Perjodohan Sejak Dini

Perjodohan Sejak Dini
Episode 182


__ADS_3

"Kita bisa bahagia seperti dulu lagi Radit, aku masih mencintai kamu, aku tidak rela kamu bersama Abel. Aku tidak kuat melihat nya di tambah lagi kalian akan memiliki anak." ucap Tania.


"Tania... kapan kamu akan sadar kalau aku sudah tidak lagi mencintai kamu, ini sudah sangat lama percuma kamu melakukan apapun tidak akan membuat hati ku kembali, aku akan semakin membenci mu." ucap Radit.


"Cepat atau lambat aku akan mengurus surat cerai kita." ucap Radit.


"Surat Cerai!?" ucap Tania yang mendengar kan percakapan mereka dari tadi. Tania dan Radit melihat Abel.


"Abel.. Kamu mendengar semua nya?" tanya Radit.


"Aku pikir selama ini kalian hanya pacaran di belakang ku, ternyata kalian sudah menikah." ucap Abel dengan suara yang gemetar.


"Abel kamu harus mendengar penjelasan ku terlebih dahulu." ucap Radit.


"Ternyata selama ini kakak membohongi aku! Kakak sangat jahat. Aku tidak habis pikir dengan semua ini m Kakak sangat tega." ucap Abel menahan amarah nya.


"Dan untuk kamu! Kamu adalah sepupu Nya kenapa kalian menikah? kenapa kamu harus menghancurkan kebahagiaan ku? Apa salah yang aku lakukan sama kamu?" ucap Abel sudah tidak bisa menahan amarahnya.


"Ada apa ini ribut-ribut?" tanya mamah dan papah Radit yang baru saja datang.


"Mah.. Aku mohon tolong bantu aku menjelaskan kepada Abel semua nya." ucap Radit.


mamah dan papah nya seketika diam. Abel menatap ke mertua nya.


"Mamah dan papah tau tentang ini?" tanya Abel.


"Kamu tenang dulu nak, tenang. Semua nya bisa di bicarakan baik-baik." ucap Mamah mertua nya.


"Di bicarakan baik-baik gimana mah? Kak Radit menikah dengan perempuan lain sementara aku masih istri nya bahkan aku sedang mengandung anak nya. Mamah dan Papah kenapa menutupi semua ini dan membiarkan kak Radit menikah lagi." ucap Abel.


"Kamu dengar kan Mamah dulu Abel. Dengar kan Mamah baik-baik. semua nya akan jelas kalau di bicarakan baik-baik. Kamu sudah salah paham." ucap Mamah mertua nya.


Abel menggeleng kan kepala nya. "Aku sangat kecewa sama mamah dan papah. Termasuk sama kakak. Aku tidak bisa lagi berfikir dengan tenang." ucap Abel.


Dia mendekati Tania. "Apa kamu tidak melihat perut ku? Apa kamu sadar kamu juga perempuan? Kenapa kamu sangat tega melakukan ini kepada ku?" ucap Abel sambil menggoyangkan badan Tania begitu kuat.

__ADS_1


Tania bisa saja membela diri, melihat Radit begitu terpukul, sedih dia tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Abel menangis. Satu orang pun tidak ada yang berani menenangkan dia.


"Sudah Abel.. Sudah.." ucap mamah nya yang ikut mengantarkan dia tadi.


"Mah... Aku kenapa harus di perlakukan seperti ini? Semua nya bersikap normal namun ternyata ada kebusukan yang di tutupi dari ku, aku sangat bodoh aku begitu bodoh." ucap Abel.


"Abel kasih waktu aku menjelaskan semua nya." ucap Radit.


"Aku tidak ingin mendengar apapun lagi dari kakak, mau pun dari siapapun itu. Aku sangat kecewa dan aku ingin kita berpisah. Kakak lanjut kan saja Hubungan kakak dengan perempuan jahat ini." ucap Abel.


"Abel di dalam perut kamu ada anak aku." ucap Radit.


