Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 39


__ADS_3

"Gak apa-apa kok mah, mau pulang sangat jauh takut terlalu malam."


Abel menggeleng kan kepala nya, namun Radit tidak perduli.


Di malam hari nya setelah selesai makan malam Orang tua Radit tidur di kamar Radit karena itu yang cukup layak untuk mereka.


kamar Abel penuh dengan barang-barang nya. Kamar yang seharusnya luas menjadi sangat sempit.


"Kakak tidur lah di kasur." ucap Abel menunjuk ke arah tempat tidur Abel.


"Kenapa kamar mu sangat bau? Dan ini juga sangat berantakan." ucap Radit.


"Aku tidak sempat merapikan nya, aku akan merapikan nya." ucap Abel.


Radit melihat susunan kado-kado yang masih banyak.


"Kamu kenapa tidak membuka semua itu?" tanya Radit. Abel melihat ke arah kado-kado itu.


"Isi nya itu-itu aja, aku tidak suka membuka nya." ucap Abel.


Radit mendekati nya salah satu kado membuat nya tertarik. bungkus kado nya membuat Radit tertarik karena warna kesukaan nya abu-abu.


"Sebaik nya kakak tidur saja." ucap Abel karena Radit masih kurang sehat.


Radit mengambil kado itu dan membawa nya ke kasur. Abel menatap nya bingung.


"Palingan isi nya sesuatu perlengkapan untuk rumah tangga." ucap Abel.


Radit diam saja dia membuka nya. Dia sangat kaget ternyata isinya adalah kotak kecil warna merah.


Radit semakin penasaran dia membuka kotak itu. Dia sangat terkejut. Untung saja Abel tidak melihat nya dia langsung menyembunyikan nya.


Abel menoleh ke arah Radit.


"Ada apa? Kenapa wajah kakak seperti itu?" tanya Abel. Radit menggeleng kan kepala nya.


"Apa isi Kado itu?"


Radit menggeleng kan kepala nya.


Abel penasaran dia langsung mengambil nya dia melihat kotak merah itu dan memeriksa isi nya.


Ternyata isinya adalah Jam tangan couple yang seperti nya sudah pernah di pakai dan juga foto-foto Radit bersama perempuan.


Abel melihat satu persatu. Radit berusaha mengambil nya namun tidak di kasih oleh Abel.


"Ini siapa?" tanya Abel.


Radit hanya diam saja.


"Jangan bilang ini adalah mantan kakak?" ucap Abel.


"Huff ini hal biasa sih, seorang mantan akan mengirimkan foto-foto seperti ini kepada pernikahan mantan kekasih nya." ucap Abel.


"Kamu tidak marah?" tanya Radit.

__ADS_1


"Kenapa aku harus marah? Tidak ada gunanya. Lagian aku sama sekali tidak masalah dengan hal ini." ucap Abel.


Radit terdiam sejenak. Dia berfikir awalnya Abel Akan marah dan cemburu namun ternyata tidak.


"Ya sudah kalau begitu saya akan membuang nya Besok, sebaiknya kita tidur saja." ucap Radit mengambil nya dari tangan Abel dan meletakkan di lantai.


Dia naik ke kasur. Abel menghela nafas panjang. "Aku bosan membuka kado itu sendiri, bagaimana kalau kita melakukan nya sama-sama?" tanya Abel.


Radit diam saja, "Aku sedang berbicara, kakak kenapa diam saja?" tanya Abel.


"Tidak apa-apa. Saya sudah ngantuk." Dia membelakangi Abel. Abel menatap nya dengan sinis.


"Ada apa sih?" ucap Abel dengan kesal.


Di pagi hari nya...


Abel bergeliat mendengar suara alarm handphone nya yang bunyi sengaja di pasang dini hari karena mertua nya ada di rumah.


Dia sangat sulit bergerak dan sulit bernafas karena merasa ada sesuatu yang menimpa nya.


"Kak Radit." Dia melihat Radit memeluk nya dan menimpa badan nya dengan kaki Radit.


"Kak!! Kak bangun." ucap Radit.


Abel menghela nafas panjang, dia mendorong badan Radit dari nya.


