
"Semua nya sudah bagus, dan sudah lengkap, semoga saja tidak mengecewakan." ucap Enjel. Handphone nya berbunyi dari Heri.
"Halo pak."
"Bisa gak jangan panggil bapak?" ucap Heri.
"Ini sedang di kantor." ucap Enjel. Heri menghela nafas panjang.
"Baiklah Bu Enjel, apa meeting sudah di mulai?" tanya Heri.. Enjel kaget di panggil Ibu.
"Baru saja akan di mulai pak."
"Saya ingin menambah materi dan saya sudah mengirimkan nya ke Gmail kamu." ucap Heri.
"Baiklah, saya akan memeriksa nya." Telpon langsung mati.
"Rasa hormat apa seperti ini kepada bos? Dia mematikan telpon secara sepihak." ucap Heri dengan kesal.
Meeting hari ini berjalan begitu baik, walaupun sangat melelahkan Bekerja seharian.
Enjel kembali ke apartemen nya dengan keadaan ngantuk, lelah dan lapar.
"Karena tidak bisa menahan lapar akhirnya dia memakan Mie instan saja.
Di tengah-tengah Makan Heri menelpon dia mendadak.
"Kenapa dia menelpon ku sedang makan sih? Kalau dia tau aku makan mie dia akan seperti perempuan cerewet." ucap Enjel.
Pertama dia mengabaikan nya dan Heri tidak mau menyerah dia terus menelpon nya.
"Halo, ada apa?" tanya Enjel.
"Kamu bertanya ada apa?" tanya Heri. Enjel menghela nafas panjang.
"Apa salah nya aku bertanya?"
"Aku menelpon kamu karena kamu pacar ku, aku merindukan kamu, aku tidak suka pertanyaan kamu." ucap Heri langsung mematikan sambungan telepon.
"Bukan kah pertanyaan ku baik-baik saja?" Dia Menelpon ku pasti ada sebab, apa susah nya menjawab?' ucap Enjel dalam hati.
Enjel menyiapkan Makan terlebih dahulu setelah itu dia baru menelpon Heri.
"Halo. Ada apa kamu menelpon ku?" tanya Heri ketika menjawab telpon dari Enjel. Enjel tersenyum melihat tampilan wajah Heri yang cemberut di layar handphone nya.
"Kenapa kamu senyum-senyum? Kalau tidak ada yang penting aku akan mematikan nya." ucap Heri.
"Ya sudah kalau begitu matikan saja." ucap Enjel.
"Enjel... Aku hanya mengancam kamu, kenapa kamu tidak membujuk ku?" tanya Heri.
"Baiklah-baiklah aku minta maaf. Aku belum terbiasa maafin aku kalau terkadang sifat ku membuat kamu tidak nyaman." ucap Enjel.
"Humm baik lah aku memaafkan kamu." ucap Heri. Enjel tersenyum.
__ADS_1
"Sekarang kamu di mana?" tanya Enjel.
"Aku sedang di kamar." ucap Heri.
"Apa kamu sendirian saja?" tanya Enjel, Heri mengangguk.
"Emangnya kenapa? Kamu mau datang menemani aku?" tanya Heri. Enjel menggeleng kan kepala nya.
Heri tersenyum. "Aku hanya bercanda." ucap Heri. Enjel mengangguk mengerti.
Tidak terasa saja Waktu cepat berlalu sekarang Heri sudah pergi satu Minggu.
"Enjel dan Abel sedang duduk di satu Cafe di tengah-tengah kota.
"Kapan Heri pulang? Dia sudah satu Minggu pergi." ucap Abel. "Aku juga tidak tau." ucap Enjel.
"Kenapa kamu tidak tau? Kamu tidak bertanya kepada dia?" tanya Abel. Enjel menggeleng kan kepala nya.
"Apa kamu tidak merindukan dia?"
Enjel diam. "Bohong kalau kamu tidak merindukan Heri..Kamu pasti kesepian karena akhir-akhir ini kamu sangat sering keluar. dan tidak betah di apartemen.
"Sulit untuk menjelaskan nya Abel, dia bekerja di sana aku tidak bisa mengatakan apapun." ucap Enjel.
"Lalu kamu Deng suami kamu bagaimana?"
