Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 54


__ADS_3

"Kita sudah suami istri, kenapa kamu masih tidur berjauhan seperti ini?" tanya Radit.


"Kak Radit aku mohon jangan seperti itu, aku memang ingin belajar menjadi istri yang baik, tapi aku belum siap untuk itu." ucap Abel.


Radit menepuk tempat tidur di samping nya.


"Geser lah sedikit ke sini, saya janji tidak akan melakukan apapun kepada kamu Sebelum kamu siap." ucap Radit.


Abel menggeleng kan kepala nya.


"Apa kamu tidak percaya kepada saya?" tanya Radit.


Abel menoleh ke arah Radit.


"Huff aku tidak boleh menolak nya." Dia langsung cepat bergeser ke dekat Radit.


Radit tersenyum dia mengelus badan Abel. Sampai kedua nya tertidur bergitu nyenyak.


Keesokan harinya...


"Tok!! Tok!! Tok!!" Ketukan pintu kamar membuat Radit dan Abel bangun.


"Itu siapa pagi-pagi sudah membuat keributan saja?" tanya Radit yang terlihat sangat mengantuk.


"Seperti nya itu Mila kak, kakak lanjut lah tidur, aku akan membuka nya.


Abel turun dari kasur, dia berjalan ke pintu. "Ada apa Mila kamu pagi-pagi sudah mengetuk pintu?" tanya Abel.


"Aku mau ke kampus kak, aku juga ada keperluan setelah pulang nanti aku butuh uang." ucap Mila.


Abel menghela nafas panjang. "Kamu setiap bertemu dengan kakak pasti uang mulu." ucap Abel. Mila tersenyum.


"Tunggu sebentar kakak ambil dulu." ucap Abel masuk ke dalam.


Mila melihat Radit tidur.


"Apa yang kamu lihat-lihat?" tanya Abel langsung menutup pintu sedikit agar Suami nya tidak kelihatan.


"Terimakasih kakak ku yang baik dan cantik." ucap Mila langsung meninggalkan pintu kamar.


"Ini sudah jam berapa yah?" Abel melihat jam ternyata masih jam tujuh lewat.


"Ya udah deh aku masak dulu, setelah itu berangkat ke kantor." ucap nya.


Dia masuk ke dapur ternyata Bibik sudah hampir selesai masak.


"Non Bangun sedikit lama hari ini, apa non tidak bisa tidur dengan nyenyak dengan Tuan Radit?" tanya Bibik.


"Enggak kok bik, aku tidur sangat Pulas kok." ucap Abel.


"Ya udah deh Bibik percaya sama kamu." ucap Bibik. Abel tersenyum.


"Bibik sudah memasak semua nya, apa yang harus aku bantuin?" tanya Abel.


"Sudah Non jangan mengotori tangan lagi, ini semua sudah siap, non buat kopi untuk Tuan saja." ucap Bibik.


"Kopi untuk kak Radit?" tanya Abel.

__ADS_1


"Iyah Non." ucap Bibik.


Abel berjalan ke arah air panas dia membuat kan Radit kopi terlebih dahulu.


Tidak beberapa lama akhirnya dia selesai. "Bik aku ke kamar dulu membangun kan kak Radit." ucap Abel.


"Iyah Non." ucap Bibik.


Akhirnya sampai juga di kamar, dia tidak melihat Radit di tempat tidur. "Loh kemana kak Radit?" ucap Abel.


mendengar suara percikan air di Kamar mandi.


"Seperti nya kak Radit mandi, aku menunggu saja deh." ucap Abel.


Dia melihat ke arah lemari.


"Apa aku harus menyiapkan pakaian nya lagi?"


tidak beberapa lama Radit keluar dari kamar mandi.


"Loh kamu ngapain diam di sana?" tanya Radit melihat Abel berdiri di samping kasur.


"Aku mau mengajak kakak sarapan." ucap Abel.


"Oohh." ucap Radit.


Abel mengangguk.


"Oh iya apa kamu bisa mengambil kan pakaian saya?" tanya Radit.


"Pakaian?" ucap Abel. Radit mengangguk. Abel berjalan ke lemari dan mengambil pakaian untuk Suami nya.