Radit terbangun. "Apa-apaan kamu?" tanya Radit kaget.


"Justru kakak yang apa-apaan? Kenapa kakak malah memeluk aku?" tanya Abel.


"Berbohong!" ucap Abel.


"Kakak sekalian modus kan? Aku sudah tau apa maksud kakak " ucap Abel.


"Terserah kamu saja, saya mau lanjut tidur, masih pagi-pagi kamu sudah ribut saja." ucap Radit.


Abel memukul kan bantal kepada Radit.


"Kamu mau kemana?" tanya Radit melihat Abel turun dari tempat tidur.


"Aku mau keluar. Sebelum orang tua kakak bangun aku harus bangun agak tidak ada yang berbicara aneh-aneh." ucap Abel.


Radit menghela nafas panjang. "Sudah tidur saja lagi, kamu jam berapa tidur tadi malam?" ucap Radit.


Abel tidak menjawab dia langsung pergi keluar. Dan ternyata mertua nya sudah bangun dan mengopi di meja makan.


"Ya ampun kenapa mereka sangat cepat bangun sih?" ucap Abel. Dia melihat mertua nya sangat romantis mereka berbincang-bincang.


"Saya selalu cemburu setiap kali melihat kedua orang tua saya dekat dan sangat romantis seperti itu." ucap Radit membuat Abel terkejut.


"Kakak ngapain sih suka sekali membuat aku terkejut?" ucap Abel dengan kesal. Radit tersenyum.


"Selamat pagi.." ucap Radit.


Abel Tidak menjawab nya.

__ADS_1


"Loh kalian berdua sudah bangun? Ayo iku gabung ngopi di sini." ucap Mamah mertua nya.


Mereka bergabung di meja makan, Abel membuat kan Minum kepada Radit.


"Ngomong-ngomong Kamu sudah ada Tanda-tanda hamil gak nak?" tanya mamah mertua nya membuat Abel terdiam begitu juga dengan Radit.


Abel menoleh ke arah Radit.


"Kenapa kamu Menoleh ke arah suami kamu? suami kamu mana tau, dia hanya tau membuat nya saja." ucap Mamah mertua nya.


"Aduhhh... mampus deh aku, aku harus jawab apa kalau seperti ini." ucap Abel.


"Apa kamu bulan ini telat?" tanya mamah nya lagi.


"Enggak mah." jawab Abel.


"Sabar mah, mungkin belum rejeki. Lagian pernikahan baru satu bulan." ucap Papah mertua Abel.


"Iyah mah, harus sabar." ucap Radit.


"Dulu waktu kamu, nikah sama papah kamu satu bulan saja sudah hamil." ucap Mamah nya.


"Ya ampun nih mertua ku gak bisa membedakan yah, aku dengan dia itu sangat lah berbeda." ucap Abel dalam hati.


"Hari ini kakak ke kantor?" tanya Abel melihat Radit sudah rapi.


"Saya mau mengantar kan orang tua saya pulang." ucap Radit.


"Kakak yakin bisa? Kakak belum sembuh." ucap Abel.


"Orang tua saya ada pertemuan dengan Klien nya, saya harus mendampingi mereka." ucap Radit.


"Kalau begitu aku ke kantor hari ini yah." ucap Abel. Radit menggeleng kan kepala nya.


"Saya hanya sebentar saja." ucap Radit.


"Aku harus ke kantor kak." ucap Abel.


"Ya sudah kalau kamu tetap mau pergi." ucap Radit.


Abel tersenyum.


"Ya udah kalau begitu kakak hati-hati yah." ucap Abel.


Radit hanya diam saja.


"Loh istri kamu gak ikut?" tanya mamah nya setelah sudah di bawah.


"Enggak mah, dia ke kantor." ucap Radit.


"Yahh padahal mamah mau kenalin dia ke teman mamah."


"Lain kali saja mah, sebaiknya kita berangkat saja mah sebelum telat." ucap Radit.


Abel juga berangkat ke kantor. Sampai di kantor seperti biasa dia akan mengerjakan semua kerjaan nya.

__ADS_1


__ADS_2