Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 90


__ADS_3

"Kamu sudah makan?". Abel menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak berselera mau makan kak."


"Kamu harus makan, saya akan mengambil nya."


Abel menahan Radit. "Gak usah, kakak pergi mandi dan istirahat, aku tidak ingin kakak juga sakit karena sibuk bekerja dan tidak istirahat."


"Tapi."


"Kakak sudah pulang jam segini, Waktu nya untuk istirahat." ucap Abel.


Radit juga sudah sangat lelah, dia pun mandi dan setelah itu tidur di samping istri nya.


Beberapa menit saja berbaring sambil memeluk Abel dia sudah tidur dengan sangat pulas sekali.


"Bagaimana yah Farel? kenapa dia belum juga tidur?" ucap Abel karena belum di bawa Bibik masuk ke dalam kamar nya.


Abel memaksakan diri melihat Farel keluar dan ternyata Farel masih main, sedang kan Bibik sudah sangat ngantuk.


Akhirnya Abel membawa Farel masuk ke dalam kamar.


Radit bangun karena mendengar suara tangisan Farel. Abel sedikit kesal kepada Farel karena tidak mau tidur dan mau main terus walaupun sudah tengah malam.


Farel menangis sejadi-jadinya karena di bentak oleh Abel.


"Ayo kamu tidur!" ucap Abel.


"Ada apa sayang? Kenapa Farel nangis?" tanya Radit.


"Dia sangat susah tidur kak, aku tidak tau kenapa dia sangat suka begadang." ucap Abel.


"Kamu tidak perlu marah." ucap Radit. "Bagaimana tidak marah, dia membuat aku kesal." ucap Abel.


"Nama nya juga anak kecil, tidak apa-apa, kamu sabar saja mungkin dia belum ngantuk." ucap Radit.


"Ini sudah tengah malam kak, mana ada anak kecil jam segini belum tidur." ucap Abel.


"Kamu kenapa sih Abel? Kamu kenapa marah-marah tidak seperti biasanya." ucap Radit. dari tadi Radit berusaha lembut namun Abel terus meninggikan suara nya.


"Aku capek kak, Farel benar-benar tidak mengerti. Badan ku sangat lemas dan juga kepala ku pusing." ucap Abel.


Radit turun dari tempat tidur. "Saya sudah meminta kamu untuk istirahat tadi, namun namu bilang sudah baikan, sekarang kamu marah-marah." ucap Radit.


"Kakak diam saja, kakak tidak tau apa-apa. Kakak hanya bekerja setiap hari nya." ucap Abel.


Dia membawa Farel keluar dari kamar itu. Radit terdiam dia yang sangat mengantuk, capek, bingung kepada istri nya.

__ADS_1


"Ada apa sih ini?" ucap Radit. Namun karena tidak tertahan kan dia malah tidur. Sementara Abel di kamar sebelah memaksa Farel untuk tidur sampai akhir Farel tidur dengan nyenyak di pelukan nya.


Abel belum bisa tidur dia memandangi wajah Farel.


"Maafin mamah yah." ucap Abel mencium pipi Farel.


Keesokan harinya..


Radit bangun dia melihat di kamar tidak ada istri dan Farel. Dia baru mengingat kejadian tadi malam.


Radit langsung bergegas ke kamar sebelah. Dia melihat Farel tidur sendirian di tempat tidur.


"Loh Abel kemana? Kenapa tidak ada di sini?" ucap Radit. T


Abel tiba-tiba keluar dari kamar mandi dia melihat Radit. Berusaha mengabaikan nya namun Radit mendekati nya.


"Sayang Kamu marah sama saya?" tanya Radit.


Abel menepis tangan suami nya.


"Ada apa Abel? Apa ada kesalahan yang saya lakukan? Apa ada yang menggangu kamu?" tanya Radit.


Abel hanya diam saja. Radit mencoba menahan Abel.


"Katakan apa yang salah. apa kamu marah saya pulang malam?" tanya Radit.


"Sangat aneh kalau kamu tidak marah namun bertingkah seperti ini." ucap Radit.