Setelah selesai mandi dia juga langsung turun ke bawah sarapan bersama.


"Kamu dengan siapa ke kantor?" tanya Radit kepada Abel.


"Humm seperti biasa bawa mobil sendiri." ucap Abel.


"Kamu mau bersama saya?" tanya Radit.


Abel menggeleng kan kepala nya.


"Tidak perlu kak, nanti orang akan curiga." ucap Abel.


"Permisi..." Tiba-tiba Novi Datang.


Abel dan Radit menoleh ke arah Novi yang tersenyum di dekat pintu.


"Novi kenapa bisa datang ke sini?" tanya Abel.


"Eh kamu sudah di sini?" ucap Radit melihat Novi. Novi tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu aku berangkat dulu yah kak." ucap Abel langsung pergi.


Radit melihat Novi langsung pergi meninggalkan mereka di sana.


Abel masuk ke dalam mobil nya.

__ADS_1


"Ck ngapain sih Tuh cewek ke sini, membuat pagi ku jadi sangat kacau saja." ucap Abel dengan kesal.


Dia meninggal kan rumah itu dengan sangat kesal. Apa lagi melihat Radit dan Novi satu mobil yang sama.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di kantor. Dia duduk langsung di meja nya.


"Abel...kamu sudah sampai saja di kantor." ucap Enjel.


Abel tersenyum Tipis. "Huff aku heran deh Sama kamu, terkadang kamu ceria terkadang cemberut." ucap Enjel.


"Aku mohon jangan ganggu aku dulu, aku mau fokus sama kerjaan ku." ucap Abel.


"Huff kamu sangat menyebalkan." ucap Enjel.


"Oh iya dengar-dengar hari ini pak direktur dan Sekretaris Novi akan bertemu dengan klien besar kita. Apa kamu tidak penasaran?" tanya Enjel.


Abel menggeleng kan kepala nya.


"Aku mendengar klien kita itu masih sangat muda, dia adalah pengusaha muda yang sukses dari luar negeri." ucap Enjel.


"Aku tidak penasaran, aku tidak tertarik sama sekali." ucap Abel.


"Apa kamu yakin? Kalau tidak salah dia juga pemilik Hotel bintang lima dan restoran ternama di Indonesia ini." ucap Enjel.


"Percuma sama dia sangat sukses, kaya atau ganteng kalau itu hanya klien kita." ucap Abel.


"Iyah juga sih." ucap Enjel.


Abel terdiam sejenak.


"Huff pantesan saja Kak Radit di jemput oleh Novi hari ini. Mereka mau bertemu dengan klien ternyata." dalam hati Abel.


Hari semakin siang, mereka makan di kantin. Abel membuka handphone nya dia melihat postingan terbaru Novi.


Ada foto klien dan juga suami serta Novi.


Melihat Radit dan Novi duduk berdekatan membuat nya sangat cemburu. "kamu lihat apa? Kok wajah kamu cemberut seperti itu sih?" tanya Enjel. Abel langsung mematikan handphone nya..."Tidak ada." ucap Abel.


Di malam hari... Abel tidak langsung pulang ke rumah dia menemani Mila di luar mengerjakan tugas bersama teman-teman nya.


Abel sudah sangat lelah dia sudah sangat bosan menunggu adik nya.


"Kak pulsa saja, aku bisa sendiri kok pulang nya." ucap Mila kepada Abel.


Abel menggeleng kan kepala nya. "Tidak apa-apa." ucap Abel.


Dia tidak bisa meninggalkan Adik nya bersama teman-teman Mila yang laki-laki. hanya Mila sendiri perempuan di Sana.


Tidak terasa hari semakin malam, Radit baru saja pulang.


"Arghh!! Hari ini cukup melelahkan sekali." ucap Radit dia membuka jas nya langsung duduk di sofa.


Bibik datang membawa kan air minum.


"Abel mana Bik?" tanya Radit.


"Non Abel belum pulang tuan." ucap Bibik.

__ADS_1


"Belum pulang?" ucap Radit kaget dan langsung mengambil handphone nya.


__ADS_2