Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 31


__ADS_3

Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di kantor.


"Aku ternyata sudah sangat merindukan Kantor kerja ku, walaupun belum genap satu bulan tetap saja aku sangat merindukan nya. Aku muak hanya di rumah saja." ucap Abel.


"Abel..." Teman-teman nya datang menghampiri dia. Abel langsung memeluk mereka semua termasuk Enjel.


"Aku sangat merindukan kalian semua." ucap Abel.


"Kamu kemana saja? Selama berminggu-minggu kamu pergi tidak ada yang tau." ucap teman nya.


"Aku ada urusan keluarga." ucap Abel.


"Urusan keluarga tidak mungkin begitu lama." ucap teman nya curiga.


"Huff kalian bisa jangan banyak tanya gak sih? Aku sudah di sini ya sudah." ucap Abel.


"Kan kami penasaran juga Abel, siapa suruh kamu gak ngomong kalau Libur panjang?" ucap teman nya.


"Sudah-sudah ayo kembali ke kursi masing-masing, Sekertaris Novi sudah datang." ucap Enjel.


Mereka langsung duduk di meja kerja masing-masing.


"Wahh handphone kamu sudah ganti yang baru Bel? Ternyata tidak sia-sia kamu dengan seorang bos, baru beberapa Minggu sudah memiliki handphone keluaran baru." ucap Enjel.


Abel tersenyum. "Oh iya kemarin Pak direktur kemana? Apa hari ini dia juga tidak datang ke kantor?" tanya Enjel.


"Maksudnya?" tanya Abel heran.


"Kemarin Pak direktur tidak datang bekerja selama dua hari, tidak ada yang tau. Dan hari ini juga seperti nya dia tidak akan datang." ucap Enjel.


Abel mengingat Kalau dia tidak melihat Radit dua hari kemarin, dia berfikir Radit sudah berangkat bekerja dan pagi tadi ada di kamar nya.


"Aku tidak tau."


"Apa-apaan sih kamu kok gak tau? Kamu kan Istri nya." ucap Enjel.


"Yah aku memang tidak tau, aku melihat nya pagi tadi masih tidur di kamar nya." ucap Abel.


"Huff kamu istri yang sangat aneh." ucap Enjel dan kembali bekerja. Abel mulai bekerja namun dia tidak fokus sama sekali.


Sudah siang mereka ke kantin untuk membeli sesuatu.


"Enjel kamu duluan saja yah, aku mau bertemu dengan sekretaris Novi Dulu." ucap Abel.


"Mau aku temanin?" tanya Enjel.


"Gak usah, aku bisa sendiri kok." Abel langsung pergi ke ruangan Novi.


"Tok!! Tok!! Tok!! Ketukan pintu.

__ADS_1


"Masuk saja."


"Permisi Bu." Ucap Abel. Novi berdiri melihat Abel.


"Silahkan duduk, ada yang bisa saya bantu?" tanya Novi.


"Saya mau bertanya tentang Pak direktur Bu." ucap Abel.


"Tidak perlu panggil saya Ibu, anda adalah Istri Bos saya." ucap Novi. Abel diam.


"Tentang Pak direktur? ada apa dengan pak direktur?" tanya Novi.


"Sudah berapa hari Dia tidak masuk bekerja? Dan Kenapa tidak masuk kerja?" tanya Abel. Novi terdiam sejenak dia menatap Abel dengan wajah yang bingung.


"Kenapa kamu diam?" tanya Abel.


"Bukan nya anda adalah istri pak direktur? Bahkan satu rumah, apa Anda tidak tau kalau Pak Direktur sedang tidak enak badan?" ucap Novi.


"Tidak enak badan?"


"Iyah, kemarin tiba-tiba saat bekerja di luar pak Direktur pusing, dan setelah itu dia tidak datang karena demam dan juga sampai sekarang dia belum bisa datang ke kantor." ucap Novi.


"Oohh begitu, saya minta maaf. Saya masih belum berhubungan baik dengan pak direktur." ucap Abel.


