Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 53


__ADS_3

"Assalamualaikum bik." ucap Abel.


"Non sama Tuan sudah pulang?" ucap Bibik menyambut di depan pintu.. Radit dan Abel tersenyum.


Bibik melihat Mila. "Loh ini kan adik."


"Iyah bik, ini adik aku. Dia akan tinggal beberapa Hari di sini." ucap Abel.


Bibik terdiam sejenak.


"Aduh bagaimana ini. Kalau Non Mila tidur di sini dia tidak boleh tau kalau non Abel dan Tuan tidur dengan kamar yang terpisah." ucap Bibik dalam hati.


"Gak apa-apa kan bik aku tinggal di sini? aku janji gak akan makan banyak, gak bikin kekacauan dan juga tidak membuat piring kotor. Aku sudah biasa bersih-bersih di rumah aku bisa membantu." ucap Mila.


Radit dan Bibik yang melihat itu hanya bisa tersenyum saja karena seperti nya Mila berharap bisa di ijinkan untuk tinggal di sana.


"Ya udah kamu tinggal saja di sini Mila. Saya tidak melarang nya." ucap Radit.


Mila tersenyum, "Terimakasih kakak ipar yang baik." ucap Mila sambil menarik kopernya masuk ke dalam.


"Oh iya kamu tunggu di sini dulu, biar Bibik bantu membersihkan kamar untuk kamu." ucap Abel.


Mila tersenyum. "Gak apa-apa kak, aku bisa membersihkan nya sendiri kok." ucap Mila.


"Tidak apa-apa Non, tunggu lah di sini, saya akan membersihkan nya." ucap Bibik.


Mila akhirnya mengangguk. Dia duduk menunggu di ruang tamu.


"Bik aku minta tolong jangan sampai Mila tau aku dengan kak Radit berbeda kamar yah." ucap Abel setelah sudah di dalam kamar Radit.


Barang-barang Abel juga sudah di pindahkan ke sana.


"Iyah Non, non Abel tidak perlu khawatir." ucap Bibik.


Radit melihat Abel dan Bibik yang sedang berbicara takut ketahuan oleh Mila.


"Ternyata ada untungnya Mila di sini, aku pikir Mila sudah tau tentang kami." batin Radit.


"Ya udah kalau begitu Bibik bisa lanjut kerja yah." ucap Abel. Bibik mengangguk.


Abel menoleh ke arah Radit yang sedang siap-siap.


"Kakak akan pulang jam berapa?" tanya Abel.


Radit menoleh ke arah Abel.


"Kenapa? Tumben banget kamu nanya seperti ini? Apa kamu mau Memasak untuk saya?" tanya Radit.


Abel terdiam sejenak.


"Humm aku akan memasak untuk kakak." ucap Abel.. Radit tersenyum.


"Saya akan pulang jam sembilan malam."

__ADS_1


"Kenapa sangat lama?" tanya Abel.


"Kalau kamu tidak sabar menunggu saya kamu dengan Mila bisa makan malam duluan." ucap Radit.


"Ya udah deh Iyah." ucap Abel. Radit membuka dompet nya.


"Nih ambil lah sesuai yang kamu butuhkan untuk belanja nanti." ucap Radit.


Abel mengambil dompet nya.


"Humm sebagai istri yang baik, aku harus bisa menghabiskan uang suami ku." ucap Abel Mengambil semua isi dompet itu.


Dia mengembalikan Dompet yang kosong kepada Radit.


"Dompet kakak sudah kosong lagi, semangat yah untuk mengisi nya lagi." ucap Abel.


Radit tersenyum lebar melihat istrinya sudah tidak canggung, dia juga sudah bisa bergurau dan sudah merasa dia menjadi istri Radit.


Radit mengelus rambut Abel.. Seketika Abel terdiam, yang tadi nya ketawa dia langsung terdiam.


Radit mendekati nya. "Apa yang mau kakak lakukan?" Tanya Abel.


"Saya boleh Mencium kamu?" tanya Radit.


Abel terdiam sejenak dia berusaha untuk menenangkan diri nya dulu karena sangat gugup sekali.


