Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 33


__ADS_3

Radit sesekali tersenyum mendengar suara Abel menjerit kalau Radit sangat lah berat sekali.


"Duduk lah, aku akan membuat kan Teh." ucap Abel.


"Tidak perlu, sebaik nya kamu pergi lah mandi." ucap Abel.


"Mandi? Apa aku bau keringat?" ucap Abel langsung mencium nya.


"Ya udah deh aku mandi dulu, aku minta maaf sudah membuat Kakak tidak nyaman dengan bau badan ku."


Setengah jam Abel masuk ke kamar nya, Radit tidak berhenti menoleh ke arah pintu kamar Abel.


"Kenapa dia sangat lama sekali?" ucap Radit. menunggu dua puluh menit namun Abel tidak kunjung keluar akhirnya dia menyusul ke kamar nya.


Namun baru berdiri di depan pintu kamar Radit sudah berhenti dia tidak jadi masuk.


"Huff sebaiknya aku menunggu saja." ucap Radit.


Radit duduk di sofa. Dan benar saja Abel tidak lama keluar dari kamar nya. Radit tidak mengatakan apapun dia hanya diam saja.


Abel datang membawa kan Minun hangat dan juga makan untuk Radit.


"Nih kakak makan lagi setelah itu minum obat." ucap Abel. "Saya masih kenyang."


"Harus makan." ucap Abel memaksa nya.


Setelah selesai makan dan minum obat Abel memeriksa suhu badan Radit.


"Bagus deh sudah berkurang." ucap Abel.


"Kakak kenapa sih mudah sakit? Aneh banget." ucap Abel.


Radit tidak menjawab. "Jujur saja sebelum nya juga aku sering sakit, namun sekarang ini aku tidak pernah merasakan sakit lagi." ucap Abel.


Radit diam dia menepuk tempat duduk di samping nya. Abel Menatap nya dengan Bingung.


"Kenapa?" tanya Abel.


"Duduk lah di sini." ucap Radit. Abel mengikuti saja dia duduk di samping Radit.


Radit tiba-tiba bersandar di bahu Abel membuat dia kaget.


"Biarkan saya tidur di sini sebentar." ucap Radit.


"Apa badan kakak lemas lagi?" tanya Abel.


Radit menggeleng kan kepala nya.


"Saya mau tidur saja." ucap Radit. Abel menghela nafas panjang.


"Ya udah tidur saja."

__ADS_1


Dia paham kalau badan Radit pasti sangat lemas dan dia juga pasti ingin di manja.


Tidak terasa sudah jam Sembilan malam Abel melihat Radit sudah tidur di bahu nya.


"Kak.. Ayo pindah ke kamar, kalau tidur seperti ini kakak akan sakit pinggang." ucap Abel namun Radit tidak merespon sama sekali.


"Seperti nya dia benar-benar sudah tidur." ucap Abel.


Abel meletakkan kepala Radit di pangkuan nya.


"Aku mohon jangan bangun dulu." ucap Abel pelan-pelan.


Namun Radit terbangun dia melihat wajah Abel.


"Kakak pindah ke kamar." ucap Abel. Radit menggeleng kan kepala nya dia malah memeluk pinggang Abel dan menenggelamkan wajahnya di perut Abel.


"Kak bangun! Pindah ke kamar." Abel memaksa nya untuk bangun dan membawa nya ke kamar.


"Arghhh!!" dia melemparkan badan Radit ke kasur namun dia juga ikut tertarik.


"Jangan pergi.. Saya takut sendirian di sini." ucap Radit.


Abel harus mengerti dengan keadaan Radit dia tidak ingin merasa bersalah yang berlebihan akhirnya dia mau tidur di sana bersama Radit.


Sepanjang malam seperti biasa Radit kalau sakit tidak akan bisa tidur dengan nyenyak.


Dia kadang terbangun karena sakit di kepala nya berlebihan dan ada saja yang membuat dia terjaga mengganggu Abel.


Di pagi hari yang cerah.. Radit bangun dia melihat Abel masih tidur di samping nya.


"Ada apa dengan wajah ku? kenapa kakak menatap ku seperti itu?" tanya Abel.