Novi terdiam sejenak.


"Saya tau pernikahan ini tidak ada cinta sama sekali, tapi apa salahnya untuk saling belajar mencintai?" ucap Novi.


"Bagaimana keadaan pak direktur?" tanya Enjel.


"Aku tidak tau, aku sangat lapar mana punya ku?" tanya Abel.


Abel makan cukup banyak dia hanya diam saja membuat Enjel juga tidak mengatakan apapun.


Akhirnya pulang bekerja, Abel langsung pulang ke rumah walaupun tadi rencana nya main hangout bersama Teman-teman nya.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai dia memarkir kan mobil nya sembarangan dan berlari masuk ke dalam karena yakin kalau suami nya masih ada di dalam.


Dia berjalan ke arah kamar Radit.


"Tok!! Tok!! Tok!!


"Apa kakak di dalam?"


Tidak ada jawaban dia langsung masuk ke dalam dia melihat Radit masih di tutupi selimut yang tebal.


Abel mendekati nya dia mencium aroma yang tidak sedang.


Dia duduk di pinggir kasur.

__ADS_1


"Apa kakak tidak makan? sampai kapan kakak akan tidur terus?" tanya Abel.


Abel memberanikan diri menyentuh tangan Radit dan dia sangat kaget karena badan Radit sangat panas.


"Kak! Kak." Dia berusaha membangun kan Radit namun Radit sama sekali tidak memiliki tenaga.


"Ya Allah kenapa bisa sepanas ini?" Dia sangat panik dia mengambil Air, membersihkan seluruh tubuh Radit.


Radit sadar dia melihat Abel.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Radit dengan suara yang sangat serak.


"Kakak sudah bangun? Ayo minum obat, badan kakak sangat panas." ucap Abel memberi kan obat dan Minum namun Radit menepis nya.


Semua nya terjatuh ke bawah membuat Abel kaget.


"Tidak perlu perduli kan saya, saya bisa mengurus diri saya sendiri." ucap Radit membuka Abel semakin terdiam.


"Keluar kamu dari sini." ucap Radit.


"Tapi kak, kakak sudah demam tiga hari, wajah kakak sangat pucat." ucap Abel.


"Tidak perlu perduli kan saya!" ucap Radit.


"Minum obat ini saja kak, setelah itu aku akan keluar." ucap Abel.


Radit menggeleng kan kepala nya. "Kemarin kamu kemana? Dua hari yang lalu kamu kemana? Saya mencoba mengetuk pintu kamar kamu namun kamu tidak perduli?" ucap Radit.


Abel pada saat itu mengabaikan Radit. Itu membuat Radit sedih dan merasa sakit hati.


"Aku tidak tau kalau kakak akan sakit seperti ini, aku minta maaf." ucap Abel.


"Sudah lah tidak ada gunanya, bukan kah sebaiknya kamu tidak perlu melihat saya ke sini?" ucap Radit.


Abel menghela nafas panjang. Dia sangat tau kesalahan nya namun tidak tau harus melakukan apa.


Dia beranjak dari tempat tidur Mengambil air lagi dan obat, " Kakak harus minum ini yah." ucap Abel.


Radit membuang wajah nya.


"Aku mohon minum lah kak." ucap Abel memohon. "Pergi dari sini, biarkan saya seperti ini. Bukan kah ini yang kamu mau?" ucap Radit.


Abel menarik wajah Radit dia memaksa memasukkan obat ke mulut Radit dan memaksa nya untuk minum.


Radit berhasil meminum obat itu.


"Bagus deh kakak sudah minum obat nya, aku akan membuat makanan." ucap Abel.


"Tidak perlu! Kamu urus saja urusan kamu sendiri." ucap Radit. Abel tidak mendengar kan nya dia ke luar.

__ADS_1


"Aku tau kak Radit sangat marah kepada ku, aku sangat jahat sekali." ucap nya.


Tidak beberapa lama akhirnya dia selesai masak dia membawa nya ke kamar Radit.


__ADS_2