"Kalau kakak sadar aku sedang mengandung anak kakak, tidak mungkin kakak melakukan ini kepada ku. Aku kurang apa kak? aku menuruti semua apa yang kakak katakan." ucap Abel.


"Abel kamu harus tau kalau Tania adalah istri perta...." Tiba-tiba Dada Abel sakit, perut nya juga membuat dia lemas tidak berdaya.


Semua orang panik dia langsung di bawa ke rumah sakit. Semua nya mengantarkan Abel ke rumah sakit tinggal hanya Tania dan juga Bibik di sana.


"Aku hanya butuh kasih sayang, aku butuh di mengerti dan tidak satu pun orang yang mau tinggal bersama ku di sini." ucap Tania dalam hati.


"Mungkin ini adalah balasan dari semua kelakuan ku. Aku sungguh sangat tidak penting di mata mereka." ucap Tania.


"Non tidak apa-apa kan?" tanya Bibik memegang tangan Tania.


"Bik apa salah nya kalau aku mengharap kan orang yang aku sayangi bersama ku? Apa kesalahanku tidak bisa di maafkan sampai semua orang membenci ku?" tanya Tania.


"Ssttt!!! Non jangan berbicara seperti itu. Banyak kok yang sayang sama non, namun Non tidak bisa memaksa kan orang yang non cintai selalu bersama non." ucap Bibik.


"Siapa bilang tidak ada yang sayang sama kamu, aku sayang sama kamu." ucap Zaki baru saja datang.


Tania langsung menghapus air mata nya.


"Tidak perlu berpura-pura kuat seperti itu." ucap Zaki.

__ADS_1


"Kenapa kamu masih di sini? Kamu tidak pulang?"


"Aku sudah pulang, namun aku tidak bisa meninggalkan kamu di sini, perasaan ku tidak enak."


"Semua nya salah ku Zaki, aku terlalu egois, aku benar-benar sangat jahat." ucap Tania.


"Jangan pernah menyalah diri sendiri seperti itu, aku tidak suka mendengar nya. Sebaiknya sekarang kita melihat Abel ke rumah sakit."


Tania menggeleng kan kepala nya. "Ya sudah kalau begitu aku akan mengantar kan kamu pulang." ucap Zaki. Tania mengangguk.


"Pak.. Bu.. kamu benar-benar minta maaf atas masalah ini." ucap orang tua Radit kepada orang tua Abel.


Mereka sudah menceritakan semua nya. Begitu juga dengan Radit dia sudah memberi tau apa alasan nya untuk tidak jujur.


"Kami tidak pernah mempermasalahkan Radit sudah menikah atau belum, namun kalau kalian menganggap kamu keluarga seharusnya kalian jujur dari awal, semua nya sudah seperti ini baru jujur." ucap papah nya Abel.


"Maaf kan saya Pah."


"Radit kamu sudah Dewasa, kamu bahkan sudah pernah menikah, apa kamu pikir hal kecil yang bisa di tutupi?" tanya Papah nya Abel.


"Ini semua salah ku. Aku tidak tidak baik mendidik anak." ucap papah nya Radit.


"Sama saja! Aku menjaga anak ku dengan baik, aku memberikan nya dengan baik, namun kenapa dia harus mengalami hal seperti ini."


Karena sangat tegang akhirnya mamah Abel membawa suami nya keluar agar tidak terlalu ribut mengganggu kenyamanan pasien lain karena Abel masih di periksa oleh dokter.


Setelah beberapa lama akhirnya dokter keluar.


"Bagaimana keadaan istri saya dokter?" tanya Radit.


"Pasien hanya kurang istirahat, syok dan juga tidak makan. Dan seperti nya beliau memiliki sakit yang saya tidak bisa lihat membuat pasien pingsan." ucap dokter.


Radit terdiam. "Kalau begitu saya permisi dulu." ucap dokter.


"Baik dokter, terimakasih banyak." ucap Radit dan langsung masuk ke dalam melihat keadaan Abel.

__ADS_1


Abel belum sadar. "Sebaiknya kamu jangan di sini dulu nak, Mamah takut melihat kamu Abel jadi semakin syok." ucap mamah nya.


__ADS_2