Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 129


__ADS_3

Enjel terdiam sejenak.


Tiba-tiba pintu apartemen ada yang mengetuk.


"Apa kamu ada tamu Enjel?" tanya Abel.


"Humm enggak kok, tadi Heri memesan makanan. Aku akan mengambil nya." ucap Enjel.


"Humm Heri sangat baik dan perhatian, namun tetap saja Enjel membenci nya." batin Abel.


Enjel membuka pintu dia kaget melihat orang yang di balik pintu bukan kurir tapi orang tua Heri.


"Om, Tante kok bisa di sini?" tanya Enjel kaget.


"Heri meminta kami datang ke sini, katanya kamu sakit. Dia juga meminta kamu mengirimkan makanan dan obat." ucap Mamah nya Heri.


Enjel kaget. "Maaf Tante sudah merepotkan." ucap Enjel sudah sangat malu dan tidak enak hati.


"Tidak apa-apa kok, lagian Tante dan Om kebetulan ada urusan di dekat sini dan sekaligus saja bertemu dengan kamu. Ternyata kamu tinggal di sini." ucap Orang tua Heri.


"Iyah Tante, silahkan masuk dulu." ucap Enjel. Mereka masuk ke dalam.


Abel melihat orang tua yang tidak dia kenal, namun melihat raut wajah Enjel dia sudah tau mereka siapa.


"Halo Tante, Om. Kenalin saya Abel teman nya Enjel."


"Teman nya Enjel? Kenapa wajah kamu tidak asing yah? Nama kamu juga tidak asing."


"Dia istri Pak Radit Om."


"Oohh pantesan saja, senang sekali bisa bertemu dengan kamu. Ternyata kamu cukup dekat dengan Enjel." ucap orang tua Heri. Abel tersenyum sambil mengangguk.


Mereka berbincang-bincang. Baru saja bertemu namun sudah sangat akrab. Enjel membuka handphone nya ada notifikasi dari Heri.


"Apa makanan dan obat nya sudah sampai? Jangan lupa di makan." ucap Heri.


"Awas saja kamu kalau sudah pulang." batin Enjel sudah tidak sabar untuk memberi hukuman kepada Heri.


Dia membawa makanan ke dapur.


"Nak Enjel makan yang banyak yah agar cepat sembuh. Saya sangat senang melihat nak Enjel sangat dekat dengan Heri.. Tidak biasa nya Heri perduli kepada perempuan sampai seperti ini." ucap Orang tua Heri.


"Iyah Tante, om."


"Kalau boleh tau apa Tante dan Om tau hubungan Enjel dengan Heri bagaimana?"


"Kami kurang tau, namun kami akan mendukung Heri dengan perempuan pilihan nya."


"Tapi sebelum nya saya dengar kalau Tante dan Om tidak mengijinkan Heri berhubungan dengan pacar terakhir nya." ucap Abel.


"Jelas Om dan Tante tidak merestui nya. Perempuan itu sangat jahat, pergaulan nya tidak baik dan tidak sopan." ucap orang tua Heri.

__ADS_1


"Oohh begitu yah Tante."


"Sebenarnya Tante tidak pernah mengijinkan Heri dekat dengan perempuan mana pun. Dan Tante tidak mau di perkenalkan dengan perempuan yang baru dia kenal."


"Tapi Heri dengan Enjel baru saja dekat."


"Iyah memang baru saja dekat, tapi Heri sudah lama mengejar nak Enjel. Mungkin Heri sangat lah tidak baik sehingga nak Enjel tidak mau." ucap orang tua Heri.


"Huff orang tua Heri sangat baik. Orang nya juga asyik." batin Abel.


Enjel duduk Dengan mereka.


"Tante dan Om tidak bermaksud membuat kamu tidak nyaman nak Enjel.. Kita hanya bercanda meminta kalian bertunangan."


"Maksudnya?"


"Kami tau anak kami seperti apa, tidak mungkin nak Enjel mau." ucap orang tua Heri.


Enjel sedikit lega. Pembicaraan mereka semakin nyaman dan tidak canggung lagi.


Mereka tidak berhenti membicarakan Heri.


"Huff dari tadi telinga ku terasa sangat panas, aku curiga seseorang sedang menjelek-jelekkan aku." batin Heri yang sedang di ruangan nya.


