tidak bisa berfikir dengan baik setelah melihat adegan itu."


"Kenapa aku sangat sedih melihat itu? Kenapa aku berfikir aneh? Tidak mungkin." ucap nya untuk menyadarkan diri untuk tidak memikirkan hal yang aneh-aneh."


"Abel ayo makan." ajak Mamah nya.


Abel mengangguk.


"Oh iya setelah ini kamu mau kemana?" tanya mamah mertua nya. "Humm aku hanya ingin melihat pemandangan dari balkon saja Mah."


"Oohh ya udah." ucap mamah nya.


"Mamah.. Papah..." panggil Mila yang baru saja pulang.


"Kenapa Mila? kenapa kamu berteriak seperti ini?" tanya Mamah nya.


"Kenapa mamah sama papah gak ngomong sih kalau sekarang kak Abel sedang di Paris?" tanya Mila.

__ADS_1


"Sengaja, karena kamu pasti minta ikut." ucap mamah nya.


"Yahh mah, aku tidak pernah ke Paris, aku juga pengen ke sana." ucap Mila.


"Kalau kamu pergi bagaimana dengan kuliah mu? bagaimana dengan mamah sama papah?" tanya Mamah nya.


"Satu Minggu saja tidak menjadi masalah pah mah, aku bisa Ijin." ucap Mila.


"Sudah jangan banyak berbicara. Sana ganti baju dan Makan. Setelah ini kamu harus temanin mamah sama papah nonton."


"Aku gak mau. aku kesal. Aku marah." ucap Mila langsung pergi.


Mamah dan papah nya menghela nafas panjang.


"Sudah lah jangan marah, biarkan saja." ucap mamah nya.


"Tania apa yang kamu lakukan?" tanya Radit kepada Tania.


"Aku sudah bilang aku merindukan kamu, kenapa jam segini kamu masih bekerja."


"Sudah berapa kali aku bilang sama kamu untuk berhenti mengganggu hubungan aku dengan Abel..Aku mohon Tania."


"Aku juga istri kamu Radit. Aku adalah istri pertama kamu, dan masih sah sampai sekarang." ucap Tania.


Radit menghela nafas panjang.


"Tania kita sudah sepakat untuk tidak mengungkit ini, kita sudah membuat perjanjian dan kamu sudah menyetujui itu, kenapa sekarang kamu membahas ini?" tanya Radit.


"Aku masih mencintai kamu, aku datang karena aku merindukan kamu. Istri kamu tidak ada di sini. Apa salah nya kamu membagi waktu kamu sedikit saja dengan ku?" tanya Tania.


Radit menatap Tania.


"Tania.."


"Stop Radit.. Aku hanya menuntut waktu kamu sedikit saja. Aku mencoba untuk menahan semua nya agar tidak menggangu kamu. Aku mencoba mengerti kamu. Dan sekarang aku hanya meminta sedikit perhatian, pengertian dan waktu kamu." ucap Tania.


Radit terdiam. "Aku tau kamu sudah memiliki istri. Aku tau itu. Tapi kamu jangan lupa kalau aku masih istri mu, hanya karena satu hal aku mengiklas kan kamu. Bukan arti nya kamu melupakan aku sebagai istri pertama kamu." ucap Tania.


"Baiklah-baiklah aku minta, sekarang sebaiknya kamu pulang, ini sudah malam, aku masih banyak pekerjaan." ucap Radit.


"Radit.. apa kamu masih belum mengerti apa yang aku katakan? Aku merindukan kamu..Aku akan menunggu kamu sampai pekerjaan kamu selesai." ucap Tania.


"Jangan Gila Tania. kita sudah berjanji untuk tidak ada hubungan lagi bukan? Kita sekarang hanya sepupuan, status hanya status saja. Aku sebagai suami akan terus menafkahi kamu." ucap Radit.


"Aku tidak butuh uang kamu, aku hanya butuh kamu. Satu tahun tidak bisa membuat aku melupakan kamu Radit." ucap Tania.


"Stop Tania, stop! Aku tidak ingin mengingat itu lagi."


"Kenapa? Kamu takut akan jatuh cinta lagi kepada ku? Atau jangan-jangan kamu masih belum bisa melupakan aku?" tanya Tania.

__ADS_1


"Tania... Stop.. Kamu tau kan hubungan ku dengan Abel seperti apa. Dan sekarang dia sedang hamil." ucap Radit.


Di tempat lain Abel sedang enak melihat ke luar dari balkon. Namun tiba-tiba Dada nya sakit.


__ADS_2