"Katakan saja apa yang salah." ucap Radit.


"Tidak ada, aku hanya lelah mengurus Farel. Apa lagi semakin ke sini Farel semakin bandel." ucap Abel.


"Jadi Farel alasan nya? saya akan mencari baby sister kalau begitu." ucap Radit.


Abel Menatap Radit. "Aku tidak mau yah orang lain masuk ke dalam rumah ini, Apa lagi baby sitter..Lagian orang tua Farel tidak Akan setuju." ucap Abel.


"Lalu mau kamu apa? apa yang ingin kamu katakan?"


"Kalau seperti ini saya juga Bingung, tidak biasa nya kamu seperti ini." ucap Radit.


"Aku tidak mau di ganggu, kakak sebaiknya keluar jangan menggangguku." ucap Abel.


Radit menghela nafas panjang.


"Baiklah." ucap Radit dia langsung keluar dari kamar itu.


Radit bersiap-siap berangkat ke kantor. Tidak ijin sama sekali sama istri nya dia langsung pergi.

__ADS_1


Bibik heran karena Tuan nya tidak sarapan terlebih dahulu. Bibik juga di abaikan oleh Radit.


"Ada apa lagi ini?" ucap Bibik.


Sementara di tempat lain Enjel baru saja menyelesaikan sarapan pagi nya.


"Kamu sarapan di sini, kenapa kamu tidak bilang sama ku!" tanya Heri yang baru saja turun dari kamar hotel nya dan sarapan di hotel itu.


"Untuk apa! Tidak penting." ucap Enjel.


Heri melihat makanan Enjel sudah habis.


"Bagaimana tidur mu malam tadi nyaman?" tanya Heri. Enjel tidak menjawab nya.. Heri menghela nafas panjang.


"Hari ini kita ada pekerjaan yang harus di selesaikan di kantor saya, setelah itu kita akan kembali ke perusahaan Radit." ucap Heri..


"Terserah kamu saja." ucap Enjel. "Kamu sekarang adalah karyawan saya. Kamu harus lebih sopan." ucap Heri.


Enjel Menatap Heri. "Kalau aku tidak butuh uang aku tidak akan mau bekerja dengan kamu " ucap Enjel langsung pergi.


Heri melihat nya. "Benar-benar tuh cewek sangat keras kepala." ucap Heri.


"Menurut kamu Enjel akan tertarik kepada laki-laki seperti apa?" tanya nya kepada sekretaris nya.


"Seperti nya mbak Enjel tertarik kepada pria yang cool bos." ucap sekretaris nya.


"Kura cool apa lagi Saya? Kurang Tampan bagaimana?" tanya Heri.


"Bos sering membuat nya jengkel, dia Akan semakin kesal kepada Bos." ucap Sekretaris nya.


"Ketika marah dia terlihat sangat cantik sekali." ucap Heri. Sekretaris nya diam.


"Oh iya kamu jangan coba-coba bilang sama orang tua saya kalau saya sedang mendekati perempuan lain." ucap Heri.


"Emangnya kenapa Bos? Bukan nya Tante sama Om ingin bos cepat menikah."


"Kamu tau sendiri kan bagaimana pergaulan saya dengan perempuan, hanya sekedar bermain saja." ucap Heri.


"Dan kalau orang tua saya tau, mereka akan cepat-cepat memaksa saya menikahi perempuan itu." ucap Heri.


"Huff pantesan saja mbak Enjel begitu benci kepada bos, ternyata bos hanya mau menjadikan mainan saja." ucap sekretaris nya.


Heri terdiam. "Kamu sudah menjadi sekretaris saya bertahun-tahun, kenapa kamu tau kalau saya seperti ini?"


"Tapi setahu saya bos Heri tidak pernah mengejar perempuan, yang ada perempuan mengejar Bos Heri." ucap Sekretaris nya.


"Tapi Enjel itu sangat menarik perhatian sekali..Apa kamu tidak bisa melihat wajah nya sangat manis, cantik dan juga badan nya sangat bagus sekali." ucap Heri.

__ADS_1


__ADS_2