Pekerjaan Heri sudah selesai dia mau pulang terlebih dahulu karena mengkhawatirkan keadaan Enjel. Semenjak orang tua Heri pergi dari apartemen nya Enjel tidak mau menjawab telpon Heri.


"Bapak sudah mau pulang?" tanya Novi yang kebetulan lewat depan ruangan Heri. Heri mengangguk.


Novi tersenyum dan Heri pun pergi.


"Enjel.. Enjel.." panggil Heri. Dia mencari di ruang tamu namun tidak ada. "Kemana dia?" ucap Heri.


Tiba-tiba suara pintu dari kamar Enjel.


"Enjel kenapa kamu tidak menjawab telpon ku?" tanya Heri namun ternyata tidak keluar adalah Abel.


"Eh kamu. Maaf aku pikir Enjel." ucap Heri.


"Jangan berisik Enjel baru saja tidur. Aku pamit pulang dulu yah." ucap Abel kelihatan nya baru bangun.


"Iyahh." ucap Heri.


"Oh iya Heri jangan lupa kabarin aku kalau sudah ada kabar dari kak Radit yah " ucap Abel.


Heri mengangguk. "Baiklah..Kamu hati-hati di jalan." ucap Heri kepada Abel.


Abel tersenyum dan langsung pamit pulang karena sudah Sore takut Bibik menunggu nya terlalu lama.


Heri masuk lagi setelah mengantar kan Abel keluar. Dia melihat Enjel ke kamar nya.


"Enjel..." Panggil Heri sambil duduk di pinggir kasur.

__ADS_1


Enjel bergeliat dan perlahan membuka mata nya.


"Ada apa??" tanya nya dengan suara yang serak khas bangun tidur.


"Bagaimana perut kamu? Apa masih sakit?" tanya Heri. Enjel mengangguk. "Kamu sudah minum obat?" Enjel mengangguk lagi.


"bagaimana kalau kita periksa ke rumah sakit?" Enjel menggeleng kan kepala nya.


"Aku mau istirahat saja, nanti pasti sembuh." ucap Enjel.


Heri melihat ke arah perut Enjel.


"Aku memiliki saran agar kamu setiap menstruasi tidak sakit perut." ucap Heri.


Enjel Menatap Wajah Heri.


"Apa?" tanya nya.


"Hamil!" ucap Heri. Enjel menghela nafas panjang.


"Karena kalau kamu hamil kamu tidak akan menstruasi dan juga Tidak akan sakit perut seperti ini." ucap Heri.


Enjel menatap wajah Heri.


"Kamu dapat hal seperti itu dari mana?" tanya Enjel.


"Dari Abel, dia bilang kalau dia sudah tidak menstruasi karena hamil." ucap Heri.


Enjel menghela nafas panjang lagi.


"Kalau hamil sakit nya jauh lebih parah dari menstruasi." ucap Enjel.


"Bagaimana bisa? Kan kamu sudah tidak menstruasi? Aku mau kok membuat kamu hamil." ucap Heri. Enjel langsung memukul lengan Heri dengan keras.


"Jangan aneh-aneh yah! Pergi keluar aku tidak mau di ganggu." ucap Enjel.


"Aku belum selesai ngomong." ucap Heri.


"Apa lagi? Aku sedang tidak mood untuk berantem jadi pergi lah." ucap Enjel.


Heri tiba-tiba naik ke Kasur.


"Aku sangat ngantuk, aku mau tidur di sini." ucap Heri.


"Siapa yang mengijinkan kamu tidur di sini? Kamu memiliki kamar sendiri." ucap Enjel.


"Emang nya kenapa kalau aku tidur di sini? Aku tidak akan berbuat macem-macem kok, lagian kamu berfikir yang aneh-aneh sih tentang aku."


"Terserah kamu saja." ucap Enjel berbalik membelakangi Heri.


Tidak beberapa lama Heri sudah diam tinggal suara nafas yang terdengar. Enjel berbalik dia menatap wajah Heri yang sudah tidur.

__ADS_1


Enjel mendinginkan AC agar Heri lebih nyaman, dia tau kalau Heri harus tidur di ruangan yang sangat dingin.


Enjel mendekati nya. Mengelus hidung Heri yang sangat mancung.


__ADS_2