"Semua nya baik-baik saja." ucap Abel.
"Yakin?"
"Yang sabar, pokok nya kamu harus lebih banyak bersabar, kamu harus bisa mengerti kepada pak Radit."
"Karena aku memikirkan dia akhirnya aku bisa memilih untuk diam pergi." ucap Abel.
"Loh seingat ku suami kamu tidak mengijinkan kamu keluar." ucap Enjel.
"Aku tidak betah di rumah." ucap Abel. Enjel menghela nafas panjang.
"Kamu tidak boleh kebanyakan melawan Suami kamu, apa lagi Kamu lagi hamil." ucap Enjel. Abel menghela nafas dia menatap Enjel.
"Kamu belum merasakan Jadi aku sih? Aku sendiri saja heran kenapa aku bisa seperti ini, tapi tetap saja aku tidak nyaman dengan sifat Kak Radit." ucap Abel.
Enjel diam. "Kok aku berfikir kak Radit seperti menyembunyikan sesuatu." ucap Abel.
"Menyembunyikan apa?" tanya Enjel. Abel menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak tau, aku hanya berfikir seperti itu saja.
"Kamu jangan berfikir seperti itu." ucap Enjel. Abel diam tiba-tiba handphone Abel berbunyi telpon dari suami nya.
"Iyah halo kak." ucap Abel.
"Kamu di mana sayan?" tanya Radit.
"Aku sedang di luar bersama Enjel." ucap Abel.
__ADS_1
"Di mana? Saya baru saja pulang apa kamu mau saya jemput?" tanya Radit.
"Seriusan kakak mau jemput aku?" tanya Abel.
"Iyahh, kirim kan lokasi kamu saya akan ke sana sekarang." ucap Radit.
Abel terlihat sangat bersemangat dia langsung mengirim kan nya.
tidak beberapa lama akhirnya Radit datang.
"Aku tidak mampu merepotkan kakak ke sini menjemput aku, aku minta maaf." ucap Abel langsung memeluk suaminya.
"Ayo kita pulang." ajak Radit.
"Enjel aku pulang duluan yah, makasih sudah mau nemenin aku." ucap Abel dan setelah itu langsung pergi.
Enjel menghela nafas panjang.
"Huff setelah aku datang jauh-jauh ke sini menemani dia, namun sekarang aku yang di tinggal." ucap Enjel.
Enjel tidak ingin lama-lama di sana, dia pun pulang ke rumah nya.
Sampai di rumah dia duduk di sofa. Dia menelpon Heri.
"Halo sayang...." ucap Heri yang ternyata baru bangun.
"Kenapa kamu tidur jam segini?" tanya Enjel.
Heri tersenyum. "Aku bekerja dari kemarin sampai aku kelelahan, aku tidak ada istirahat dan siang tadi aku baru bisa tidur sampai sekarang." ucap Heri.
"Apa kamu tidak tau kalau kamu di sana sudah satu Minggu, kamu terlihat santai nyaman yah di sana?" tanya Enjel.
"Aku bekerja Enjel."
Enjel diam.
"Ayo katakan kalau kamu ingin bertemu dengan ku, aku hanya menunggu kata-kata itu." batin Heri.
Dia mengerjakan pekerjaan nya Sampai lembur agar cepat kembali ke Kota kekasih nya itu, namun yang dia harapkan untuk Enjel mengatakan kalau dia merindukan Heri tidak ada.
"Heri...." ucap Enjel..
"Iyah."
"Kembali lah, aku merindukan kamu." ucap Enjel.. Baru pertama kali nya Heri melihat Enjel memohon dan dia benar-benar sangat baper dan langsung luluh.
"Baiklah aku akan berangkat malam ini juga."
"Kamu seriusan?" tanya Enjel. Heri mengangguk.
Heri mematikan sambungan telepon nya dan langsung mandi.
Enjel tidak sedih lagi dia bisa tersenyum karena Heri sudah mau pulang. Dia sama sekali tidak bisa tidur karena memikirkan Heri di perjalanan seperti apa..
__ADS_1
"Heri tidak akan sampai malam ini juga di sini, kenapa aku sangat merindukan nya?" tanya Enjel.