Radit langsung mengalihkan pandangannya.


"Tidak apa-apa. Kamu sangat jelek ketika tidur. Ngorok sehingga saya tidak bisa tidur." ucap Radit.


"Sembarangan saja! Justru aku yang tidak bisa tidur karena Kakak!" ucap Abel dengan kesal sambil memukul Lengan Radit.


Dia merasa kan tubuh Radit tidak terlalu panas namun masih hangat.


"Huff aku pikir kakak akan sembuh, namun kenapa sih masih sakit? aku tidak suka kakak sakit membuat ku repot saja." ucap Abel.


Dia melihat ke arah jam. "Tidak mungkin aku pergi bekerja sementara kakak sakit seperti ini." ucap Abel.


"Kalau kamu mau pergi tidak apa-apa." ucap Radit.


"Mamah sama papah hari ini datang ke sini." ucap Abel. "Ngapain? Kenapa kamu tidak bilang kepada saya?" tanya Radit.


"Karena menantu kesayangan nya sakit." ucap Abel.


"Dari mana mereka tau saya sakit?" tanya Radit. Abel diam.

__ADS_1


"Seharusnya kamu tidak perlu beri tau mereka." ucap Radit.


"Bagus dong mereka sayang sama menantu nya. Apa kakak tidak merasa beruntung memiliki mertua yang sayang?" ucap Abel.


"Bukan seperti mertua ku yang hanya bisa menuntut aku menjadi istri yang baik dan juga menantu yang baik." ucap Starla.


"Ya udah deh kalau begitu hari ini ni aku tidak perlu ke kantor, oh iya ingat kak kalau kita harus berpura-pura semua nya baik-baik saja." ucap Abel.


"Sampai kapan kita harus seperti ini?" tanya Radit membuat Abel terdiam.


"Apakah menurut kamu pernikahan ini hanya permainan? Apa kamu tidak akan pernah serius?" tanya Radit.


Abel tetap diam. "Saya tau kalau kamu tidak akan pernah mau menerima pernikahan ini." ucap Radit.


Di siang hari nya Abel istirahat baru selesai bersih-bersih rumah.


"Ternyata tugas menjadi seorang istri itu berat yah."


"Bagaimana aku bisa menjadi istri yang baik baru pekerjaan seperti ini saja sudah membuat aku mengeluh.


"Assalamualaikum.."


"Walaikumsalam.." Orang tua nya baru saja datang.


"Mamah, papah.. Aku sangat merindukan kalian." ucap Abel.


"Baru beberapa hari nak, kamu sangat berlebihan." ucap Mamah nya. Abel tersenyum.


"Mamah sama Papah apa kabar?" tanya Abel.


"Baik Kok nak, kamu di sini bagaimana kabar nya?" tanya Mamah nya.


"Yahh seperti itu lah mah, masih harus banyak menyesuaikan diri." ucap Abel.


"Mana suami kamu? Apa dia sudah sehat?"


"Huff aku anak papah, kenapa Papah langsung menanyakan kak Radit sih?" ucap Abel.


Mereka berjalan ke arah kamar Radit.


"Om, Tante." ucap Radit.


"Bagaimana keadaan kamu?" tanya pak Handoko.


"Yah seperti ini lah Om. Akibat kecapean." ucap Radit.


"Kalian jangan berbohong, hubungan kalian tidak baik-baik saja kan?" tanya Papah Abel.


Radit dan Abel langsung terdiam.


"Papah kasih tau sama kalian. Sakit yang di alami oleh Radit karena hubungan kalian tidak tidak baik. Jadi jangan mencoba membohongi orang tua." ucap pak Handoko.

__ADS_1


"Kak Radit bekerja selalu larut malam Pah, aku dengan kak Radit baik-baik saja kok. Apa Papah tidak melihat sekarang aku tidak sakit-sakit lagi." ucap Abel.


"Kamu setelah menikah dengan Radit semua penyakit apapun itu suami kamu yang menanggung. walaupun kamu yang membuat kesalahan suami kamu yang akan menanggung nya." ucap papah nya.


__ADS_2