
"Nih perempuan songong banget sih." batin Tania kesal.
Di luar Radit Menatap Zaki.
"Apa maksud kamu melakukan hal seperti ini?" tanya Radit.
"Maksud mu?"
"Kenapa kamu membawa Tania dan Abel bertemu?"
"kami tidak sengaja bertemu dengan Abel dan mengajak nya makan bersama, apa salah nya?" ucap Zaki.
"Lagian tidak salah kan kalau istri pertama mu dan juga istri kedua mu akur, tidak masalah kan bagi mu?" tanya Zaki.
"Berhenti Zaki! Jangan pernah melakukan ini sebelum aku melakukan hal yang tidak wajar kepada mu!" ucap Radit.
Zaki tertawa mendengar Radit.
"Sudah lah Radit, kamu hanya mementingkan diri mu sendiri, suatu saat nanti kamu akan merasakan perbuatannmu!" ucap Zaki. Dan setelah itu kembali ke dalam.
Mereka lanjut makan seperti biasa. Walaupun situasi sedikit tegang namun mereka tidak menunda untuk menyelesaikan makan agar segera kembali.
Setelah selesai Radit membawa Abel pergi dari sana.
Sepanjang perjalanan Radit tidak mengatakan apapun dia hanya diam memasang wajah marah dan membawa mobil dengan kecepatan yang cukup tinggi.
"Kak pelan-pelan aku takut." ucap Abel. Radit tidak mengatakan apapun.
Sampai di rumah Abel menahan tangan Radit.
"Ada apa dengan kakak? Kenapa kakak terlihat sangat Marah? kakak juga tidak menjawab aku berbicara." ucap Abel.
Radit Menatap wajah istri nya.
"Kenapa kamu Ada di sana? Kamu ngapain ada di sana?" tanya Radit.
"Aku hanya menemui salah satu teman ku, namun tidak sengaja bertemu dengan mereka."
"Kamu tidak bisa bertemu dengan mereka lagi! Jangan pernah saya melihat kamu merespon mereka dan jauhi mereka!" ucap Radit.
"Loh kenapa kak? Justru bukan nya bagus kalau aku dekat dengan teman dan sepupu kakak?"
"Jangan membantah perkataan saya!" ucap Radit.
"Baiklah kak." ucap Abel. Setelah selesai marah Radit pergi.
Bibik mendekati Abel. "Non tidak apa-apa?" tanya Bibik..Abel yang sedikit syok di bentak oleh Radit.
"Ada apa non? Kenapa tuan terlihat sangat marah sekali?" tanya Bibik. Abel menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Bik, aku istirahat dulu." ucap Abel.
Di kamar Abel duduk di pinggir kasur. "Aku semakin yakin dengan apa yang ada di pikiran ku. tidak mungkin kak Radit semarah itu." ucap Abel.
Di malam hari nya Radit sudah tidur terlebih dahulu. Abel memeriksa handphone Radit.
Setelah memeriksa Ponsel nya dia sangat kaget melihat pesan Tania. Yang meminta nya datang ke rumah nya untuk makan malam. menginap di sana.
Dada Abel membaca itu terasa sangat sakit sekali sampai handphone tidak sengaja jatuh dari tangan nya.
Untung saja Radit tidak bangun. Dia melihat Radit tidur dengan sangat nyenyak sekali.
Abel keluar dari kamar dia menangis di luar sendiri.
"Ya Allah.. ujian apa yang kau berikan? Kenapa engkau menguji hamba lagi-lagi dengan perselingkuhan." ucap Abel.
Keesokan paginya..
Radit bangun dia tidak mendapati istrinya di samping nya.
"Abel...." Di Mencoba memanggil nya namun tidak ada di sana.
"Kemana dia pergi?" ucap Radit. Mencari keluar namun hanya ada Bibik.
"Bik apa Bibik melihat Abel?"
Bibik menggeleng kan kepala nya karena Bibik pikir Abel masih tidur.
Sampai mau berangkat ke kantor dia tidak menemukan istri nya. Melihat handphone dan semua barang-barang Abel masih di sana membuat Radit khawatir.
