
"Teman saya." ucap Radit. "Teman bapak? Saya tidak mau pak, pasti teman bapak semua nya orang kaya, orang terpandang saya hanya karyawan biasa." ucap Enjel.
"Kamu yakin tidak mau?" tanya Radit.
"Tapi pak, apa bapak tidak marah saya berhubungan dengan pria?" tanya Enjel.
Radit menggeleng kan kepala nya.
"Saya ingin kamu mempunyai pacar agar Kamu tidak menggangu istri saya terus dan tiap hari menanyakan istri saya kepada saya." ucap Radit.
Seketika Enjel menghela nafas panjang. "Abel teman saya pak, tidak ada salahnya menanyakan kabar teman." ucap Enjel langsung.
Radit menghela nafas.."Saya akan terus bertanya walaupun saya sudah memiliki pacar, karena saya belum yakin dengan Bapak." ucap Enjel langsung pergi..
"Berani-beraninya dia lancang kepada Saya." ucap Radit.
"Tidak ada satupun yang berani kepada saya seperti dia." batin Radit.
"Untung saja dia teman Abel, kalau tidak saya sudah memberi nya hukuman." ucap Radit.
Tidak beberapa lama Radit menelpon istri nya. ."Halo.." ucap Radit dengan sangat lembut.
"Ap pa.. pa.. pa.." Ternyata Farel yang mengambil Handphone Abel.
"Farel.. Apa itu kamu nak?" tanya Radit.
Abel baru saja masuk ke kamar ternyata handphone nya ada di mulut Farel yang sangat suka menggigit barang yang ada di tangan nya.
"Farel.. Kenapa handphone nya di gigit?" tanya Abel.
Dia mengambil nya dan baru saja kalau ternyata Suami nya menelpon dia.
"Kak Radit."
"Halo kak, maaf yah tadi Farel yang memegang handphone ku." ucap Abel.
"Kenapa handphone kamu bisa sama Farel?" tanya Radit.
"Iyah kak, tadi aku tinggal sebentar nonton." ucap Abel.
"Jangan kasih lain kali, nanti dia kebiasaan." ucap Radit.
"Iyah kak, tapi dia tidak mau di tinggal hanya sebentar saja." ucap Abel.
"Kamu tidak perlu melakukan apapun, kamu jaga saja dia dengan baik." ucap Radit. "Huff kakak enak berbicara seperti itu. Kakak belum merasakan nya." ucap Abel.
Radit tersenyum. "Saya hanya bercanda. Tapi baik nya jangan di kasih main gadget dulu.." ucap Radit.
"Hanya sesekali kak." ucap Abel.
"Baiklah-baiklah saya mengerti, sekarang kamu sudah makan apa belum?" tanya Radit.
"Nih mau kasih makan Farel dulu, setelah itu baru aku. Oh iya makan siang kakak baru saja di kirim. Makan yang banyak yah karena itu aku yang Masak."
"Kamu seriusan?" tanya Radit. Karena setelah Farel di rumah Abel jadi jarang masak.
__ADS_1
"Oohh karena itu kamu meninggalkan Farel sendirian?" tanya Radit. "Aku tidak meninggalkan nya sendiri kak, aku meminta Bibik menjaga nya. Namun Bibik malah ketiduran." ucap Abel sambil mengarah kan kamera ke arah Bibik yang tertidur pulas.
Radit tertawa melihat itu. "Nih makanan nya baru selesai. Kamu temanin saya makan yah, jangan matikan kamera nya saya juga mau melihat Farel makan." ucap Radit.
"Baiklah." Abel meletakkan handphone di lantai agar kelihatan Farel nya.
Farel melihat Radit di layar handphone dia pun tersenyum.
"Seperti nya Farel sudah mengerti itu adalah Om nya." ucap Abel.
"Panggil saya papah." ucap Radit.
"Iyah deh, papah." ucap Abel.. Radit tersenyum.
"Selamat makan nak." ucap Radit. Mereka pun makan sama-sama."
Saat sedang asik makan Novi datang.
"Permisi Pak."
"Iyah!" ucap Radit. Abel juga berhenti menyuapi Farel.
"Siapa kak?" tanya Abel.
"Ada apa Novi?" tanya Radit.