"Baiklah kalau kamu tidak mau, saya mengerti." ucap Radit.


"Hanya kening saja." ucap Abel. Radit yang tadi nya sudah sedih langsung mencium kening Abel Deng cukup lama.


Setelah Radit pergi Abel melempar kan tubuh nya ke kasur. Wajah nya memerah karena sangat malu sekali.


"Aaaaa!!!"


Tidak terasa hari sudah malam. Abel dan Mila serta Bibik baru saja selesai makan malam.


"Kak Radit setiap hari seperti ini yah kak?" tanya Mila.


"Maksudnya?" tanya Abel.


"Seperti ini, bekerja setiap hari bahkan hari Minggu dan juga sampai malam." ucap Mila.


"Gak setiap hari kok." ucap Abel.


"Kakak pasti kesepian di sini, kalau begitu aku akan meminta ijin kepada mamah untuk tinggal di sini beberapa lama lagi." ucap Mila.


Abel hanya tersenyum saja.


"Hoammm...Aku sudah sangat ngantuk kak, besok aku ada kuliah pagi, aku pergi tidur dulu yah." ucap Mila langsung masuk ke kamar nya.


"Bikk istirahat lah, ini sudah malam." ucap Abel kepada Bibik yang masih sibuk di dapur.


"Iyah Non ini sebentar lagi." ucap Bibik.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Bik, pergi lah istirahat." ucap Abel. Bibik tidak boleh membantah akhirnya dia pun pergi masuk ke dalam kamar nya.


Abel menonton TV.


"Ini baru saja jam delapan namun aku sudah sangat mengantuk sekali." ucap Abel.


"Assalamualaikum.." Tiba-tiba Radit pulang.


Namun tidak ada jawaban. Radit mendengar suara TV dia melihat ternyata Abel sudah ketiduran di sofa.


"Abel..." Panggil Radit. Abel langsung bangun. dia melihat di depan nya sudah ada Radit.


"Kakak sudah pulang? sudah lama? Aku ketiduran." ucap Abel.


"Kamu tidur lah di kamar." ucap Radit. Abel menggeleng kan kepala nya.


"Kakak sudah makan?" tanya Abel. Radit menggeleng kan kepala nya.


"Kalau begitu kakak bersih-bersih dulu, aku akan memanaskan makanan." ucap Abel. Radit mengangguk.


Dia melihat Abel yang tiba-tiba baik sekali kepada nya.


Namun dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu.


"Kakak pasti di ajak makan di luar sama klien kakak kan?" tanya Abel menemani Radit makan.


"Hum Iyah, tapi saya meminta Novi menggantikan saya." ucap Radit.


"Jadi kakak tadi dengan Novi?" tanya Abel. Radit mengangguk..Abel langsung diam.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai makan. Mereka masuk ke dalam kamar.


"Aku untuk beberapa hari tidur di sini gak apa-apa kan kak?" tanya Abel. Radit tersenyum.


"Tidak apa-apa." ucap nya. Abel mengucapkan terimakasih.


Dia naik ke kasur dan langsung membelakangi Radit.


"Apa kamu langsung mau tidur?" tanya Radit kepada Abel. Abel mengangguk saja. Radit berbaring.


"Kita sudah suami istri, kenapa kamu masih tidur berjauhan seperti ini?" tanya Radit.


"Kak Radit aku mohon jangan seperti itu, aku memang ingin belajar menjadi istri yang baik, tapi aku belum siap untuk itu." ucap Abel.


Radit menepuk tempat tidur di samping nya.


"Geser lah sedikit ke sini, saya janji tidak akan melakukan apapun kepada kamu Sebelum kamu siap." ucap Radit.


Abel menggeleng kan kepala nya.


"Apa kamu tidak percaya kepada saya?" tanya Radit.


Abel menoleh ke arah Radit.

__ADS_1


"Huff aku tidak boleh menolak nya." Dia langsung cepat bergeser ke dekat Radit.


Radit tersenyum dia mengelus badan Abel. Sampai kedua nya tertidur bergitu nyenyak.


__ADS_2