Dia terus mencari namun tidak ketemu.
"Abel...." panggil mamah nya yang baru saja masuk ke dalam kamar Abel.
Abel yang menangis tidak berhenti menoleh ke arah mamah nya.
Mila yang duduk di samping Abel Hanya bisa diam.
"Sudah nak, berhenti menangis menyakiti diri sendiri. Kasian bayi kamu." ucap mamah nya.
"Iyah kak.. Tidak ada gunanya kakak menangisi kak Radit. Ternyata dia sangat berengsek." ucap Mila.
"Aku ingin sendiri mah, Mila." ucap Abel. Mereka pun keluar dari sana.
"Bagaimana keadaan Abel mah?" tanya Papah nya.
"Masih belum mau makan atau berhenti nangis pah, mamah sangat khawatir."
Papahnya menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Radit benar-benar keterlaluan! bagaimana bisa dia berselingkuh dengan Sepupu nya sendiri." ucap Papah nya.
"Tapi Pah kita tidak bisa ikut campur. Itu urusan mereka, kalau sudah sangat keterlaluan baru kita bisa ikut campur. Mereka sudah dewasa bisa menyelesaikan masalah nya sendiri."
Papahnya mengangguk.
"Iyah mah, namun tetap saja Papah tidak akan membiarkan Abel kembali ke rumah mereka untuk sementara waktu."
"Tok!! Tok!! tok!!" ketukan pintu membuat mereka berhenti berbicara.
"Radit. Kenapa kamu di sini?" tanya papah mertua nya.
"Pah Abel di sini kan? saya ingin bertemu dengan dia." Tiba-tiba Papah mertua nya menahan Radit.
"Apa yang terjadi? Silahkan duduk terlebih dahulu." ucap Papah mertua nya.
Radit duduk. "Saya Hanya marah kepada Abel karena saya sangat kesal. Saya emosi dan melampiaskan nya kepada nya Pah, saya benar-benar minta maaf." ucap Radit.
"Hanya itu saja?" tanya Papah mertua nya.
"Iyah Pah, saya tidak berfikir kalau Abel begitu sakit hati sampai pergi dari rumah seperti ini." ucap Radit.
"Sudah salah masih berlagak tidak bersalah dan masih berusaha menutupi keburukan! Kakak berselingkuh dengan Sepupu Kakak kan?" ucap Mila langsung karena sudah marah.
"Mila!" ucap mamah dan Papah nya.
"Aku tidak akan membiarkan kak Abel kembali kepada kakak, kenapa kakak datang mencari kak Abel? Bukan kah sepupu kakak lebih berharga?" ucap Mila.
Radit terkejut mendengar itu. "Mila masuk ke kamar!" ucap Papah nya marah.
Mila kesal dia langsung pergi dengan keadaan marah.
"Pah ini salah paham." ucap Radit.
Mertua nya menghela nafas panjang.
"Kamu berjanji akan menjaga anak saya, kamu juga berjanji akan mencintai nya setulus hati di tambah sekarang usia kandungan nya sudah lima bulan kenapa kamu melakukan ini?" tanya mamah mertua nya.
"Ini salah Mah, ini benar-benar tidak seperti itu." ucap Radit, dia sangat Bingung menjelaskan semua nya bagaimana.
"Sudah lah nak, sebaiknya kamu pulang dari sini, Abel butuh sendiri jangan mengganggu nya."
"Saya mohon biarkan saya bertemu dengan Abel, saya akan menjelaskan semua nya, saya tau Papah dan Mamah sangat kecewa kepada saya."
"Bukan hanya kecewa Radit! Kami sangat Marah. Kalau kamu benar-benar tidak ingin bersama anak kami kembalikan dia, jangan pernah menyakiti nya seperti ini." ucap papah nya.
Radit tidak bisa mengatakan apapun akhirnya dia pulang.
Di dalam mobil dia sangat emosi. Dia mengingat di saat bangun tadi dia membuka handphone nya namun sudah ada di pesan Tania dan letak ponsel berubah.
__ADS_1
Dia yakin itu pasti yang membuat Abel tau.