"Saya mau mengajak bapak makan siang tadi nya, ehh ternyata bapak sudah makan." ucap Novi.
"Terimakasih Novi, tapi saya sudah makan, kamu makan saja dengan yang lain nya." ucap Radit.
Entah mengapa wajah nya seketika langsung cemberut ketika mengetahui Radit sedang menelpon dengan istri nya.
Dia keluar dari ruangan Radit dengan wajah kesal, marah semua nya bercampur aduk.
"Ada apa lagi tuh dengan nenek Lampir." ucap Enjel melihat dari kejauhan. Enjel yang di suruh membuat minuman untuk Radit dia langsung ke ruangan Radit.
"Pak ini minuman nya." ucap Enjel.
"Terimakasih banyak Enjel..Kamu sudah makan siang." tanya Radit.
"Sudah kok pak. Tapi kalau bapak mau memberikan saya makanan saya tidak akan menolak nya." ucap Enjel.
"Saya hanya bertanya." ucap Radit.. Enjel tersenyum.
"Itu Enjel yah Kak?" tanya Abel mendengar suara Enjel.
Enjel langsung berdiri di belakang Radit.
"Abel... Apa kabar kamu? Kenapa kamu tidak mengaktifkan nomor kamu yang lama?" tanya Enjel.
"Aku baik kok, aku tidak memakai nomor itu lagi." ucap Abel.
"Huff aku jadi sulit berkomunikasi sama kamu, padahal banyak gosip yang harus kamu tau." ucap Enjel. Seketika dia langsung menutup mulut nya ketika Radit menatap nya.
"Sudah pak lanjut makan saja." ucap Enjel.
__ADS_1
Radit menghela nafas panjang.
"Abel datang ke kantor sesekali bawa Farel, aku juga ingin bermain dengan nya." ucap Enjel.
"Aku belum ingin ke kantor lagi Enjel." ucap Abel. "Baiklah aku mengerti kok." ucap Enjel.
"Oh iya ngomong-ngomong kamu dengan pak Radit baik-baik saja kan? Pak Radit tidak melakukan hal yang aneh-aneh kan? Soalnya kelihatan nya wajah kamu kecapean." ucap Enjel.
Radit menghela nafas panjang. Sementara Abel tertawa melihat Enjel di tatap tajam oleh Suami nya.
Abel sebenernya kaget karena Enjel berani sekali.
Setelah Radit selesai makan dia langsung mengambil handphone dari Enjel.
"Kamu lanjut kerja sana! Jangan mengganggu orang saja." ucap Radit.
"Saya belum selesai berbicara pak."
"Kamu mau saya pecat?"
"Saya tidak takut, karena sekarang saya bersahabat dengan istri pak direktur." ucap Enjel.
Abel tertawa mendengar nya. Namun Enjel langsung kabur ketika Radit sudah mulai kesal.
"Kakak jangan seperti itu kepada Enjel kak." ucap Abel.
"Dia tidak sopan." ucap Radit.
"Tapi kelihatan nya sekarang Kakak dengan Enjel semakin akrab." ucap Abel.
"Tentu saja, karena dia teman kamu setau saya, dia juga baik kepada kamu, jadi saya juga harus baik kepada dia." ucap Radit.
Abel tersenyum. "Terimakasih yah kak " ucap Abel.
"Ya udah kalau begitu kakak lanjut kerja aja yah, aku juga mau makan setelah itu menidurkan Farel." ucap Abel.
"Kenapa sangat cepat? saya masih merindukan kamu." ucap Radit.
"Kita sudah berbicara hampir dua jam kak." ucap Abel.
"Huff tidak terasa, baiklah. sampai jumpa nanti malam." ucap Radit. "Iyah." ucap Abel.
"Oh iya kamu jangan lupa untuk mandi yang bersih yah. pakai baju yang bagus." ucap Radit.
Setelah itu panggilan langsung mati.
Radit lanjut kerja.
"Huff sangat aneh sekali dia meminta ku memakai baju yang bagus." ucap Abel.
"Ada apa non? Non mau apa?" tanya Bibik yang baru saja bangun.
"Ini loh bik, kak Radit meminta ku memakai baju yang bagus." ucap Abel.
"Mungkin Tuan mau ngajakin makan malam bersama." ucap Bibik.
__ADS_1