Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 179


__ADS_3

Tania diam.


"Lupakan saja tentang itu, sebaiknya kamu duduk aku akan membuat kan teh untuk kamu, aku tidak berfikir kalau kamu datang sangat cepat dari yang di janjikan. Sekarang aku belum masak Apa pun." ucap Tania.


"Tidak apa-apa, aku bisa menunggu. Aku sangat merindukan kamu itu sebabnya aku segera datang ke sini." ucap Zaki.


Radit baru saja sampai di rumah, dia langsung di sambut oleh istri nya. Namun melihat wajah Radit sangat suram akhirnya dia memilih untuk tidak banyak tanya.


Dia membiarkan suami nya untuk istirahat terlebih dahulu.


"Bagaimana aku tidak berfikir negatif kalau seperti ini? kak Radit terlihat sangat jelas menutupi sesuatu dari aku. Aku mencoba berlagak bodoh dan tidak ingin tau namun semua nya terlihat sangat jelas membuat aku penasaran." ucap Abel dalam hati.


"Aku tidak bisa tinggal diam saja." ucap Abel sudah bertekad untuk mencari tau namun dia baru ingat ada buah hati nya di dalam perut nya.


"Nak mamah harus apa? setiap hari mamah tidak bisa tenang, mamah tidak tau harus apa." ucap Abel.


Akhirnya Abel memutuskan untuk ke rumah orang tua nya keesokan harinya.


"Abel kamu kenapa nak? Kenapa terlihat sangat murung seperti itu? Coba ceritakan sama Mamah."


Abel menatap wajah mamah nya.


"Kamu ada masalah sama suami kamu yah?" tanya Mamah nya. Abel diam dan menundukkan kepala nya.


"Masalah dalam rumah tangga itu adalah hal wajar, jangan merasa sedih atau merasa terbebani, kamu harus ingat kesehatan kamu lebih utama." ucap mamah nya.


Abel memeluk mamah nya. "Iyah mah, namun aku rasa aku sudah tidak tahan lagi untuk memendam nya sendiri." ucap Abel.


"Cerita saja sama Mamah."


Abel menceritakan semua nya kalau dia curiga Radit memiliki hubungan dengan sepupu nya.


"Maksud kamu dari cerita itu suami kamu selingkuh?" tanya mamah nya.


Abel mengangguk. "Mamah tau kok perasaan kamu sekarang seperti apa nak, tapi nak kamu juga tidak boleh asal berfikir seperti itu. Nama nya juga sepupu terkadang melebihi saudara dekat nya." ucap mamah nya.


"Tidak mah, aku yakin kalau mereka selingkuh."


"Kamu ada bukti nya?"


"Aku tidak sengaja melihat Mereka berpelukan di kantor. Aku juga tidak sengaja pernah melihat Tania menghubungi kak Radit setiap hari. Sepupu apa seperti itu mah."


"Kamu sedang hamil nak, Wajar saja jika kamu berfikir seperti itu."

__ADS_1


Seketika Mood Abel hancur karena mamah nya tidak percaya kepada dia.


"Mamah tidak percaya kepada ku?"


"Mamah bukan tidak percaya nak, tapi kamu sedang hamil tidak boleh berfikir seperti itu."


"Mah aku baik-baik saja, aku akan merawat diri ku dan anak ku sendiri. Namun aku tidak bisa tenang sebelum semua nya terbukti kalau pikiran aku salah."


"Kalau begitu kamu selidiki saja. Tapi kamu harus janji kamu tidak boleh berlebihan." ucap mamah nya.


"Oke baiklah." ucap Abel.


Akhirnya Abel sudah bertekad untuk menyelidiki nya sendiri. Dia tidak akan bilang kepada siapapun karena tidak ada satu pun yang percaya kalau dia mengatakan hal itu.


Hari berganti hari Abel terus saja berpura-pura semua nya baik-baik saja. Namun dia selalu mengikuti Radit Tampa henti. Namun akhir-akhir ini dia tidak pernah bertemu dengan Tania.


Akhirnya Abel memutuskan untuk mencari Tania. Sampai pada hari Sabtu dia sedang beli eskrim sendiri namun tidak sengaja melihat Tania keluar dari rumah sakit bersama Zaki.


"Itu Zaki dan Tania." ucap Abel dia berpura-pura berpapasan dengan mereka.


"Abel! Kamu Abel kan? istri kedua Radit." ucap Zaki.


Abel langsung menatap Zaki. Sementara Tania langsung diam tegang.


Zaki yang keceplosan langsung diam menutup mulut.


Zaki menoleh ke arah Tania. Dia bingung harus menjawab apa.. Ternyata wajah imut Abel sangat sangar ketika sedang marah dan serius.


"Kamu istri Radit yang ketemu di bandara kan? Aku bertanya itu." ucap Zaki. Wajah Abel jadi sedikit lembut.


"Iyahh. Kebetulan sekali kita bertemu di sini." ucap Abel.


"Huff akhirnya..." ucap Tania dalam hati dia sangat lega. Kalau Sampai ketahuan habis lah dia. Dia juga tidak akan memiliki kesempatan bersama Radit lagi.


"Kebetulan sekali kita bertemu di sini, ayo makan bersama." ajak Zaki.


"Boleh." ucap Abel.


"Kamu gak ikut Tania?" tanya Zaki. Tania terpaksa ikut. Mereka makan bersama.


Zaki mengirimkan pesan kepada Radit.


"Aku sedang bersama istri-istri mu. Apa kamu yakin tidak mau datang melihat mereka sangat akur?" ucap Zaki sambil mengirim kan foto mereka bertiga ke pada Radit.

__ADS_1


"Sialan!" ucap Radit ketika membaca pesan itu. Enjel dan Novi yang sedang berada di ruangan itu terkejut mendengar Radit mengumpat.


"Ada apa pak?" tanya Novi.. Radit tidak menjawab dia langsung pergi. Mereka berdua sangat heran sekali.


"Apa yang di rencanakan oleh Zaki? Dia benar-benar keterlaluan." ucap Radit.


"Abel!" ucap Radit. Abel tersenyum melihat Radit.


"Kakak di sini juga? ayo duduk Makan bersama." ucap Abel.


"Sebaiknya kita pulang, kenapa kamu sampai di sini?" tanya Radit.


"Kenapa kamu membawa istri mu pulang? dia sedang makan? Perut nya sudah besar jadi harus makan yang banyak." ucap Zaki.


"Iyah kak, ayo Makan dulu." ajak Abel.. Radit benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang dia lihat sekarang.


"Zaki ayo bicara." ucap Radit. Zaki mengangguk mereka keluar untuk berbicara.


"Kelihatan nya Zaki dengan kamu terlihat sangat dekat yah? Kalian juga sama-sama dokter." ucap Abel.. Tania mengangguk.


Abel Menatap Tania.


"Aku boleh tanya sesuatu gak?"


"Gak usah sok akrab deh sama ku, kita tidak kenal sama sekali, jangan banyak tanya." ucap Tania.


"Huff kamu sangat pemarah sekali, padahal aku cuman mau nanya apa kamu sudah punya pacar atau belum? Karena kelihatan nya kamu sangat Cocok dengan Zaki." ucap Abel.


"Nih perempuan songong banget sih." batin Tania kesal.


Di luar Radit Menatap Zaki.


"Apa maksud kamu melakukan hal seperti ini?" tanya Radit.


"Maksud mu?"


"Kenapa kamu membawa Tania dan Abel bertemu?"


"kami tidak sengaja bertemu dengan Abel dan mengajak nya makan bersama, apa salah nya?" ucap Zaki.


"Lagian tidak salah kan kalau istri pertama mu dan juga istri kedua mu akur, tidak masalah kan bagi mu?" tanya Zaki.


"Berhenti Zaki! Jangan pernah melakukan ini sebelum aku melakukan hal yang tidak wajar kepada mu!" ucap Radit.

__ADS_1


Zaki tertawa mendengar Radit.


"Sudah lah Radit, kamu hanya mementingkan diri mu sendiri, suatu saat nanti kamu akan merasakan perbuatannmu!" ucap Zaki. Dan setelah itu kembali ke dalam.


__ADS_2